AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Upaya Untuk Memisahkan


__ADS_3

Siska sudah menunggu kedatangan wanita yang kini menjadi kekasih dari anak bungsunya. Setelah di beritahu Diana, bahwa kekasih anaknya adalah sahabat dari Aura, lantas Siska membandingkan Gea yang tak ada bedanya dengan Aura. bahkan isi kepala Siska sudah bercampur dengan racun-racun yang Diana berikan.


Tanpa sepengetahuan Keanu, Siska Meminta untuk bertemu dengan Gea, bahakan Siska juga memjnta Gea untuk merahasiakan pertemuan mereka dari Keanu.


"Maaf tante, jalanan macet." Ucap Gea menunduk merasa bersalah karena keterlambatannya sehingga membuat Mama dari kekasihnya menunggu.


Gea pun segera duduk di kursi kosong di depan Siska, dan dengan tersenyum ramah walaupun di dalam hatinya sudah tak menentu. Apa lagi ini pertemuan pertamanya tanpa di temani Keanu.


"Saya akan bicara langsung kepada intinya. Saya tidak menyetujui hubungan kamu dengan anak saya." Ucap Siska dengan prontal.


Mendengar itu Gea merasa tercekik, dia bahkan menelan ludah untuk membasahi kerongkongannya yang kering.


"Maaf tante." Ucapnya dengan pelan, sungguh Gea tak bisa berpikir apapun. Bahakan untuk membela cinta tulusnya diapun tak bisa.


"Saya ingin kamu pergi jauh dari kehidupan anak saya."Lanjut Siska. yang semakin membaut Gea tak kuasabuntuk menahan airmatanya.


Sehina apa dirinya sehingga tidak di terima di keluarga kekasihnya, bahkan orang tua Keanu saja belum tahu keseluruhan tentang dirinya. Bagaimana bisa memandang Gea serendah itu.


Gea perlahan mengangkat wajahnya yang sedari tadi ia tundukan.


"Apa alasannya tante?" Tanya Gea dengan bibir dan sudut mata bergetar.


"Apa kamu mengenal Aura? Dia sudah menyakiti kedua anak saya. Kamu pasti mengerti alasan saya." Jelas siska yang kemudian mengambil tasnya dan pergi dari hadapan Gea.


"Tapi aku bukan Aura." Ucap Gea berusaha mengatakan kalimat itu, namun tertahan di bibirnya.


Gea telah salah mengira, setelah makan malam yang cukup menandakan bahwa dirinya di terima di tengah-tengah keluarga hatanto ternyata tidak cukup. Kini latar belakang pertemanannya dengan Aura yang menjadi hambatan hubungannya.


...****************...

__ADS_1


Suara ketukan pintu terdengar, Aura bergegas menutupi tubuhnya yang belum berpakaian lengkap dengan handuk kimononya, bahkan handuk di kepalanya pun masih menempel.


"Masuk!" Teriak Aura membiarkan pelayan masuk kedalam kamarnya.


"Maaf nona, Tuan sudah menunggu di depan" Ucap Pelayan, yang berarti Seteven sudah berada di depan kamarnya.


Aurapun keluar kamarnya untuk menemui Seteven, karena Seteven tidak boleh di buat menunggu. Apa lagi dia datang dengan cara sopan, tidak melalui pintu yang menghubungkan kedua kamar itu.


Seteven menoleh saat mencium aroma wangi dari Aura. wangi yang berciri khas.


"Ada apa dengan pakaian itu? kamu tahu kita hampir terlambat!" Ucap Keanu yang memasang wajah kesal saat melihat Aura.


"Apa maksudmu?" Tanya Aura dengan kebingungannya.


"Cepat ganti pakaian kamu, nanti supir yang akan mengantarkan." Lanjut Seteven semakin membuat Aura kebingungan.


"Tunggu, memangnya apa yang akan kita lakukan?" Tanya Aura yang membuat Seteven memukul jidatnya sendiri.


"Saya tunggu di tempat, Dan supir akan mengabtarkan kamu." Lanjut Seteven berlalu, meninggalkan Aura yang saat ini juga tengah merasa kesal dengan Abigail


Rupanya Abigail sengaja tak memberitahunya agar Aura terlihat payah di mata Seteven.


Aura segera kembali masuk kedalam kamar dan dia membuka lemari yang tak ada satupun pakaian yang cocok untuk ia gunakan.


Di tengah kejalutan Aura, datang seorang pelayan dengan mendorong beberpa pakaian yang tegantung.


"Nona maaf, saya terlambat membawa ini." Ucap Pelayan yang di tugaskan untuk mengurus keperluan Aura. Bahkan sejak siang dia tidak melihat pelayan itu.


"Kamu dari mana saja?" Tanya Aura menumpahkan kekesalannya kepada Pelayan itu.

__ADS_1


"Maaf non." Jawab pelayan itu tanpa memberitahu alasan keterlambatannya.


Aurapun tak begitu memperdulikannya, yang jelas ia harua segera bergegas untuk datang keacara sebagai istri dari Seteven.


Aura memilih dari deretan gaun untuk ia gunakan, dan ia jatuhkan pilihan di gaun berwarna putih, agar serasi dengan apa yang Seteven kenakan tadi.


Gaun dengan lengan pendek, namun memperlihatkan bagian belakang tubuhnya. Itu memgingatkan ucapan maminya tentang punggungnya yang terlihat sempurna.


Tak lupa ia juga memoles wajahnya agar terlihat lebih tegas. karena Laura adalah seorang yang tegas dan juga angkuh. Karena menurutnya itu sesuai dengan pembawaan Seteven.


Dengan rambut pendeknya seakan menambah sempurnanya penampilan Laura malam ini. Tak lupa Aura juga memakai cincin pernikahannya dengan Seteven, melingkar di jari manisnya.


...****************...


Abigail terus menatap pintu masuk, dia melihat satu persatu tamu undangan berdatangan, dan menyapa mereka alih-alih Seteven. Karena Tuannya belum juga datang. Tidak mungkin Seteven datang terlambat gara-gara menunggu Laura, karena Seteven sangat membenci orang yang tak tepat waktu.


Benar saja di menit-menit acara akan di mulai, terlihat Seteven berjalan memasuki ruangan, dan yang membuat Abigai tersenyum lebar adalah Seteven datang seorang diri. Dan itu artinya malam ini hanya akan ada dirinya juga Tuannya, seperti acara-acara yang telah mereka lalui bersama.


Begitu Seteven masuk, barulah Abigail menyapa dan berjalan mengekori Seteven untuk menyapa setiap tamu undangan yang datang.


"Selamat malam, terimakasih sudah datang." Sapa Seteven kepada salah satu tamunya.


"Istri anda tidak terlihat. Apa dia tidak datang?" Tanya tamunyabyang kebanyakan memang penasaran dengan sosok Istri Seteven.


"Laura akan segera datang." Jawab Seteven. Dan itu membuat Abigail kesal mendengarnya.


"Kenapa Tuan tidak datang bersama dengan Laura?" Bisik Abigail yang berpura-pura tak tahu. padahal itu adalah bagian dari rencananya.


"Jangan bahas Laura. Saya sudah cukup kesal dengannya." Jawab Seteven.

__ADS_1


Abigail seperti terbang keatas awan, melihat Seteven menyebutkan nama Aura dengan nada sinisnya. Karena hanya dia yang pantas mendampingi Seteven.


__ADS_2