
Aura terkejut begitu keluar dari kamar mandi ia melihat Kenzo sudah ada di apartmentnya sedang menemani Kezara, bahakan saat ini Kenzo dengan telaten sedang memberikan susu yang sudah Aura sediakan di botol, mungkin Kezara menangis saat dirinya tengah mandi.
"Kamu sudah datang." Ucap Aura canggung karena tubuhnya saat ini ia hanya berbalut handuk saja.
Tak hanya Aura, Kenzo pun menelan ludahnya saat melihat Aura tanpa busana dan hanya terhalang handuk saja. Wajar saja ia sebagai lelaki normal yang sudah sangat lama memendam hasratnya.
"Baru saja, kamu bisa berpakaian dulu, Kezara aku bawa ke depan." Jawab Kenzo yang menyudahi lamunan nakalnya. Kemudian beranjak meninggalkan Aura.
"Mama kamu masih saja terlihat cantik." Kenzo memuji Aura di depan bayi mungil yang seolah mengerti ucapan Kenzo, karena Kezara merespon denga senyuman.
"Pasti kamu juga akan tumbuh cantik seperti mamamu." Lanjut nya lagi.
Kenzo sudah membayangkan masa depan bersama Aura juga Kezara sangat jauh sekali, bahkan dia juga tersenyum geli saat nanti anaknya memperkenalkan seorang lelaki yang di sukainya.
Kenzo merasa dia tidak bisa menerima lelaki manapun untuk Kezara. karena dia tidak percaya lelaki manapun. Ingin rasanya Kezara tetap bayi seperti saat ini dan hanya akan di gendong oleh dirinya.
"Bagaimana tanggapan papa?" Tanya Aura begitu keluar dari dalam kamarnya. dengan handuk masih membelit rambutnya yang masih basah.
"Papa sudah merestui kita." Jawab Kenzo yang kemudian menuju kamar untuk membawa Kezara ke tempat tidur, karena kini dia sudah terlelp.
"Kami tidak usah khawatir, jika papa sudah merestui, mama juga pasti merestui kita." Lanjut Kenzo kekuar dari dalam kamar dengan membawa hairdryer untuk mengeringkan rambut Aura.
Aura menoleh saat Kenzo mulai melepas handuk,
"Tidak baik membiarkan rambut basah terlalu lama, nanti kamu masuk angin." Ucap Kenzo mulai mengeringkan rambut Aura.
Aura berusaha menyembunyikan bibirnya yang merekah, ada sesuatu yang menggelitik di hatinya. Hanya perlakuan seperti ini saja sudah membuatnya bahagia.
"Selama aku tidak ada, apa kamu tidak terpikir untuk mencari pengganti?" Tanya Aura
"Itu tidak mungkin. Kamu tidak akan pernah terganti Ra." tidak terbesit sedikit pun di pikiran Kenzo untuk mencari wanita lain.
__ADS_1
"Bagaimana jika aku tidak kembali?" Tanya Aura lagi, ia hanya ingin tahu apa yang di lakukan kenzo jika ia benar-benar menghilang.
"Tapi nyatanya kamu kembali sayang." Jawab Kenzo yang kemudian menyimpan hairdryer di tangannya, dan duduk bertekuk lutut di depan Aura, meraih kedua tangan Aura untuk di genggamnya.
"Aura, tidak ada wanita lain yang aku inginkan selain kamu, jadi untuk kedepannya aku mau kamu berjanji untuk tidak lagi pergi dariku." Kenzo menatap lekat kedua mata Aura.
Aura melihat wajah Kenzo yang memohon kepadanya. ia tidak tahu kepergiannya telah melukai hati Kenzo.
"Aku janji, tidak akan pernah pergi lagi dari kamu, tidak lagi membuatmu khawatir." Aura mengusap pipi Kenzo lembut.
Kenzo mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. sebuah kota perhiasan berisikan cinci yang telah ia beli untuk Aura.
"Aku ingin kita segera menikah. Maukah kamu menemaniku di sisa hidupku?" Ini waktu yang tepat bagi Kenzo untuk melamar Aura.
Sorot mata Aura perlahan mulai buram, karena ia sudah mengan air matanya untuk tidak menetes, namun ia sangat tersentuh juga sangat bahagia. Ia merasa Kenzo memberikan seluruh cinta untuknya.
"Aku mau." Ucapnya dengan air mata yang lolos dari pelupuk matanya.
...****************...
Siska sudah siap di meja makan, seperti biasanya ia sekeluarga akan makan malam bersama. Namun saat hendak memulai, Rian mencegahnya dan meminta Siska tidak dulu memulai makan malamnya karena kedua anaknya belum datang.
"Kalau kita menunggu Keanu, kita akan kelaparan. Dia sudah pasti pulang terlambat." Omel siska
" Tunggu saja sebentar lagi." Bujuk Rian, tidak memberitahukan yang sebenarnya.
"Ada apa sih pa, tidak biasanya papa menunggu Keanu datang hanya untuk makan bersama."
"Tuh sepertinya mereka datang." Ucap Rian saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya.
"Mereka? ada orang lain lagi yang kita tunggu?" Tanya siska lagi, karena ucapan aneh suaminya, seolah sedang menunggu banyak orang.
__ADS_1
"Kita akan makan malam bersama kenzo juga Keanu."
"Kenzo juga? kalau begitu kita makan hidangan ini nanti tengah malam." Omel Siska lagi, ia dangat tahu kesibuka anak-anaknya akhir-akhir ini, makan malam dengan pormasi lengkap akan sangat sulit.
"Mama tenag saja. oke." Rian tetap penuh kesabaran untuk menenagkan istrinya.
"Wah... sepertinya makan malam kali ini akan sangat spesial." Ucap Keanu begitu datang dan menarik kursi untuk ia duduki.
"Tanya saja papa kamu, sudah tahu kedua anaknya sibuk bekerja. masih saja ingin makan malam bersama."
"Sepertinya mama marah karena menahan lapar." Ejek Keanu yang tentu saja mendaptkan tatapan tajam dari mamanya.
Kemudian tak lama terdengar suara mobil lagi berhenti di depan rumahnya.
"Itu, sepertinya kakak Kenzo datang." Ucap Keanu yang segera bangkit dan berlari menuju luar rumah untuk menemui Kakaknya juga ponakan cantiknya.
Begitu juga Rian yang bangun dari duduknya dan hendak meninggalkan meja.
"Papa mau kemana?" Tanya siska mulai kesal.
Karena melihat tatapan kesal dari istrinya Rian kembali duduk meskipun hatinya sangat penasaran ingin melihat bayi kecil keturunan dirinya.
"Mah, jangan terkejut saat nanti melihat Kenzo." Rian mulai memperingati istrinya, kemungkinan nanti pengakuan Kenzo akan membuat siska marah.
Siska mengerenyitkan dahi, dia tidak mengerti dengan ucapan suaminya.
"Memangnya Kenzo kenapa?" Tanya siska gusar.
"Tunggu saja sebentar lagi mama juga tahu."
Siska bertambah bingung dengan ucapan suaminya. hal apa dari Kenzo yang akan membuatnya marah. ulah apa lagi yang anak sulungnya lakukan, ia sekan ingin segera berlari menemui Kenzo. dari pasa menunggu dengan cemas di meja makan.
__ADS_1