Wanita Sang CEO

Wanita Sang CEO
CH 116- Malam Pertama


__ADS_3

Hans POV


Hatiku sekarang seakan masih dibuat meledak-ledak. Rasa bahagia itu seakan tidak menyurut sedikitpun. Wanita yang sejak awal menarik perhatianku sekarang sudah menjadi milikku seutuhnya. Wanita yang membuatku jatuh cinta pada tatapan mata polosnya sekarang menjadi istriku. 


Sebenarnya dulu aku sempat merasa kesal kenapa dia tidak pernah menunjukkan ketertarikan terhadapku. Dia sungguh berbeda dari kebanyakan wanita, ketika kebanyakan wanita itu selalu memuji dan mengeluh-eluhkan kelebihanku, ia tampak seperti penonton kosong,  hanya melihat dan tidak berminat sama sekali. Dan mungkin karena itu aku semakin tertarik ke arahnya. 


Aku bahkan membutuhkan waktu hingga 5 tahun, sampai aku baru menyadari, kenapa aku begitu memperhatikanya? kenapa aku begitu bersemangat ketika ia hadir dalam hidupku? Kenapa aku begitu gelisah dan kesal ketika ada laki-laki yang tertarik ke arahnya, semua itu baru aku sadari setelah 5 tahun lamanya. Semua rasa yang berkecamuk di dalam hatiku rupanya bukan hanya keterkaitan biasa, wanita ini telah masuk ke dalam kehidupanku begitu dalam dan aku tersadar aku tidak bisa melepaskan Wanita ini lagi!


Sekarang sekretarisku sudah menjadi istriku. Aku tak bisa melepaskan mataku dari dirinya. Sesaat setelah janji pernikahan terucap aku segera melepaskan jasku dan membalutkanya ke tubuhnya. Aku tidak suka banyak mata yang melirik ke arahnya. 


Bahkan ketika ada tamu laki-laki meskipun itu sanak keluarga kami, aku tidak membiarkan mereka bersalaman dengan Angelku! Seperti saat ini aku tidak membiarkan Bram sekalipun menjabat tangan istriku. Aku sudah dibuat kesal ketika mata Bram tadi terarah ke Angelku, ada kekaguman yang terpancar dari tatapan matanya, rasanya aku ingin memukul kepala Bram asistenku ini.


“Sebenarnya kau tidur atau bagaimana Bram?Dia istriku bukan lagi sekretaris Angel, ingat itu.” Camku pada Bram sebelum lidahnya hendak meleset meyebut istriku dengan sebutan sekretaris.


“Maaf pak.” Cengirnya. 


“Nikmati makannya Bram.” Ia berlalu dan meninggalkan kami. Aku sangat bersyukur karena memiliki Bram sebagai asistenku. Dia bisa menghadapai perangai burukku dengan begitu baik, sampai-sampai aku begitu suka dengannya. Namun aku bukan tipe yang langsung memuji para bawah ku jika aku puas dengan kerja keras mereka, aku mengapresiasi mereka bukan melalu kata-kata namun dengan bonus ataupun membatu jika mereka mengalami kesulitan.


“Apa kau kelelahan?” Tanyaku pada Wanita disampingku yang saat ini sudah menyandang status sebagai istriku. Ia menanggapi dengan gelengan tak lupa senyum ramah yang selalu terbit di bibirnya.


“Duduk disini,jangan berbohong, kita sudah hampir satu jam berdiri dan menyalami para tamu.” Aku mengiringnya dengan paksa untuk duduk, Aku tau ia lelah namun memaksakan diri untuk menyambut para tamu.


“Tapi mereka datang lagi Hans, aku tidak bisa duduk begini.” Dia tampak memprotes sikapku.


“Mereka yang akan datang kemari. Lagi pula mereka tidak akan menyalamimu, aku yang akan menyambut jabat tangan mereka. Jangan berharap kau bisa bersalaman dengan pria lain selain suamimu ini.” Mata polosnya memprotesku dengan begitu galak dan itu malah membuatku semakin gemas.


“Aku akan kembali tunggu disini.” Seruku, aku menghujani pemuka wajahnya dnagn ciuman, aku yakin semua mata tertuju ke arah kami karena sorak-sorai tampak begitu jelas tertangkap di telingaku. Dan tentu saja wajah istriku memerah karena malu.


Aku tiba-tiba teringat dengan sesuatu yang kupersiapkan. Dengan santainya aku menuju bagian penghibur, mic segera beralih ke tanganku. 


Dari sudut ini aku masih bisa melihat jelas Angelku yang dalam balutan gaun serta memegang bunga sedang memandang ke arahku.


“Perhatian untuk para tamu undangan” Semua mata seketika tertuju ke arahku sesaat setelah aku meminta perhatian. 


“ Seperti yang kalian ketahui ini adalah hari yang sangat spesial bagi saya. Wanita yang selama ini mengisi hati saya sekarang menjadi istri saya.” Keheningan tercipta begitu saja, dadaku semakin berdegup kencang ketika melanjutkan kataku.“ Dan saya ingin mempersembahkan sebuah lagu, untuk istri saya Angel Rasinta, Angel sayang... lagu ini untukmu.” 


Sorak-sorai kembali terdengar, mataku tertuju ke arah istriku yang ekspresi wajahnya tidak bisa kulihat jelas.


Aku tau aku sangat tampan dan bersinar saat ini. Aku mulai menyanyi dengan menyerapi satu persatu bait lagu yang kubawakan.


Hans Prasetyo ( Shanen Filan - Beautiful in white)


Not sure if you know this


(Aku tak yakin kau tahu ini)


But when we first met


(Namun sejak pertama kita bertemu)


I got so nervous I couldn't speak


(Aku merasa begitu gugup, aku tak bisa berucap)


In that very moment


(Pada saat itu juga)

__ADS_1


I found the one and


(Aku menemukan seseorang dan)


My life had found its missing piece


(Hidupku menjadi lengkap)


Aku menyanyi dengan perasan dalam seakan menyerapi bait lagu yang tercetus dari bibirku. 


So as long as I live I love you


(Jadi selama aku hidup, aku mencintaimu)


Will have and hold you


(Aku akan memiliki dan memelukmu)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih)


And from now 'til my very last breath


(Dan mulai sekarang sampai nafas terakhirku)


This day I'll cherish


(Hari ini akan selalu kuingat)


You look so beautiful in white


(Kau terlihat begitu cantik dengan gaun putih)


(Malam ini)


What we have is timeless


(Apa yang kita miliki abadi)


My love is endless


(Cintaku tak ada habisnya)


And with this ring I


(Dan dengan cincin ini aku)


Say to the world


(Katakan pada dunia)


You're my every reason


(Kau adalah alasanku)


You're all that I believe in

__ADS_1


(Hanya kau yang aku percaya)


With all my heart I mean every word


(Dengan sepenuh hati aku bersungguh-sungguh)


(Langsung search di YouTube aja lagunya, supaya dapet fellnya ❤️😌)


Aku berhenti menyanyi dan meninggalkan panggung, Mataku dibuat membulat sempurna, Angelku berlari ke arahku dengan menggeret gaun pangatin ia tampak kesusahan dan aku mencemaskan itu. Aku takut jika ia terjatuh karena gaun pengantin yang ia kenakan.


Tanpa aba-aba aku berlari dan segera memeluknya. Hampir saja aku menyentaknya karena merasa cemas, namun perkataannya membuatku berbunga-bunga.


“Berhenti bernyayi Hans, kau sangat tampan dan bersinar disana. Suaramu begitu menghipnotis mereka, jadi behenti bernyayi–, aku takut kau akan diculik karena terlalu dinginkan oleh mereka.” Aku terasa melambung sekaligus terkekeh geli dengan ucapan terakhirnya. Dasar istri polosku. Intinya aku tau bahwa ia tidak rela diriku yang sangat mengagumkan ini semakin menarik perhatian.


Riuh tepuk tangan tak membuat pelukan kami terlepas, aku tau Angelku sedang terharu saat ini, jadi ia menyembunyikan wajahnya di dadaku.


***


Kamar yang didominasi oleh nuansa gelap itu sekarang disulap, taburan bunga mawar terlihat dimana-mana. Ini malam yang sungguh mendebarkan Hans menunggu ditepian tempat tidur, sorot matanya tertuju ke arah pintu kamar mandi. 


“ Kenapa dia lama sekali sih.” Hans menggerutu tidak sabar.


Ceklek.


Hans menelan salivanya kasar. Sekarang Angelnya ,tidak istrinya hanya mengunakan jubah mandi tetesan air yang masih belum mengering tampak begitu sexy dimata Hans.


“Hans…” Angel begitu terkejut Saat sang suami dengan tidak sabaranya menyergap dan ******* bibirnya dengan rakus. Angel merasa jantungnya seakan dibuat meledak-ledak saat ciuman itu semakin dalam dan intens tidak seperti saat mereka berpacaran dulu. 


Sekarang tangan Hans dengan nakalnya juga mulai menjelajahi setiap jengkal tubuh Angel. Dalam satu kali tarikan tubuh Angel tak ditutupi satu helai benangpun, dirinya berada dibawah kukungan sang suami. Deru nafas Hans begitu dekat sampai-sampai menerpa permukaan wajahnya.


Sekarang bibir itu tidak hanya berlabuh di bibir saja, bibir Hans sudah mulai nakal dan membubuhkan tanda kepemilikan di setiap jengkal tubuh Angel. 


Hans memundurkan dirinya hanya untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya.


“Kau siapkan sayang?” Suara Hans sudah begitu parau matanya terlihat sayu dan sangat menginginkan Angel. Dengan kegugupan yang luar biasa Angel mengiyakan pertanyaan Hans. 


Ini sungguh-sungguh luar biasa, Hans berhasil membenamkan tubuhnya di diri sang istri. Ada gelenyar baru yang membuat ia meledak-ledak, ia tidak bisa mengehentikan aksinya. Ia mencium sudut mata Angel yang dipenuhi cairan bening. 


***


Malam itu Hans melakukannya hingga hari menjelang fajar. Ia selalu menginginkan Angel, ia hanya menghentikannya ketika melihat sang istri kelelahan, setelah istirahat beberapa saat ia kembali melanjutkannya. 


“Hans.” 


“Aku akan menyelesaikannya sayang.” Ia menghentinnya ketika sang istri tampak sudah tidak bisa mengimbangi tenaganya. 


Tubuh Angel terasa lunglai dan tak bertenaga ia membiarkan dirinya dihujani ciuman oleh sang suami dan didekap erat. Mereka tertidur setelah menjelang fajar. Tubuh mereka hanya dibalut oleh sehelai benang.


.


.


.


.


Undur diri lah🤣

__ADS_1


Happy reading


~Tyatyut


__ADS_2