
Di bawah remang-remang kegelapan Hans terus menyorotkan arah pandangnya .Pun telinganya yang ikut menyoroti .Hanya tertuju pada satu arah yaitu Angelnya .
Dia terus tersenyum kala melihat Angelnya yang begitu cantik dan Anggun dalam balutan Gaun yang di persiapkanya.Wanitanya sangat bersinar disana dibawah lampu-lampu yang mulai menyala .Ingin Hans berlari dan segera mendekap erat wanita yang dirindukannya itu .
Namun dia mengurungkan niatnya menahan diri .Hans tahan Hans .Wanitamu belum selesai melihat pertunjukannya.Biarkan dia terpukau dengan kejutanmu .Rengkuh dia sepuasnya saat sudah tiba waktunya.
Kembali dibawah tempat yang gelap itu .Mata Hans tak beralih dari sosok wanitanya .Dia Sudah begitu bangga, kejutannya ini tampaknya begitu memuaskan wanitanya .Terlihat wanitanya tampak berkali-kali membekap mulut ketika melihat layar LCD berukuran sangat besar itu .
Hans menangkap pergerakan wanitanya yang tampak berputar-putar. Seperti mencari sesuatu .
Pangeranmu disini sayang .
Klip .
Seiring dengan musik yang terdengar mengalun dengan begitu mantap. Seketika itu juga lampu menyorotinya. Mata Hans langsung bertemu dengan mata polos kekasihnya. Direntangkan Hans tangannya saat melihat wanitanya itu sudah berlari ke arahnya dengan sekuat tenaga .
Aku mendapatkanmu sayang .
Hans memeluknya! Memeluk Erat Angelnya! Angel menggulirkan satu tetes cairan bening di pelupuk matanya .Hans menghirup dalam aroma manis khas dari tubuh Angelnya .Dia sungguh sangat-sangat merindukan Angelnya .Perasaanya begitu menghangat saat ini .
“Aku merindukanmu My Angel ” Bisik Hans dengan penuh emosi .Suara beratnya begitu menggetarkan hati Angel .“Aku juga...”
“Aku juga merindukanmu .” Jawab kekasih wanita .
Angel sungguh merindukan sosok kekasihnya ini .Sosok yang selalu mencurahkan begitu banyak cinta untuknya .Hatinya begitu menghangat mendapat kejutan yang begitu menyenangkan .
Hans mencium pelipis Angel .Wanita ini tampak begitu lengket dengannya.Dia menyukai itu, bahkan sangat.Tapi kejutannya belum selesai .Mereka masih dalam posisi berpelukan Angel tak mau melepaskan pelukannya .
“Apa kau akan terus memelukku .Aku tau kau merindukan laki-laki sempurna ini.Tapi kita harus melanjutkan acaranya sayang .” Canda Hans kepada Angel yang terlihat betah berlama-lama memeluknya .
“Auu...Ck malah mencubit .Tadi terlihat begitu manja .” Hans tampak menggoda Wanita ini .Angel sudah mencebikkan bibirnya .
Hadiah ciuman bertubi-tubi didapatkan Angel ketika Hans kembali mengikis jarak di antara mereka .“Sudah-sudah.” Angel tampak menjauhkan wajahnya dari jangkauan Hans .Namun itu langsung dicegat Hans dengan menarik pinggangnya .
“Katanya mau melanjutkan acara.” Sela Angel lagi .
Hans tersadar dia langsung mendekap Angel dalam pelukannya .“Tutup matamu .” Kening Angel berkerut dalam merasa keheranan .
“Ayo tutup matamu .”
“Kenapa aku harus melakukannya ?” Hans berdecak sebal dan segera menjadikan telapak tangannya penutup mata Angel .
“Kau ini hanya perlu menutup mata saja banyak bicara .”
Meski ada rasa heran Angel menurut .Mengikuti kemauan Hans. Mata Hans mengamati sekitar .Hingga matanya menangkap sosok Bram yang bersembunyi diberikannya kode kepada Bram .
Kembali iringan musik ,terdengar di Indra pendengaran Angel .Hati Angel bertanya-tanya .Hans sudah beralih posisi menutup mata Angel dari arah belakang .
__ADS_1
“Bersiaplah menyaksikan kejutan yang sesungguhnya .”Bisikan Hans itu diiringi dengan tangannya yang mulai beralih dari mata Angel .Angel merasa jantungnya bergemuruh kencang bisikan Hans begitu menyentuh hatinya .Hingga dia berusaha mengatur detak jantungnya memepersiapkan diri dengan apa yang akan dilihatnya di depan .
Apa yang ingin ditunjukkannya lagi .Semuanya sudah begitu mengagumkan saat ini.
Kedua telapak tangan Hans berada di pundak Angel. Mata Angel perlahan terbuka bersamaan dengan sebuah suara yang membuat dia terlonjak kaget.
Manik matanya disajikan dengan pertunjukkan kembang Api yang begitu indah .Ada usaha seorang pemuda yang bekerja keras dibaliknya .
“Ayo cepat .Lakukan lagi .” Bram menjadi kordinator berjalannya kejutan .
Ternyata itu bukan sekedar pertunjukan kembang api yang dengan mudah hilang ketika meledak di udara .Tapi manik mata Angel merasakan keharuan .Ketika kembang Api tadi memebentuk sebuah huruf sederhana .Matanya muai berkabut .
A & H ❤️
Angel & Hans ❤️
Angel diputar posisinya dengan gerakan tangan Hans .Tubuhnya dihadapkan pada layar lebar tadi .“Ke-kenapa?.” Suara Angel sudah tampak bergetar .
“Lihat lah sayang .”
Dibalik layar Bram kembali mengarahkan .
Layar itu dihiasi dengan tulisan singkat memenuhi layar .
Happy Birthday
“Selamat ulang tahun wanitaku .” Bisik Hans dibalik tubuh Angel .
Seketika tangis Angel pecah dia tidak bisa lagi menahan cairan bening yang bertumpuk pada kelopak matanya .
“Hiks...hiks...Se-semua ini kau yang mempersiapkan ya .” Ucapan Angel terlontar ketika dia membalikan tubuhnya dengan mata berkaca-kaca. Sang pria masih bergaya Coll.Dia tidak menjawab .Gerakan tangannya mengambil sesuatu dibalik jasnya .
“Ya aku yang mempersiapkannya .”
“Hiks...hu.” Angel ditarik mendekat hingga jarak tubuh mereka menipis .Yang bermain dibalik layar sudah menyelesaikan tugasnya .
Manik mata kedua sejoli itu saling pandang .Mata Angel membulat ,ketika sebuah kalung disematkan pada lehernya .
Matanya terpejam ketika Hans mencium lambat keningnya .Hans mencurahkan rasa kasih sayang dari ciumannya .
Seiring gerakan matanya yang terpejam air mata Angel menjadi semakin deras .Dia menggapai kalung yang bertengger manis pada lehernya .
“Ka-kalung ini .” Angel berusaha memastikan .Sebuah senyum di sematkan Hans ketika mendengar getaran yang tak henti dari suara kekasihnya itu .Seingat Angel Kalung ini adalah kalung yang membuat langkah kakinya berhenti .Membuat manik matanya menatap lama dengan ketertarikan .
Kalung yang terkahir kali dilihatnya saat mereka melakukan perjalanan ke Jepang .
“Kalung cantik disematkan pada wanita yang cantik pula .Dan kau...kau adalah wanita cantik itu, sayang .” Suara Hans penuh kelembutan hingga Angel tak bisa menahan diri untuk mendekap erat pangerannya .Begitu erat dengan tangis yang masih pecah .“Hiks...hikss...A-aku tidak tau harus mengatakan apa ....hiks...hiks...”
__ADS_1
Hans membalas mendekap erat tubuh wanita mungilnya .Kebahagiaan begitu menyeruak di dalam dada Hans. Bahagia merasa kejutannya berhasil. Perasaanya sangat menghangat kerinduannya sudah terbalas sekarang .
Ucapan Angel membuat Hans mengernyitkan dahinya dan tersenyum
“Ter -ternyata kau tidak bercanda ke-ketika mengatakan akan menyentuh hatiku yang terdalam...hiks.” Hendak Hans menyahut sekarang namun Angel melanjutkan bicaranya yang sudah karena tangisnya .Tapi dia sangat ingin mencurahkan hatinya .
“Kamu berhasil...Berhasil menyentuh hatiku yang terdalam hiks...Dan sekarang ...sekarang A-aku mulai percaya .Percaya di kamus Hans Prasetyo tidak ada kata gagal .” Hans segera tergelak mendengar penuturan yang tampak begitu imut dari Angelnya .
Aku menjadi semakin jatuh dalam jurang cintamu Hans...hiks...huu .Ku rasa aku tidak akan bisa hidup jika kita harus berpisah nantinya...hiks .Hans tetaplah bersamaku selamanya .Aku sangat-sangat mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku .
“Aku mencintaimu .” Ciuman panjang Angel berikan dengan menjingkkit kakinya berusaha mensejajarkan tubuh mereka . Inisiatif Angel segera disambut Hans dengan senang hati .Dia merapatkan tubuh wanitanya .Menahan tekuk Angel ciuman kebahagiaan dengan tangis kebahagiaan .
Hans hampiri kebablasan tidak mau melepaskan ciuman nya .Dia terus mereguk rasa manis bibir wanitanya .
Dia berhenti mengambil nafas dalam ,kening mereka saling menempel .
“Aku bisa gila sayang...Kau begitu candu bagiku .”
Angel terkekeh geli dan membenamkan wajahnya dalam kenangan dada sang kekasih .
***
Epilog .
Bram segera berlari setelah melihat Angel masuk dalam lokasi .Bintang utama Sudah hadir dan dia adalah bagian belakang panggung .
“Hah hah...Semuanya sudah siapkan ayo berjaga.” Semua para pekerja yang ada menagguk patuh .Tempat ini memang keseluruhannya di persiapkan sesuai keinginan Hans .
“Ayo nyalakan lampu .”
“Layar-layar.”
“Kembang api...ayo sebentar lagi waktunya .”
“Layar...” Berteriak begitu sibuk .
.
.
.
Babang Bram 🤣🤣
Happy reading
~Tyatyut
__ADS_1