
Rasanya Hans sangat tidak suka menunggu. Dia pikir saat mengungkapkan perasaan akan langsung dijawab. Ternyata berbeda dengan wanita yang dia sukai saat ini. Setelah kejadian semalam Hans belum juga mendapat jawaban.
Mungkin Hans yang harus bertemu dengan Angel, tidak menunggu seperti ini. Tapi sebelum itu dia harus punya rencana yang matang, ia kemudian menggerakkan jarinya dengan lincah pada papan seluncur Google.
Mencari tempat yang romantis dekat dengan pinggir air dan alunan musik yang romantis .
Ulasan senyum kemenangan terbit di bibirnya. Lokasi yang sesuai dengan kriteria sudah di dapatkan. Sekarang ia hanya perlu menghubungi Angel.
Dret dret dret
Jantungnya terasa berdetak lebih cepat di setiap detik panggilan.
Nomor yang dihubungi tidak lain adalah Angel. Hans menunggu sembari masuk ke ruang ganti yang ada di kamarnya, ia mengapit ponselnya diantara bagian bahu dan telinga.
“Halo, iya pak? “langsung mendapat jawaban dengan suara yang sopan dari seberang sana.
“Ku jemput 30 menit lagi.” Langsung to the point.
Yang diseberang telpon nampak nya kaget. “Eh Ini ada apa pak?–,Apa pekerjaan dadakan ? ”Angel menebak ke arah pekerjaan.
“Bukan, tapi ada yang mau kubicarakan.” Nada suara Hans terdengar rendah.
Wajah Angel seketika memanas, dia sekarang paham ke mana arah tujuan Hans.”Ba-baik pak saya akan segera bersiap.”
“Bagus. ”Hans berkaca di cermin setelah mengambil satu stel pakaian.
“Kalau begitu saya akhiri pak.”
“Iya. “Panggilan telepon diputus .
Hans sudah memilih baju yang cocok untuk dirinya, berlama-lama bercermin hanya untuk memastikan tidak ada yang kurang dalam penampilannya saat ini. Setelah dirasa sempurna dia menyambar kunci mobil dan mulai berjalan keluar.
Hans mengendarai mobil ,dia berusaha bersikap tenang otaknya berpikir merangkai kata yang cocok saat pertemuan dengan Angel nanti .
***
~Rumah Angel
Angel tidak sesibuk Hans yang berusaha tampil maksimal. Dia hanya menggunakan baju lengan panjang berwarna putih dengan pita bagian depan dan celana jeans, nampak tampilannya sangat sederhana. Polesan make up tipis dan rambut yang diikat setengah dengan bagian setengahnya lagi dibiarkan tergerai jatuh dengan bebas. Anting kecil mungil juga digunakan.
Sudah siap dia langsung menunggu di depan rumahnya .Tidak ingin membiarkan sang atasan menunggu dirinya . Sungguh Angel kau sangat lucu seharusnya jangan bersikap seperti itu, Hans juga tidak akan memperhatikan jabatan ketika bersamamu .
***
Sampai di rumah Angel dari kejauhan Hans dapat melihat seorang wanita yang menunggunya. Keningnya berkerut dalam tidak suka dengan yang Angel lakukan.
Angel nampak memasang senyum saat Hans berjalan dengan langkah lebar menuju dirinya. Meninggalkan mobilnya sebentar.
“Selamat malam pak.” Sapa Angel
“Kenapa menunggu diluar?!”
Angel terkejut dengan nada Hans yang terdengar menyorot.
“Sa-saya baru saja menunggu pak, tidak lama kok. Sekalian mencari udara segar sembari menunggu kedatangan Anda.”Tutur Angel berbohong walaupun tidak sepenuhnya. Maksud niat baik tadi, tapi melihat raut wajah atasannya yang nampak tidak suka mungkin itu hal yang salah telah Angel lakukan.
“Oh kukira kau menunggu Sedari tadi.”
Tunggu Angel merasa ada yang berbeda dari cara bicara atasnya itu. Hans sekarang berbicara santai dengan Angel. Angel nampak merasa tidak nyaman itu artinya Hans sudah mulai melewati batas antara karyawan dan atasan sekarang.
“Baiklah ayo kita pergi sekarang. ”Ajakan Hans menghentikan pikirannya.
“Baik pak. ”Sahut Angel cepat.
Berjalan cepat menuju mobil tidak ingin atasannya menunggu dirinya sudah sampai di sampingnya mobil dan ingin membukanya namun Hans menghentikannya . Laki-laki itu mengambil alih untuk membukakan pintu , kemudian menutupnya dengan pelan.
Astaga pikiran Angel seketika tidak menentu, sikap Hans yang sekarang sedikit membuat hatinya goyah, Hans menunjukkan terang-terangan perhatian kepadanya.
__ADS_1
Mengendarai mobil dengan tenang tanpa banyak bicara, hanya pikiran yang sibuk merangkai kata.
***
Tempat reservasi pilihan Hans.
Saat Angel memasuki tempat ini dia nampak kagum .Banyak lampu-lampu kecil menghiasi sudut-sudut menuju tempat mereka. Ada juga orang yang memainkan biola menambah kesan romantis tempat ini. Dan lagi, lilin-lilin yang dinyalakan tak terhitung jumlahnya. Menerangi nuansa yang tak terlalu terang.
“Wah tempat ini sangat indah pak. ”Angel memuji dengan polosnya, mengungkapkan kekagumannya kepada sang atasan yang berada disampingnya .
“Bagus kalau kau menyukainya .” Hans menampilkan senyum tipis
Apa maksudnya itu, ada nada kemenangan dari suara Hans. Angel mengigit bibir bawahnya. Kenapa Hans harus bersikap seperti ini. Angel sudah merasa nyaman dan tenang dengan status mereka sebagai atasan dan bawahan. Namun Hans sekarang berusaha menjalin hubungan lebih dari sekedar atasan dan bawahan. Angel Menghela nafas kasar.
“Sebenarnya, apa yang Anda pikirkan pak? Kenapa Anda menyukai saya, dilihat dari sisi manapun saya tidak layak, jika dibandingkan dengan para wanita yang selalu mengejar dan berusaha berada di lingkaran hidup Anda.” Bantin Angel bertanya lirih.
Langkah kaki mereka membawa menuju ke sebuah meja yang telah Hans reservasi, buku menu tersedia dengan apiknya didepan mereka .
***
Mata Angel mengedar berusaha mengurangi canggungnya situasi.
“Pesan yang kau inginkan ,tidak mungkin kan kau hanya menikmati tempat ini.”Ucap Hans menyadarkan Angel yang kala itu sibuk melihat sekeliling .Ditempat ini bukan hanya mereka berdua tapi juga banyak pasangan lain ,jarak sudah diatur sedemikian rupa untuk kenyamanan pelanggan.
“Baik pak.”
Angel melihat buku menu ,harga makanan disini ternyata cukup merogoh koceknya .Haruskah dia memesan atau tidak ,dia dilema .Tapi rasanya akan tidak nyaman jika Angel hanya melihat sang atasan makan dengan lahap.
Akhirnya dia memesan satu menu yang dengan harga agak sedikit rendah dia juga tidak tahu menahu makanan apa itu.
Berbeda dengan Hans .Laki-laki ini memesan banyak sekali makanan ,hingga membuat kening Angel berkerut dalam .Bisakah sang atasan menghabiskan pesanannya tadi .Setelah mendapat anggukan dari Hans sang pelayan pergi .
Sekarang mungkin saatnya, pikir Angel.”Em pak...untuk yang anda minta kemarin...” Belum selesai dia bicara, Hans sudah memungkasnya.
“Kita makan dulu sebelum membicarakannya. Kau seperti tidak mengetahui urutan cara melakukan pembicaraan Angel. ”Tutur Hans agak sedikit menyindir bahwa ini bukan saat yang tepat.
“Eh bu-bukan begitu ...baiklah. ”Angel menjawab pasrah.
15 menit kemudian makanan mulai disajikan. Angel mulai mencari-cari makanan mana yang ia pesan tadi. Melirik penyaji makanan ingin bertanya namun malu. Ia belum mengangkat tangannya untuk mengambil makanan.
“Makan ini...”Hans menyerahkan satu piring makanan yang baru saja dia lakukan proses untuk memudahkan Angel memakannya .Ternyata Hans memang sengaja memesan makanan banyak ,tau dengan gelagat Angel yang akan sungkan dengan situasi.
“Semua makanan ini untuk kita ,jadi jangan merasa malu atau terbebani .Aku yang mengajakmu, jadi aku juga yang akan membayar semuanya. “Jelas Hans
Angel nampak terdiam tidak nyaman .”Eh tidak pak..saya akan mem..”
“Sudah kubilang aku yang akan membayarnya .Cepat makan! “Tukas Hans
Alunan melodi biola menemani mereka. Rasanya sangat menyenangkan makan ditempat seperti ini.
Makan dengan hati-hati tidak ingin tergesa-gesa sesudah beberapa saat hanya suara dentingan sendok dan piring mereka pun selesai makan.
Hans mengajak Angel untuk berdiri di dekat pinggir air, lilin-lilin juga nampak berjejer disana.
“Apa jawabanmu. “ Tanya hans berusaha dengan suara yang tidak menuntut ,namun dia juga merasa gelisah.
Angel menatap Hans dengan hati-hati dia mulai menggunakan ucapan yang tidak menyakitkan hati si pendengar. “Bisa saya tanya alasan Anda mengatakan itu kemarin malam.”
Hans sungguh tidak menyangka ,akan mendapat pertanyaan interogasi lebih dulu.
“Tentu saja karena aku menyukaimu .”Jawab Hans cepat,membuat Angel tertegun sebentar .
Hans mengubah posisi dirinya benar-benar sempurna menghadap Angel ,mereka saling berhadapan. Hans menatap dalam manik mata Angel, keheningan tercipta.
“Saya rasa Anda harus menghentikan ini semua pak.” Rupanya Angel menolak ungkapan perasaan Hans
Raut wajah Hans nampak menegang.”Kenapa?”Jika Hans berpikir tidak ada alasan dirinya untuk bisa ditolak dari segi manapun dirinya sangat luar biasa, dan pasti sangat diinginkan semua wanita.
__ADS_1
“Banyak yang menghalangi Anda dan saya untuk bisa menjadi kita .”Tutur Angel, saya tangan mulai meremas tangan lainnya matanya tak bisa fokus menatap mata Hans.
“Apa salah satunya?! ,aku akan menghilangkan hal yang menghalangi itu!”Hans berucap nampak serius. Tentu saja memangnya apa yang menghalangi mereka?
“Umur, jabatan, gaya hidup, semuanya berbeda pak, intinya, saya dan Anda berada dalam kelas yang berbeda. ” Angel berucap cepat.
Hans nampak terus melihat Angel tanpa mengalihkan pandangannya .Baiklah sepertinya dia harus melakukan argumen tingkat tinggi dengan Angel sekarang.
“Jangan memberikan alasan yang berkaitan dengan umur ,karena itu sama sekali tidak mempengaruhi .Gaya hidup ?...aku tidak boros seperti kebanyakan orang-orang kaya diluar sana kujamin jika kau menjadi pasanganku ,kita akan melakukan segala sesuatu tanpa melihat label .”
Penuturan Hans yang begitu dalam seketika membuat Angel terdiam. Hans membuka diri kepadanya sekarang.
“Dan untuk jabatan jika kau memandang itu sebagai alasan kita tidak bisa bersama ,maka kau harus mengubah pola pikirmu. Kalau di dunia ini jabatan menjadi penghalang setiap pasangan bersatu—, maka tidak ada yang akan benar-benar mendapatkan cinta ,karena sibuk mencari orang yang setara dengan mereka. “Tutur Hans panjang lebar dengan nada hati-hati
“Jangan memperumit semuanya dengan alasan seperti itu.” Manik mata Hans sekarang melumpuhkan Angel, hatinya benar-benar goyah. Keseriusan itu terlihat jelas.
Angel lagi-lagi hanya bisa terdiam ,mulutnya tidak bisa membantah perkataan Hans .
“Tapi saya merasa tidak pantas untuk Anda pak. Jangan membuat saya goyah dengan cara bicara Anda yang sangat luar biasa.”
“Tanyakan pada dirimu ,apa kau benar-benar tidak tertarik dengan seorang Hans Prasetyo. ”Tanya Hans dengan raut wajah serius, kesabarannya dibuat habis dengan Angel.
Angel terdiam bertanya pada dirinya .Tertarik tentu saja dia tertarik namun dia takut untuk melewati batasan antara mereka .
Dia mengigit bibir bawah berusaha mengungkap rasa dihati, dan nampaknya belum benar-benar bisa ia telaah.
“Sepertinya tidak pak. ”Angel berharap jawaban ini segera mengakhiri pembicaraan mereka, dia sudah berbohong sekarang demi membentengi diri .Dia bahkan tidak mengerti membentengi diri, dari apa?
“Kau berbohong. ”Desis Hans dengan raut wajah penuh kekecewaan. Rasa kecewa yang terlihat jelas di mata Hans, membuat Angel terenyuh. Tidak pernah sekalipun ia melihat tatapan itu di diri seorang Hans, baru kali ini ia melihatnya. Dan itu membuat hatinya merasakan kegundahan.
***
Di dalam mobil
Mobil melaju membelah jalanan ,Hanya ada keheningan di dalam mobil ini .Berbeda dengan keheningan saat mereka berangkat yang nampak baik-baik saja .Laki-laki disampinya ini nampak kecewa pikir Angel.
Berada di depan rumah Angel juga dalam keheningan.
Rasanya sangat canggung berada dalam situasi ini .Hans terus saja menatap Angel tidak mau beralih ke tempat lain.
“Maaf pak, jika saya sudah melukai perasaan Anda. ”Ucapan Angel bukan sebagai angin segar untuk Hans . Kata maaf bukan yang Hans inginkan saat ini.
“Kau merasa bersalah menolak ku?” Ucap Hans nampak terdengar dingin.
“Jika seperti itu seharusnya kau terima saja kenapa kau malah menolak ku?!”Gerutu Hans.
Angel berusaha mengukir senyum di wajahnya." Ada alasan lain yang membuat saya berpikir untuk tidak menerima Anda. “Hans nampak terdiam ,menunggu angel bicara. “Saya rasa Anda hanya merasa terbiasa dengan diri saya.”
“Aku yang mengetahui perasaanku sendiri !” Tukas Hans segera, suara Hana yang meninggi membuat Angel terdiam.
Tatapan mata Hans berubah sekarang ,terlihat sayu dan tak percaya diri.Tidak seperti dirinya yang biasa.
“ Angel...”
Angel mendongak dan benar-benar menatap serius wajah pria di hadapannya ini.
“Aku punya banyak kelebihan dalam segala hal...”Tuturnya membanggakan diri.Iya Angel mengakui itu benar, walaupun terkesan sombong tapi nyatanya yang dikatakan Hans memang benar adanya.
Jantung Angel rasa berdegup kala Hans menepis jarak diantara mereka ,melepas jas yang membalut tubuhnya. Dan meletakkan di tubuh mungil Angel, mata Angel melebar sedikit terkejut. Dia tidak melepaskan Angel, mengapit jas dengan kedua tangannya.
Manik mata Hans menghujam manik mata Angel, bagaikan terhipnotis Angel tak bisa beralih menatap hal lain. Tatapan Hans sekarang berubah.
“Beri aku kesempatan. Aku akan membuatmu juga menyukaiku. Aku akan berusaha Menyentuh hatimu yang paling terdalam .”Hans mengatakan itu penuh perasaan. Hati Angel berdesir—, disana ia dapat menemukan rasa tulus dari ucapan Hans.
“Udaranya dingin jadi cepat masuk sekarang.” Ucap Hans dengan nada lembut.
***
__ADS_1
Masuk ke dalam rumah, Angel terdiam dibalik pintu, otaknya masih mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Matanya menatap jas yang membalut tubuhnya.