
Masih terasa getaran ketakutan di tubuh Angel. Tersesat di hutan sendirian, hingga malam hari pula membuatnya sedikit trauma akan hal itu. Masih diingatnya dengan jelas berputar tak tentu arah di hutan belantara. Mencari jalan kembali tapi malah terpeleset dan jatuh hingga kakinya menjadi korban kecerobohannya.
Waktu itu cairan bening di pelupuk matanya sudah hampir jatuh. Sunyi senyap matanya mengedar begitu takut. Dia meneguk salivanya kasar .
“Tolong siapa saja selamatkan aku Hiks...”
Dia berteriak begitu frustasi .Tidak ada yang menyahut sunyi menjadikan ketakutan itu semakin menjalar.
***
~Kamar Angel
Tubuh Angel diletakan dengan sangat hati-hati di atas ranjang. Hans membantu posisi Angel agar duduk bersandar dengan nyaman.
Sesekali Angel meringis sakit saat kakinya bersentuhan dengan permukaan rajang.
Menggenggam jari jemarinya. Mata Hans terus menyoroti Angel. Tubuhnya bergerak mendekat. Dalam satu kali gerakan Angel berada dalam pelukannya.
Kau pasti sangat ketakutan.Maafkan aku seharusnya Aku memperhatikanmu .
Usapan lembut dan pelukan Hans terasa dengan kasih sayang. Angel begitu tersentuh.
Rasa takutnya sedikit memudar pelukan Hans seperti mengatakan bahwa laki-laki ini akan melindunginya. Lucu sekali kan kenapa Angel berpikir seperti itu.
Entah apa yang hati ini rasakan. Apa ini sebuah getaran ketertarikan atau getaran keterkejutan? Angel tidak bisa membedakannya.
Setelah kesenyapan beberapa saat suara Hans memecahnya.
“Tenanglah Aku ada disini. Berhati-hatilah mulai sekarang sekretaris Angel. Kamu selalu seperti ini ceroboh .”Kata-kata terakhir begitu menohok. Membuat air muka Angel cemberut. Hembusan nafas Hans yang menerpa bagian kulit lehernya begitu menggelitik. Angel menahan nafas dalam pelukan penenang ini .
Hans sejenak melepaskan pelukannya. Ditatapnya manik mata polos itu begitu dalam. Hatinya mulai bertanya -tanya. Kenapa setiap melihat Angel matanya tak bisa beralih.
Kenapa setiap melihat Angel menangis rasanya dirinya juga ikut terluka?
Kenapa setiap melihat Angel menunduk rasanya dia begitu geram marah dan kesal?
Kenapa ?
Kenapa ?
Dia tidak memahami sikapnya selama ini.
Selalu memperhatikan wanita ini dalam diam.
__ADS_1
Selalu bergerak mendekat ke arah wanita ini .
Angel sendiri merasa tersihir dengan manik mata Hans. Manik mata menghujam dan tak terbaca.
“Maaf .” ucapan itu begitu lirih dan mengandung rasa bersalah. Angel mengerutkan kening dalam merasa heran. Kenapa laki-laki dengan berjuta pesona ini meminta maaf. Laki-laki tidak memiliki kesalahan terhadap Angel. Satu-satunya kesalahan yang sekarang dilakukan Hans terhadap Angel adalah membuat jantung Angel berdetak tak beraturan .
Dimana otak cerdasku selama ini? Kenapa aku tidak memahami apa yang kurasakan. Kenapa aku tidak memahami emosiku terhadap wanita ini. Angel–Ternyata kau bukan hanya masuk ke dalam kehidupanku, tapi kau juga sudah masuk sejak lama ke dalam hatiku.
Sekarang Aku menyadarinya...
Hans baru menyadari. Menyadari tentang perasaan aneh dalam dirinya. Angel sendiri semakin merem*s tangannya .
“Ad–Ada apa pak? Kenapa Anda melihat saya seperti itu .” memupuk keberanian untuk bertanya karena sudah merasa sesak dengan suasana sunyi senyap hanya saling pandang .
Kenapa Anda menarik nafas dalam begitu?
Manik mata Hans kembali menemui mata polos Angel.
“Mulai lihatlah ke arahku dari sekarang .”
Angel malah terheran bukankah posisinya melihat Hans sekarang.Lalu maksud laki-laki ini apa.
“Iya sekarang pun saya melihat Anda pak .” Angel begitu polos menjawab Hans dia membuka matanya lebar menunjukan bahwa dia memang melihat Hans .
“Mulai lihatlah ke arahku. Sukai Aku mulai sekarang!” Hans berucap dengan lantang mengungkapkan rasa yang selama ini ternyata ada dalam dirinya .
Laki-laki ini secara tidak langsung menyatakan perasaannya. Dengan cara dan penuturan kata khas sendiri. Apa benar ini pernyataan cinta? ketika manik mata menghujam itu seperti menuntut untuk tidak mengelak dari permintaannya.
Omong kosong apa ini–su-sukai aku mulai sekarang?
“Haha Ma-maksud Anda apa ya pak? Saya benar-benar tidak paham. Jangan bercanda pak.”
“Tidak paham?” Angel menangkap rasa kesal dari ucapan itu. Mana lagi laki-laki ini mulai beranjak dari duduknya. Tatapan mata itu lagi. Angel tidak paham situasi sekarang mungkin saja ini lelucon pikirnya. Mana ada seseorang yang menyatakan perasaan dengan begitu santai tapi menuntut.
Angel harus mendongak melihat raut wajah Hans. Tinggi badan Hans memaksanya harus mendongak .
“Bercanda?.” Angel makin dibuat terdiam.Hans menarik nafas begitu dalam sebelum kembali menatap Angel. Iya pikiran Angel ini hanya sebuah candaan semata. Sungguh tidak masuk akal !
“Kau tau aku cemas sekali tadi saat mendengar kau menghilang di hutan. Aku mencarinya kemana kemari sudah seperti orang gila, berusaha menemukanmu!”
“Setiap detiknya otakku mengolah pikiran negatif. Bagaimana jika kau Menangis? Bagaimana jika...jika...” Tenggorokan Hans rasanya dibuat tercekat. Begitu dalam Angel mempengaruhi dirinya.
Begitu lekat dan dalam Hans menatap Angel. Tidak perlu menatap dalam untuk bisa tau manik mata Hans terlihat penuh kekalutan dadanya kembang kempis.
__ADS_1
“Jika aku tidak bisa menemukanmu. Maka saat itu aku akan gila!” Tercekat. Mata Angel melebar sempurna. Kelu untuk berucap. Seakan ia masih berusaha memproses lontaran kata penuh emosi tadi.
Angel menangkapnya, laki-laki ini tampak frustasi ketika berucap. Ucapan hans begitu menyentuh hati Angel. Hingga membuat Angel bungkam.
Ini bukan kecemasan bisa! Laki-laki ini begitu mencemaskan Angel .
“Ku harap kau paham dengan sikapku.”
Saya tidak bisa mencernanya pak. Apa Anda benar-benar menyukai saya. Kenapa anda melemparkan bom yang begitu dahsyat pada detik ini?!
“Aku akan menghubungimu nanti... istirahatlah .” Hans mencuri satu ciuman dalam di kening Angel tanpa sempat Angel menghindar dia seperti terhipnotis kala bibir itu menyentuh permukaan keningnya.
Pintu kamar Angel ditutup lalu terdengar pintu bagian luar juga ditutup .
Angel masih terpaku ia menahan nafas sedari tadi jantungnya bergemuruh. Hans, laki-laki itu tanpa ijin mencium keningnya ia seperti tak bisa bernafas.
“Hah hah –Astaga apa itu tadi .A–apa itu artinya Pak Hans menyukaiku. Dan dia ingin aku membalas perasaanya .” Otak Angel rasanya begitu penuh. Dia seperti bermain tahan nafas tadi. Dan apa ini kenapa jantungnya masih terus berdegup begitu kencang pula.
Dia menjambak rambutnya frustasi.
“Apa yang harus kulakukan sekarang ...Apa yang pak Hans sukai dari aku? Apa?! ...” Memukul bantal dengan keras .
“Sukai aku mulai sekarang!! Astaga, itu terdengar seperti sebuah perintah tak terbantahkan tapi kenapa terdengar begitu serius dan tulus .Akh..masa bodoh.”
Dan ini menjadi malam panjang untuk Angel.Dia tidak bisa tidur dengan nyenyak .
Kantung mata akan tampak jelas saat dia bangun di pagi hari.Malam yang akan membuat kantung mata Angel memiliki kantung mata lagi.
***
Sementara itu sejak menyuruh pak Yanto menjalankan mobil Hans memegang dadanya .
“Astaga kenapa aku berbicara seperti itu. Harusnya aku mengatakan mari kita mulai menjalin hubungan lebih serius dari sekarang .” Baru sadar cara bicaranya tadi tidak ada manis-manisnya sama sekali untuk seseorang yang mengungkapkan perasaanya. Pak Yanto hanya bertanya dari sorot matanya merasa aneh dengan sikap tuan mudanya itu .
***
Epilog .
Bram hanya bisa menendang udara meluapkan kekesalannya ditinggalkan dengan begitu saja .
“Akhh boss tak berperasaan .Sama sekretaris Angel aja perhatian!!.” Berteriak kesal .
Bram menendang apapun yang ada di depannya .Sampai suara jeritan orang menyentaknya .
__ADS_1
“Auu siapa yang nendang kaleng!!.”
Teriak orang itu ,orang itu sepertinya akan mengamuk jika Bram mengaku .Mengambil Ancang-ancang dan mulai berlari dengan kencang .