
Ken memasuki pintu perusahaan dengan tangan yang masuk dalam saku celana. Bibirnya bersiul santai, meski tadi pagi sempat merasa moodnya buruk. Tapi sekarang moodnya kembali bangkit.
“Selamat pagi pak ken.” Dua resepsionis itu menyapa dengan ramah.
Ken hanya menanggapi dengan alis yang terangkat. Sementara Alex tidak jauh beda.
Baru saja melangkah melewati meja resepsionis Ken udah menemukan sesosok mungil yang sangat dikenalinya.
Raut wajah itu terlihat serius dengan kaki yang menghentak- hentak tak sabaran, bersandar pada dinding. Dua tangannya berlipat, dengan bibir yang tampak menggerutu.
Mata itu terangkat hingga mereka saling bertatapan.
“Tuan ken.” Segera mendekat.
Dan Ken bisa memastikan bahwa yang dilihatnya memang Ayana.
“Syukurlah Anda sudah datang, saya pikir saya akan menunggu dua jam lagi.” Ayana nyengir, tidak tahu bahwa raut wajah Ken tampak tidak suka.
“Kenapa kau datang sepagi ini? Sudah sejak kapan kau menunggu?” Ken bisa melihat gerakan Ayana yang seperti merasakan pegal di kaki.
Sudah berapa lama gadis ini menunggu.
“Alex, bukannya aku sudah memerintahkanmu, agar ketika Ayana datang dia harus dipersilahkan ke dalam ruangan ku.” Suara Ken tampak meninggi. Membuat Alex yang tadi mengikuti terjangkit kaget.
__ADS_1
“Eh ini saya hanya menunggu sebentar saja kok tuan.” Ayana merasa aura dingin Ken akan semakin menguar.
“Sebentar? Tapi kakimu terlihat sudah kepayahan!” Ken menukas dengan tajam, tubuhnya berbalik menatap Alex.
“Saya sudah melakukannya tuan. Saya sudah memerintahkan agar ketika nona Ayana datang untuk dipersilahkan masuk ke alam ruangan Anda.” Alex menjawab pertanyaan Ken tadi.
“Lalu kenapa Ayana malah berdiri bersandar di dinding! Perusahaan ini seperti tidak memilki fasilitas tempat duduk saja!”
Eh ini kenapa malah menjadi acara marah-marah. Hanya padahal Ayana yang tidak dijamu dengan baik. Ken marah besar. Astaga bagaimana ini? Ayana menjadi merasa bersalah dengan kedua resepsionis itu yang sudah pucat pasi.
Padahal dua resepsionis itu malah tidak mengasihani Ayana sama sekali ketika harus menunggu selama dua jam, malah dibiarkan bediri tanpa di perudilkan.
Ayana tolong kurangi lembah lembut hatimu itu!
“Tuan muda tolong tenangkan diri Anda.” Alex menyentuh lengan Ken. Melihat sekitar yang sudah tampak membisu karena kemarahan Ken. Apalagi para resepsionis itu yang terdiam kaku, serta berkeringat dingin.
Siapa wanita ini sebenarnya. Astaga aku dalam masalah besar tampaknya. Benar yang dikatakan orang jangan menilai sesuatu dari Fisiknya. Astaga karena meninali wanita ini tampak lusuh kupikir dia hanya segelintir wanita yang datang mengemis cinta pada pak Ken. Tapi melihat kemarahan pak Ken, aku meragukan itu sekarang. Bagaimana ini?!
Jari jemari tangan kedua resepsionis wanita itu tampak dingin.
Ken menekan rasa marah yang tiba-tiba saja menguap tanpa sadar.
“Berikan SP1 pada dua resepsionis itu, tampaknya mereka tidak mengindahkan perintah atasan mereka!” Mendengar itu dua resepsionis tadi memucat. Ingin memohon pada Ken namun gerakan Alex yang menyuruh mereka diam membuat tubuh mereka kaku.
__ADS_1
Hei kenapa malah terjadi keributan begini sih? Astaga apa semua ini karena aku? Karena aku yang tidak dilayani ketika bertamu? Hei aku kan bukan siapa-siapa wajar saja mereka bersikap begitu.
“Kau ikut aku.” Ken menarik tangan Ayana hingga menghilang di balik lift. Belum lama para karyawan gempar karena mereka melihat sang CEO pergi dengan wanita dalam satu mobil tepat di depan perusahaan. Sekarang mereka kembali gempar melihat Ken menarik seorang perempuan ke dalam lift.
Perempuan yang sama kembali terlihat bersama Sosok sang CEO.
Gosip di berbagai grup whatsapp para karyawan mulai menyebar.
“Aku sudah melihatnya beberapa kali!”
“Wah luar biasa! Pak Ken tidak gay ternyata, nyatanya wanita itu berhasil berdekatan dengan tuan ken.”
“Hei berita heboh apa ini?”
Send gambar.
Ken dan Ayana gandengan.
Ken dan Ayana masuk dalam mobil yang sama.
“Hei kau tau tidak....”
Tak tak tak tak tak
__ADS_1
Jari-jari tangan karyawan lebih lincah dalam mengirim tulisan ketika bergosip. Berbanding terbalik ketika mengetik pekerjaan di depan laptop. Hah, memang gosip semakin terdepan.
Dan Ayana Humaira, selamat datang di dunia Kenan Prasetyo. Karena kamu sudah menjadi target. Jadi bersiaplah kehidupanmu akan diusik oleh si tuan muda sempurna itu.