
Aura menghentikan mobilnya tepat di depan rumah mertuanya. Dia hari ini akan menemui Diana untuk menanyakan kembali tentang surat yang sempat ia titipkan.
"Mah." Sapa Aura saat siska membukakan pintu
"Aura, Ayo masuk! sudah makan siang? kebetulan mama baru selesai masak." Siska merangkul menantunya, mempersilahkan untuk masuk.
"Boleh mah, tapi aku mau bertemu Diana dulu sebentar."
"Ya sudah, dia ada di kamarnya, sekalian panggil dia untuk makan siang bersama." Ucap Siska.
"Iya mah."
Aurapun segera mendatangi Diana di kamarnya.
Tok...tok...tok...
"Masuk!" Teriak Diana dari dalam kamarnya.
Aurapun mndorong handel pintu dan ia melihat Diana sedang duduk sambil memainkan ponselnya.
"Aura, ada perlu apa?" Tanyanya tanpa menoleh dan masih fokus dengan layar ponselnya.
"Bisa jelaskan ini apa?" Tanya Aura menunjukan kertas berisikan surat yang berbeda dengan surut yang Aura tulis.
"Apa ini?" Tanya Diana merebut surat dari tangan Aura.
"Ini? Kamu dapat dari mana?" Tanyanya lagi. Diana khawatir Jika Aura mendaptkan surati itu dari Keanu. Itu berarti Keanu sudah mengetahui kebenaranya.
"Aku menemukannya terselip di buku Kenzo." Ucap Aura yang membuat Diana lega mendengarnya.
"Surat ini sudah nggak penting lagi." Ucap Dina menjatuhkan surat itu.
"Kenapa isinya berubah, kamu kan yang melakukan ini semua?" Tanya Aura memungutnya kembali.
"Aku....? hahaha!" Diana tertawa seolah-olah mengejek Aura.
"Sudahlah Ra, saat ini kebenaran isi surat itu sudah gak penting lagi, tidak akan mengembalikan Keanu kesisi kamu. Karena dia sudah bersamaku dan kamu sudah dengan kakaknya. singkirkan benda itu, lebih baik hanya kita berdua saja yang tahu." Ucap Diana setelah puas menertawai Aura.
"Keanu harus tahu yang sebenarnya."
Menedngar ucapan Aura membuat telinga Diana memanas. Karena Keanu tidak boleh tahu tentang kebenaran dari surat itu.
"Jangan pernah melakukan itu. kamu akan tahu akibatnya." Ucap Diana mengancam.
"Dia harsu tahu siapa sebenarnya wanita yang sudah di nikahinya." Ucap Aura hendak keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Diana melihat Aura sanggup melakukan itu semua, dan int akan mengancam dirinya. Keanu pasti meninggalkannya setelah tahu semua kebenarannya.
Diana berusaha merebut kembali surat itu dari Aura, dia berusaha mengambilnya. Terjadilah saling sikut, Aura terus menghindar sedangkan Diana berusaha mengambilnya.
"Aaaawww...." Rintih Aura ketika perutnya mengenai sikututan dari tangan Diana.
"Aku tidak akan membiarkannya." Ucap Diana pergi dengan membawa surat itu.
Aura memegangi perutnya yang sakit, karena bebenturan dengan Diana saat merebut kertas itu. Dia berusaha tetap berjalan keluar dari kamar itu,menuruni tangga dengan masih merintih menahan rasa sakit.
"Darah...." Teriak Siska yang melihat darah mengalir di kaki Aura.
Siska segera berlari menghampiri Aura,
"Aura kenapa bisa begini?" Tanyanya membantu memapah Aura.
"Mah, perutku sakit." Rintih Aura.
"Kita harus segera kerumah sakit." Siska segera memanggil supirnya untuk menyiapkan Mobil, agar Aura bisa segera dilarikan kerumah sakit.
...※※※※...
Suasana kantor sedang sibuk, Kenzo sedang mempersiapkan berkas untuk rapatnya, rapat kali ini adalah rapat yang sangat penting karena akan membawa perusahaannya lebih tinggi lagi.
Saat rapat akan segera di mulai, Kenzo mendaptkan panggilan dari mamanya, namun dia mengabaikannya, berkali-kali ponselnya berdering, dengan terpaksa Kenzo meminta sekretarisnya untuk memberikan ponselnya kepada Keanu.
"Maaf pak Keanu, pak kenzo menitipkan ponselnya." Ucap sekretaris Kenzo menyerahkan ponsel.
Kenupun menerimanya dan melihat puluhan panggilan dari mamanya, diapun menelphon kembali mamanya menggunakan ponsel miliknya.
"Ma, tadi mama menelphon kakak, saat ini kak Kenzo sedang rapat jadi dia tidak bisa menerima telphon dari mama." Ucap keanu menjelaskan.
"Nu, kamu segera kesini, Aura ada di rumah sakit." Ucap Siska dengan paniknya.
Keanu pun terkejut, dia menjadi cemas setelah mengetahui Aura berada di rumah sakit.
"Ada apa dengan Aura?" Tanya Keanu.
"Pokoknya kamu cepat kesini!" Siska mengakhiri telphonnya.
Keanupun segera mengambil kunci mobilnya dan bergegas memuju rumah sakit. Tak lupa dia mengembalikan ponsel Kenzo kepada sekretarisnya dan berpesan untuk segera menelpohnya setelah rapatnya usai.
Keanu membawa mobilnya dengan cepat agar segera sampai ke rumah sakit.
"Mah, Bagaimana Aura? Kenapa bisa dia masuk ruamh sakit?"
__ADS_1
"Mama gak tahu, tiba-tiba ada darah di kakinya, dia tadi menemui Diana."
"Lalu, Diana mana?"
"Diana tidak ikut, spertinya tadi Diana pergi keluar rumah."
"Apakah anda suaminya?" Tanya dokter kepada keanu.
"Ada apa dengan menantu saya dok?" Tanya Siska, dia sudah sangat cemas dengab apa yang menimpa menantunya.
"Tenang bu, kami harus segera mengeluarkan janin yang ada di perutnya, dan kami membutuhkan tanda tangan suaminya, karena efek dari ini adalah kemungkinan pasien akan sulit hamil kembali."
"Apa dok sulit hamil? tapi masih ada kemungkinan bisa hamilkan dok?"
"Masih bisa, namun harus tetap bersabar dan berusaha."
Tanpa pikir panjang Keanu menandatanganinya, yang penting adalah kesehatan Aura.
"Mama pulang saja, mama pasti sangat lelah, biar aku yang tunggu Aura disini."
"Jaga Aura baik-baik ya Nu."
Karena sudah seharian berada di rumah sakit, siska pun memutuskan untuk pulang, dan menyerahkan semuanya kepada Keanu.
Keanu berulang kali menelphon istrinya tapi Diana tak juga mengangkatnya. Keanu kesal karena menurut sang mama, Aura mengalami pendarahan setelah menemui Diana di kamarnya.
"Semoga bukan kamu penyebabnya, karena jika itu gara-gara kamu, aku akan merasa sangat bersalah."
"Pasien sudah bisa di jenguk, tapi masih belum sadarlan diri." Ucap Suster kepada Keanu.
Kenupun segera masuk dan melihat Aura sedang berbaring lemah. Keanupun duduk disamping Aura, perlahan meraih tangannya.
"Maafkan aku Ra." Ucapnya mencium tangan Aura.
"Keanu..." Ucap Aura lirih. Aura berusaha menyadarkan dirinya. dia melihat Keanu berada disampingnya.
"Ra, aku disini." Jawab Keanu.
"Nu, bayiku... bagaimana keadaanya?" Ucap Aura dengan segala kebingungan di matanya. Aura sudah tahu bahwa bayinya sudah tidak ada, tapi dia memilih untuk tidak mempercayainya. dia menganggap semua itu hanyah mimpi, semua yang terjadi di rumah mertuanya, perdebatan dengan Diana, Aura sangat berharap itu hanya mimpi.
Keanu tak kuasa untuk menjawabnya, airmata sudah memenuhi pelupuk matanya, berat untuk dia mengatakan kepada Aura kebenarannya.
"Ra, kamu harus sabar, bayi kamu sudah bahagia disana."
"Apa maksud kamu Nu, tidak mungkin aku kehilangan anakku." Teriak histeris Aura.
__ADS_1
Keanu memeluk Aura dia mencoba menenangkannya. Sampai beberapa dokter masuk dan menyuntikan cairan di infusannya, Seketika tubuh Aura lemas. keanu mengusap pipi Aura yang basah karena airmatanya. Hatinya sakit melihat Aura seperti ini. Kenapa harus dirinya yang melihat Aura di titik terendahnya. Jika saja dia suami aura, pasti dia tidak akan membiarkan Aura lemah tak berdaya seperti sekarang ini.