
Meski sudah menerima dengan kenyataan harus kehilangan buah hatunys, namun Aura tetap daja tidak bisa kembali ceria seperti dulu lagi, bahkan Dia lebih banyak Diam dan melamun, Kenzo sudah berkali-kali mencoba memberinya semangat namun semua itu nihil.
Kini Kenzo harus terbiasa dengan perubahan sikap Aura, yang tak lagi menyiapka keperluan dirinya, bahakan Aura sudah tidak lagi menemaninya makan. Semua tugas rumah di serahkan kepada asisyen rumah tangga. yang kini setiap hari datang dan pergi.
"Ra, kamu harus pergi ke psikiater! Sampai kapan kamu akan seperti ini?" Sudah sering kali Kenzo mengajak Aura pergi menemui psikiater.
"Aku tidak gila." Jawab Aura dengan sorot mata kosong.
Keseharian Aura hanya duduk menghadap jendela dengan tatapan mata yang kosong, semua keceriaanya, senyumannya hilang tak nampak lagi menghiasi wajahnya.
Tak hanya Kenzo, Siska dan Rianpun sudah berkali-kali meminta Aura untuk pergi menemui psikiater namun Aura tak menggubrisnya.
Jasmin pun sudah mendengar kabar Aura dari Kenzo, dan Dia akan segera pulang dalam waktu dekat, Ini adalah harapan terakhir Kenzo. Semoga Aura bisa mendengarkan ucapan maminya.
"Tidak ada yang mengatakan kamu gila sayang, tapi lihat diri kamu sekarang, kamu seperti hidup tapi mati."
Kenzo sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk memberitahu istrinya tentang keadaanya, sudah secara lembut bahkan dengan teriakan. sudah ia lakukan.
"Aku capek Ra. Aku lelah." Ucap Kenzo kemudian pergi meninggalkan kamar Aura.
Hari ini adalah hari minggu, namun berada di rumah membuat kenzo sesak. Akhirnya dia membawa mobilnya menuju resto milik Denis.
Menaiki tangga menuju rumah Denis, namun saat ia membuka pintu, Kenzo di kejutkan dengan dua sosok wanita yang salah satunya Kenzo mengenalnya.
"Kenzo... wow kita ditakdirkan bertemu lagi!" Serunya menghampiri Kenzo dan memluknya.
"Kalian saling mengenal?" Tanya Denis kepada dua orang itu.
Kenzo sedikit terkeju, sebab dia tidak pernah berharap akan bertemu dengan wanita anting palsu.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Kenzo.
"Dia sahabat pacar gw! Kenalin Melly, cewek gw yang selalu gw ceritakan." Denis merangkul pacaranya untuk di perkenalkan kepada Kenzo.
"Hallo... aku melly."
"Kami memiliki hubungan yang kuranf baik di pertemuan pertama, tapi, kita masih bisa bertemankan?" Tanya Gea menarik tangan Kenzo untuk duduk di sampingnya.
__ADS_1
Ternyata kedua wanita itu adalah Melly dan Gea. Melly adalah pacar Denis, sudah cukup lama mereka pacaran jarak jauh. Melly sudah satu minggu berada di tempat Denis, karena mereka akan segera menikah.
Sedangkan Gea baru saja sampai karena dia ingin menghabiskan liburannya di indonesia. sekalian mengunjungi kedua sahabatnya yang sudah lebih dulu pulang ke indonesia.
"Bagaiamna keadaan istiri loe? Tanya Densi yang membuat Gea terkejut.
"Apa? kamu bukan single?" Tanya Gea membelakan mata.
"Kenzo sudah menikah Ge." Jawab Denis.
"Rupanya kamu pria nakal." Ucap Gea mengedipkan sebelah matanya.
Sontak saja itu membuat Denis dan juga melly tertawa.
"Bukan seperti itu. Gea itu wanita anting. tapi dia bohong ternyata bukan dia pemiliknya." Ucap Kenzo menjelaskan.
"Kenapa kamu jujur di sini!" Ucap Gea salah tingkah, sebab saat ini Melly tengah menatap tajam kearahnya.
"Memang seperti itu awal kita bertemu." Ucap Kenzo.
Kenzo tidak terlalu suka dengan situasi saat ini. bertemu dengan wanita yang telah membohonginya adalah suatu hal yang tidak pernah ia harapkan. Rencana ingin menenangkan pikiran ternyata gagal. yang ada Kenzo bertambah mumet den pusing.
Aura masih duduk menatap kosong kearah luar jendela. Asisten rumah tangganya datang untuk mengantarkan makanan, namun ia tidak berhasil membujuk Aura untuk memakannya.
"Kenzo kemana bi?" Tanya Keanu yang sengaja datang untuk menjenguk Aura.
"Tadi pergi pak!"
"Sini biarkan saya yang menersuka." Ucap Keanu mengambil alih piring makan Aura.
Keanu datang dengan membawa beberapa obat dari orang tuanya untuk Aura.
"Kamu merindukan baby K?" Tanya Keanu, dan pertanyaan itu membuat Aura menolehkan kepalanya.
"Kamu mau antar aku kesana?" Tanya Aura lirih.
"Aku akan antar kamu kesana, tapi sebelum itu kamu harus makan dulu. agar Baby K senang melihat mamanya." Buju Keanu.
__ADS_1
Aurapun perlahan membua mulutnya menerima suapan dari Keanu.
Dia juga pernah meminta hal yang sama kepada Kenzo, Nmau Kenzo menolaknya. Menurutnya itu akan membuat Aura bertamah depresi.
Suapan demu suapan lolos masuk ke mulut Aura. Setelah merasa Kenyang, Aura menagih janji Keanu untuk mengajaknya ke kuburan anaknya.
"Sebentar, aku cari sesuatu untuk menghangatkan tubuhmu." Keanu membuka lemari mencari sweater untuk di gunakan Aura.
Setelah mendaptkannya, diapun denga telaten memakiakannya di tubuh Aura.
"Ayo kita berangkat." Ajak Keanu.
Kenau membantu Aura berjalan, karena tubuh Aura sangat lemas, mungkin karena beberapa hari ini dia tidak makan dengan baik.
Sampailah mereka di kuburan, disana Aura memeluk nisan anaknya air mata tak terbendung lagi, dia hanya menangis tanpa mengucapkan satu patah katapun.
"Makash Nu, disaat yang lain melarangku untuk datang kesini, justru kamu mempunyai pemikiran yang berbeda."
"Semua orang ingin kamu kembali seperti dulu, itu sebabnya mereka seperti itu. Kamu bisa menghubungiku jika ingin datang kembali ke sini, Aku pasti antar kamu kapanpun."
Keanu mengantarkan kembali Aura ke rumahnya, namun saat di perjalanan, ia melihat ada kecelakaan, yang melibatkan seorang ibu dan balitanya.
Terlihat kemacetan di sekitar jalan tersebut, Aura yang juga melihatnya terkejut, dan ia membuka pintu mobil untuk turun dan melihatnya.
Aura yang melihat kejadiannya sangat terkejut, karena ibu dan balitanya baik-baik saja, sedangkan kendaraan yang mereka tumpangi rusak parah.
Dari sana Aura terasadar bahwa semua manusia memiliki takdirnya masing-masing. Secara naral kecelakaan yang di lihatnya sudah pasti akan membuat siapapun yang mengalaminya akan terluka parah bahkan bisa sampai kehilangan nyawa. Namun secara takdir ternyata mereka masih di takdirkan untuk terus menikmqti kehidupan ini.
Keanu segera menyadarkan Aurayang hanya diam terpaku di tengah-tengah banyaknya orang yang sedang membantu penyelamatan.
"Ra, kamu baik-baik saja?" Tanya Keanu mearih kedua pundak Aura.
"Nu kamu lihat, mereka baik-baik saja. Ternyata takdir berkata lain." Ucap Aura
"Iya, mereka tidak terluka sedikit pun."
"Nu, Aku baru sadar, bahaw kita memiliki takdirnya masing-masing, aku dengan takdirku yang harus kehilangan anak. Seharusnya Aku tetep bersyukur bukannya larut dalam kesediahan seola-olah aku orang yang paling sedih di dunia. Nyatanya tidak, banyak kemalangan-kemalangan yang terjadi di sekitarku. Seharusnya aku tetap kuat menjalani ini semua."
__ADS_1
"Kamu kuat kok Ra, kamu bisa lewatin ini semua." Keanu memeluk Aura, dia tahu perasaan Aura saat ini.
Lagi-lagi Keanu yang berada bersama Aura disaat Aura butuh bahu untuk bersandar butuh tubuh untuk memeluk.