AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Project Bersama


__ADS_3

Diana memindahkan sebagian isi lemarinya kedalam koper, sengaja dia tidak membawa semuanya, karena dia pasti akan kembali lagi kerumah ini.


Pakaian demi pakaian telah tersusun rapi di dalam koper, bahkan beberpa barang berharga, yaitu tas branded, emas dan berlian sudah lebih dulu di masukan kedalam tas khususnya.


"Di, kamu yakin akan pergi secepat ini? bahkan sidang perceraian kalianpun belum selesai." Tanya sisika yang melihat mentinya sedang berkemas.


"Aku hanya ingin menenangkan diri, menyiapkan diriku untuk terbiasa sendiri tanpa Keanu lagi." Jawab Diana masih berkutik dengan koper-kopernya.


"Tapi, kemana kamu akan pergi?" Tanya siska lagi. karena Diana tak punya keluarga selain ibunya yang tidak begitu memperdulikannya.


"Kemungkinan aku akan tinggal sementara di rumah kenalanku." Jawab Diana


"Kamu jangan khawatir, setelah sidang selesai mama akan bicara kepada papa untuk memberikan kamu rumah yang dulu di tempati Aura. Kamu bisa tinggal sementara disana, sampai kami menemukan rumah yang cocok untuk kamu tinggali." Tutur Siska lagi.


Meskipun rumah bekas Aura, Diana tak keberatan bahkan Diana ingin semua yang pernah di miliki Aura dia pun ingin memilikinya.


"Terimakasih ma, mama baik sekali kepadaku, walaupun sebentar lagi aku sudah bukan bagian dari kekuarga ini."


"Tidak sayang, kamu akan tetap menjadi anak mama,ibu dari lexa cucu mama. bahakan jika kamu ingin tetap tinggal pun mama amat bersyukur."


Dianapun berdiri mendekat kepada siska yang duduk di tepi ranjang, kemudian Diana bersimpuh dengan lutu menjadi alasnya. memeluk Lutu Siska sambil terisak.


"Aku tidak tahu harus bagaimana, bahkan ibu kandungku saja tidak seperti mama. aku berharap mama dan papa selalu sehat. aku titip Lexa ya mah, aku percaya lexa pasti senang bersama kalian."


Siska membelai lembut rambut menantunya, kemudian mengangkat wajah Diana yang kini sudah basah dengan Airmata. Lalu dengan kedua tangannya Siska menyeka seluruh air mata yang membasahi wajah cantik menantunya itu.


...****************...


Hani datang menemui Aura di ruangannya dengan setumpuk berkas yang harus ia berikan kepada bosnya itu.

__ADS_1


"Apa ini semua?" Tanya Aura begitu Hani meletakan di atas mejanya, bahkan tubuh Aura setenghnya terhalang berkas itu.


"Maaf bu, ini berkas yang harus anda pelajari terkait produk baru kita." Ucap hani kemudian.


Rencananya Aura akan membuat produk baru yang pastinya akan laris dipasaran, sebenarnya tidak benar-benar baru, produk yag sudah di buat lama oleh kakeknya, namun melihat penjualannya tidak sesuai dengan harapannya. maka Aura akan mengembangkannya. Dia akan membuat kemasan baru untuk menarik konsumen lebih banyak lagi.


"Kamu tidak memberi tahu dia rencana kita kan?" Tanya Aura menarik tangan Hani, hingga tubuhnya mendekat, sehingga lebih terdengar suara pelan bosnya.


Aura sengaja menyembunyikan project barunya dari sekertaris kakeknya. Karena dia tidak ingin kakek winston tahu dan membatalkan semua kerja kerasnya. Aplagi Jika Kakeknya mendengar ia akan mengubah produk yang semula milik kakakenya.


Aura mulai membuka setiap berkas yang ada di mejanya, ia pelajari satu-persatu. dari mulai bahan sampai pengemasan.


Kemudian ia mendaptkan ide untuk meminta bantuan Kenzo untuk mengambil bagian dari project yang sedang ia kerjakan. Karena Aura membutuhkan desain untuk kemasan produknya.


"Halo Ken, bisa kita bertemu?" Tanya Aura segera begitu Kenzo mengangkat ponselnya.


"Kita bertemu dimana?" Jawab Kenzo, sambil memberi tanda kepada pegawainya untuk menunggunya selesai berbicara di telphon.


"Sekarang. Di cafe dekat kantorku." Jawab Aura tegas. dia tidak ingin mendengar penolakan dari Kenzo.


"Baiklah 10 menit lagi aku sampai disana." Ucap Kenzo segera menutup panggilannya.


Kenzo pun menyimpan kembali ponselnya, dan menatap kesulurh pegawai yang saat ini sedang menatap kearahnya juga.


"Maaf sekali ada sesuatu yang mendesak, Rapat kali ini saya tunda." Ucap Kenzo berdiri dan keluar meninggalkan ruangan rapatnya.


Kenzo segera berlari menuju ruang kerjanya untuk mengambil kunci mobil.


"Alihkan panggilan ku kepada Gea." Pesan Kenzo kepada Sekertarisnya, sebelum ia benar-benar meninggalkan kantornya.

__ADS_1


Pasalnya jarang sekali Aura menelphon dan mengajaknya bertemu. Kenzo tidak ingin melewatkan kesempatan itu, meskipun nanti obrolan Mereka seputar pekerjaan. Namun yang terpenting baginya adalah pertemuannya dengan Aura.


Benar saja, tepat sepuluh menit Kenzo sudah berada di dalam cafe, dan ia kini sedang mencari keberadaan Aura.


Terlihat tangan melambai dari arah sudut cafe tersebut, Kenzopun membuang nafas lega, kemudian memamerkan senyum manisnya.


"Maaf membuat kamu lama menunggu." Ucapnya yang kemudian menari kursi untuk duduk di depan Aura.


Aura melirik jam di tangannya dan tersenyum simpul


"Tepat, sepuluh menit." Ucap Aura yang membuat Kenzo terkekeh.


Memang Kenzo tak pernah berubah, ia tak pernah terlambat sedikitpun.


"Kebetulan aku sudah pesan dua minuman, kamu tidak keberatan?" Tanya Aura.


"Sama sekali tidak, apapun yang kamu pesankan aku pasti suka." Jawab Kenzo merasa senang, karena merasa di perhatikan.


Kemudian Aura mengeluarkan tab yang akan ia tunjukan kepada Kenzo.


"Coba kamu lihat, aku berharap kamu mau membantuku." Ucap Aura membiarkan Kenzo melihat perencanaanya.


Kenzopun mulai melihat-lihat isi dari tab tersebut.


"Menarik." Ucapnya menanggapi isi dari tab tersebut.


Aurapun tersenyum melihat tanggapan baik dari Kenzo.


"Baiklah, aku akan membuat semenarik mungkin." Ucap Kenzo memberikan kemabali tab kepada Aura. "Tolong kirimkan ke email perusahaan kami." Ucapnya secara formal. di susul saling melemparkan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2