AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Pria Tidak Normal


__ADS_3

Tiga pria oun akhirnya datang, setelah seharian pergi untuk mencari keberadaan Aura di tempat kemungkinan Aura singgahi.


"Bagaimana?" Tanya Melly kepada ketiganya.


Dengan perut yang sudah mulai membesar, Melly membawa tiga minuman untuk ia berikan kepada para pria yang datang dengan wajah kecewa.


"Belum, Aura tidak ada disana." Jawab Denis, yang kemudian bersandar manja di pundak istrinya.


"Kita tunggu saja, mungkin Aura sedang sibuk dengan pekerjaannya, sehingga dia tidak punya waktu untuk menghubungi kita." Ucap Melly kepada ketiganya.


Orang yang paling sedih adalah Kenzo, dia seperti tak punya semangat lagi, dan itu membuat Denis dan Melly khawatir.


"Oh ya Nu, kamu nggak kasih tahu Gea kan kemana kamu seharian ini. sepertinya kamu harus cepat temui dia." Lanjut Melly kepada Keanu.


Dengan terkejut Keanu segera berdiri, dia sadar telah melakukan kesalahan.


"Semangat Nu." Ucap Denis sebelum Keanu pergi.


Braaak...


Kenzo memuku Meja dengan keras dan membuat Denis dan Melly terkejut.


"Jalan satu-satunya aku harus menemui Seteven!" Ucapnya sambil berdiri dengan mata yang berapi-api.

__ADS_1


"Dari awal aku sudah curiga bahwa pria itu bukan pria baik. dan terbukti dengan menghilangnya Aura." Lanjut Keanu mengepalkan kedua tangannya.


"Tapi dimana kamu akan menemukan Seteven?" Tanya Denis karena yang mereka tahu bahwa alamat Seteven tidak di publikasikan. bahkan perusahaannya pun mereka tidak tahu.


"Di sini." Ucapnya menunjukan email yang baru saja ia dapat di ponselnya.


Denis dan Melly mendongkakan kepala melihat isi dari email yang di tunjukan Kenzo.


"Kamu di undang acara semacam ini?" Tanya Denis yang merasa bangga kepada sahabatnya setelah tahu apa isi dari email itu.


"Selamat bro!" lanjutnya lagi dengan memeluk Kenzo riang.


"Tapi acara ini masih 4 bulan lagi." Sela Melly yang membuat Denis berhenti dengan kehebohannya.


"Bagaimana kamu bisa yakin bahwa Seteven ada di acara yang sama?" Tanya Melly yang masih tak yakin dengan rencana Kenzo.


"Acara seperti ini tidak mungkin di lewatkan pengusaha sukses seperti Seteven. bahkan acara ini di idam-idamkan oleh pengusaha-pengusaha seperti Kenzo yang terbilang baru menjajahi bisnisnya sampai ke luar negri."


"Wah... ada kemungkinan Aura juga ada disana."


"Iya, bisa jadi." Jawab Kenzo dengan yakin.


Dia hanya harus bersabar sampai waktunya tiba, dimana dia aka bertemu Seteven bahakan mungkin Aura disana. Dan dia akan meminta penjelasan atas semua ini.

__ADS_1


...****************...


Aura takjub dengan pemandangan alam yang hijau dari atas tempatnya berdiri. Bahkan dia bukan berada di pinggiran ataupun di pegunungan. Melainkan berada di pusat kota, Namun pemandangan seperti ini sangat menenangkan.


"Kamu bisa pakai kamar yang ada di belakang kamu." Ucap Seteven membukakan pintu yang tepat di belakang mereka.


Sebuah kamar yang cukup luas, namun tak seluas kamar miliknya. Sesuai perjanjian, mereka akan tinggal terpisah. Dan Seteven memenuhi janji itu.


Kamar yang berhadaoan langsung dengan pemandangan yang memanjakan mata tadi, Apa lagi dari kamar itu tak jauh kolam berenang yang selalu Seteven gunakan.


"Dan ini adalah pintu darurat." Lanjut Seteven melangkah mendekati lemari yang ternyata itu adalah sebuah pintu.


Aura terkejut dan perlahan mendekat, dia tercengang, bagaimana bisa kamar yang akan di tempatinya ternyata tersambung dengan kamar milik Seteven.


"Ini...?" Tanya Aura kehabisan kata-katanya, karena sama saja dia dalam pengawasan Seteven, bagaimana nanti disaat dirinya sedang tertidur nyenyak, Seteven dengan mudahnya masuk dan memperhatikannya.


Memikirkan itu sudah membuat Aura merinding, Seteven memang pria yang sangat tidak normal.


"Ya, karena mereka tahu bahwa kita ini sepasang suami istri." Ucapnya perlahan mulai mendekati, sampai Aura harus berjalan mundur untuk menghindar dari Seteven.


"Saya harap kamu tidak melupakan hal itu." Lanjutnya mencoba membelai wajah Aura, Namun Aura segera menghindar dengan mendorong tubuh kekar Seteven.


Seteven tersenyum simrik, Lagi-lagi Aura menghindarinya. Jika selalu seperti Ini maka ini sebuah penghinaan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2