Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 62- Sosok 2 Pasang Mata


__ADS_3

Sedari Hans membuka pintu mobil untuk sang kekasih mereka mendapat sorotan pandangan iri dari para karyawan. Diperlakukan spesial seperti itu, mereka juga ingin mengalaminya. Yang mereka bisa lakukan hanya berjingkrak di tempat dan menahan pekikan membayangkan jika mereka berada dalam posisi Angel.


“Aku sangat iri .Aku juga ingin dibukakan pintu oleh pak Hans .”


“Aku ingin memandangnya dari jarak dekat. Berlama -lama sampai aku benar-benar puas .”


“Aku ingin bergelayut di lengannya. Merasakan kokohnya lengan pria tampan dan Mencium aromanya .”


Ungkapan para perempuan yang sedang bergerombol melihat Hans hanya dari kejauhan. Rasanya Hans begitu bersinar dibawah teriknya matahari. Empat pasang mata juga tak kalah terkejut melihat gentelmenya seorang Hans. Bahkan wanita yang berada di bangku kemudi membuka kacamata hitam bermerek yang bertengger di hidungnya tadi.


“Itu bener kak Hans mah?” Wanita di pengemudi meloleh ke arah sumber suara.


Matanya melotot melihat kejadian yang baru disaksikannya ras terkejut dan juga terperangah membuatnya sesat terdiam. “ Iya bener gentelmen sekali kakakmu itu. Pakai dibukain pintu sekala...mamah Cuma dibukain akun bank.”


Masih sempat-sempatnya wanita yang mulai berumur itu nyeletuk. Gadi muda disampingnya yang berpakaian santai dengan rambut tergerai tak bisa menahan tawanya dengan celetukan sang ibu .”Malah ketawa .Ini mamah curiga kalau kalo...”


“Kalo...” Ucap mereka kompak berbarengan


Mata mereka berdua membulat dan saling mengangguk. Sepertinya penyelidikan mereka tepat target. Anaknya itu jarang berperilaku manis seperti tadi. Jadi kemungkinan besar, bahkan sangat wanita yang dibukakan pintu tadi adalah orang spesial untuk anaknya.


Tancapan gas dengan pekikan anaknya membuatnya semakin bersemangat . Ya dua pasang mata itu tidak lain adalah Mama Rina ibu Hans dengan Adiknya hana.


***


Beberapa saat lalu


Di Ruang keluarga, dua wanita sedang santai mengarahkan pandangan ke layar televisi. Yang


Berslogan Satu untuk semua . Mama Rina dan anaknya sedang menonton acara FTV siang .


Jalan cerita nya sangat standar seperti biasa tentang jatuh cinta.


Dia berdecak sebal dengan tokoh pria.


“Apa apaan mamah sendiri mau ketemu calon mantu malah ditunda-tunda .Ck...” Mama Rina berkomentar merasa kesal dengan tampilan layar.


“Mah mohon bersabar...ini sinetron .” Celetuk Hana dengan gaya medok .” Auu kenapa mukul kepala Hana sih.” Menatap kesal ke arah sang Mama.


“Sinetron apaan bikin jalan cerita jadi makin rumit. Itu cowoknya gak bener itu. Kayanya dia gak serius .” Komentar nya lagi.


”Ya sama dong kayak kak Hans kalo gitu. Kak Hans kan juga kayaknya nunda-nuda buat mamah ketemu sama calon mantu .” Seru Hana santai. Dia tidak menyadari bahwa hal itu membuat ibunya memekik.


” Ngomong sembarangan !...jangan ngomong sembarangan mamah pasti bakal punya menantu dalam waktu dekat .” Menimpuk anaknya dengan bantal sofa berkali-kali .


“Auu auu..aduh iya mah iya Hana Cuma becanda. Stopppppp!”


Mama Rina menghentikan pukulannya ke arah anaknya. Dia berdiri mondar mandir. Hana mengamati pergerakan ibunya sembari membenarkan rambutnya yang acak-acakan.


Malangnya nasibku .Dianiaya ibu karena kebelet punya menantu .Haduh !


“Bahaya bahaya...Kakak kamu itu ya kemarin-kemarin bilang calon mantu mami setuju buat ketemu. Tapi -tapi buktinya? Gak ada nongol-nongolnya sampe sekarang! Jangan-jangan—, gak gak boleh! ” Pikiran mama Rina melayang pada sinetron tadi. Tidak mau nasibnya sama .


Ditariknya lengan anaknya si Hana kuat hingga Hana tersentak .” Ayo kamu ikut mamah. Kita harus nyelidikin kakak kamu .”

__ADS_1


Hana berusaha menahan berat tubuhnya .” Gak mau Hana mau santai-santai dirumah.” Pekiknya berusaha menarik tubuhnya .


Tidak Hana tidak dibiarkan lepas .” Gak ada penolakan kalo gak uang jajan dipotong .” Langsung Hana tidak memberontak .


” Ayo mah Hana Cuma becanda tadi .” Pasang pupuy eyes.


“Dasar mata duitan .Anak siapa sih kamu .”


“Lah anak nyonya Rina .”


“Oh, Wanita yang cantik itu ya .” Mulai lah Memuji diri sendiri di balik kesempitan Hana.Yang penting sekarang Hana membuat kanjeng Mami senang supaya uang jajannya bertambah .


***


Kembali ke saat sekarang. Fokus mama Rina terus pada mobil didepannya. Walaupun tidak jalan dia melihat kilas bayangan dari belakang menyoroti pergerakan di bangku belakang. Menyerah karena terlalu gelap. Tentu saja sudah didalam mobil terlindung kaca mobil berlapis lagi Dnegan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya. Haduhhhh!


Sampai di area parkir mobil. Mereka belum beranjak masih bersembunyi dibalik kemudi. Sama dengan tadi dia lagi-lagi melihat anaknya membukakan pintu untuk perempuan yang sekilas terlihat cantik. Apalagi dilihat dari jarak dekat Mama Rina sepertinya akan terus menerus melontarkan pujian-pujian tak berkesudahan .


“Is time, Ayo .” Hana juga ikut beranjak keluar dari mobil. Baru mereka hendak melangkah mengikuti Hans. ” Tunggu sebentar lupa .” Mama Rina membuka pintu mobil lagi mengambil dompet . Hendak sekali Hana berdecak melihat kelakuan Mamanya itu.


“Eh nyonya .”


“Sutt .” Kode Mama Rina pada pak Yanto .Pak Yanto juga mengikuti pergerakan nyonya rumah tempatnya bekerja itu.


“Ngapain sih mah. Kak Hans udah gak bakal lihat juga. Udah masuk kak Hans.”


“Oh iya bener .” Mama Rina menegakkan tubuhnya minat ke arah sopir pribadi keluarganya itu yang tadi menyapa .” Tadi itu siapa nya Hans, pak ?” Mencoba mengorek informasi.


Ada guratan kecil di dahi pak Yanto tentu tak terlihat jelas karena usianya .” Itu Sekretarisnya tuan muda nyonya .” Sahutnya.


“Iya nya .” Sahut pak Yanto sopan .Tau arah pembicaraan nyonya rumahnya tak lantas membuat pak Yanto bebas membuka mulut. Dia merasa dia tidak berhak menguak hubungan tuan mudanya. Jika tuan mudanya tidak memberitahu nyonya Rina itu pasti ada alasan tersendiri .


Nyonya Fadli itu tak lantas kecewa dengan jawaban pak Yanto. Otaknya memproses hal lain. Jika sekretaris berarti wanita itu adalah wanita yang paling sering berhubungan dengan anaknya. Dan itu makin menguatkan kecurigaannya.


“Ya usah pak lanjut kerjanya. Jangan lupa makan ..ayo!.” Menarik mantap lengan Hana anak perempuannya. Mereka bergaya seperti detektif. Bukan Hana tapi mama Rina yang terlalu mencolok malah pikirnya .


Lihat saja sekarang ibunya itu sedang nemplok di dinding karena takut ketahuan Hans anaknya.


Ya Tuhan ini sangat memalukan. Mereka melihat kami dari tadi. Rasanya aku ingin menyembunyikan diri di lubang semut sekarang. ini juga mamah kenapa pake kacamata item didalam restoran. Makin mencolok jadinya .


“Itu kakakmu .” Hana melihat ke arah tunjukan oleh sang Mama. Di dalam satu meja itu ada 2 laki -laki dan 1 perempuan yang menghadap ke arah mereka.


Mama Rina melanjutkan aksinya dengan mencari tempat duduk yang dekat jangkauannya dengan anaknya itu .Hana juga mengambil posisi duduk. Dia mengambil buku menu setidaknya dia ingin makan sekarang ,dia benar-benar memesan. Sedangkan ibunya membuka buku menu sebagai tempat persembunyian wajahnya .


Mama Rina tersentak ketika matanya beradu pandang dengan mata perempuan yang berada di depan anaknya. Perempuan itu memberikan senyum ramah ke arahnya, hingga membuatnya tergugup. langsung menyembunyikan wajahnya lagi.


Hans ternyata juga ikut melirik ke arah pandang sang kekasih .


Bagus ternyata dia murah senyum .Kesan pertama suka. Batin mama Rina .


Dimeja Hans.


“Kenapa kau tersenyum tadi? Jangan macam-macam mau menggoda pria lain dengan tersenyum ya !”Serunya penuh peringatan. Bram mengurus menu makan yang dipesan. Mata Hans memincing menatap curiga ke arah dua iris bola mata Angel.

__ADS_1


Langsung saja Angel melotot ke arah Hans .“Me-menggoda?...jangan asal bicara !" Tandasnya penuh penekanan.


“Tadi ada tante-tante yang liat ke arah aku makanya aku ikut senyum .” Tutur Angel lekas. Tidak terima dengan tuduhan Hans yang tak berdasar .


“Awas saja !.” Peringat Hans lagi .” Lihat Aku jangan lihat ke sana sini .” Dirangkumnya kedua pipi Angel agar melihat ke arahnya .Semburat rona merah langsung menerpa pipi Angel .Dia menurunkan tangan Hans pelan yang mencakup kedua sisi wajahnya .


Kami menjadi tontonan gratis lagi. Kenapa dia suka berlaku seenaknya sih, tidak malu dilihat orang sekitar.


“Iya iya ...” Sahutnya pasrah dengan senyum merekah. Hans juga ikut tersenyum senang. Mama Rina dan Hana anaknya. Membulatkan mata terkejut melihat kejadian tadi ditambah samar-samar mendengar suara anaknya yang terdengar berat itu. Menambah spekulasi mereka. Kemungkinan terbesar bahwa perempuan itu bukan hanya sekedar sekretaris, tapi mungkin saja ini adalah calon mantunya yang sangat ingin dia temui.


“Kenapa kau memesan ini Bram !” Sergahnya melayang ke arah Bram yang tadi mengurus makanan .” Angel ku tidak suka jus .” Melayangkan tatapan tidak suka ke arah Bram, yang tadi suruh mengurus makanan.


Angel malah merasa tidak nyaman dengan sikap Hans .” Tidak apa-apa. tidak suka, bukan berarti aku tidak minum kan.Aku bisa meminumnya .Emm e- ..Nak ...” Berusaha menyembunyikan kernyitan dahinya .Direbut Hans paksa gelas yang berisi jus tadi dan menyerahkannya ke arah Bram. Matanya melayang menatap tajam ke arah jus yang di hentakan dengan paksa hingga menimbulkan bunyi yang cukup menarik perhatian sekitar.


Angel sedikit mengucapkan maaf dari matanya karena gangguan yang ditimbulkan sang kekasih orang-orang sekitar nampaknya melihat ke arah mereka. Lalu pandangannya jatuh lagi ke arah sang kekasih.


“Jangan diminum pesan yang lain ,yang baru saja. Bram! Kau habiskan ini.”


Bram meneguk liurnya kelu.


“I-iya pak maaf .” Sahut Bram pasrah


”Jangan kayak gitu. Aku bisa meminumnya jangan memesan lagi .”Angel terdengar kekeh ,sebagian hatinya tidak tega dengan Bram yang mendapat semprotan dari sang kekasih. Padahal mereka harusnya berterima kasih karena Bram mengurus proses pesan-memesan makanan.


“Angell...” Geram Hans. Dia Sudah memesan yang baru melihat wajah kekasihnya itu yang cemberut .Dia tau Angel merajuk karena merasa tidak nyaman dengan sikapnya yang spontan marah dengan Bram.


Tapi dia tidak bisa menahannya. Dia tau Angelnya itu tidak suka minuman yang berbau jus yang kental. Apalagi tadi jus alpukat yang paling Angel tidak sukai. Cukup sekali dia kecolongan Angelnya dulu memaksakan minum jus itu pada saat bertamu di rumah Klien. Demi menghormati Angel meminumnya. Namun setelah keluar dari rumah kliennya Hans tetegun ketika melihat Angel memuntahkan cairan jus tadi. Hingga dia berinisiatif memusut punggung Angel .


Dari saat itu lah dai menganalisis ,bahwa Angelnya tidak menyukai jus alpukat .


“Maaf Bram .” Mengalah karena tau itu akan membuat suasana hati Angelnya senang.


” Eh tidak pak saya memang bersalah .” Bram berucap gugup tidak menyangka akan mendapat permintaan maaf dari atasannya itu. Langsung saja senyum Angel merekah .


“Puas .”


“Kamu jangan suka marah-marah .”Angel berucap lembut .


“Aku tidak akan marah kalau Bram tadi becus .” Dia tadi spontan dan tidak bisa mengontrol emosinya .Tapi sekarang dia memikirkan lagi Bram tidak sepenuhnya salah disini karena Bram tidak tau.


“Dia kan tidak tau .” Sahut Angel membela.” Ya sudah aku tidak akan mempermasalahkanya lagi .Ingat Bram Angel tidak suka jus ,terutama jus alpukat .Dan juga terima kasih.” Hening ....Bram terdiam tadi merasa atasnya itu akan meledak dan sekarang malah berterima kasih.


“I-itu memang tugas saya pak ... saya juga akan berusahan mengingatnya .” Bram tidak merasa sakit hati karena itu wajar menurutnya .Dia cukup salut dengan Angel yang bisa mengendalikan Hans. Matanya tak sengaja melihat Angel beberapa detik sebelum ...


“Kau mau mati Bram! Kenapa kau memandang Angelku .” Pelolotan mata tajam Hans membuat Bram hampir kelu untuk berkilah. Angel juga ikut melihat ke arahnya.


Astaga aku harus menjawab apa .Bram kenapa kau tidak hati-hati .Saya tidak bermaksud apa-apa pak hanya spontan .


Sebelum dia menjawab perhatian mereka teralihkan oleh Dua orang wanita yang tersenyum lebar .


“Boleh kami bergabung?” Seru salah satu wanita yang Bram kenali .Hans membulatkan mata terkejut ,angel mengernyitkan keningnya .


"Ma-mamah ..."

__ADS_1


Mamah ?Batin Angel .


Angel terdiam ditempatnya .Tangannya menjatuhkan sendok yang baru saja dia pegang .


__ADS_2