AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Momen Kebebasan


__ADS_3

Pesta kelulusan berlangsung sangat meriah, banyak dari para mahasiswa datang saling berpasngan, karena memang tema pesta ini adalah pesta dansa yang mengharuskan untuk datang dengan pasangan masing-masing.


Namun berbeda dengan Aura dan dua sahabatnya, mereka hanya datang sendir tanpa pasangannya. Mereka pikir cukup, menikmati pesta ini dengan hanya bertiga.


Mereka hanya menikmati musik di pojokan memperhatikan setiap orang yang berlalu lalang melewatinya.


Tiba-tiba datang mahasiswa yang sedang mencari pasangannya. satu demi satu sahabtnya pergi berdansa meninggalkan Aura yang masih berdiri di pojokan.


Bukannya tidak ingin berbaur dengan yang lainnya hanya saja Aura sedang banyak pikiran, sesungguhnya dia tidak menikmati pesta malam ini, otaknya terus saja memikirkan tentang perjodohannya, Menjadi istri seseorang adalah beban tersendiri. karena setidaknya ada dua orang yang harus Aura perhatikan, tidak hanya dirinya saja, tapi juga ada suaminya yang juga butuh dia urusi. Bahkan menyatukan dua kepribadian yang sama sekali asing untuk Aura.


Jika mencontoh kehidupan rumah tangga bapak dan ibunya, apa Aura bisa menjadi istri sebaik dan sesempurna ibunya?


Rumah tangga yang selalu ia impikan, bisa bersanding dengan lelaki pilihannya sendiri dan juga lelaki yang di cintainya, menjalani bahtera rumah tangga seperti bapak dan ibunya. Namun melihat siapa yang akan jadi calon suaminya, Aura menjadi ragu.


"Bukankah kamu Aura?" Suara seseorang membangunkan Aura dari apa yang sejak tadi dia pikirkan.


"Iya betul." Jawab Aura mengerutkan keningnya, bukan karena dia tidak mengenal pria yang saat ini berdiri di depannya tapi karena merasa heran karena pria ini mengenalnya.


"Saya Alex, saya dengar kamu kehilangan sesuatu apakah kamu sudah menemukannya?" Tanyanya lagi yang membuat Aura semakin kebingungan


"Anda tahu dari siapa?


"Kebetulan Melly sempat melapor."


"Ah...melly, Terimakasih sebelumnya, tapi saya sudah tidak memikirkannya lagi." Jawab Aura.


"Mau berdansa?" Ajak Alex mengulurkan sebelah tangannya menanti sambutan tangan Aura.


Aura melirik kekanan dan kekiri, melihat keadaan sekitanya, sedikit canggung untuk menerima ajakan Alex, namun untuk menolak pun tidak bisa, bagaimana dia menolak seniornya yang saat ini adalah satf di kampus ini.


"Baiklah." Ucap Aura menundukan kepalanya karena canggung.


Merekapun mulai berdansa mengikuti setiap alunan musik. Yang semula nampak canggung kini Aura lebih santai dan menikmatinya.


"Kamu yakin tidak membutuhkan barang kamu yang hilang itu? aku bisa bantu!" Tanya Alex di sela-sela Dansanya.


"Lupakan saja, karena akan sangat sulit menemukannya, itu sangat kecil sekali."

__ADS_1


"Padahal saya ingin sekali bisa bantu kamu."


"Terimkasih banyak karena sudah peduli." Ucap Aura.


Mereka berdua terlihat nyaman, dengan obrolan-obrolan ringan, dan sesekali Aura tertawa ringan mendengar apa yang Alex ceritakan.


Rupanya sudah cukup lama mereka berdansa, Alex menarik tangan Aura agar mengikutinya. Ternyata dia mengajak Aura ke luar gedung, untuk menikmati langit malam yang bertaburan bintang.


"Sangat indah!" Aura takjub dengan apa yang di lihatnya.


Alex menatap wajah Aura yang berseri, memancarkan senyum indahnya, bahkan langit malam kalah dengan pacaran pesona yang di keluarkan Aura.


"Mengapa baru sekarang momen ini datang? disaat hari terakhir kamu berada di kampus ini."


Tanya Alex kepada dirinya sendiri. menyesal karena dia tidak memiliki keberanian untuk mendekati Aura jauh-jauh hari sebelum pesta kelulusan.


Alex sudah lama memperhatikan tiga sekawan itu. Diantara Aura, Gea dan Melly dia lebih dekat dengan Melly. Karena Alex adalah senior Melly di klub musik. Karena seringnya berkomunikasi dengan Melly, Alex bahkan tahu tentang dua teman Melly lainnya.


Berawal dari melly sering membahas tentang teman-temannya, membuat dia penasaran dengan sosok Aura yang cenderung lebih pendiam.Namun Alex merasa sulit untuk mendekati Aura Karena selama ini ia tidak pernah mendapatkan momen yang pas untuk Alex bertemu Aura. Sampailah pada malam pesta kelulusan ini, Alex mendaptkan waktu yang pas untuk menyapa Aura.


"Saya masih memikirkannya." Jawab Aura masih dengan wajah menghadap langit.


"Tidak mungkin kamu belum mempunyai rencana apapun untuk kedepannya."


"Ada. Mungkin saya akan menikah." Jawab Aura masih dengan santai, seolah pernikahan itu bukanlah topik yang serius.


"Apa, menikah? Kamu serius?" Tanya Alex terkejut, jika memang benar maka dia sudah terlambat, dan benar- benar terlambat. Alex berharap itu hanya gurauan Aura saja.


"Hahaha... kenapa anda kaget?" Aura tertawa yang mendengar Alex terkejut, kemudian Aura mengalihkan pandangannya menghadap Alex.


"Usia kamu masih sangat muda, banyak yang bisa kamu lakukan selain menikah. Kamu bisa menikmati hidup kamu dulu. berkarir dan masih banyak lagi." Aura mengangguk tanda setuju dengan pendapat Alex.


"Walaupun sudah menikah, bukan kah masih bisa untuk menikamti hidup?" Tanya Aura.


"Menikmati hidup sebelum dan setelah menikah itu berbeda." Jawab Alex, kini dia mendaptkan perhatian dari Aura. Aura sangat serius memperhatikan apa saja yang di bicarakan Alex.


"Apa pendapat anda tentang pernikahan?" Tanya Aura kemudian.

__ADS_1


"Pernikahan itu pengabdian, bagaimana sepasang suami istri saling berusaha memberikan yang tebaik untuk pasangannya, rasa cinta rasa sayang, menjadi satu kesatuan, yang tidak tergoyahkan."


"Waw... sangat mendalam."


"Iya, saya sarankan untuk kamu menikmati hidup sebebas mungkin, lakukan semua yang ingin kamu lakukan. Sebelum kamu mengabdi kepada seseorang yang akan menjadi suami kamu kelak. Masih kah ingin segera untuk menikah?"


"Kita lihat nanti, hahaha." Aura tertawa melihat lucunya ekspresi Alex.


Setelah mendengar tentang pernikahan dari Alex meskipun Alex sendiri belum pernah mengalami itu, Namun Aura sependapat dengannya.


"Benar, keputusanku untuk menunda kepulangan dan menikmati hidup bebasku sebelum menikah itu adalah keputusan yang benar. Aku akan melakukan apa pun yang aku mau dan yang belum pernah aku lakukan." Ucap hati Aura dengan keyakinan yang di anggapnya benar.


Malam sudah semakin larut, mengobrol dengan Alex yang sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya, menjadikan pengalaman tersendiri. Banyak yang Aura bisa pelajari dari obrolan ringan bersama Alex tadi.


"Makasih untuk malam ini, ternyata anda orang yang sangat menyenangkan." Ucap Aura sebelum pamit untuk pulang.


"Aura tunggu!" Panggil Alex ketika Aura sudah melangkah menjauhinya.


"Besok, bisa kita bertemu?" Tannyanya dengan sedikit ragu. Alex Ragu jika Aura mau menemuinya .


"Saya ada di klub membaca pukul 5 sore." Ucap Aura tersipu. Kemudian dia melanjutkan langkhanya.


"Sampai bertemu Besok." Teriak Alex merasa senang karena ajaknnya di sambut Aura.


...※※※※...


Setelah pertemuannya malam itu, Alex dan Aura semakin dekat, bahkan Aura menghabiskan sisa waktunya di inggris bersama Alex, mereka telah mengunjungi semua tempat yang belum pernah Aura kunjungi, Alex menjadi tour guide handal bagi Aura.


Hubungan mereka menjadi semakin dekat, Namun kenyataan yang Ada, tidak bisa merubah apapun. Aura yang akan segera menikah, menghentikan langkah Alex untuk berjuang memenangkan hatinya. Dia tahu ini murni bukan keinginan Aura, namun sebuah pernikahan yang di yakini Alex sebagai pengabdian, mampu menghentikan harapannya diganti dengan memberikan dukungan untuk Aura.


"Aku pasti akan mengunjungi kamu disana. Baik- baik, jangan lupa sering bertukar kabar, dan selamat kamu akan menjadi seorang istri, tapi maaf aku gak bisa datang nanti." Ucap perpisahan Alex saat berada di bandara, mengantarkan kepergian Aura.


"Kamu juga, baik-baik disini, Semoga kamu juga segera menikah, di temukan dengan wanita yang baik. Beberapa bulan terakhir ini adalah momen terbaik aku, terimkasih kamu sudah mau di repotkan. Sampai ketemu lagi!"


Aura sangat berterimakasih, karena Alex sudah memberikan kenangan indah menjelang pernikhan nya, karena Aura meras tidak yakin pernikahannya akan sesuai dengan yang di impikannya.


Mereka pun saling berpelukan, mengakhiri pertemuan, dan mungkin entah kapan mereka akan bertemu kembali.

__ADS_1


__ADS_2