Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 95- Begitu lengket


__ADS_3

Pasca operasi Hans masih belum sadarkan diri .Terhitung sudah hampir 7 jam laki-laki itu terbaring .Hanya dia yang mengetahui ,hanya dia yang mengingat tentang dia yang hampir menyelam masuk ke alam yang sama dengan kakeknya.


Rasa cinta ,kasih sayang dan impian menariknya kembali kedunia .Dia tidak bisa pergi tanpa pamit .


Angel …ketika mendengar nama itu tubuhnya langsung bereaksi .Dia masih terbaring namun nampaknya otaknya merespon .


“Mamah mau ke kamar Angel ya pah .” Suara Mama Rina ternyata masuk ke alam bawah sadar Hans .


Papa Fadli menggangguk membiarkan sang istri berlalu .


Papa Fadli menelpon kuasa hukum mereka terkait kasus Angel .“Usahakan yang terbaik pak Daniel .Saya mau dia mendapatkan efek jera.Berikan peforma terbaik kamu” Ucapnya dengan nada tegas .Matanya melayang menatap ke arah luar kaca ruangan yang menampilkan perkotaan .


Terdengar sahutan di seberang telpon dan itu membuat papa Fadli sedikit lega .Sifat Hans yang tegas dan Tampak begitu dingin ternyata terwaris dari Papa Fadli . Hukum terkadang runcip ke atas dan tumpul ke bawah .Dia memang berada pada keluarga berada, namun kejujuran dijunjung paling tinggi dikeluarganya .Dia tidak mempermainkan hukum namun menempuh dengan semestinya jalur hukum .


“Kau melakukan kesalahan besar anak muda .Kau harus menerima hukuman yang setimpal atas perbuatanmu.” Mata Papa Fadli tampak mengelap dengan nuansa dingin .


“Pah.”


Sontak saja panggilan itu membuat papa Fadli berbalik .Manik mata yang tadinya gelap berubah menjadi sendu .Anaknya! Hans Prasetyo ! Anak kebangganya!! Sadar! Anaknya sudah sadar .


Langkah lebar dan penuh rasa haru membawa papa Fadli menemui Hans .“Kamu sudah sadar nak syukurlah .”


“Angel…Angelku mana pah.” Hans nampam meringis dan berusaha bangun dari posisinya .Mata masih penuh tanda tanya akan kekasihnya yang tidak ada dalam ruangan .Melihat papa Fadli yang membisu membuat Hans seketika cemas .


“Dimana dia pah! …Angelku…Angelku tidak apa-apa kan …Jawab pah .” Hans meringis sakit memegang kepalanya .Papa Fadli bergerak cemas dan menekan tombol untuk memanggil para dokter .


“Dia sedang istirahat nak .” Sahut Papa Fadli tanpa penjelasan lanjut .Dia takut akan fakta yang dia sampaikan akan mempengaruhi operasi Hans.


Alis Hans nampak bertautan merasakan kecurigaan .“Aku ingin menemui Angelku!! ” Tingkah gegabah Hans membuat papa Fadli meradang .


“Tidak boleh ! Kamu perlu istirahat ! ,Dokter akan segera datang !” Ketegasan papa Fadli tak diindahkan Hans .


“Aku ingin menemuinya ! Saat ini! Detik ini juga!! ” Mata Hans berkilat penuh permusuhan .Sang Papa mengusap wajah kasar .


Saat bersamaan para dokter masuk .Hans memang dirawat diruang VIP .“Mohon jangan banyak bergerak lebih dulu .” peringat dokter yang tampak senior .


“Omong kosong ! Aku ingin menemui Angelku!!” Hans semakin menggila .


“Kamu tenang nak papa akan panggilkan Angel ya." Tanpa persetujuan Hans papa Fadli keluar dari ruangan .


“Dasar anak nakal ! Baru bangun udah cari pacar ! ” Papa Fadli nampak mencerca tingkah anaknya hingga sudut matanya sudah berair .Pertahannya sudah runtuh kelegaan membuat dia meneteskan air mata juga diselipi tawa diakhir .Ini tangis bahagia .lalu dia berjalan dengan tergesa menuju kamar Angel .


Hans menciumi habis permukaan wajah Angel .Dia mencurahkan segala kecemasannya .Wajah para dokter perawat tampak memerah merasa malu melihat situasi romantis ini .


“Ehm Hans lihat situasi nak .”Papa Fadli juga tampak menahan malu dengan kelakuan anaknya yang tak mengenal Tempat .Angel juga baru tersadar dan menyembunyikan wajahnya di dada Hans maish dengan tangis namun tangis nya sekarang bercampur dengan emosi malu .


Bram yang berada diambang pintu juga tampak menahan malu .

__ADS_1


Ya sekali pak Hans tatap pak Hans .Dia memang selalu tidak melihat sekitar dan berlaku semuanya.


Dokter memeriksa Hans mata Hans sesekali melotot ke arah para dokter muda yang tampak memperhatikan Angelnya .Tangannya tak sekalipun melepaskan genggaman dengan jari jemari Angel .


Dokter muda tadi tampak terintimidasi dengan tatapan Hans dan tak berani lagi melirik ke arah wanita yang tampak pucat .Para dokter tadi berlalu meninggalkan ruangan VIP .Mereka merasakan kegilaan menangani pasien keras kepala seperti Hans .Apalagi tenaga Hans begitu kuat walaupun baru saja melepas masa kritis .


***


Tangan Hans melingkar sempurna diperut Angel .Dagunya bertumpu pada bahu Angel .Setelah drama tangis menangis terbotlah drama bermaja-manja .Mama Rina dan papa Fadli tampak geleng-geleng kepala dengan kelakuan anaknya itu .


“Lepas dulu.” Bisik Angel dia juga malu akan situasi .


“Tidak akan !”Sudah memberengut kesal dan malah memberikan ciuman dadakan dipelipis Angel .“Kenapa kau gelisah sih diam.”


Angel menurut dan diam hantaran geli terasa disekitar leher dan bahunya.Hans sesekali mencium bahu dan lehernya tanpa sepengetahuannya .Manik matanya tak bisa menatap mata mama Rina dan Papa Fadli yang berada ditangan .Dia tenggelam oleh rasa malu .


“Ehh.” Angel tersentak kala Hans menariknya lebih dalam dan menggeser tubuh hingga kakinya yang tadi masih mengenai lantai terangkat dan menjuntai, posisinya menjadi lebih nyaman dari sebelumnya .


Yupps ternyata dia memang bibirmu .Penuh percaya diri dan TAK TAU MALU! Huff.


Batin papa Fadli penuh kritik terhadap Hans .


Mama Rina sudah memutar bola matanya .Hans begitu lengkap dengan Angel .


“Pah tolong panggiliin dokter.”Mama Rina berakting memijit kepala .


“Mama kenapa ?” Papa Fadli menaggapi tak kalah polosnya dengan Angel .Hans bersikap acuh dia sudah kenal sekali kebiasaan Mama Rina.


Mata mana Rina menemui mata polos Angel .


“Bukan tente menantu...” Mama Rina berdecak sebal dan mentap anaknya .“Tapi anak ini ! Kayanya ada masalah sama operasinya …kok jadi manja kaya gini sih haduhh.”Lanjutnya dengan penuh kritik .


Huh tolong Bu panggilkan saja dokter dan suruh dokter mencari-cari masalah dalam diri pak Hans .Masalah kenapa pak Hans abai akan kita-kita yang sedari tadi melihat dia .


“Kenapa melotot begitu Bram.”


“Haha tidak pak .”


“Terserah Hans lah mah .” Menggigit kuping Angel .Mata Angel melotot penuh peringatan berbalik melihat Hans .Hans semakin berulah dengan ******* bibir Angel.


“Dasar anak gak tau malu! ”Teriak Mama Rina sungguh malu dengan kelakuan anaknya .Bram sudah menjatuhkan arah pandang ke sepatu yang membalut kakinya.


Dia benar-benar .Mukaku mau ditaruh dimana ini hiks...lihatlah situasi Hans !


Suasana menjadi sepi .Tenyata mereka memang tidak peka akan tingkah Hans yang mau berduaan dengan Angel .Mereka keluar satu persatu dari ruangan .


Hans menatap lekat Angel yang berbaring di lengan tangannya tangan satunya digunakan untuk memeluk Angel agar lebih menempel pada tubuhnya .

__ADS_1


“Apa tidak masalah aku berbaring disini .” Angel masih merasa cemas akan kondisi Hans .Bagaimana jika sikapnya saat ini akan mempengaruhi Hans .


“Tidak akan.” Hans Menghadiahkan ciuman lama di pelupuk mata Angel satu persatu .“Pasti mata ini menangis lama ...ya kan .” Hans malah mengorek akan terpaan ras sesak Angel .


“Jika diperkenankan Tuhan .Aku akan menyaksikan dirimu dulu meninggal .”


“Kau mendoakan ku berumur pendek .” Decak Angel sebal .“Otakmu yang pendek .” ******* lama bibir pucat Angel .


“Kau tau kenapa aku mengharapkan hal itu .” Angel tak menjawab manik matanya berusaha menelisik dan mencari jawaban dari mata Hans .


“Karena ...cukuplah aku yang mengalami kesedihan karena sudah ditinggal oleh orang yang kucinta .Aku tidak ingin kamu menyaksikan kepregianku dan hidup dalam kesedihan yang mendalam....cukup ....cukuplah hans prasetyo saja yang menanggungnya ...” Manik mata Hans semakin dalam menatap Angel . Dada Angel terenyuh penuh haru .


“Hansku...hiks...hiks...aku tidak bisa lagi mundur sekarang ...kau ...Aku sudah sangat mencintaimu .” Angel menangis tersedu .


Dia menangis sembari tersenyum .Hans berusaha mengusap wajah Angel yang sudah dipenuhi akan air mata .


“Kenapa bicara mu sangat manis dan dalam .Membuat hatiku tersentuh lebih dalam saja Hiks...hiks... aku mencintaimu .”


“Aku juga ...Angelku sayang .”


Betapa sayang dan cintanya Hans membuat Angel memupuk hati agar melimpahkan rasa cinta melebihi Hans .Hans yang nampak dingin , Hans yang nampak narsis ,memiliki sisi yang begitu lembut .


Pikiran Hans berputar.


Akankah hatinya ikhlas jika nanti takdir tuhan merenggut paksa Angel dari kehidupan .Dia sudah menemukan jawabannya .Tidak dia tidak akan iklhas ! dia akan masuk dalam masa keterpurukan pajang .Masa tangis dan kesedihan yang panjang .Dia sudah membayangkan akan masa depan ketika Angel menghilang dari hidupnya .Sisi pria kuat sudah hilang berganti dengan pria yang tua renta yang termakan usia .


Hans akan menangis disudut ruangan memandang figuran Angel .Masa-masa malam ketika ditinggal Angel akan berlarut.


Kilasan masa depan sudah Hans tepis .Dia tidak bisa memprediksi takdir tuhan namun tetap saja hatinya sakit akan hal itu .


Tak terasa cairan bening nampak mengenang Dipeluk mata Hans .Mungkin dia terlalu paranoid akan kehilangan Angel lagi.


Dua sejoli itu sudah terlelap pada satu ranjang .Mereka saling berpelukan erat dengan rasa mendalam .


Sekarang aku hanya ingin menikmati .Menikmati semua rasa cinta ini ...Tunggu saja sayang...Kita akan segera masuk dalam sebuah kehidupan rumah tangga .Saat itu terjadi... marilah kita hidup dengan saling mencintai sampai ajal menjemput .


.


.


.


Mohon ketersediaannya untuk selalu meninggalkan jejak like supaya meningkatkan performa karya ya🙏🏻


Juga jangan lupa komennya berulang juga no problem 💪


Happy reading

__ADS_1


~Tyatyut


__ADS_2