AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Memulai lagi


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Aura terus saja memikirkan tentang Kenzo, tentang ungkapan perasaan yang sudah di nanti-nantikannya. Tak hanya perasaan bahagia yang ia rasakan, ada juga rasa khawatir dan ketakutan yang lainnya. Bahwa untuk kembali bersama Kenzo ada banyak tantangan yang harus di laluinya.


Mengingat terakhir kali mantan mertua memandangnya dengan amat tak suka. Dan juga janji yang pernah dikatakan, bahwa Aura yang akan menjauh dari Kenzo, tentu saja akan ia ingkari.


"Aura...."


Panggilan Jasmin membuyarkan semua lamunannya, dan membuat Aura menolah kearah maminya.


"Apa mam?" Tanya Aura yang tidak begitu mendengar ucapan maminya.


"Kamu sudah mengabari Seteven tentang kedatangan kamu?" Tanya Jasmine,


"Belum mam, aku akan langsung datang saja ke alamat yang dia berikan." Jawab Aura. Memang dia akan langsung menemui Seteven di alamat yang sudah ia ketahui.


"Orang seperti Seteven sudah pasti sangat sibuk. Apa kamu yakin dia pasti ada di sana?" Tanya Jasmine lagi, Jasmine merasa Aura tidak seantusias kemarin saat mereka membahas Seteven. Dan itu membuatnya khawatir bahwa Aura akan gagal bekerja sama dengan Seteven.


"Entahlah mam, aku akan coba. Jika memang dia tidak ada pasti aku akan diberi alamat lainnya." Jawab Aura masih dengan sikap Acuhnya. Karena bukan masalah pekerjaan yang kini sedang di pikirkannya, melainkan seorang Kenzo yang sedari tadi melekat di kepalanya.


"Terserah kamu saja. Mami hanya tidak mau kamu kerepotan." Ucap Jasmine menyudahi, karena dia tak mendaptkan jawaban yang ingin di dengarnya.


Perjalanan panjang telah di tempuh Aura juga maminya. Apa lagi perjalanan pertama bagi Aura setelah beberpa tahun menetap di indonesia.


"Aku istirahat dulu ya mam." Ucap Aura naik menuju kamar yang sudah bertahun-tahun tak ia tempati.


Aura melihat suasana kamar yang sama sekali tidak berubah, ada banyak photo saat dirinya masih di bangku kuliah, juga photo bersama kedua sahabatnya. Momen saat dirinya muda kembali berputar, termaksuk momen ketika ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang tak lain adalah suaminya yang kini menjadi mantan. Dan kemungkinan besar mereka kembali bersama.


Aura kemudian mengeluarkan ponselnya, dia memotret photo-photonya bersama kedua sahabtnya. Lalu ia kirimkan kepada Gea dan juga Melly.


Mengehempaskan tubuhnya di atas kasur. Sementara menunggu balasan dari kedua sahabatnya, Aura mencoba menghubungi Kenzo untuk memberitahu bahwa dirinya sudah sampai.

__ADS_1


Saling bertukar pesan, dengan sesekali Aura tersenyum, bahkan sampai tertawa saat ada yang membuatnya lucu.


...****************...


Sama halnya dengan Kenzo yang saat ini berada di resto milik Denis, yang juga sedang tersenyum dan bahkan juga tertawa.


"Kenzo kenapa?" Tanya Denis kepada Melly. sepasang suami istri itu rupanya sedari tadi sedang memperhatikan Kenzo yang semula murung karena harus berpisah dengan Aura meskipun hanya sementara, tiba-tiba berubah seperti orang gila yang sedang senyum-senyum sendiri menatap layar ponselnya.


"Pasti Aura sudah ada mengabarinya." Jawab Melly yang juga menunjukan ponselnya yang berisi pesan dari Aura.


"Apa mereka sudah kembali bersama?" Tanya Denis lagi.


"Belum. Karena aku belum mendapat sinyal dari Aura." Jawab Melly masih menatap gelagat-gelagat aneh Kenzo dari kejauhan.


"Mereka pasti menyembunyikannya!" Ucap Denis dengan yakin.


"Tidak mungkin, kalau begitu aku pasti sudah tahu. Karena Auar tidak pandai menyembunyikan appaun." Melly sangat tahu bahwa Aura pasti akan mengatakannya jika memang sudah kembali bersama Kenzo. Taruhan yang mereka buat masih berlaku. Dan situasi seperti ini membuat mereka degdegan.


...****************...


Gea menoleh, lalu dia menunjukan photo yang ada di ponselnya.


"Aura mengirimkan ini." Ucap Gea.


Keanu mengambil ponsel dari tangan Gea. lalu melihat photo mereka bertiga.


"Itu kami saat kulia di oxford." Ucap Gea lagi yang menceritakan bahwa photo itu diambil ketika mereka sama mendapat nilai sempurna di salah satu mata kuliah.


Keanu masih menatap ponsel Gea, bahkan dirinya memperbesar wajah Aura.

__ADS_1


"Saat itu Aura masih sering menceritakan tentang kamu." Lanjut Gea. Gea merasa topik tentang Aura bisa lebih mengakrabkan mereka. Karena sudah berapa hari ini Gea kehabisan obrolan saat bersama Keanu.


"Dia bercerita tentangku?" Tanya Keanu. Pada saat-saat itulah Keanu tidak tahu berita tentang Aura.


"Iya. Dia bahakan belum bisa melupakan kamu. itu sampai membuat aku dan Melly kesal. Bahkan kami sering menjodoh-jodohkan Aura. Tapi Aura menolaknya. Dia masih tetap saja menatap photo kalian berdua."


"Photo aku berdua?" Tanya Keanu bingung maksud Gea.


"Photo kamu berdua dengan mantan istri kamu." Jawab jelas Gea.


"Aku tidak tahu apa yang telah Aura lalui." Ucap keanu merasa sedih.


"Sudahlah itu masa lalu, lagi pula Aura mulai bisa melupakan kamu setelah bertemu Kenzo. Dan juga pertemuan mereka yang unik." Ucap Gea mengambil kembali ponsel dari tangan Keanu.


"Bagaimana dengan kamu?" Tanya Keanu menatap Gea.


Gea dibuat salah tingkah dengan tatapan Keanu. dia berusaha menghindar dari tatapan itu.


"Bagaimana apanya?" Tanya Gea lagi.


"Apa tidak ada seseorang yang saat ini dekat denganmu?" Tanya Keanu, yang membuat Gea semakin salah tingkah.


Pertanyaan keanu membuat jantung Gea berdegup. Karena kini Keanu menanyakan hal yang amat pribadi baginya.


"Jika ada, tidak mungkin kamu berhari-hari ada disini." Jawab Gea mengalihkan pandangannya kearah lain.


Kemudian Keanu memutar kursi roda milik Gea hinga menghadap dirinya.


"Boleh aku mengenal seorang Gea lebih dalam lagi?" Tanya Keanu yang semkin membuat jantung Gea berdetak tak tentu, juga darahnya mengalir sangat cepat. "Apa yang harus aku Jawab?" Tanya Gea dalam hatinya.

__ADS_1


"Boleh." Hanya satu kata, namun sangat sulit Gea ucapkan.


Kemudian mereka saling melempar senyum. Mungkin ini adalah waktunya bagi mereka saling mengenal diri masing-masing, melepaskan semua masa lalu, dan merangkai masa depan.


__ADS_2