Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 44-Menguji betapa profesionalnya


__ADS_3

Angel sekarang sudah mulai beraktivitas seperti biasanya. Apa yang membedakan Angel dari biasanya. Status, sekarang statusnya sudah berbeda.


Wajahnya yang beberapa hari lalu sering berkerut, sekarang secerah mentari.


Mengawali hari dengan semangat setelah istirahat beberapa waktu.


Duduk dengan santai setelah menyelesaikan peruntunan agenda. Angel menyambut atasannya sekaligus kekasihnya itu dengan


Senyum yang gugup.


“Selamat pagi pak”


“Pagi. Langsung masuk ke dalam”


Ajak Hans, menunjukkan ruangannya dengan ekor mata.


“Tidak bisakah kedua orang ini bersikap profesional jika bekerja....huft


Ada apa dengan tatapan mata mereka.


Yang satu menampakkan penuh cinta, yang satu gugup."


Bram menggerutu dalam hatinya, diiringi tatapan mata yang menyipit.


Angel masuk ke dalam ruangan kerja Hans


tidak lupa iped ditangannya . Awalnya Bram sudah siap mendengarkan Angel membacakan agenda, namun ekor mata sang atasan menyuruhnya untuk keluar dari ruangan.


Bram membungkukan tubuhnya, undur diri.


Pintu sudah tertutup Bram melihat sekilas pintu ruangan tadi. Tidak habis pikir,sang atasan mengusirnya melalui ekor mata.


“Haruskah bersikap seperti ini ?...”


***


Sekarang hanya ada Angel dan Hans didalam ruangan ini. Angel melarikan matanya ke arah iped yang dia pegang berisi agenda. Mata Hans terus menyorotinya sekarang hingga membuatnya gugup.


“Ehm, saya akan membacakan agenda hari ini pak”


Hans mengangkat kedua alisnya, menepiskan bibirnya kesal.


“Hanya ada kita berdua disini, kenapa bersikap seperti itu “Menunjuk ke arah Angel dan dirinya bergantian.


“ini jam kerja pak, kita harus bersikap profesional.”Tutur Angel lembut.


“Profesional?” Menaikkan satu alisnya kemudian tersenyum kecil.


"iya profesional ."Ulang Angel dengan polosnya.


Hans memundurkan kursi kerjanya agar tidak terlalu dapat dengan meja kerja, entah apa maksudnya itu? Angel hanya memperhatikan dengan ekspresi biasa.


"Baiklah aku ingin menguji betapa profesionalnya Angel dalam bekerja .Kemari ”


Menjentikkan jarinya agar Angel mendekat. Senyum nakal sudah terpancar dari raut wajah Hans. Seperti ada yang akan ia rencanakan.


“Kemana?”


Curiga dengan perintah atasannya itu.


“Kemari mendekat... lebih dekat... “


Angel berjalan mendekat ,semakin dekat ,semakin dekat ke tempat duduk Hans.


Tiba-tiba saja Hans menarik lengan Angel ,tubuh angel tidak seimbang hingga jatuh tepat dipangkuan Hans. Kedua alis Angel terangkat diikuti bola mata yang membesar ,tangan Hans melingkar dengan sempurna dipingang Angel. Posisi tubuh Angel menyamping tubuh hans.


“Eh ada apa ini pak”


Angel tergugu, dan berusaha berdiri namun Hans tidak membiarkannya.


“Aku sedang menguji bertapa profesionalnya seorang Angel dalam bekerja “


Membenahi rambut angel ke belakang telinga, tangan satunya masih setia melingkar


Dengan sempurna ditubuh Angel.


"Ha..?"


“Bacakan sekarang”


Hans meletakan dagunya di bahu Angel.


“Bagaimana aku bisa membaca agenda di situasi sekarang...”


Tidak bisa ,angel harus melepaskan diri terlebih dahulu .


“Emm tidak bisakah Anda melepaskan saya dulu.Posisi ini agak sedikit tidak nyaman.”


Tangan Angel berusaha membuka pelukan erat Hans.


“Maka dari itu aku sedang mengujimu sekarang.”Hans berusaha menahan tawanya


“Bacakan secara profesional, dengan seperti ini”Mengeratkan pelukannya di tubuh Angel.


"Lepaskan dulu."Pinta Angel lagi.


"Tidak akan!" Menolak keras.


"Ayolah, ini sangat tidak nyaman ."


angel berujar lembut berusaha membujuk Hans.


"Sudah kubilang tidak!"


Duh Angel lupa bahwa Hans memiliki sifat kepemimpinan yang kuat, sangat sulit untuk dibantah. Dia menghembuskan nafas kasar dan mulai membaca agenda.


“Eh...Baiklah ehm...untuk jadwal hari ini...and...”


Tepat Angel hendak mengatakan Anda

__ADS_1


Hans membalik tubuh Angel hingga mereka saling berhadapan.


Tangannya masih setia melingkar ditubuh Angel.Hampir saja iped yang angel pedang terjatuh ,karena terkejut.


“Eh ke-kenapa ...”Bola mata Angel membulat terkejut.


“Ubah cara bicaramu."Pinta hans dengan wajah tidak bersahabat.


“Apa maksud an..” Angel bingung, mau di ubah bagaimana?


“Cup...”


Sebuah kecupan mendarat dibibir Angel.


Tidak Angel tidak bisa biasa-biasa saja jika diperlakukan seperti ini. Jantungnya belum reda degupannya akibat dipeluk, sekarang bibirnya dikecup secara tiba-tiba.


“Aku bilang ubah cara bicaramu”


“Mengubah bagaimana maksud an...”


“Cup cup...”Dua kali kecupan mendarat dibibir Angel. Ia meremas erat ipednya .


“Aku bilang ubah. Jangan menggunakan bahasa saya Anda”


Mata Angel mengerjap berusaha ,mencerna perkataan Hans.


“Ehh..Tapi sudah kebiasaan pak..."


“ini ini!... kenapa memanggil kekasih dengan sebutan pak ,tidak ada Romantisnya sama sekali”


Wah wah Angel terheran melihat sisi lain dari atasannya ini,eh bukan tepatnya kekasih.


Hans lebih banyak memberikan ekspresi di wajahnya,tidak hanya wajah datar yang sering angel lihat.


“Bisakah kita bicara dengan normal”


Berusaha menggeliat agar keluar dari kukungan Hans


“Normal bagaimana maksudmu?”


“i-itu...”


“Kenapa kau gugup...astaga lihat pipimu memerah.”Mengusap lembut pipi Angel ,matanya menyoroti rona merah yang menyembul itu


Angel kesal ditengah rasa malunya.


“Berhenti pak...Bisakah kita bicara normal duduk di sofa saja tidak seperti ini!” Angel Menggeram kesal.


“Wow wow, kenapa kau makin terlihat manis jika Marah seperti ini”Hans semakin mempererat pelukannya sehingga menghimpit tubuh angel


“Pak...”Lirih Angel suaranya terdengar memohon


“Duduk disana dan disini sama saja, aku akan tetap memelukmu seperti ini. Jadi bagaimana pilih duduk disana dan menambah waktu ,atau duduk disini?”


Keputusan telak dari seorang Hans.


Akhirnya Angel menghembuskan nafas kasar, seraya mengatur degupan jantungnya.


Angel meletakkan iped yang dia pegang ke maka hans ,kemudian kedua manik mata mereka saling bertemu.


“Baiklah ...dengarkan saya dengan baik."


"Aku..."perbaiki Hans


“Iya A-a aku ..."Masih canggung dengan bicara santai dan membuat angel terbata.


"Saat sa eh ... aku bekerja ,aku adalah bawahan dari seorang Hans Prasetyo.


Jadi aku akan menggunakan bahasa yang santun seperti atasan dan bawahan.


Mengerti..?”Menjelaskan dengan hati-hati agar setiap kata dapat dipahami dengan tepat.


“Ee em”Menolak pernyataan angel dengan gelengan kepala.


“Revisi, Bicara formal hanya saat ada orang lain diantara kita. Jika kita berdua


Bicara dengan bahasa yang santai.Mengerti...?” Kali ini malah Hans yang memegang kuasa.


Angel sekarang hanya ingin menertawakan dirinya ,tadi dia dengan keberanian mengungkapkan isi pemikirannya. Tapi hanya butuh beberapa detik pemikirannya itu di sanggah oleh sang kekasih.


“Baiklah...Untuk masalah panggilan mari kita lakukan dengan perlahan. Sa... eh a-aku sudah terbiasa ,karena itu...bisakah Kamu memberiku waktu.Jangan sampai


Hanya kerena masalah panggilan kita bertengkar. Mengerti?”


Hans menepiskan senyum kecil ,matanya tak berpaling dari wajah Angel yang terlihat serius


dan itu malah sangat imut Dimata Hans.


“Baik bisa diterima, tapi...Aku akan mengusulkan panggilanku untukmu oke”


Kembali lagi sepertinya Hans yang memegang kendali pembicaraan ini.


Angel memberanikan diri untuk menyentuh wajah Hans.


“Dan bisakah kekasihku ini untuk menjaga sikapnya.Lihat ini kamu terlalu ketara sedang jatuh cinta .Lihat mata ini kenapa terlihat sangat bersinar dari bi- biasanya...Mana Hans yang jarang tersenyum ” Menyusuri wajah Hans dengan matanya jarinya mengelus alis wajah Hans.


“Kekasih ,aku suka itu”


“Hei kamu mendengar tidak sih ponit pembicaraan ini ,kenapa malah


Kekasih yang menjadi point.”


“Hei! ...bicaramu sudah tidak sopan”


“Siapa yang menyuruh untuk bicara santai tadi”


Hans tekekeh pelan ,mendengar pembelaan angel.


“Baiklah kali ini aku akan mememafkamu”

__ADS_1


“Untuk apa memaafkanku ,aku memang tidak memiliki kesalahan”


“Baiklah baiklah... kau menang.”


Angel membenarkan helaian rambut Hans yang terjatuh. Hans tidak menolak perlakuan angel dia malah sangat menikmati ,matanya tidak lepas dari Angel.


“Jadi apakah kita bisa mulai bekerja sekarang?”


Wajahnya Hans yang tadinya menarik senyum lebar di bibirnya perlahan memudar .


Angel seperti melihat sisi lain dari sosok Hans .Bibir Hans menekuk.


Dan ini kali pertama angel melihatnya .


“Aku sangat tidak ingin bekerja sekarang... Bagaimana kalau kita


Pergi kencan saja. “Memberikan ide dadakan, kakinya menghentak kecil mungkin reaksi senang.


Hans Sudah tidak bisa bersikap profesional. Padahal tadi ia menguji Angel


Agar bersikap profesional. Seharusnya yang diuji disini adalah Hans Bukannya Angel.


Angel mengerjap ,ditengah perkejaan bisa-bisanya Hans ingin pergi berkencan .


“Tidak bisa, pekerjaan banyak. Dan siapa yang mengatakan akan menerima ajakan kencan dengan tangan terbuka?” Angel berusaha menahan senyumnya sepertinya ia berhasil menggoda Hans.


“Hei kau berani menolaku”


Memegang pipi Angel dengan kedua tangannya.


Angel memegang kedua tangan Hans yang menangkup pipinya ,dia kemudian membawa tangan itu turun .


“Cup...”


Kecupan singkat sangat singkat mendarat di pipi Hans .Mata Hans membulat tidak menyangka akan mendapatkan sebuah kecupan singkat. Degupan jantung Angel berpacu sekarang, ia berpikir mungkin cara ini bisa berhasil, walaupun membuat jantungnya berdegup hebat.


Wajah Hans menegang kaku, karena pipinya dicium sekilas oleh angel .


“Dengar Hans Prasetyo ,kita harus bekerja sekarang oke.”


Hans akhirnya mengangguk pasrah ,dia sudah termakan rayuan angel melalui kecupan singkat tadi.


"Baiklah."


Akhirnya Angel bisa lepas dari pelukan erat Hans.


Jika tau dengan sebuah kecupan akan memudahkan Angel. Mungkin Angel akan melakukannya lebih cepat dengan memupuk keberaniannya tentu saja. Tadi dia memupuk keberanian dulu sebelum mencium Hans .


Angel berusaha membacakan agenda dengan cepat kemudian keluar dari ruang kerja Hans.


Hans tidak memedulikan jadwalnya ia hanya suka memandang Gadis yang berdiri didepannya ini yang sekarang sudah menjadi


Kekasihnya.


Berulang kali dia merekcoki Angel dengan berbagai pertanyaan.Diluar dari kebiasannya dulu .Hingga menambah waktu Angel berada di dalam ruangannya itu.Memang itu tujuan Hans .


Hans tidak rela Angel keluar dari ruang kerjanya.


Setelah mendapat lirikan kesal beberapa kali dari angel akhirnya Hans ,membiarkan Angel keluar dari ruang kerjanya .


“Hans Prasetyo....haha...Kenapa sangat menyenangkan mendengar Dia memanggil namaku seperti itu”


Hans bergumam sendiri ,mengetukkan jarinya dimeja kerja .Sebuah senyum lolos dari wajah Hans .


Bram mengetuk pintu meminta ijin untuk masuk.


Hans mengubah raut wajahnya datar,namun senyum kecil masih terbentuk


Diwajahnya.Tidak dapat dipercaya mana Hans yang kemarin terlihat acak-acakan.


Menilai raut wajah atasanya itu.


Saatnya pulang kerja .


Hans memaksa angel untuk diantar pulang.


Bukannya tidak mau angel hanya tidak ingin direpotkan.


“Sekarang kau kekasihku .Jadi biarkan aku melakukan ini untukmu “


Itu kata yang Hans ucapkan sehingga membungkam acara tolak-menolak Angel.


Didalam lift Hans tidak hentinya menautkan jari nya dengan milik angel hingga bersatu sempurna .


Hans tidak mempedulikan Bram yang akan merasa terusik dengan sikap mereka.


Bram hanya ingin nemplok di dinding dan tidak melihat adegan manis ini.


Berulang kali angel berusaha melepaskan genggaman tangan Hans .Karena takut


Bram akan mengetahui hubungan mereka.


Namun Hans malah mengumumkan kepada asisten nya itu bahwa mereka


Sekarang adalah sepasang kekasih .Dengan sangat bangga.


Biar tidak diberitahu bram juga dapat dengan jelas melihat itu. Bram hanya mengangguk kaku ,sedangkan Angel menundukan pandangannya karena malu.


.


.


.


Semoga tingkat komen meningkat😂


ini panjang part nya ,semoga puas ya bacanya .


Happy reading .

__ADS_1


~tyatyut


__ADS_2