
Begitu sampai di rumah, Keanu segera berlari masuk kedalam kamarnya, Kemudian dia menurunkan koper dari atas lemarinya.
Beberapa baju telah ia masukan kedalam koper.
Diana yang mengetahui suaminya sudah datang, segera masuk kedalam kamar dan melihat Keanu sedang mengemas pakaiannya.
"Mau pergi kemana Nu?" Tanya Diana, Diana berpikir Keanu akan pergi meninggalkannya.
"Surabaya. Aku mutasi." Jawab suaminya
"Lalu, bagaimana denganku? kamu pergi tanpaku Nu?" Tanya Diana yang menanyakan nasibnya.
"Terserah kamu saja. mau disini atau kamu pergi dengan pria itu." Jawab Keanu sinis.
"Aku akan bicara dengan papa, untuk membatalkan kepindahan kamu ini." Ucap Diana, kemudian dia keluar kamaranya.
Keanu sama sekali tidak peduli dengan apa yang akan di lakukan istrinya. Karena dia tahu keputusan ini bukan semata keinginan Kakaknya sudah pasti atas izin papanya juga.
Kini Diana sedang menghadap papa mertuanya, dia memohon untuk membatalkan kepindahaan Keanu, sebab jika Keanu pindah sudah pasti Diana akan ikut meski keanu tidak menghendakinya. Jika Diana ikut, semua rencana yang sudah matang di kepalanya akan sia-sia. Namun jika itu tidak bisa di rubah lagi, jalan satu-satunya adalah membatalkan rencananya.
"Kenau saja menerimanya, kenapa kamu keberatan Di?" Tanya Rian menanggapi protes darinya.
"Pah, Kenau seperti itu karena tidak bisa menolak semua keputusan papa."
"Jelas tidak akan bisa, Karena Keanu sudah berjanji akan selalu menurut dengan apa yang papa putuskan."
"Apa maksud papa?" Tanya Diana, ini yang sedari dulu Diana tidak mengerti, ada alasan dibalik keanu yang tidak berkutik di depan papanya.
"Dulu Keanu sudah berjanji, jika papa memberinya 100 juta dia akan ikuti semua yang papa putuskan."
"100 juta? uang apa itu pah?".
"Entahlah, papa tidak tahu dia habiskan uang itu untuk apa, yang jelas pada waktu itu dia sangat putus asa untuk mendaptkan nya."
Setelah memaksa otaknya untuk memikirkan tentang Keanu dan uang 100 juta itu, Dianapun teringat sesuatu. pasti uang itu untuk Aura. karena saat itu ibunya sedang sakit-sakitan.
Dianapun kembali lagi ke kamarnya. Yang semula dia berencana ikut dengan Keanu dan membatalkan rencananya kini keputusannya berubah lagi.
"Aku tidak akan ikut, aku akan tetap di rumah ini, tapi aku akan mengunjungi kamu sesekali." Ucap Diana kepada Keanu.
__ADS_1
"Terserah." Jawab Keanu singkat. Kemudian Keanu pergi keluar kamar meninggalkan Diana yang terdiam.
Sudah terlalu sakit, hati Diana menerima sikap acuh dari Keanu. Sampai dirinya sudah tidak tahan lagi dan ingin pergi meninggalkan suaminya. Namun rasa sakitnya belum terbalaskan jika Keanu belum merasakan hal yang sama dengannya.
Temui aku besok jam 09.00 di kafe xxx.
Diana mengirimkan pesan teks kepada Aura, Besok dirinya akan menunjukan photo yang dimiliknya. Disaat itulah Dia juga akan mengirimkan kepada suaminya. sehingga Keanu akan marah dan bingung dengan apa tindakan yang harus diambilnya.
Akankah memilih tinggal untuk menemani mantan kekasih yang sudah di khianati kakanya sendiri dan sudah pasti ia mengingkari janji kepada papanya. Atau memillih pergi dan tidak peduli dengan Aura. Namun sepertinya itu tidak mungkin terjadi.
...※※※※...
Aura dan Kenzo sudah duduk manis di meja makan, bahkan Jasmin pun sudah berada disana. Mereka hanya tinggal menunggu kedatangan tetua yaitu kakek winston yang belum juga turun dari ruangan kerjannya.
Suasan menjadi tegang, saat kakek winston berjalan mendekati meja makan. wajah serius yang selalu ia tampakan sehingga membuat siapapun yang melihatnya merasa segan.
"Bagaimana kabar kamu?" Tanya kakek winston begitu bertemu dengan Aura dan juga Kenzo.
"Aku sudah baikan kek." Jawab Aura sambil menyalami kakeknya.
Setelah bertanya Kabar suasana ruang makan sangat heing, hanya suara dari sendok dan piring yang saling bersentuhan menghiasi indar pendengaran.
"Siapa pah? mungkin dia mempunyai alasan tersendiri." Tanya Jasmin.
"Anak teman papa."
Aura yang mendengar ucapan itu merasa itu sindiran kakek untuk dirinya. Dan itu sangat membuatnya tak nyaman.
Kemudian Aura menoleh kearah Kenzo. Namun sepertinya Kenzo tidak terlalu menanggapi hal itu.
Acara makan malampun selesai, Kakek kembali lagi keruangannya. Menyisakan Aura dan Kenzo yang masih menikmati makan malam dan juga Maminya.
"Ra, kakek ingin bicra dengan kamu di ruangannya." Ucap Jasmin kepada Aura.
Aurapun berpamitan kepad Kenzo dan mengikuto Jasmin menuju ruangan kakeknya.
Tok...tok...tok...
"Kakek panggil Aura?" Tanya Aura, Dengan jantung berdegup Aura menunggu jawaban dari kakeknya.
__ADS_1
"Iya, silahkan masuk." Dengan langkah ragu Aura masuk dan duduk di kursi bersebrangan dengan kakeknya.
"Ini, silahkan di lihat dulu. Bicarakan dengan suami kamu dan kakek tunggu keputasannya." Aura menerima map itu, ingin rasanya segera ia buka, namun ia harus membukanya bersama Kenzo.
"Baik Kek, aku akan disukusikan dulu dengan Kenzo." Jawab Aura.
"Jangan mengecewakan saya." Ucap Kakeknya, Ketika Aura Baru saja beberapa langkah akan meninggalkan ruangan.
Aura hanya menganggukan kepalanya kemudian keluar dari ruangan itu. Menatap sekilas kepada map cokelat yang dibawanya.
Aura sangat penasaran dengan isi map tersebut, Kemudian dia duduk di kursi taman samping rumahnya, dan membuka isi dari map tersebut.
Rupanya didalamnya ada beberapa berkas perjanjian pengalihan perusahaan atas nama kakek menjadi namanya, hanya dengan dibubuhu tandatangannya maka perusahaan itu sudah menjadi miliknya.
Aura sendiri tidak begitu tahu tentang perusahaan yang di maksud kakeknya. Karena memang Aura tidak pernah di beritahu sebelumnya, Kecuali perusahaan yang digabungkan dengan milik mertuanya.
Setelah membaca secara keseluruhan akhirnya Aura tahu dan mengerti. Diapun segera memberitahu suaminya tentang hal itu.
Aura menghampiri Kenzo yang sedang mengobrol dengan maminya, obrolan mereka tak jauh dari pembicaraan bisnis.
"Sayang, apa yang Kakek katakan?" Tanya jasmin begitu Aura datang.
"Kakek memberikan ini." Aura memberikan map coklat itu kepada Jasmin dan juga Kenzo.
"Akhirnya papa memberikannya juga." Ucap Jasmin yang sudah tahu isi dari map itu.
Kenzo menoleh, tak mengerti dengan yang sedang terjadi.
"Jadi Begini, Kakek sudah memutuskan untuk memberikan perusahaannya kepada Aura. Sekarang terserah kalian bagaiman mengelolanya. perusahaan ini tidak begitu besar, masih jauh perjalanan jika ingin menjadi seperti perusahaan winston yang lainnya. Entah Aura atau kamu Ken yang akan memipinnya kami serahkan semua keputusan itu kepada kalian." Ucap maminya panjang lebar.
Kenzo mengerti maksud dari maminya, dia juga tidak bisa mengelola dua perusahaan, harus ada selain dirinya yang sanggup mengelolanya.
Kemungkinan terbesar adalah Aura yang mengelolanya. Karena sepertinya Aura butuh kesibukan untuk melupakan tentang kegugurannya, seperti yang dokter katakan kepadanya, Aura tidak boleh di biarkan selalu mengingat kehilangan itu.
"Kalau kamu yang memimpin, sudah siap? Aku akan pantau." Tanya Kenzo kepada istrinya.
Aura ragu, sebab dirinya tidak memiliki pengalaman untuk memimpin perusahaan, meski dirinya mempunyai bekal, tapi jika menjalankan sendiri masih perlu pengalam khusus.
"Tidak usah terburu-buru, karena masih ada beberapa bulan sebelum pergantian. Pikirkan saja secara matang." Ucap Maminya.
__ADS_1
Karena ini semua tak lepas dari usaha jasmin membujuk papanya untuk memberikan Aura perusahaan untuk membuat Aura tidak terlalu larut dalam kesediahannya. Sebab itu sudah terbukti kepada dirinya dahulu. Dia pernah hancur sama seperti anaknya. Meninggalkan anak dan suami secara sadar membuatnya mengalami deprsi. Dia curahkan semuanya kepada pekerjaan, sehingga dia bisa tetap hidup sampai sekarang, dan bisa berkumpul dengan anaknya lagi.