
Aura terbaring lemah di atas tempat tidur sebuah kamar rumah sakit ternama di kota surabaya. Dia hanya seorang diri sebab tak ada satu pun yang ikut serta datang menemaninya ke rumah sakit.
Tepatnya dua jam yang lalu Aura datang mengendarai mobil sambil menahan sakit sepanjang perjalanannya. Masuk ke UGD, sambil merintih memegangi perut bagian bawahnya. Para suster yang melihat Aura segera menghampiri dan segera memberikan pertolongan kepada Aura.
Sementara aura tertidur karena pengaruh obat, seorang suster membuka ponsel Aura untuk mencari identitas pasien yang ia tangani. Dan menghubungi nomor teratas di riwayat panggilan ponsel Aura.
"Dimana pasien yang bernama Aura, Dia sedang mengandung." Kenau menjelaskan ciri-ciri Aura.
"Anda walinya. Anda di minta menemui dokter terlebih dahulu. Ruangannya ada di ujung lorong"
Keanu segera berlari menemui dokter. Sepanjang perjalanan jakarta surabaya dia sangat gelisah. Dia takut Aura mengalami keguguran lagi yang pastinya akan berdampak pada mentalnya, seperti dulu saat ia harus kehilangan bayi dalam kandungannya.
Kenau mendorong gagang pintu yang bertuliskan dokter kandungan. iapun segera menyapa dokter dan memberitahukan bahwa dirinya wali dari Aura.
"Silahkan duduk!" Ucap dokter mempersilahkan Keanu untuk duduk.
"Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya." Ucap sang dokter yang tak asing dengan wajah Keanu.
"Ah, saya ingat. Bukankah anda Keanu, mantan suami Diana." Ucap Dokter saat mengingat siapa pria di depannya.
Keanu menatap kebingungan, pasalnya dia tidak ingat mempunyai kenalan seorang dokter. Apa lagi dokter itu terlihat sangat mengenalnya.
"Saya Tia, sahabat Diana, mungkin anda lupa, karena saya bertemu anda saat di pernikahan anda dan Diana.
__ADS_1
Keanu hanya tersenyum merasa tak nyaman karena pembicaraan tentang Diana.
"Maaf, bukan itu yang penting saat ini." Ucap Dokter tia saat mengingat tujuan Keanu datang ke ruangannya sebagai wali dari pasiennya. Tapi tetap saja Tia penasaran karena ternyata setelah perceraian dengan Diana, Keanu kembali bersama mantan kekasihnya.
"Entah anda sudah tahu arau belum, bahwa Aura adalah pasien saya saat di Bali. Saya pernah mendiagnosa bahwa Aura akan sulit untuk hamil kembali. Dan jika pun dia bisa hamil pasti kehamilannya tidak sama dengan para ibu pada umumnya. Dan hari ini terlepas apa yang telah terjadi dengan Aura, saya sangat senang karena Aura pada akhirnya bisa kembali hamil. Selamat untuk kalian berdua." Ucap Dokter segera di sanggah oleh Keanu. Keanu hanya tidak mau ada kesalahan pahaman.
"Kami bukan suami istri." Ucap Keanu menyela.
Tia terkejut karena dia pikir Keanu adalah suami dari Aura dan semua yang Diana pernah takutkan jadi kenyataan.
"Lantas mana suaminya? karena saya harus menyampaikan langsung kepada suaminya."
"Anda bisa mengatakan semuanya kepada saya, karena saya adik iparnya."
"Oke,baiklah. Jadi yang dialami ibu Aura tadi adalah kelahiran prematur, karena usia janin belum cukup untuk di lahirkan, maka saya harus menjegahnya dengan meresepkan obat-obatan yang akan mempertahankan kandungnya. Atau bisa di sebut obat penguat rahim. Dan kemungkinan jika waktunya sudah cukup terpaksa bayi harus di lahirkan meskipun belum pas 40 minggu." Tia menjelaskan sejelas mungkin kepada wali pasien.
"Apa sang ibu akan baik-baik saja?" Tanya Keanu ragu
"Kemungkinannya 50 persen, semuanya bisa terjadi, saya tidak bisa memastikannya." Tia juga berat untuk memberitahukan keadaan Aura yang sangat memprihatinkan apa lagi dia sudah sangat tahu perjuangan Aura agar bisa memiliki anak.
Keanu mengusap wajahnya frustasi, kondisi Aura sangat buruk dan lebih buruknya lagi dia tak bisa menceritakan kepada siapapun tentang hal ini.
"Tapi kita lihat satu minggu kedepan, jika gejala seperti ini tidak terulang lagi, maka anda tidak perlu khawatir." Ucap Tia sedikit menenangkan meskipun itu tak berarti banyak.
__ADS_1
"Terimakasih Dok. Saya permisi."Ucap Keanu berjalan lesu keluar dari ruang dokter.
Keanu menyusuri koridor rumah sakit untuk menemukan kamar rawat Aura.Dia sangat gelisah berkali-kali dia pandangi ponselnya hendak menghubungi Kenzo memberitahukan semuanya, namun ia kembali mengingat janjnya kepada Aura, kemudian menyimpan kembali ponselnya.
...****************...
Pagi hari Gea sudah menyibukan diri di dapur, karena sebelum berangkat bekerja dia akan mampir ke kantor Keanu untuk mereka sarapan bersama. Dengan bersenandung Gea menyiapkan semuanya.
Gea yang menduga keanu sudah ada di kantor sepagi ini karena semalam Keanu pasti bekerja lembur dan pasti dia tak sempat untuk pulang.
Dengan membawa paperbag berisi sarapan juga pakaian ganti untuk Keanu, Gea berjalan melewati beberapa para pegawai yang berdatangan, bahkan Gea seperti karyawan di kantor itu.
saat sampai di depan pintu ruang kerja Keanu, Gea melihat ruang itu masih gelap, dan dia menyangka Keanu masih tertidur. Dengan pelan Gea mendorong pintu itu agar terbuka, lalu ia perlahan membuka gordeng jendela yang ada di dalamnya.
Alangkah terkejutnya karena ia tak melihat siapapun di dalam sana, Keanu tak berada di kantornya.
"Keanu belum datang?" Tanya Gea yang berbalik keluarvruangan menemui Sekertaris keanu yang sepertinya baru datang.
"Maaf Bu, Pak Keanu tidak masuk hari ini."
"Tidak masuk?" Tanya gea yang kebingungan, dia tidak menduga ini akan terjadi.
"Jadi semalam kamu kemana jika bukan kekantor?" Tanya Gea dalam hatinya.
__ADS_1
"Terimakasih." Ucap Gea menahan rasa kesal juga malu karena terlihat bodoh di depan sekretaris kekasihnya.
Keanu selalu saja memunculkan kecurigaan baru bagi Gea, meski Gea selalu menepisnya memilih untuk percaya kepada Keanu. Namun semaikin lama berbagai bukti bermunculan. dan menambah keraguannya.