Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 39-Kenapa harus sekarang?


__ADS_3

Kembali kepada tiga serangkai ,saat ini mereka menghabiskan waktu


Dengan mengelilingi mall .Yang paling asik berbelanja saat ini adalah Dina


Dia membeli banyak sekali baju.


Angel hanya melihat-lihat tidak ada yang menarik yang ingin ia beli. Yang menarik perhatian angel adalah aneka ragam makanan yang tersedia.


Mereka berjalan beriringan sambil sesekali bercanda ria. Tiba-tiba saja ketua gesek menghentikan langkahnya.


“Aduh kenapa sih, Din?”


“Syutt sini-sini.”


Dina menarik tubuh angel dan Vina agar bersembunyi


“Kenapa sih?” Tanya Angel heran


“Iya nih”


“Lihat tuh ,arah jam 12”


Angel mengikuti ucapan Dina, dia melebarkan pandangannya melihat


Apa yang ingin ditunjukkan Dina,sama halnya dengan Vina .


Deg


Seketika rasa tidak nyaman bergelayut di dadanya. Wajahnya yang tadi


Secerah mentari berubah menjadi awan mendung.


Vina juga ikut kaget melihat hal tersebut.


Dari sudut pandang mereka, terlihat CEO mereka . Sedang berjalan berdua dengan seorang Perempuan, bukan itu masalahnya


Mereka terlihat sangat mesra, sang perempuan bergelayut di lengan Hans.


“Wah doi ku ternyata udah ada pasangan ya”


Celetukan Dina menambah rasa sesak di dada angel


Vina mencubit pinggang Dina


“Aww apaan sih Vin sakit tau”


Dina mengusap bagian pinggang yang dicubit Vina tadi.


“Belum tentu apa yang kita lihat bener.Mungkin aja itu keluarganya pak


Hans,ya kan ngel?”


“Hmm”


Angel hanya menjawab singkat mendengar opini Vina.


Walaupun hatinya mengiyakan opini Vina.


Namun akal pikirannya berbanding terbalik.


“Kita sapa yok”


Ajak Dina ingin berjalan mendekat, namun terhenti karena lengan bajunya

__ADS_1


Ditahan oleh angel


“Kenapa? Nyapa doang ngel ,kaya atasan ke karyawan”


“Jangan lah nanti Pak Hans nya nggak nyaman, lebih baik kita pergi aja yuk”


Ekspresi angel memelas,dia takut akan kebenaran yang ada nantinya


Jika Hans mengenalkan wanita tersebut sebagai kekasihnya. Sekuat tenaga Angel menahan amarah,bercampur dengan kekecewaan.


Oh iya ,ia hanya ingin pulang


Dan menenangkan pikirannya.


Mereka berjalan saling rangkul-merangkul namun minat Angel Sudah hilang. Angel menghentikan langkahnya, sehingga dua sahabatnya itu juga ikut


Berhenti .


“Kenapa?”Tanya Dina


“Aku pulang duluan ya”


“Lah kenapa sih , belum ronde 2 ini”Ujar Dina


“Ngga apa-apa, Cuma mau pulang aja ,bye dahh”


Angel memeluk kedua sahabatnya itu bergantian


Vina dapat merasakan suasana hati angel yang tidak baik, maka dari itu


Dia membiarkan angel pergi.


“eh ngel enggak asik benget,angel...”


Dina masih meneriaki angel, tidak terima angel ijin pulang lebih dulu


“Lah nggak peka gimana maksudnya? Kenapa sih si angel tadi perasaan


Have fun have fun aja “


“Duh , Udahlah kamu nggak bakalan ngerti, lain kali jangan asal ceplos ceplos”


“Aku dari dulu udah kaya gini ,kenapa sih heran deh.”


“Udahlah cabut aja yuk “


Ajak Vina


*


Rumah angel


Sampai dirumah angel meletakan tas nya sembarang dan berbaring di atas kasurnya.


Dia kembali mengingat kilas kejadian saat di mall tadi.


Dia memegang dadanya rasanya sesak , air matanya menetes perlahan.


“Hiks hiks ,kenapa pak Hans kayak gitu”


Menangis sambil mengungkapkan kekesalannya


“Baru aja dia minta ku buat suka sama dia ,terus sekarang dia main

__ADS_1


Sama cewek lain! hiks hiks huuu, terus ngapain bersikap manis ?!”


Angel semakin menangis kencang menelusup kan wajahnya di bantal


“Apa karena harga dirinya terluka ,karena dulu ku tolak? jadi selama ini


Pak Hans Cuma mau membalas?karena aku menolaknya?!”


Pikiran negatif sudah menggelayuti otak Angel


“Angel bodoh ,semudah itu kamu percaya pak Hans suka sama kamu


Apa kau tidak melihat perbedaan kalian bagaikan bumi dan langit.Hiks hiks...


Kenapa harus sekarang?, Kenapa disaat aku sudah mulai suka sama pak Hans,


Disaat Aku udah mulai terbiasa sama perlakuannya?...hiks hiks”


Masih belum puas menangis ,angel lagi-lagi menangis ,sampai ia tergugu.


“Hiks hiks,kenapa?...kenapa anda memainkan perasaan saya pak huu hiks hiks...”


Hampir satu jam angel menangis ,mengungkapkan kekesalannya.


Matanya sudah sembab karena terlalu banyak menangis .


Ponselnya terus berbunyi namun tidak dia hiraukan .


Yang menelpon sudah gusar karena tidak diangkat ,hampir saja dia


Menghempaskan ponselnya ke dinding kamarnya,namun akal sehatnya ternyata


Masih digunakannya.


Yang menelpon tidak lain adalah Hans .


“Kenapa tidak diangkat apa terjadi sesuatu?. Tidak-tidak


Mungkin saja dia sedang tidur.Benar mungkin sedang tidur”


Pikiran Hans berkecamuk ,khawatir bercampur rasa gusar.


Takut terjadi hal buruk kepada sekertaris nya itu.


Apalagi melihat kilas balik beberapa waktu lalu saat ada sosok yang


Mengikuti angel.


Kembali kerumah angel ,setelah puas menangis dia mencuci wajahnya


Di kamar mandi ,dan memandangi dirinya.


Mengusap cermin wastafel dan memandangi dirinya kembali.


Matanya sembab karena terlalu lama menangis ,hidung yang kemerahan.


“Anda sudah berhasil dalam kerja keras Anda pak.”


Ucap angel pada dirinya saat berkaca


Apa yang angel pikirkan saat ini,sudah sangat matang ia akan menyelesaikan


Masalah hatinya nanti saat bertemu dengan orang yang sudah mulai masuk

__ADS_1


Ke dalam hatinya.


Angel berusaha menata hatinya.


__ADS_2