
Biasakan like
Sebelum membaca
.
.
Hans baru keluar dari ruang ganti, pakaian yang ia gunakan sangat pas ditubuhnya ditambah lagi aura ketampanannya yang tak pernah sirna.
Melihat tangan Angel yang gemetar Hans langsung melayangkan tatapan bertanya-tanya,ia melihat ada seorang wanita lain ditempat tersebut.
"Ada apa ini?"
Pertanyaan Hans membuat Angel berbalik menghadap sang atasan dan menggeser posisi tubuhnya
Sial padahal tadi aku ingin menggodanya didalam ,semua gara-gara wanita ini
Menggeram kesal
Angel Menundukkan pandangannya tidak berani beradu pandang dengan sang atasan.
"Saya kemari untuk menjemput anda"
Sang reporter berujar masih dengan gaya centilnya sambil menegakan tangan yang ia sembuyikan
Angel hanya melirik dan membuang muka.
"Tidak perlu!,saya orang yang sangat menghargai waktu"
Menegaskan bahwa ia tidak perlu dijemput
"Eh...."Tidak menyangka mendapat respon penegasan dari Hans
"Ayo Angel"
Ajak Hans dan melingkarkan tangannya di bahu Angel.
Menegaskan bahwa ia tidak tertarik pada wanita didepannya ini Angel dan Hans kemudian berjalan beriringan, meninggalkan sang reporter wanita sendirian
"Ah...semua gara-gara wanita itu cuih"
Menggeram kesal sambil menghentakan kakinya
"Huff...releks masih ada waktu"
Berlenggak lenggok menyusul Hans dan angel
Cekrek cekrek cekrek
Proses pengambilan foto untuk majalah sedang berlangsung ,Bram sudah kembali dari urusan toiletnya.
Laura masih memperhatikan Hans,sambil tersenyum manis berharap dilihat Hans.
"Wah pose anda sangat bagus"
"Waw bagus bagus bagus"
"Gaya lain,ya perfect"
Silau itulah yang angel pikirkan saat ini hingga ia tercengang.
Melihat Hans berpose berbagai gaya membuat ia menelan ludahnya ,Hans begitu sangat berkarisma dimatanya.
Masih asik memperhatikan hans,tenyata Hans juga melihat ke arahnya dan tersenyum.
Pipi angel bersemu merah
__ADS_1
"Astaga...kenapa anda terlihat sangat tampan pak"
Laura yang menyangka Hans tersenyum ke arahnya merasa sangat senang.
Karena posisi nya berada didepan angel ,ia menyangka bahwa Hans tersenyum ke arahnya.Ia makin melambung tinggi ,membayangkan bahwa ia akan menjadi nyonya dari Hans Prasetyo admawijaya.
Saatnya untuk berganti pakaian,angel segera mendekat untuk membantu hans melepaskan setelan jas.
Namun sebelum itu ternyata ,sang reporter wanita sudah mendekat ke arah hans,membatu Hans untuk melepaskan setelah jas yang melekat ditubuhnya itu.
Angel menghentikan langkahnya melihat hal tersebut .
Ada rasa terganggu yang mengusik hatinya, melihat perilaku wanita dihadapannya ini.
Bram juga menghentikan langkahnya,ketika Angel berhenti .
Angel sebenarnya sudah terbiasa melihat wanita yang sering menggoda hans.
Namun kali ini rasanya berbeda,dari sebelumnya.
Ia menggertakkan giginya.
Laura tersenyum manis sambil membantu Hans.
Hans mendekat ke arah Laura menepis jarak diantara mereka dan berbisik tepat di telinga Laura.
Laura mulai merasa senang ia menyangka bahwa Hans sudah sangat jatuh dalam pesonanya .
Angel mengalihkan pandangannya ke sembarang tempat,tidak ingin melihat adegan tersebut.
Sedangkan bram,melirik ke arah angel.
"Berhenti menggoda ja*ang"
Deg
"Saya sangat muak melihat anda bertingkah.Dari tadi saya membiarkannya karena tidak ingin merusak suasana,tapi sepertinya anda sudah melewati batas!"
Suara Hans mengisyaratkan ketegasan yang tidak bisa dibantah .
Rasanya Laura sangat merinding,kenapa jadi seperti ini bertanya-tanya ,apakah ia sudah salah sangka .
"Dan apa tadi?...anda ingin memukul sekretaris saya dengan tangan anda ini...hah!!...kalau sampai Anda menyentuh barang sedikit saja,anda akan merasakan akibatnya!!"
Apa yang laki-laki ini katakan sangat menyeramkan ,Laura bahkan tidak berani beradu pandang dengan mata Hans yang menyala-nyala.
"Menjauhlah sebisa mungkin dari saya...Tidak tidak kedepannya jangan pernah muncul dihadapan saya lagi ...Mengerti!!"
Menjauhkan tubuhnya dari sang reporter
"Pemotretan diselesaikan sekarang,saya masih ada urusan!"
Tentu saja perkataan Hans tidak dapat dibantah
Angel sedikit lega mendengar perkataan Hans .
Itu artinya ia tidak akan melihat lagi reporter yang bergaya centil itu.
Angel Hans dan Bram berjalan beriringan keluar dari hotel tersebut.
Sedangkan Laura yang tinggalkan Hans Masih merasa syok.
Ia mendapatkan ultimatum mematikan dari orang yang sangat berkuasa ,dan ia sudah membuat orang tersebut marah besar.
Badanya masih bergetar ,belum bisa mengendalikan diri.
~°~°
__ADS_1
Didalam mobil seperti biasa pak Yanto yang mengemudikan mobil Bram berada disamping pak Yanto ,dan angel dan Hans duduk bersampingan di kursi penumpang belakang.
Bram berkali-kali melirik sang atasan dari kaca mobil depan.
Pandangan mereka saling beradu,seketika Bram mengalihkan pandangannya.
"Ada apa?"
Tanya Hans
Angel melihat ke arah Hans tidak mengerti ,apakah atasnya ini sedang berbicara sendiri.
Merasa dirinya yang ditanya ,Bram berdehem sebelum berbicara .
"Ehem...saya hanya penasaran kenapa anda menghentikan proses pemotretan? "
Angel mengalihkan pandangannya ke arah sang atasan,sepertinya ia juga sedang menunggu jawaban dari atasannya tersebut.
Hans memijit pangkal hidungnya sebentar sebelum menjawab .
Saat ia menjawab pandanganya tidak terarah kepada Bram melainkan sang sekertaris .
"Mood ku berantakan"
Mengucapakan dengan nada mengeram
Hanya sampai itu Bram berani bertanya .
Kenapa pak Hans melihat ke arah sekertaris angel...bukannya aku yang memberikan pertanyaan
Angel menggut-Manggut mengerti dengan ucapan hans.
"Angel...."
"Iya pak"
"Apakah tidak ada yang ingin kau sampaikan?'
Hans ingin angel mengatakan apa yang terjadi saat ia berada di dalam rumah ganti
"Maksudnya...oh iya pak"
ujar angel
"Apa itu...."Tanya Hans serius ,ia menyangka angel akan menceritakan kejadian tersebut
Aneh Angel melihat tatapan Hans ,seperti tatapan penasaran dicampur dengan kemarahan .
Kenapa ?Padahal yang ia pikirkan sekarang berbeda yang yang dipikirkan Hans .
"Anda sudah bekerja keras"Memberikan senyum secerah mentari
Hans melongo dengan jawaban angel
ditambah lagi Bram juga ikut ikutan mengucapkannya .
"Ada sangat-sangat bekerja keras pak"
Ucap bram
Mengehela nafasnya
"Bukan itu...tsk sudahlah"
Mengakhiri pembicaraan ,lebih baik seperti ini ,toh ia juga sudah menyelesaikan biang permasalahan
"Baik..."Ujar angel
__ADS_1
Walaupun masih merasa aneh dengan ekspresi atasannya tersebut ,angel berusaha mengusir pikirannya.