AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Bertemu


__ADS_3

Kenzo datang dengan nampan berisi makan malam untuk Aura, sementara dia sudah rapi dengan pakaiannya hendak menemui Gea.


Dia melihat istrinya masih berbaring di tempat tidurnya. Kemudian Kenzo perlahan duduk di sampingnya.


"Sayang, makan dulu!" Tawar Keanu hendak menyuapi Aura.


"Aku tidak lapar." Jawab Aura tanpa menoleh kearah suaminya.


"Aku simpan di meja, tapi jangan lupa kamu harus memakannya, aku harus menemui client malam ini." Ucap Kenzo memberitahu Aura.


PPRAANG....


Suara nampan berisi makan malam di tepis Aura. Dia kesal karena Kenzo tidak berusaha membujuknya, Dia lebih memilih pekerjaannya dari pada harus menemaninya di saat-saat terburuknya.


"Aura... apa yang terjadi?" Tanya Keanu ketika datang dan melihat keadaan kamar Aura sudah berantakan piring pecah dan makanan yang berserakan di lantai kamarnya.


Keanu datang karena harus memberikan titipan makanan dari orang tuanya.


"Apa kamu terluka?" Tanya Keanu menghampiri Aura dan melihat keadaannya. Kemudian dia memunguti semua yang berserakan di lantai itu.


"Aku baik-baik saja." Jawab Aura masih dalam posisi berbaring.


"Kenzo tidak ada di rumah? tadi pintu luar tidak terkunci, jadi aku langsung masuk kemari saat mendengar suara dari kamar ini."


"Dia pergi. Entah lah Nu, aku merasa Kenzo tidak ingin berada di dekatku, mungkin dia malu karena kondisiku yang seperti ini."


"Tidak Ra, Kak Kenzo sangat mengkhawatirkanmu. Dia ingin kamu segera sembuh." Jawab Keanu, Dia tidak ingin Aura beranggapan buruk tentang kakaknya, karena memang Kenzo orang yang sangat mengkhawtirkannya.


"Apa kamu akan terus berbaring? kamu tidak lapar? atau kamu mau pergi kesuatu tempat?" Tanya Keanu.


"Aku tidak ingin apapun, tapi besok aku mau pergi ke tempat ini." Aura menunjukan sebuah photo panti asuhan dan beserta alamatnya.


Aura ingin pergi mengunjungi panti Asuhan, dia pernah melihat photo yang sama di kamar maminya. Dia beranggapan bahwa maminya selalu memberikan bantuannya ke panti asuhan itu.


"Besok aku akan antar kamu, tapi kamu harus makan dulu. Bagaimana?" Tanya Keanu membujuk Aura."


"Baiklah." jawab Aura. Kemudian dia bangun dari posisi tidurnya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur.

__ADS_1


Keanupun mengikutinya dari arah belakang.


"Mau aku buatkan nasi goreng kesukaan kamu?" Tanya Keanu. Dulu Keanu sering mebuatkan nasi goreng itu untuk Aura dan Aura selalu lahap saat memakannya.


Keanu memulai memasak untuk Aura, sedangkan Aura duduk sambil memperhatikan. Melihat itu aura kembali mengingat saat mereka masih bersama, dan tak terasa air matanya mulai membasahi pipinya.


"Kenapa kamu menangis? Tanya Keanu mengusap Air mata Aura di sela-sela memasaknya.


"Aku jadi ingat masa-masa dulu. Sepertinya itu adalah kenangan manis." Ucap Aura tersenyum.


Keanu melihat segaris senyuman mulai menghiasi wajah murung Aura.


"Ya, itu adalah kenangan indah kita. Andai saja aku pada saat itu tetap memcari kamu."


"Kamu mencariku?" Tanya Aura terkejut, sebab selama ini yang dia tahu Kenzo pergi meninggalkannya.


"Kamu tidak percaya aku mencari kamu, aku berkali-kali bertanya kepada bapak, namun satu surat dari kamu menghentikan semua pencarianku. Maafkan aku." Ucap Keanu penuh sesal.


"Kamu tidak salah Nu, surat itu seharusnya tidak pernah ada. Kamu seharusnya tidak pernah membacanya." Aura kembali lagi menitikan Air mata, sebab selama ini Keanu hidup dengan kesalah pahaman dan kebohongan dari istrinya.


"Tapi tidak apa, aku sudah melupakanya." Jawab Keanu sambil kembali mengusap Air mata Aura.


Keanu tidak mengerti dengan maksud yang Aura katakan.


"Mengapa surat itu bisa palsu?" Tanya Keanu mulai penasaran.


"Aku hanya asal berucap saja." Jawab Aura mengalihkan pembicaraanya. Dia masih tidak siap jika Keanu tahu yang sebenarnya, sebab itu bisa menghancurkan rumah tangga keanu, Apa lagi saat ini Rumah tangganya bersama Kenzo sedang dalam keadaan kurang baik.


Namun bukan Keanu jika tak menaruh kecurigaan apapun, Keanu yakin ada hal yang ingin Aura katakan, namun dia harus bersabar sampai waktunya tiba, sebab saat ini keadaan Aura masih labil.


...※※※※...


Kenzo datang ke resto milik Denis,namun kali ini dia tidak langsung naik keatas,melainkan duduk di kursi dimana sudah ada Gea sedang menunggunya.


"Maaf, pasti sudah lama menunggu?" Tanya Kenzo begitu sampai.


"Tidak apa-apa, kebetulan aku masih tinggal di tempat Denis." Jawab Gea tersenyum.

__ADS_1


Merekapun memulai pembicaraan, dari mulai latar belakang tentang pendidikannya sampai tentang meninggalnya kakaknya.


"Maaf kamu jadi harus menangis dengan pertanyaanku." Ucap Kenzo nampak menyesal setelah bertanya tentang kakaknya Gea.


"Sepertinya aku memang perlu bercerita kepada beberapa orang agar meringankan beban pikiranku." Ucap Gea memulai bercerita tentang kakanya yang sudah meninggal.


Kenzo kagum dengan sikap Gea. Dibandingkan dengan istrinya, Gea lebih pintar dalam menyelsaikan masalah, apa lagi secara pendidikan mereka berasal dari kampus yang sama,namun dengan pola pikir ya g berbeda.


Cukup lama Kenzo dan Gea duduk dan saling mengobrol, sampai pada akhirnya Gea meminta Kenzo untuk mengantarkannya pulang.


Saat ini Gea tinggal di komplek perumahaan yang cukup mewah di kawasan ibu kota. Sudah cukup lama ia tinggal Dengan Melly, sekarang saatnya Gea untuk bisa melepas diri dari bantuan sahabatnya itu.


"Kamu tinggal disini?" Tanya Kenzo saat mereka sudah sampai di depan rumah Gea.


"Iya, tapi masih berantakan. Ya... namanya juga bekas orang." Jawab Gea.


"Mau aku bantu?" Tanya Kenzo menawarkan diri. Sebab Kenzo melihat rumah baru Gea masih berantakan. Dengan rumput yang sudah tinggi. Barang yang masih belum tertata rapi, bahkan mungkin ada barang yang harus segera di ganti. Sebab Gea membeli rumah beserta isinya.


"Apa tidak akan merepotkan?" Tanya Gea kembali, namun di dalam hatinya dia sudah menari kegirangan mendengar tawaran dari Kenzo.


"Tidak sama sekali, Besok aku akan datang lagi." Ucap Kenzo kembali menaiki mobilnya dan pergi dari depan rumah Gea.


Gea merasa senang, Ternyata Kenzo punya sisi baiknya. Karena dia masih ingan sikap Dingin Kenzo saat dia ketahuan berbohong.


Geapun masuk kedalam rumahnya yang masih berantakan, hanya kamar tidurnya yang sudah rapi dan bisa di tempati.


Gea merogoh tasnya, untuk mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Aura kembali, karena beberpa hari ini Aura tidak bisa di hubungi, ponselnya mati. Dia ingin memberitahukan bahwa dirinya sudah berada di indonesia. Dan ingin segera bertemu. Melepas rasa rindu, karena sudah dua tahun mereka tidak bertemu.


Namun saat Gea membuka ponselnya dia melihat pesan masuk dari Melly, yang mengatakan bahwa Aura sedang dalam kondisi tidak baik, Aura baru saja kehilangan calon anaknya. Dan itu membuat Gea terkejut.


Gea segera menelphon Melly untuk mencari tahu lebih rinci.


"Hallo Mel, kita harus segera menemui Auar, aku khawatir sekali Mel!" Ucap Gea saat Melly mengangkat telphonnya.


"Besok kita kesana, aku sudah tahu alamatnya." Ajak Melly, dia meminta alamat Aura kepeda Denis.


"Kamu tahu Dari siapa Mel?" Tanya Gea, sebab tidak mungkin Melly tahu sedangkan dirinya tidak.

__ADS_1


"Aku tahu Dari Denis. Pokoknya ceritanya panjang, besok aku ceritakan, Dan ada satu hal yang akan aku ceritakan. Dan kamu pasti kaget mendengarnya." Melly pun menutup telphonya. Melly akan menceritakan semua kebenarannya kepada Gea. Dia tidak ingin persahabatannya hancur karena seorang laki-laki.


__ADS_2