AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Mulai Mencari


__ADS_3

Setelah mengantarkan Diana pulang, Keanu menghampiri kamar Kenzo. Selain ingin menanyakan tentang perusahaan di Jerman, kaka beradik itu ingin mengobrol karena sudah 8 tahun tidak bertemu.


tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Kenzo.


"Masuk!" Teriak Kenzo mempersilahkan masuk. dia sudah tahu pasti adiknya yang datang dan akan menegur dirinya karena kesalahan ucapannya tadi.


Kenau masuk dan melihat- lihat kamar yang selalu kososng, kini sudah ada penghuninya. Dulu Keanu sering masuk kedalam kamar ini jika merindukan Kenzo.


"Sepertinya kakak sedang sibuk." Ucapa Kenau.


"Hanya merapikan koper, sebentar lagi juga selesai." Kenzo masih merapihkan barang-barangnya tanpa melihat kearah Keanu.


"Nu, Diana baik-baik aja kan? sorry, aku gak tau kalau Diana bukan wanita yang dulu selalu kamu obrolkan."


"Kakak gak salah, memang aku gak pernah membicarakan Diana kepada kakak. karena kakak pasti sibuk bekerja."


Kenzo menarik kursinya dan duduk berhadapan dengan Keanu yang duduk di kasur.


"Kenapa kalian putus? aku pikir kamu menikah dengan cinta pertama kamu." Tanya Kenzo penasaran. karena dia tidak pernah memiliki kisah cinta seperti adiknya. jadi Kenzo belum pernah merasakan putus cinta dan alasan pasangan harus berpisah.


"Ada alasannya." Ucap Keanu menghindar dari pembahasan tentang mantan pacarnya.


"Sepertinya aku tidak boleh tahu, baiklah." Kenzo kembali meneruskan merapikan barang-barangnya yang belum selesai.


"Apa sampai sekarang kakak belum menemukan seseorang yang bisa membuat hati kakak bergetar?" Sama halnya dengan Kenzo yang penasaran, Keanu pun penasaran, kenapa kakanya belum juga menemukan wanita yang cocok dengan dirinya. Apa karena standar wanita kenzo tinggi? Sehingga dia kesulitan mencari yang cocok. Entahlah hanya Kenzo yang tahu isi hatinya.


"Ini agak aneh sih, apa bisa ini di sebut jatuh cinta pada pandangan pertama?" Tanya Kenzo kembali dusuk di kursi menghadap adiknya. Kalau masalah percintaan adiknya pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang ada di benaknya.


Mendengar ucapan Kenzo, kenau merubah posisinya untuk lebih menyimak, karena Kenzo akan mengatakan hal yang serius.


"Apa telah terjadi sesuatu?"


"Aku sempet nabrak seorang wanita, dan entah mengapa ada sesuatu di dalam sini yang sulit untuk di jelaskan." Tutur Kenzo menepuk dadanya sendiri.


"Seperti apa? apa jantung kakak yang berdetak kencang? atau kakak selalu membayangkannya? atau dada kakak seakan ingin meledak?" Keanu menjabarkan semua perasaan saat seorang jatuh cinta.


"Sepertinya aku merasa seperti yang disebutkan tadi."


"Fix, itu benar. siapa wanita beruntung itu?" Tanya Keanu, namun Kenzo menggelengkan kepalanya, menjawab pertanyaan adiknya.


"Apa maksud isyarat kepala itu?" Tanya Keanu yang tidak mengerti.

__ADS_1


"Aku gak tahu siapa dia, wajahnya tertutup masker, dan hanya meninggalkan ini, yang kebetulan tersangkut di pakaian yang aku gunakan." Kenzo memgambil anting dari laci mejanya dan menujukan kepada Keanu.


"Sebuah anting. apa ada petunjuk lain? sepertinya akan sulit menemukan dengan hanya sebuah anting." Ucap Keanu. dan memang itu sangat sulit.


"Ini anting limited, kamu bisa lihat!" Kenzo menujukan gambar di layar laptopnya.


Keanu memperlihatkan layar laptop dan anting yang ada di tangannya.


"Apa aku harus mencarinya?" Tanya Kenzo kemudian. Kenzo memang sangat penasaran dengan wanita itu, tapi melihat dari kecil kemungkinan menemukannya, membuat Kenzo berkecil hati. Dia ragu bisa menemukan wanita itu.


"Kakak harus cari dia, Karena aku tahu kakak adalah orang yang sulit sekali jatuh cinta. Sudah beberapa wanita yang aku kenalkan, tapi tidak ada satu pun yang bisa menarik perhatian kakak."


"Itu jaman aku SMA!"


"Aku tanya, selama kakak di sana, apa ada yang menarik perhatian kakak? Tidak adakan! baru wanita yang kakak tabrak saja. Dan itu berarti kakak harus cari dia sampai dapat."


Kenzo mendengarkan setiap kata yang adiknya ucapkan, dan semuanya benar, baru wanita misterius itu saja yang bisa menggetarkan hatinya.


"Semangat kak, semoga berhasil!" Ucap Keanu sebelum pergi meninggalkan kamar Kenzo.


...※※※※...


"Hai Ra..., Melly mana? bukannya kalian selesai duluan tadi?" Tanya Gea yang baru saja datang menghampiri meja kantin yang di tempati Aura.


"Liat apa sih?" Gea yang seakan tidak di perhatikan Aura, membalikan laptop itu dan melihat apa yang sejak tadi di lihat aura


"Ya ampun Ra, gak usah lihat-lihat Keanu lagi." Ucapnya Kesal, ternyata yang di lihat Aura adalah photo-photo pernikahan mantan kekasihnya.


"Gak sengaja muncul." Ucap Aura beralasan.


"tapi Ge, aku kok ngerasa gak mungkin Keanu ninggalin aku seperti ini." Di dalan hatinya Aura masih tidak yakin dengan kenyataan yang ada, Keanu yang Aura kenal tidak akan berbuat seperti itu.


"Aduh Ra, udah jelas dia sekarang jadi suami orang. Kamu sama sekali belum bisa melupakan dia?"


"Aku gak tahu, tapi setiap melihat Keanu dengan Diana aku ngerasa sakit. Aku sadar ini semua karena aku yang pergi." Aura memegangi dadanya yang merasa sesak.


"Aduh...Melly mana lagi? dia paling bisa ngadepin kamu kalau lagi sedih gini."


"Aku baik-baik aja kok." Ucap Aura tersenyum, kemudian menutup laptopnya.


Setelah melihat Aura tidak lagi sedih, Gea memberanikan diri untuk mengajak Aura untuk pergi dengannya.


"Ra besok kamu ada acara?" Ucap Gea tersenyum-senyum seperti menginginkan sesuatu.

__ADS_1


Aura yang melihat Gea menaikan sebelah alisnya.


"Kenapa?"


"Jadi partner aku datang ke pesta ulang tahun Sean, please...!"


"Kenapa aku lagi? aku gak cocok sama anak-anak." Aura sudah menduga pasti ada maksud dari senyuman Gea.


"Aku mohon bantu aku, janji ini yang terakhir." Gea memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya.


"Jelas ini terakhir, karena tahun depan aku sudah tidak di sini." Jawab Aura, dia masih saja menolak. karena jika mengingat tahun-tahun kemarin, sangat kerepotan, harus membantu menenangkan anak-anak yang menangis, ada yang susah diam, ada yang berlarian. sangat memusingkan.


"Nah itu dia, bantu aku. Karena kita sudah terbiasa melakukan ini tiap tahun."


"Ah... terserah deh." Ucap Aura menyerah, susah untuknya menolak keinginan Gea.


...※※※※...


Pesta pernikahan Keanu dan Diana sedang berlangsung, semua rangkaian acara di lalui dengan khidmat. banyak dari teman-teman Keanu yang datang juga beberapa teman-teman Diana juga datang, karena Diana hanya mengundang beberapa teman dekatnya saja.


Sudah biasa di hari pernikahan, sanak keluarga datang, apalagi di pesta kali ini ada Kenzo yang sudah lama tidak bertemu keluarga besarnya. Dan banyak di anatar mereka yang menanykan kapan Kenzo menyusul adiknya menikah, banyak juga yang menjodohkan Kenzo dengan anak rekannya itu semua membuat Kenzo gerah dan dia berusaha menghindar.


Kenzo yang merasa lelah setelah menjalani rangkaian prosesi pernikahan adiknya, pamit untuk mendahuli keluarganya pulang kerumah, bahkan dia tidak ikut mengantarkan sang adik berangkat ke Jerman.


Saat memasuki kamarnya, dia melihat laptop dalam mode sleep di mejanya, ternyata dia lupa untuk mematikannya semalam. dia pun menekan tombol dan layar laptopnya masih memperlihatkan gambar anting. Kenzo memandangi layar laptopnya, terlihat sangat indah, sepasang anting bertahtakan berlian, dia Kembali membuka anting wanita misterius itu dan menyamakan kembali gambar anting dengan anting asli yang ada di tangannya, semakin di lihat semakin memancarkan cahaya kemilaunya.


Tak terasa Kenzo menyuguhkan senyumnya, Kemudian Matanyapun beralih, tepat ke samping laptop, Selembar photo seorang wanita yang akan menjadi istrinya kelak tergeletak begitu saja, rupanya dia lupa untuk menyimpannya.


Tanpa sadar Kenzo pun memperhatikan wanita tersebut. Wanita dengan Rambut sedikit kecoklatan terikat rapi, mata bulat sempurna, dengan hidung mancungnya.


"Aura winston." gumamnya, Lalu Kenzo membuka laci Mejanya dan menyimpan photo tersebut di dalamnya.


Kenzo membaringkan dirinya di atas kasur, kembali mengingat wanita yang bertabrakan dengannya, dia benar-benar tidak bisa melupakan matanya, mata sembabnya, terlihat bahwa dia sedang menyimpan banyak kesedihan.


Kenzo meraih ponselnya, dia mulai mengetik nomor kenalannya yang merupaka penyelenggara acara reuninya kemarin.


"Hallo Alex...!" Kenzo menceritakan tujuan dia menelohon, tanpa menceritakan kejadian sebenarnya.


Kenzo menanyakan apakah ada wanita yang kehilangan anting, sebab dia menemukan anting yang merupakan barang yang sangat berharga.


"Oke Ken, aku akan hubungi lagi, setelah mendapatkan informasi." Jawab Alex menutup telphonnya.


Kenzo menebak pemilik anting itu adalah mahasiswi di kampus tersebut, jadi akan lebih mudah mencari dari orang-orang terdekat.

__ADS_1


Jika tidak ada kemajuan, maka langkah selanjutnya adalah mendatangi tempat perhiasan itu di jual. dan menanyakan langsung. Meski tidak akan mudah membuka informasi pribadi dari seorang client. Namun setidaknya harus Kenzo coba.


__ADS_2