AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Luka Masa Lalu


__ADS_3

Aura keluar kamar mandi dengan masih menggunakan bathrobe dan juga handuk yang menempel di kepalanya. Dia sama sekali tidak memperdulikan Kenzo yang sedari tadi menatap tajam kearahnya. Entah apa arti dari tatapannya itu. Menganggapnya wanita tidak tahu malu karena hanya memakai handuk di depannya atau melihatnya seperti benda bergerak yang tidak mempengaruhinya sama sekali. yang jelas tidak mungkin dia menatap karena tertarik kepadanya.


"Apa kamu akan mengganti pakaian di sini?" Tanya Kenzo saat Aura sudah menemukan pakaian yang akan dikenakannya.


"Lalu aku harus mengganti pakaian dimana?" Dengan cueknya Aura bertanya Balik.


"Ya... terserah kamu saja. Tapi Jangan pinta aku keluar dari sini." Ucap Kenzo kemudian. Dengan berpikiran, bahwa Aura tidak berani mengganti pakaian di dekatnya.


Namun ternyata apa yang di perkirakan Kenzo salah, Aura sama sekali tidak masalah jika harus mengganti pakaian di dekat Kenzo. Apalagi sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri, juga tidak ada norma yang di langgarnya.


Meski Aura berada di sudut berebda dengannya, namun Kenzo Dapat melihat Aura dari sudut matanya. Kenzo menelan ludahnya saat melihat Aura mulai menurunkan Handuknya perlahan, Kemudian memakai dress yang sudah ia pilih, dress hitam belengan tiga perempat dengan panjangnya selutut.


Jantungnya berdebar, ini kali pertamnya melihat seorang wanita berganti pakaian. Kenzo menyeka butiran keringat di lehernya. Merasakan tubuhnya yang semakin memanas. Situasi ini harus segera ia hindari. Jika tidak, akan ada hal yang tak terduga terjadi di anatar mereka. Kenzopun berinisatif untuk keluar dari kamarnya.


"Aku tunggu di luar." Ucap Kenzo sambil berlalu.


"Kenapa keluar saat aku sudah selesai berganti pakaian. Dasar mesum." Ejek Aura dalam hatinya.


Sebenarnya Aurapun sangat gugup harus berganti pakaian di dekat Kenzo, namun ada kalanya dia harus berani menghadapi Kenzo. Sedikit lega setelah Kenzo pergi. karena Tadi dia merasa seperti mangsa dalam buruan mata elang.


Kenzo menoleh begitu mendengar suara pintu kamarnya terbuka, dan bola matanya membuka lebar, dia terkesima, begitu melihat Aura keluar dari kamarnya.


"Ayo, kita berangkat sekarang?" Ajak Aura yang sudah rapi dengan pakaiannya.


Namu Kenzo hanya diam dan menatap Aura tajam.


"Ada apa? apa ada yang aneh dariku?" Tanya Aura yang mendapt tatapan tajam dari suaminya.


Kenzo menyadarkan diri dari lamunan Anehnya, dia tidak ingin tertangkap basah sedang mengagumi istrinya.


"Apa tidak berlebihan? kita hanya akan makan malam bersama mama dan papa!" Ucapnya mengomentari penampilan Aura, untuk menyembunyikan maksud lain di hatinya.


"Haruskah aku ganti pakaian? kamu mau lebih lama menungguku?" Tanya Aura menahan kesalnya. Karena penampilannya sudah sempurna, bahkan serasi dengan apa yang Kenzo pakai.


"Sudahlah, aku tidak ingin kita terlambat." Kenzo melangkah lebih dulu mendahului Aura.


Aura sangat kesal jika terus-menerus berdebat dengan suaminya, hal sepelepun bisa panjang jika dengan kenzo.


Restoran tempat mereka makan tidak jauh, hanya berjalan kaki saja, sudah sampai di tempat yang dituju. Setelah sampai di pintu resto, Kenzo menghentikan langkahnya, ia menunggu Aura yang berjalan di belakangnya, agar mereka masuk secara bersama.


"Kenap berhenti?" Tanya Aura yang juga ikut menghentikan langkahnya.


Aura terkejut, Tiba-tiba Kenzo melingkarkan tangan dipinggangnya, menarik tubuh Aura agar lebih rapat dengan tubuhnya.


Aura menoleh menatap Kenzo, bingung dengang sikap Kenzo yang seperti ini. Namun dia hanya menatap lurus kedepan, dengan eksprsi dinginnya.


Aura berusaha menerima perlakuan Kenzo, tanpa berani bertanya maksud dari perlakuannya. Karena memang dirinya adalah seorang istri bagi Kenzo. Dan Kenzo berhak atas dirinya.


Namun tak bisa dipungkiri, ada getaran-getaran yang bermunculan di hati Aura. Jika ini terus berlangsung, ada kemungkinan dirinya akan lemah di hadapan Kenzo.


Berjalan berdampingan selayaknya sepasang pengantin baru pada umunya. sepasang suami istri yang harmonis dan penuh cinta. Jika perlakuan Kenzo ini hanya untuk citra baiknya saja, Aura tidak masalah. Aura akan menrimanya. Sebaliknya diapun akan menerima akibat dari sikapnya sendiri.


"Wah... kalian nampak sangat serasi." Puji sisika yang melihat kedatangn Kenzo dan Aura.

__ADS_1


"Papa senang melihat kalian seperti ini, meskipun kalian baru bertemu, tapi sepertinya kalian sudah saling cocok." Ucap Rian menambahkan.


"Ini semua karena Kenzo yang sangat pengertian." Jawab aura memuji suaminya. dan pujiannya itu membuat Kenzo terpaksa tersenyum kepada orang tuanya.


"Sepertinya kali ini kita yang terlambat!" Ucap Diana yang baru tiba.


Datang dengan saling bergandengan tangan, dan mereka benar-benar pasangan yang sesungguhnya, tidak seperti Aura dan Kenzo yang hanya sedang terlihat romantis saja.


"Kami juga baru sampai." Jawab Aura tersenyum kepada Diana dan juga Keanu.


"Duduklah, mama sudah pesankan makanan." Siska mempersilahkan anak bungsungnya untuk duduk.


"Kapan kalian bisa berikan mama cucu, apalagi kamu Keanu, kalian menikah sudah satu tahun." Ucap Siska membuat siapa saja yang mendengarnya panas telinga.


Jangankan Keanu dan Diana, Aura saja yang mendengarnya berasa seperti hantaman keras. apalagi dirinya yang belum sekalipun di sentuh Kenzo.


"Kami sedang berusaha mam, dan kamipun sangat menginginkannya." Ucap Diana menahan airmatanya.


"Kalian tahu tujuan papa dan mama mengajak kalain berlibur, supaya pulang dari sini kami mendengar kabar baik." Ucap Rian meluruskan, sebenarnya mereka tidak memaksa, hanya mengutarakan saja apa yang selama ini jadi dambaannya.


"Usia pernikahan kami baru satu tahun, dan kami masih menikmati masa-masa berdua kami." Jawab Keanu yang saat ini sedang mengenggam erat tangan Diana.


Semua yang terjadi tak luput dari kesalahan keanu sebagai seorang suami. Dialah yang jarang menghampiri Diana.


"Iya mam, biarkan Keanu menikmati masa-masanya berdua bersama Diana." Ucap Kenzo memdukung adiknya.


Sisika menyadari ucapannya sudah melukai Diana.


"Maaf kan mama ya Di, mama hanya merindukan tangisan anak-anak di rumah." Ucap sisika mengusap lembut punggung Diana.


Obrolan-obrolan terus terlontar dari obrolan serius sampai obrolan ringan. Sampai para pelayan datang membawakan banyak makanan pesanan siska.


Diantara semuanya ada beberapa makanan yang mengandung kacang-kacangan. dan satu Diantaranya ada di depan Aura.


Kenau yang mengetahui makanan ini mengandung kacang-kacangan dan akan membuat Aura alergi jika memakannya. Diapun mengambil makanan itu dan di pindahkan ke dekatnya.


Aura melihat itu dan dia tersenyum tipis.


"Ternyata kamu masih mengingatnya." Ucapnya Dalam hati. Dia merasa Keanu masih memperdulikannya.


Ternyata tak hanya Aura, Kenzo pun melihat nya dan mengerutkan dahinya saat melihat Keanu melakukan itu.


"Sayang, kok kamu bawa makanan milik Aura." Tanya Diana sedikit berbisik. karena dia tidak ingin Rian dan Siska menegur suaminya.


"Aku hanya ingin makan ini lebih banyak." Jawab Keanu menempelkan jari di bibirnya.


Memang yang dilakukannya adalah tidak sopan, tapi akan sangat berbahaya jika di biarkan saja. Dia tahu bahwa Aura tidak bisa memakan makanan itu.


Sikap Keanu tadi mencurigakan bagi Kenzo, lalu dia mencoba makanan yang sama dengan milik Aura yang di ambil Kenzo.


"Ini kacang. Apa Keanu tahu bahwa Aura tidak bisa memakan ini?" Tanya Kenzo dalam hatinya, kemudian Kenzo melirik tajam kearah Keanu. Menatap curiga.


"Tidak mungkin dia tahu ini, mereka baru saja bertemu. mungkin ini hanya kebetulan saja." Ucap Kenzo, menghapus semua kecurigaanya dan meneruskan lagi makan malamnya.

__ADS_1


...※※※※...


Semenjak kedatangannya, Kenzo belum mengistirahatkan tubuhnya. itu menyebabkan dirnya terserang kantuk selepas makan malam tadi. Bahkan Kenzo pamit terlebih dahulu kepada orang tuanya saat makan malam. Dengan terpaksa Aura pun mengikuti suaminya menyudahi makan malamnya.


Aura duduk di teras depan kamarnya menatap langit yang bertaburan bintang, sementara Kenzo sudah tertidur lelap di dalam kamar.


Tiba-tiba Aura di kejutkan dengan kedatangan Keanu yang menghampirinya.


Awalnya Keanu hanya ingin menanyakan Kenzo, Namun rasa penasarannya sudah tak terbendung lagi.


"Rolex. Sejak kapan kamu menyukai barang mewah sepertu itu?" Tanya Kenau menatap jam tangan yang di gunakan Aura.


"Ini pemberian." Ucap Aura menatap lengannya, memang jam itu pemberian maminya, dan barang pemberian Jasmin pasti barang yang sangat mahal.


"Pemberian lelaki yang mana?" Tanya Keanu, membuat Aura tersenyum getir. pertanyaannya sangat melukai Aura.


Plaaaak...


Aura menampar pipi Keanu dirinya tidak bisa diam saja saat menerima penghinaan.


"Apa maksud kamu?" Teriak Aura.


"Jangan pura-pura bodoh. Aku tahu semuanya. Bagaimana kamu bisa mendapatkan uang untuk oprsai ibu."


"Aku sudah jelaskan semuanya di surat itu. kamu membaca surat itu kan?" Aura yakin sudah menulis dengan jelas alasannya, tapi mengapa reaksi Keanu seperti ini.


"Iya. Aku membacanya, bahkan berulangkali aku baca surat itu." Ucap Keanu menahan marahnya, hatinya sudah begejolak, kemarahan yang selama ini di simpannya perlahan mencuat.


"Lantas kenapa kamu masih mempertanyakannya?"


"Berapa....? berapa yang dia berikan untuk harga diri kamu?" Lagi-lagi kalimat penghinaan kekuar dari mulut Keanu. Aura berusaha menahan tangisannya, dia tidak ingin menangis di depan Keanu.


Plaakkk.....


Aura mendaratkan lagi tamparan di pipi Keanu, Lalu Keanu memegangi pipinya yang terasa perih, namun tidak bisa di bandingkan dengan luka di hatinya.


"Jaga mulut kamu Nu. Kamu tidak tahu apapun tentangku, jangan menghinaku dengan apa yang tidak kamu lihat dengan matamu sendiri." Ucap Aura mengacungkan telunjuknya, kemudian ia mendorong Keanu, dan masuk kedalam kamar, meninggalkan kenau yang masih berdiri si depan kamarnya.


Aura duduk dengan memeluk lutunya sendiri. airmata yang sedari tadi ditahannya, akhirnya tumpah membasahi pipinya. Entah bagaimana awalnya, sehingga Keanu sangat membencinya, bahkan jijik terhadapnya.


"Apa yang sudah terjadi, kenapa kamu merendahkanku seperti itu? apa kesalahanku yang membuat kamu menudingku, mengangap aku wanita hina!" Ingin Aura berteriak mengeluarkanisi hatinya, namun dia tidak bisa. Jangankan terikan, isak tangisnya saja ia coba tahan dengan menutup mulutnya.


"Sedang apa kamu disana? Jam berapa ini? kenapa kamu belum berganti pakaian?" Tanya Kenzo yang terbangun dari tidurnya.


Dia melihat Aura yang masih duduk membelakanginya dengan masih menggunakan pakaian tadi malam.


Aura segera menghapus air matanya, sebelum menoleh dan menjawab pertanyaan suaminya.


"Jam 2 pagi, dan aku masih belum mengantuk." Jawb Aura dengan suara paru, Aura juga berharap Kenzo tidak menyadari bahwa dirinya saat ini sedang menangis.


"Cepat tidur, Besok pasti mama punya rencana untuk kita semua. aku gak mau kamu terlihat tidak fresh besok pagi. kamu tahukan apa jadinya nanti." Kenzo kembali membaringkan tubuhnya untuk tidur kembali.


"Iya, aku paham." Jawab Aura kesal. Airmata yang tadi sudah berhenti, kini kembali menetes. merasa sakit hati dengan ucapan keanu juga kesal karena ucapan Kenzo. perasaan kesal dan sakit hatinya bercampur, membuat airmata sebagai penguat dirinya tumpah kembali.

__ADS_1


Aura harus segera menyadarkan dirinya, berusaha berhenti menangis, karena besok pasti matanya akan sembab, dan dia pasti dapat teguran dari suaminya.


Aura lekas membasuh wajahnya, menatap cermin yang memperlihatkan wajah yang sudah membengkak. Lalu Aura segera mengompresnya dengan air dingin. berharap besok pagi bengkaknya akan hilang.


__ADS_2