
Hans meminta pak Yanto untuk putar arah menuju rumah kekasihnya. Dia ingin sekali lagi bertemu kekasihnya sebelum benar-benar berpisah. Awalnya wajahnya menampilkan senyum lebar ketika baru saja membuka pintu mobil. Tapi tatapannya menajam ketika melihat kekasihnya sedang tertawa bersama sosok pria muda yang tak dia kenal.
Darahnya seketika mendidih dan tangannya terkepal. Matanya menatap pergerakan kekasihnya itu yang mengelus lembut sosok pria muda di depannya. Apa yang dilakukan Angel.
Apa Angelnya selingkuh sekarang?!! Matanya menajam sering langkahnya yang semakin lebar.
“Angelll...” Diteriakannya nama itu ketika jarak mereka semakin dekat. Bibir Hans menyunggingkan senyum sinis ketika melihat kekasihnya tampak terkejut.
Apa kau benar-benar selingkuh sayang. Kau ingin membuatku mati sekarang ?
Hati Hans meringis merasa pukulan yang tidak akan bisa di bendung jika itu sebuah kenyataan.
Ditariknya Angel hingga masuk dalam pelukannya. Dadanya masih merasakan sesak bercampur amarah. Ditatapnya mata polos kekasihnya itu. Hingga membuatnya menggeram. Hans akan meminta penjelasan. Menahan dirinya untuk tidak melayangkan sebuah pukulan pada sosok pria muda di hadapannya ini, akal sehatnya masih berjalan.
“Siapa dia ?!!” Hans meninggikan suaranya tanpa sadar. Jelas sekali terselip amarah yang tampak ditekan di sana. Manik mata Hans menghujam mencoba memastikan ada guratan kegugupan di wajah sang kekasih. Namun nihil! Hal itu tak ditemukannya Hans hanya menemukan tatapan polos tak berdosa. Hingga membuat dia mendapat jawaban dari mata itu. Tapi apa benar itu semua?
“Apa yang Anda lakukan! Kurang ajar sekali!”Hans menatap nyalang pada sosok pria muda itu. Tubuhnya tak bergerak sedikitpun. Sementara Angel begitu tercengang dan ingin menyela situasi namun sosok pria muda tadi kembali bicara.
“Lepaskan!” Gigi Hans begemeltuk. Kenapa laki-laki ini begitu marah padanya padahal yang didepannya saat ini adalah kekasihnya sendiri.
“Lepas...saya bilang lepaskan!”
Tidak ada rasa takut dari mata sosok pria muda itu. Dia bahkan menatap Hans tak kalah tajam. Laki-laki muda ini memiliki keberanian.
“Ja-jawab Aku Angel “ Kali ini Hans berucap lirih takut jika pikirannya benar karena belum juga mendapat jawaban dari kekasihnya ini.
Angel mengerutkan keningnya merasa laki-laki didepannya ini dipenuhi dengan emosi.
“Kenapa kamu tidak bisa menjawab? Si-siapa dia?!”
Angel merasakan pelukan Hans semakin erat hingga menyakti bahu dan punggungnya.
“Auuu...Ke-kenapa kamu seperti ini “
“Lepaskan kakakku. Kurang ajar sekali! tidak dengar kakaku kesakitan tadi ”Sosok laki-laki muda itu berusaha membuka dekapan Hans dari tubuh Angel.
“Ka-kakak?” Tekinga Hans berusaha memastikan.
“Iya! Lepaskan. Kak siapa pria aneh ini ?!” Hans mengalihkan tatapannya melihat lebih dalam manik mata Angel. Jika saja dia menemukan kegugupan disana. Tidak ada! benar-benar tidak ada. Hans tidak marah disebut pria aneh. Yang lebih penting sekarang apa benar laki-laki itu adik Angel. Jika dilihat lagi benar mereka mirip.
“Dia adikku. Kamu kenapa sih “ Angel bersuara. Hanya pengakuan singkat itu membuat Hans bernafas lega. Tadi rasanya tenggorokannya tercekat.
“Kenapa tidak bilang adikmu akan datang?”
“Aku juga baru tau. Aku tidak membuka ponsel dari tadi.” Tutur Angel jelas lemah lembut. Sosok pria muda tadi mulai merasa tenang tidak tegang ketika pertama kali mendengar suara berat dari Hans.
“Kamu hampir membuatku gila Angel.” Dikecup Hans singkat dahi Angel. Membuat sosok pria muda itu membelalakkan matanya.
Di-dia mencium kakaku! pada situasi ini! Apa di-dia pacar kakakku?!
Dia berspekulasi kakaknya ini memiliki hubungan khusus dengan laki-laki yang belum diketahui namanya .
“Kak dia siapa? ” Adik Angel menyerukan pertanyaan heran bercampur penasaran.
“Eh i-ini...” Angel tergugup.
“Aku, kenalkan kekasih wanita ini.” Hans memperkenalkan diri dengan tegas. Spekulasi adik Angel ternyata benar. Pantas laki-laki itu datang seperti kebakaran jenggot pikirnya .
“Siapa nama kamu?” Tanya Hans. Angel sudah merasa gerah Hans masih belum melepaskan lingkaran tangannya dari punggung Angel.
”Juna.” Menjawab singkat. “ Apa Anda akan terus memeluk kakaku seperti ini. Kak aku ingin istirahat sekarang.” Seru Juna tatapannya belum bersahabat sepertinya dia menilai dalam Hans. Pantaskah laki-laki ini mendapat sikap ramah dan pengakuan darinya
“iya lepaskan aku dulu.” Pinta Angel juga tapi dengan nada merayu.
“Hei dia akan tidur disini?” Angel mengerutkan kening merasa pertanyaan Hans bodoh sekali.
“Tentu saja dia tidur disini. Memangnya dimana lagi. Ayo, dek.” Angel dengan cepat berlalu dan membuka pintu rumahnya.
“Kenapa tidak ditempat lain? Kenapa tidak menyewa hotel “ Hans tidak rela Angel tidur satu rumah dengan laki-laki lain. Padahal ini adik Angel sendiri.
“Kenapa harus ke hotel?” Juna menyeringai. “Aku akan tidur disini di rumah kakak ku.” Sontak saja penekanan Juna dengan seringai tadi membuat Hans merasa kesal.
“Siapa nama kakak ini?” Oh sosok adik yang tegas ternyata pikir Hans.
“Hans.” Yang menjawab Angel.
“Oh.” Juna hanya ber-oh. Lalu seperti menilai Hans dari atas sampai bawah sebelum kemudian berlalu meninggalkan Hans dalam keadaan terdiam penuh pemikiran.
Apa dia sedang menilaiku?!
Angel sudah mau berucap agar Hans segera pulang namun Hans malah menerobos masuk.
__ADS_1
“Eh, kenapa kamu ikut masuk juga?”
“Lalu aku harus duduk diluar begitu?” Suara Hans terdengar sinis.
Kenapa dia jadi sinis begini sih?
“Bukan begitu hanya saja ini sudah malam. Pak Yanto juga pasti akan lelah kalau menunggumu.”
“Aku akan menyuruhnya pulang lebih dulu.” Sahut Hans santai.
Angel menatap tak percaya.“Kalau disuruh pulang lalu kamu pulang bagaimana?”
“Aku bisa naik taksi. Kenapa kamu menghalangiku?” Hah nada Hans seperti Angel salah disini.
“Aku lapar, aku mau makan disini.” Akhirnya Angel kalah dan memilih menutup pintu. Baiklah apa ini perasaanya saja Hans sejak tadi sepeti menatap Juna dengan tatapan permusuhan. Sama halnya dengan Juna.
Hans tersenyum kemenangan dia langsung membuka jasnya dan meletakkannya di bahu sofa. Sedangkan Angel tadi pergi ke kamar untuk berganti pakaian. Dibukanya juga kancing dekat pergelangan tangannya hingga bisa digelungnya kemej.
Juna sedang didapur meneguk minuman dari dalam botol karena merasa haus. Setelah itu dikembalikannya ke posisi semula. Dilihatnya laki-laki yang mengaku kekasih kakaknya itu duduk santai di meja ruang tamu sembari sesekali mengusap rambutnya.
Dia tampan sekali. Dilihat dari penampilannya sepertinya orang berada .Wah kakakku memang hebat pilih calon suami .Ck
“Kenapa kak Hans ikut masuk juga? ini sudah malam.” Juna sudah duduk di samping Hans. Tangannya menjangkau remot dan menghidupkan layar televisi.
“Memangnya kenapa?”
“Ya gak ada sih... tapi kan ini sudah malam “ Jawab Juna acuh tapi dia menyelipkan sebuah sindiran disana .
“Aku mau makan ” Juna mengalihkan pandangannya dari layar televisi sejenak melihat raut wajah kekasih kakaknya itu .
Wah sepertinya dia tipe pencemburu .Ck bagaimana kak Angel bisa tahan. Pasti karena dia tampan .
Juna sudah bisa menilai dari pertama kali bertemu serta repson Hans yang terdengar tidak rela ketika ia kenakan kata tidur di rumah kakaknya.
“Dek bantu kakak masak ” Suara Angel mengalihkan perhatian dua laki-laki itu .
“Aku bisa membantumu” Seru Hans lantang.
Lihat lihat .Kak ku akui kau hebat .
Angel mengerjapkan matanya .”Eh jangan .Kamu istirahat saja disana .Dek ayo ngapain bengong disitu “
“Aku juga mau istirahat kak .Masa adek sendiri tega dibikin susah .” Juna berusaha mencari peruntungan bila saja dia terbebas dari acara masak-masak .
“Sudah biarkan dia istirahat .Ayo aku akan membantumu “ Seru Hans seraya berdiri dan mendorong tubuh Angel menuju dapur .
Yess yuhuuu .Gak tangkap ternyata enak juga buka calon kakak ipar haha.
Angel berusaha memberontak.” Jangan-jangan !!,sana kamu istirahat aja .Aku aja yang masak “Masa Angel membiarkan kekasihnya sekaligus atasnya itu ikut memasak tidak etis sekali.
Hans tidak mendengarkan dan sudah membuka pintu lemari pendingin .” Mau masak apa ?”
“Kamu duduk saja sama Juna biar aku aja yang masak “
“Masak ini ?” Menunjukkan kol yang baru saja dia keluarkan .
“Iya boleh .Wotel juga .Itu jangan lupa daun bawangnya juga “ Hans tersenyum tipis .Angel malah memerintahnya ini itu sekarang .
Hans mengambil bahan-bahan yang disebutkan Angel dan meletakkannya .
“Kalo gak mau bantuin jangan dipaksain .Duduk santai aja “ Tawar Angel lagi saat Hans membantunya mencuci bersih sayur.
“Banyak bicara sekali .Masak aja yang bener Angel sayang “ Seru Hans nakal sembari mengedipkan satu matanya.” Ehm kamu bantuin motong wortel sana “ Pinta Angel Hans bicara dekat sekali dengan telinganya tadi .Pipinya bahkan memerah merasa malu .
“Asiyapp” Waduh Hans gaya atau halilintar .Angel tertawa geli mendengar jawaban kekasihnya itu .Ternyata Hans juga memiliki sedikit selera humor .
Tak tak tak.
Hans memotong woter menjadi beberapa bagian .Pekerjaannya begitu rapi .Mungkin dia sudah berlari memasak karena takut tidak sempurna .Angel bahkan terus saja memuji hasil kerja keras Hans .
“Wah kenapa potongannya begitu sempurna .Kerja bagus “
“Tentu saja ,karena Hans yang melakukannya .” Hans menaikkan kedua alisnya bersimpati sombong .Dia makin semangat memotong bahan-bahan dengan begitu sempurna . Bagian-bagian sayuran yang tak terpakai langsung dibersihkan nya dan dimasukkan ke tempat sampah.
Tidak ada lagi Hans yang membuat dapur ibunya berantakan hanya karena memasak nasi goreng spesial .Sekarang hanya ada Hans yang sempurna .
“Bisa ambilkan garam didekat kananmu “ Pinta Angel setelah dia memecahkan satu persatu telur ayam .
Hans melepaskan pisau di tangannya dan mengambil garam yang dimaksud Angel .” ini ?”
“Iya benar kemarikan “
__ADS_1
Hans mengoper garam itu ke Angel .” Bisa tolong irisankan daun bawangnya “ Pinta Angel lagi
“Wah kau menanggapku asisten dapur ya?! “ Seru Hans dia diperintah ini itu dari tadi .
“Tolong ya “ Angel memberikan senyum manisnya .
“Baiklah “ Dicium Hans bibir Angel sekilas hingga membuat Angel melotot dia menarik sudut matanya ke arah meja tamu adiknya Juna sedang duduk .” Itu bayaran Karena menjadikanku Asistenmu sayang ...auu” Hans menjerit kala Angel memberikan cubitan di pinggangnya .Namun dia juga terkekeh geli .
“Sini biar kupakaikan celemek “ Ditengah proses memasak mereka baru Hans tersadar dan Angel tidak menolak .Hans memasangkan celemek ke tubuh Angel agar dari belakang lalu mengikatnya di bagian belakang Angel .
“Selesai cup...cup...cup” Sempat-sempatnya mencuri ciuman di pelipis Angel .
Kali ini Angel tidak mau mereka tingkah semena-mena kekasihnya itu dia membiarkannya .
“Tidak ada yang perlu dibantu lagi .Sebaiknya kamu duduk santai dengan juna .Aku akan menyelesaikannya dengan cepat .” Tutur Angel lembut
Hans tidak mendengarkan Angel malah lengket seperti lem meneliti tubuh Angel dari belakang .
“Sana kenapa masih disini “ Seru Angel .Bukannya membantu Hans malah membuat pekerjasn semakin lama selesai .
“Kau ini .Aku mau disini kenapa mengusir dari tadi “ Diciumnya leher Angel hingga membuat Angel kegelian .” Astaga jangan menciumiku .Aku berkeringat ini “ Memuat kepalanya agar bisa melihat Hans .
“Akan kuambilkan tisu “ Hans beranjak mencari tisu.
Angel menumis sayuran dengan telpon, api kecil juga Sudah dinyalakan .Spatula digunakannya untuk mengaduk-aduk agar tumisan bisa matang merata .Tangannya juga sesekali menggerakkan taplon dan membalik sayuran yang sudah mulai layu .
Hans mengambil tisu dimeja rumah tamu kemudian berlalu tanpa menyapa calon adik iparnya . Juna mulai memejamkan penciumannya ,perutnya menggelorok minta diisi makanan .Tapi dia tidak beranjak dari tempat duduknya .kepalanya disandarkan pada sofa melihat ke arah dapur .
Sentuhan di bagian lehernya membuat Angel berjingkit .” Mengejutkan saja “ Angel hendak berdecak dengan kelakuan kekasihnya itu yang tanpa aba-aba menyeka keringat di bagian lehernya .
“Sudah lanjutkan sana.” Hans masih sibuk menyeka keringat Angel bahkan dahi Angel tidak luput untuk menjadi sasaran tisu yang dipegangnya .
Angek segera melanjutkan memaksanya setelah selesai dengan proses menumis .Dilanjutkannya mendasar telur .Pergerakan Angel Mandai terbatas karena Hans tidak melepaskan belitannya dari tubuhnya .Bahkan Angel harus memiringkan kepalanya karena Hans bertumpu pada bahunya .
“Apa yang mereka lakukan .Astaga kakaku dikuasai laki-laki itu .Sudah seperti cicak yang tidak mau berpisah .” Juna berdecak melihat dua sejoli yang seperti menikmati proses memasak di dapur .
“Dek sini makan “ Mata Juna bebinar bahkan setengah berlari menuju meja makan . “Wah ...” Satu kata Juna terperangah bahkan sepertinya salivanya hampir menetes karena terlalu senang .
“Udah makan aja nomor satu, bantuin nggak! .” Angel mendelik ke arah adiknya itu malah hanya ditanggapi cengiran tak berdosa dari Juna .
“Makan yang pelan “ Seru Angel .Juna makan sangat cepat dengan suapan besar juga .
“Kau juga makan ini “ Hans menyedokkan tumisan sayur ke piring Angel .” Terima kasih “ Ucap Angel .
Mereka makan dengan keadaan sunyi tanpa banyak bicara .Juna asik dengan pikirannya sesekali makan .Sedangkan Hans asik dengan memperhatikan Angel yang makan disampingnya .Dia membayangkan jika suatu hari nanti akan menikahi Angel .Suasana seperti ini pasti akan sangat disukainya .Bibirnya mengulas senyum lebar hanya dengan membayangkan itu aja menyebutnya senang setengah mati .
“Adikmu sekolah di mana ?.Kenapa baru kali ini aku melihatnya “ Hans membuka pembicaraan .
“Aku sekolah di SMA xxxx .Mau pulang jadi nginap dulu dirumah kakak “ Juna menyayat merasa dirinya yang ditanyakan .
“Ehm.” Hans manggut .Sebenarnya Hans bukan tipe yang memulai pembicaraan lebih dulu .Dia Hanya sedikit penasaran dengan adik kekasihnya itu .Tatapan Juna masih belum bersahabat dengan Hans .Wajar saja dia baru bertemu sekilas dan belum yakin dengan laki-laki ini.Dia seperti menghentikan posisi ayahnya menilai lebih dalam tentang Hans .
“Selesai makan langsung pulang! .Kak aku mau mandi ya “ Hans mengerutkan keningnya ,merasa sebal dengan tingkah adik Angel .Sedangkan Angel sendiri tampak hati-hati melihat ke arah Hans .
Juna kamu jangan bikin Masalah dek .
***
“Apa adikmu memang seperti itu?! .Terus mengawasimu seperti seorang bapak yang menghawatirkan putrinya .Dari sisi mana pun aku tidak terlihat jahat-jahatnya .” Hans memberengut .Matanya langsung bertatapan dengan juna yang setia berdiri didepan pintu laki-laki itu terlihat tampan .Postur tubuhnya juga bagus untuk seukuran anak SMA .
Astaga Juna memang minta diomelin nih.
“Haha jangan diambil hati .Sudah sana pulang “ Angel berusaha mendorong Hans .
Hans malah memeluk Angel lambat. Lalu Menghadiahkan kecupan singkat dikening Angel .”Aku pulang “
“Iya dah...”
Melambai ke arah Hans yang mulai berlalu .Mobil Hans sudah tidak terlihat .Angel segera mengambil langkah lebar menuju rumahnya .
“Kenapa bersikap kaya gitu sama kak Hans!” Bentak Angel saat dia sudah masuk rumah .
“Sabar kak ini ujian .Juna lagi nguji pacar kakak aja .Haha seru deh ...” Tenyata Juna dari tadi bermain peran seolah-olah dia tidak suka dengan Hans .Yang paling terpenting untuk Juan ya pilihan kakaknya dia hanya perlu menilai .Dan penilaiannya untuk Hans .Wajah 100% ,Suara 100% bagus ,sikap gentelmen perhatian .” Cocok Untuk jadi Kakak ipar “ Juna tetawa .Angel terperangah dengan tingkah adiknya .Pantas saja adiknya itu terlihat berbeda. Ternyata sedang bermain peran toh.
Angel geleng-geleng kepala dan berlalu malas mendengarkan ocehan adiknya .Dia mengantuk dan tidak sabar untuk berbaring di ranjangnya .
Malam pajang baru dimulai .Kekehan adik Angel masih saja terdengar ternyata Juna menonton televisi di ruang tamu dengan bergelung selimut di malam buta.
*
*
__ADS_1
Berambung
Happy reading