
Aura mengikuti Keanu untuk masuk kedalam apartment, terlihat sama tidak ada yang berubah dari terakhir kali Aura datang dan menginap disana.
"Kamu bisa istirahat dikamar ini. aku akan siapkan makan siang, dan kamu harus menceritakan semua yang telah terjadi juga kehamilan kamu itu." Ucap Keanu begitu berada di kamar lalu kemudian pergi membiarkan Aura beristirahat.
"Terimakasih Nu." Ucap Aura dengan mata yang berbinar, Aura sangat terharu karena semua kebaikan Keanu.
Keanupun menutup pintu kamar, meninggalkan Aura untuk mengistirahatkan tubuhnya, apa lagi saat ini Aura sedang mengandung, pasti dia sangat kelelahan.
Aura menatap keseluruh penjuru kamar, kemudian dia mengitari dan melihat seisi kamar yang tak berubah saat terakhir dirinya datang.
Diapun terkekeh, menatap pantulan dirinya di cermin, seakan masih tak menyangka dia sudah berada di temapt yang sangat jauh sekali dengan Seteven. Baru saja beberapa jam yang lalu dia sempat berada di satu meja dengan Seteven, kini Seteven pasti tengah Kalang kabut mencari dirinya.
...****************...
Keanu yang baru saja keluar dari supermarket setelah membeli bahan makanan untuk ia olah, juga membeli stok makanan untuk Aura selama tinggal di apartmentnya.
"Aku lupa, aku harus membeli beberapa pakaian untuk Aura." Ucapnya kemudian mebelokan mobilnya menuju arah mall.
Keanu segera masuk kedalam store pakaian wanita, dia mulai berkeliling dengan wajah bingungnya. dia sama sekali tisal pengalaman dengan masalah seperti ini.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seseorang pelayan tempat tersebut.
"Saya sedang mencari pakaian wanita, tubuhnya tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar dan sedang hamil sekitar 5 bulan." Pinta Keanu sedikit canggung.
"Mohon tunggu, akan saya bawakan beberapa pakaian yang anda maksud." Jawab pelayan itu kemudian pergi meninggalkan Keanu.
Sambil menunggu Keanupun melihat-lihat pakaian lainnya, dia juga melihat beberapa pakaian dalam. cukup sungkan karena dia merasa sedang di awasi, namun itu hanya perasaannya saja.
"Apa anda juga perlu pakaian dalamnya?" Tanya pelayan tadi yang sudah membawa beberapa pakaian untuk Keanu.
Keanu yang terkejut segera mepelaskan tangannya dari pakaian dalam yang menggantung itu.
"Ya, tolong pilihkan beberapa." Jawabnya cepat.
"Maaf pak, ukuran berapa?" Tanya pelayan itu lagi, sontak saja Keanu terdiam, karena dia tidak tahu Aura memakai ukuran berapa.
Lalu Keanu menyisir menatap seluruh orang yang ada di dalam store tersebut. Sambil berbisik Keanu menujuk kesatu arah.
__ADS_1
"Kira-kira seperti wanita disana." Ucap Keanu yang merasa sangat malu, karena kini pelayan itu tersenyum kearahnya.
"Baiklah pak, saya akan membawakannya." Ucapnya yang kemudian pergi lagi.
Keanu tidak tahu akan sesulit itu berbelanja kebutuhan wanita, pantas saja para wanita sangat lama jika masalah memilih pakaian.
Tak lama oelayan tadi pun datang dengan beberpa pakian dalam di tangannya.
"Saya ambil semua." Ucap Keanu yang kemudian berjalan menuju kasir dengan di ikuti pelayan tersebut.
"Anda suami penuh perhatian. Terimakasih sudah berbelanja di tempat kami." Ucap kasir tersebut memberikan barang belanjaan milik Keanu.
"Sama-sama." Jawab Keanu singkat kemudian pergi dari store tersebut.
"Suami perhatian." Ulang Kenau dengan tersenyum dan menatap belanjaanya. memang seperti ini rasanya jadi suami yang penuh perhatian kepada istrinya. Dan itu belum pernah ia lakukan, bahkan saat bersama Diana dulu.
Sesampainya di apartmentnya keanu segera membuka belanjaanya, dan beberpa ia masukan kedalam kulkas. Sebelum mulai memasak, ia terlebih dahulu menuju ke kamarnya untuk melihat keadaan Aura.
Keanu kemudian megang gagang pintu lalu dibukanya dengan perlahan, dan dia melihat ternyata Aura sedang tertidur sangat pulas.
Dengan langkah pelan, ia masuk kedalam kamar dan mendekati Aura. Setiap melihat wajah Aura dia selalu meras bahwa Aura sedang memendam masalah yang sangat berat. Dia sangat berharap bisa membantu semua permasalahan Aura.
Setelah menengok Aura yang tertidur, barulah keanu kembalinke dapur dan memulai memasak makan siang untuk mereka berdua. Dia sama sekali tidak kelelahan walaupun sudah melalui perjalanan yang sangat jauh.
Saat semua masakannya selesai, tiba-tiba ponselnya berdering, diapun menoleh dan ternyata Gea yang menelphonnya.
Kenau segera melepaskan apronnya dan mengangkat panggilan dari kekasihnya itu.
"Kamu Dimana Nu? tadi Kak Kenzo mencari kamu, dia bilang kamu pulang lebih dulu." Tanya Gea begitu Keanu mengangkat panggilannya.
Keanu gelagapan mendaptkan pertanyaan seperti itu, "Aku ada pekerjaan sayang, nanti malam aku kerumah kamu." Keanu terpaksa berbohong, karena itu semua atas permintaan Aura, dan juga tidak mungin ia mengatakan bahwa ia sedang di apartment dengan Aura, pasti gea akan sedih mendengarnya
"Maaf Nu, aku hanya khawatir, karena kamu tidak ada kabar." Ucap Gea memelankan suaranya. Gea menyesal telah berpikir negatif tentang Keanu.
"Iya sayang, maaf aku membuatmu khawatir." Keanu kemudian menutup telphonnya.
Dia memejamkan matanya merasa bersalah telah membohongi Gea, sementara ia telah berjanji akan bersikap terbuka kepada Gea.
__ADS_1
"Kamu masak apa Nu?" Tanya Aura yang baru saja keluar dari kamar, bahkan wajahnya terlihat masih mengantuk.
Keanu menoleh dia segera bersikap seolah tidak ada yang terjadi. "Aku masak ayam, kamu pasti lapar."
Aura pun segera menghampiri meja yang sudah di penuhi makanan, dan juga buah-buahan.
"Banyak sekali." Ucap Aura.
"Karena kamu sedang hamil, kamu harus makan banyak."
Setelah meluhat Aura selesai dengan makannya, keanu kemudian mulai menanykan apa yang sejak kemarin ingin ia tanyakan kepada Aura.
"Kenapa selama ini kamu tidak bisa di huhungi?" Pertanyaan pertama dari mulut Keanu.
"Aku kecelakaan bersma Seteven, dan entah bagaimana awalnya, saat aku tersadar aku sudah menjadi istri Seteven. Itu hanya pura-pura." Jawab Aura mengulang lagi ke saat-saat dirinya siuman.
Mendengar itu Kenau merasa bingung sebab jika tidak ada pernikahan dengan Seteven lantas bagaimana Aura bisa hamil.
"Lalu kehamilan kamu ini?" Tanya Keanu dengan wajah bingung.
"Ini...," Ucaonya terpotong. kemudian Aura mengusap lembut perutnya. "Ini keponakan kamu Nu." Lanjut Aura yang tentu saja membuat Keanu terkejut juga bahagia, karena Aura dan Kenzo sangat menantikan adanya seorang anak.
"Ini kabar bahagia Ra, kenapa kamu sembunyikan dari kak Kenzo?" Keanu tetap tak paham dengan jalan pikiran Aura.
"Karena Seteven mengkalim ini juga anaknya." Aura tertunduk saat mengatakannya.
"Bagaimana bisa, apa kamu juga tidur dengannya?" Keanu menarik rambutnya seakan tak percaya dengan ucapan Aura.
"Itu dia Nu, aku tidak ingat, Seteven pun tidak mengingatnya, yang pasti aku memang berada di atas ranjangnya, seorang diri. Aku baru bisa mengatakan kepada Kenzo setelah melahirakan anak ini, juga aku akan melakukan tes DNA."
"Tes DNA? apa kamu serius?"
"Ini demi untuk meyakinkan siapa ayah biologis dari anakku ini Nu."
Meski Aura sudah menjelaskan Keanu tetap saja merasa yang di lakukan Aura adalah salah, bersembunyi seperti ini adalah kesalahan.
Aura kemudian menarik tangan Keanu, lalu di gengamnya. "Aku mohon bantu aku Nu!" Dengan sorot mata sayu Aura memohon untuk Keanu membantunya.
__ADS_1
Keanu selalu lemah jika menyangkut tentang Aura, Apa lagi saat ini Aura sedang dalam masa-masa sulitnya, dan dia di takdirkan menjadi satu-satunya orang yang Aura percaya.