
Hari damai sepertinya tidak selalu ada . Ada juga hari-hari rumit yang tidak bisa ditampik untuk dijalani . Guratan wajah Hans mengeras ketika mendengar sambungan telpon dari asistennya .
Dia bergerak cepat tak banyak narsis bercermin melihat tampilannya dan menilai .
“Bagaimana bisa jadi seperti ini .!” Dia menghela nafas kasar .Secepat mungkin mengenakan pakaian dan segera menuruni anak tangga .
“Sayang kenapa buru-buru “. Cegat mama Rina .Perempuan itu sedang berada di ruang makan tadi heran dengan anaknya .
“Ada masalah di perusahaan mah “ Sahut Hans cepat .Papa Fadli juga ikut melihat Hans. Dua laki-laki itu saling berpandangan .Lalu lintang dalam dunia bisnis ,dapat membuat papa fadli memahami apa yang sedang dialami anaknya saat ini . Dia sudah memercayakan perusahaan pada anaknya maka dia tidak akan banyak ikut campur .Dia mempercayai kemampuan anaknya itu di atas rata-rata.
“Sarapan dulu “ Cegat Mama Rina .Saat anaknya itu sudah mencium tangannya .Tak lupa juga Hans menghampiri papa Fadli .
“Gak sempat mah lagi urgen .Nanti makan di perusahaan aja “ Sahut hans dia Sudah menjauh ,langkahnya lebar menuju luar dan berakhir duduk di bangku penumpang . Pak Yanto segera mengemudikan mobil melaju menuju perusahaan .
***
Rapat dadakan di pagi hari segera di lakukan sesuai dengan instruksi Hans .Semua orang siap siaga dengan apa yang akan Hans arahkan lebih lanjut untuk mengambil tindakan . Persaingan antara perusahaan memang kerap terjadi . Berusaha unggul satu sama lain .
Wajah garang Hans tampil saat dia baru saja masuk pada ruang meeting .Bersama dengan Angel dan Bram . Tidak ada satu pun wajah-wajah yang menampilkan senyum .Hanya untuk menjilat Hans .Di ruangan ini hanya di isi wajah tegang .
Hans bahkan tidak perlu duduk untuk mulai bicara . Hendak marah ,tapi sekarang yang terpenting adalah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah yang terjadi . Sedari perjalanan di mobil otaknya sudah berputar untuk mencari solusi terbaik dengan masalah yang terjadi .
Group H kabarnya hendak mengeluarkan produk .Seklias itu bukan masalah .Tapi ternyata produk yang akan mereka keluarkan sama dengan produk Group Admawijaya . Jadwal peluncuran produk Group H lebih awal dari mereka .Dan perusahaan mereka akan diterpa isu plagiat .Karana meluncurkan produk yang sama .Entah dari mana bisa mereka memiliki produk yang sama .
“Sudah sampai mana proses peluncuran produk ?”
“Hampir 89% pak “ Jawab Angel .Semua laporan sudah dia terima jadi dia menyampaikan apa yang Sudah dia ketahui .
“Kita harus memajukan jadwal peluncuran produk “ Keputusan Hans itu membuat mereka terkejut .lebih awal ,mereka merasa tidak mungkin bahkan persiapan baru 89% seperti yang Angel katakan .
Bagaimana caranya mereka tidak akan sanggup untuk melakukan itu . Cara kerja Hans memang sangat luar biasa tapi juga menuntut .Itu yang membuat mereka semua kagum dan menggerutu secara bersamaan. Hasil yang memuaskan membuat mereka kagum .Sedangkan tekanan yang menuntut membuat mereka menggerutu .
“Baik pak “ Sahut Angel cepat .Mata Anggota rapat melihat ke arah Angel yang menyahut dengan cepat dan mantapnya . Dua rekan kerja itu sekarang bersikap sangat profesional .
“Jelaskan apa saja bagian yang belum rampung dalam proses peluncuran produk terbaru ? “
“Untuk produksi produk belum sepenuhnya selesai pak baru berjalan sekitar 89% “ Suara itu berasal dari Bram .
“Lanjutkan “ Sahut Hans masih dalam posisi berdiri tangannya bertumpu pada meja dengan kursi yang bergeser ke belakang .” Untuk tempat juga belum rampung untuk bisa dipersiapkan “
Hans menegakkan badannya .Suasana rapat yang tegang membuat konsentrasi mereka menjadi meningkat .Pendengaran dan mata mereka semua terfokus pada Hans .
“Untuk pak Yusuf segera lakukan pengecekan produksi produk .Tekan untuk bisa menyelesaikan lebih awal “ Pinta Hans
“Ba- baik pak “ Jawab pak Yusuf tergugu. Mau tidak mau dia harus mengerahkan segala upaya untuk bisa menyelesaikan perintah atasannya itu .
“Untuk Bu Aini segera hubungi reporter .Berikan informasi bahwa peluncuran produk perusahaan kita dimajukan lebih awal menjadi 2 September “ Mata Bu Aini membeliak terkejut namun tak urung dia menganggukan kepala untuk menyetujui perintah atasannya itu .
Mata Hans beralih pada Angel dan Bram .” Untuk Angel dan Bram ,tugas kita mencari tempat untuk kelangsungan peluncuran produk “
“Baik pak “ Sahut Angel dan Bram bersamaan.
“ Ayo semuanya bergerak cepat .”
Langkah kaki masing-masing terburu-buru untuk menyelesaikan tugas dari CEO mereka . Bahkan ada yang berteriak-teriak karena terlalu tergesa-gesa dan takut jika tidak bisa menyelesaikan tugas .
Bawahan mereka menjadi lampiaskan teriakan mereka .
***
Bram sibuk menelpon mencari lokasi yang cocok untuk dijadikan tempat peluncuran produk terbaru perusahaan mereka . Mereka menemukan lokasi dan langsung bergerak cepat .
Mata Hans menelusuri setiap sisi tempat itu . Menilai dan bergumam sendiri .
“Ambil tempat ini Bram !” Ucap Hans dia Sudah mengambil keputusan .Agar tempat yang dia soroti yang ini yang menjadi lokasi peluncuran produk .
“Baik pak “ Sahut Bram cepat
“Saya akan mempersiapkan tempatnya pak .” Maksud Angel disini adalah tempat duduk dan bidan agar tempat ini semakin menarik .
“Lakukan.” Sahut Hans .Dari hari ke hari dia semakin suka dengan cara kerja Angelnya itu . Angelnya ini sudah memiliki kemampuan yang tinggi .Tidak seperti Angel beberapa tahun lalu. Yang harus ditekan untuk bisa mumpuni ,untuk bisa menyesuaikan ,untuk bisa mencapai titik kepuasannya .
Satu hari full ini mereka bekerja keras. Banyak bergerak ke sana kemari .Kaki Angel rasanya sangat pegal ditambah lagi dia memakai high heels . Pergerakan kalinya yang sakit itu tak luput dari perhatian Hans hingga membuat kening Hans berkerut dalam .Tidak menyukai Angel yang memaksakan diri .
Langkah lebar dengan ekspresi yang masih kesal Hans menghampiri Angel yang sibuk mengarahkan beberapa pekerja untuk mengatur kursi dan beberapa keperluan lain .
Ditarik Hans lengan Angel hingga membuat perempuan itu tersentak kaget .
“Eh.Astaga anda mengejutkan saya “ Angel melirik takut pada para pekerja yang masih berdiri mematung di depannya .tampaknya mereka terkejut karena kedatangan seorang CEO sekaligus laki-laki tampan .
“Kalian kerjakan yang Angel tadi instruksikan. “
“Tapi saya belum selesai pak ,memberikan instruksinya.” Cegah Angel. Hans hendak berdecak sekarang ,suka sekali Angelnya ini membantah .
“Bram!! “Memanggil Bram yang berada di jarak dekat mereka .”Ya pak “ Sahut Bram lekas
“Arahkan mereka .Ayo” Ditariknya lagi Angel .Sekarang Angel pasrah ditarik Hans .Laki-laki itu membawanya untuk duduk di kursi panjang di pojok gedung .
Mereka tidak menyadari tatapan heran dari para pekerja .Bram berdebat dan memberikan instruksi .
“Kenapa denganmu “ Angel merasa aneh Hans menariknya ditengah-tengah pekerjaan tanpa penjelasan .Ditambah lagi dia menemukan raut wajah yang tidak enak dilihat dari wajah Hans .
Tanpa berkata Hans berjongkok dan melepaskan high heels Angel .Sontak saja hal itu membuat mata Angel melebar terkejut hingga membuat alisnya ikut terangkat .” Eh ke-kenapa ini “
__ADS_1
Mata Hans semakin menajam menyoroti kekaisaran Angel .” Diam jangan banyak bergerak “ Seru Hans “Jangan begini banyak yang melihat “ Cegat Angel berusaha menarik kakinya .Namun tenaga hans begitu kuat hingga kakinya tak bergerak tatap berada di atas telapak tangan Hans .
“Kakimu terluka! bagaimana kau ini!” Angel menundukkan pandangannya melihat lebih dekat ke arah kakinya .Hingga posisi mereka sangat dekat . Mata-mata tak bisa berhenti melihat ke arah mereka .Ada yang berdecak terkejut .Ada yang terdiam karena tidak tau mau berekspresi apa .
“Kau harus menjaga dirimu .Jangan memaksakan diri untuk bekerja keras “ Tutur Hans lembut ,tapi wajahnya masih berkerut dalam sembari tetap menyeka sedikit darah di bagian tumit kaki Angel yang terluka akibat gesekan berlebih dengan high heels.
“Kenapa tidak menjawab” Angel menggigit bibirnya tadi .Matanya bersibobrok dengan mata yang terus memandangnya dengan penuh cinta .” Iya “ Jawabannya lirih ,dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga dirinya . Orang yang menyayanginya begitu memperhatikannya .
Tidak seberapa Bram mendekat ke arah mereka . Hans sudah selesai memijat dan menyeka darah di bagian kaki Angel .Hingga membuat Angel tersentuh sekaligus merasa tidak nyaman .Karan acap kali diperhatikan .
“Bram ,ambilkan satu pasang sepatu di jok mobil belakang “ Pinta Hans
Mata Bram beralih pada high heels Angel yang sudah tidak dipakai hingga menampilkan kaki mungil Angel .” Eh tidak usah asisten Bram “ Cegat Angel
“Mau membantah lagi “ Memberikan senyum namun dengan arti berbeda .Angel tak menjawab dan pasrah . Melihat situasi Angel yang seperti kucing yang penurut membuat Bram mengukir senyum kecil .
“Akan saya bawakan pak “
“Ya “
Hans bersedekap sembari menunggu Bram datang .Sesekali matanya melihat para pekerja yang sibuk .Saat mata mereka bertemu dengan agan banyak yang tertunduk atau menghindar .
Angel mencebikkan bibirnya setelah Bram datang tadi dan dia memakai sepatu Hans . Dari ukiran yang tidak muat ditambah lagi dengan tinggi badannya yang menurun .Matanya melirik kesal ke arah orang yang membuat keputusan .
“Kenapa “ Aku ingin memukulmu seorang .Kau membuatku menjadi wanita pendek dalam sekejap .
“Tidak ada .Terima kasih sepatunya sangat nyaman “ Angel berusaha mengukir senyum
Hans mengusap rambut Angel dengan santainya . Hingga membuat jantung Nagk berdegup karena senang dan cemas secara bersamaan.
***
Duduk di kursi kebesarannya Hans memandang dan mendengarkan laporan dari Bram dan Angel .Yang intinya semua persiapan untuk peluncuran produk sudah selesai .Mereka bisa meluncurkan produk lebih awal sesuai rencana Hans .
Laki-laki itu mengembangkan senyum kemenangan .Situasi sudah berhasil dia selesaikan .
Saatnya santai sekarang pikirnya .
Sepeninggal Bram hanya ada Angel dan Hans yang sedang duduk di sofa .Hans memaksa tangan Angel agar melingkar sempurna di tubuhnya .Hingga terlihat seperti Angelnya gambar bermanja-manja dengan Hans .
“Angelku pintar ...semakin hari aku semakin bangga “Pujian bercampur gemas itu Hans utarakan tepat diatas kepala Angel .
“Aku seperti anak kecil, yang mendapat pujian “ Serunya namun tak urung bibirnya mengambangkan senyum lebar .Hans menanggapi dengan kekehan geli dan memborbardir pucuk kepala Angel dengan ciuman .
“Haha kau menggemaskan seperti anak kecil sayang “
Angel melotot dengan ucapan Hans yang terdengar santai .
“Apanya yang seperti anak kecil .kamu tidak melihat penampilanku dewasa begini .”
Apa apaan aku di bilang anak kecil dari mana coba .
“Awas gerah “ Seru Angel ingin melepaskan diri .Namun Hans kembali memerangkapnya dalam pelukan ,dan mengembalikan posisi tangan Angel yang melingkar sempurna di tubuhnya .
“Jangan merajuk sini cium “
Angel menjauhkan kepalanya karena Hans mendekat dan ingin menciumnya .Dia masih jengkel karena dibilang seperti anak kecil .Karena pergerakan tubuhnya Hans juga ikut mendekat ke arahnya hingga Angel tersandar di pegangan sofa tidak bisa lari lagi .
Hans tersenyum kemenangan .Wajahnya semakin dekat ingin menggapai Angel .Hingga...
Tok...tok...tok...
Ketukan pintu mengehentikan aksi Hans ,wajahnya langsung berubah masam .Angel hanya kerkekeh sekaligus Lega karena lepas dari terkaman Hans .
“Masuk!” Hans kembali membawa tangan Angel melingkar tubuhnya .Tidak mau melepaskan Angelnya .Dia sudah tau siapa yang akan muncul dari balik pintu tersebut .
Bram muncul dari balik pintu dengan membawa dokumen .Melihat Angel yang sepeti bermanja-manja dengan Hans membuat dia heran .Tidak seperti biasanya pikirnya .
“Saya Hanya mengantarkan ini pak .Dokumen yang harus anda tanda tangani “ Ucapnya dan menyodorkan sebuah dokumen .yang berada di dalam map.
Hans melihat dengan datar tak tertarik untuk mengulurkan tangan mengambil dokumen itu .Dia malah merengkuh Angelnya lebih dalam dan menduselkan dagunya di kepala Angel .
“Taruh dimeja Bram “ Hans menunjukkan meja kerjanya dengan ekor mata juga dengan sedikit pergerakan lehernya .
“Baik pak “ Sahut Bram .Laki-laki itu berjalan .Mata Angel tertarik melihat ke arah Bram .Namun mata tajam Hans membelitnya pura-pura tak melihat itu . Hans menatapnya tajam .
“Kenapa kau lamban sekali Bram sana cepat!! .Lakukan tugasmu yang lain “ Seru Hans dengan nada sewot .Dia tadi kesal karena Angelnya melirik sekilas ke arah Bram .
Wah sekarang aku diusir terang-terangan .Cih
Selepas kepergian Bram terjadi perdebatan kecil karena Hans merasa kesal .Angelnya melirik Bram beberapa detik tadi .Padahal itu hanya reaksi spontan Angel .Bukan ketertarikan ingin melihat Bram.
“Kenapa kau melihat Bram tadi “ Kerutan kening Hans tampak melukis jelas .Hingga orang-orang dapat menilai dengan selai lihat bahwa laki-laki ini sedang kesal .
“Ya...bukan melihat hanya melirik sekilas .” Sanggah Angel .
“Sama saja .Kenapa kau melakukannya “ Cecar Hans lagi dengan pertanyaan seolah-olah menyudutkan .
“Tanyakan pada mataku .Lihat ini tanyakan langsung kenapa dia melirik tadi “ Angel melebar kan matanya yang polos mendekat ke arah Hans . Kekesalan Hans meredam karena menatap mata polos itu.
“Kali ini kau kumaafkan .Awas saja kalau nanti aku tau kau melirik Bram lagi .” Serunya penuh dengan nada peringatan .Lebih mirip ultimatum yang jika dilanggar akan mendapatkan kemarahan dari Hans .
Aku tidak tertarik dengan asisten Bram .Kenapa sih kamu ini .Standar cemburumu sungguh diluar logika .
__ADS_1
***
Lokasi peluncuran produk
Lokasi mulai ramai dengan reporter yang meliputi berita . Disana juga ada karyawan dari devisi pak Yusuf selaku bagian promoting .Hans melihat dan memantau situasi dari dalam ruangan pintu dibuka sedikit untuk memberinya akses melihat. Bram dijadikan sebagai persembunyian agar kegiatan romantisnya tak terlihat .
Angel sedang menggerutu di balik badan Hans sekarang .
Kenapa sih dia suka sekali melakukan ini dari kemarin .Kenapa kesannya aku yang bermanja -maja .Dia ingin pamer atau gimana sih ini .Aku malu sekali .Kenapa Asisten Bram sering melihat kami bermesraan .Aku sudah tidak punya muka .
Bagaimana dia tidak menggerutu .Tangannya kembali dipaksa melingkar sempurna dari arah belakang ke tubuh Hans .Laki-laki itu menyembunyikan dia dengan lihainya dibalik pintu yang sedikit terbuka . Dia juga menyelipkan jari-jemari mereka agar Angel tak terlepas memeluknya .
“Lepaskan nanti kalau ada yang melihat bagaimana “ Bisik Angel pelan .
“Tidak akan ada .Percaya dengan ku .Kau ini “ Hans menjawab dengan nada kesal.
Angel tidak punya pilihan ,lebih baik dia benar-benar bernama -maja dari pada terpaksa .Dia mendekap Hans dan menyadarkan kepala nya di punggung Hans .Matanya terpejam singkat .
Hans tersenyum kecil dengan sikap Angel .Dia ingin membawa tangan mungil nan rapuh itu ke bibirnya dan menciumnya .Namun jika dia melakukan itu akan ada banyak mata yang melihat .
Terus saja dia memantau dengan Angel yang sudah diam pasrah .Sesekali dia berbicara dengan Bram didekat dengan posisinya .
Dina dan Vina celingak-celinguk mencari temannya namun tidak menemukan .
“Eh itu pak Hans sama asisten Bram “ Seru Vina
Dina menoleh ke arah mata yang dituju Vina .”Iya benar lah Angelnya mana ?”
“Tu anak Susah banget nemuinnya akhir-akhir ini “ Ucap Dina santai yang di iyakan oleh Vina .
Mata Dina menatap fokus ke arah Hans .Sepertinya dia merasa ada yang aneh .Dia menyipitkan matanya ,rasanya dia melihat bayang-bayang tangan lain di bawah tangan atasnya itu . Mengucek mata kembali untuk memastikan tetap ada .
Dia memekik terkejut “ Kenapa sih ?” Seru Vina kaget .” Lihat itu dibawah tangan pak Hans kaya ada tangan lagi “
“Apaan maksud kamu “ Heran Vina “ Lihat it-...eh aku halusinasi ya .Iya benar tadi rasanya ada “ Dina garuk-garuk kepala .
“Mending kamu banyakin minum Aqua deh Din .ck”
Beberapa saat lalu Hans masih santai bergaya seperti bersedekap dada .Menyembunyikan tangan Angel dibalik jasnya dan tangannya .
“Aku mau ke toilet “ Ucap Angel tiba-tiba .” Lepasin dulu ya “
Hans tidak rela melepaskan Angel .”Ayolah...” Kekeh Angel. Akhirnya Hans berbalik dan menutup pintu. Kalau kemudian memberikan Angel ke toilet .
Dia sekarang membuka pintu lebar karena tidak ada lagi yang disembunyikannya .
***
“Ngel, dari Mana?”
Angel sudah terlepas dari Hans .Dia bergabung dengan sahabatnya Vina dan Dina.
“Dari toilet tadi .”
“Oh.”
Dina tampak memandang Angel dengan guratan serius.“Kenapa masang muka serius Din ? Gak cocok ...Haha.” Malah tertawa .
“Baru juga masang muka serius kamu udah ketawa .Apalagi aku mau ngomong serius .” Bersedekap tangan di dada .Vina hanya mengangkat bahu tidak mengerti .
“Ya udah ngomong emang kenapa ?”
Mata Dina tampak celingak-celinguk memberikan kode kepada Angel agar mendekat dan berbisik .“Aku tadi liat ada tangan melingker tubuh pak Hans .” Tubuh Angel menegang kaku .Yang dihawatirkannya rupanya terjadi juga .Ada yang melihat dan parahnya temannya ini .
“Ya elah itu lagi .Jangan nyebarin rumor kamu Din. orang aku gak liat apa-apa.” Seru Vina membantah .
“Tapi bener deh Vin .Ngel gak liat ada orang lain gitu di ruangan tadi selain kalian?”
Orang itu tepat di depan kalian, ini .Tangan itu tanganku .Gimana ngejelasinnya .Dina juga gak bisa masang ekspresi .Kalau cerita sekarang dia pasti bakal langsung histeris.Gak ini bukan saat yang tepat .
“Gak ada Din.” Sahut Angel berusaha senatural mungkin.
“Oh artinya aku memang butuh Aqua .” Menggaruk kepalanya sendiri .
“Udah dibilangin tadi.” Vina memojokkan sahabatnya itu.“Ya kan ini hanya memastikan .” Sahut Dina lagi .
Angel memasang senyum mulai mencari topik pembicaraan lain dengan dua sahabatnya itu .Dari jauh sorot mata Hans tak beralih dari Angelnya .Mengawasi dari jarak jauh .
.
.
.
.
.
.
Silahkan baca
Mau minta suport dari kalian supaya ringan nulisnya .
__ADS_1
Happy reading
~Tyatyut