AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Bersembunyi


__ADS_3

Seteven berjalan menuju kamar Aura, dia sudah membawakan pizza yang sengaja ia beli saat perjalanan pulangnya. Begitu dia membuka pintu, Dia tidak melihat Aura ada di dalam kamarnya. Seteven masih tenang karena dia mengira Aura sedang di kamar mandi.


Tok...tok...tok...


"Aku menyimpan pizza di meja." Tutur Seteven setelah mengetuk kamar mandi Aura, kemudian dia berlalu menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"Makan malam sudah siap Tuan." Ucap Pelayan memberitahu.


"Kamu juga panggil Aura untuk makan." Perintah Seteven yang kemudian turun menuju ruang makan, sementara pelayan tadi memanggil Aura.


Seteven baru akan mulai makan malamnya saat Aura juga sudah ada bersamanya, namun cukup lama Seteven menunggu Aura tak kunjung turun.


"Kamu sudah panggil Laura?" Tanya Seteven kepada pelayannya.


Pelayan itu hanya menunduk dan menjawab dengan sedikit gemetar.


"Sudah tuan, tapi tidak ada jawaban."


"Oh ya, kenapa kalian tidak bersama Laura?" Tanya Seteven kepada pelayan yang biasa bersama Aura. Bahakan saat ia masuk kekamar Aurapun tak ada satu pelayan dikamar itu.


Semua pelayan seketika menundukan pandangannya, tak ada satu orang pun yang berani menjawab, mereka saling pandang satu sama lain.


"Maaf Tuan, non Laura meminta kami semua pergi, dan nona juga tidak ingin di ganggu." Ucap salah satu pelayan memberanikan diri mengutarakan apa yang di perintahkan Aura sejak tadi pagi.


"Terus kalian semua menurut tanpa ada satu orangpun yang menemani di kamar?" Ucap Seteven dengan sedikit kemarahannya.


"Maaf Tuan, bair kami panggil nona lagi."


"Sudahlah. Biar saya saja." Ucap Seteven mencegah para pelayan yang hendak menuju kamar Aura. Lantas Seteven kembali kearas untuk mengajak Aura makan malam bersamanya.


Namun Lagi-lagi dia tak melihat Aura ada di dalam kamar itu. lalu ia menatap pintu kamar mandi. Kepalanya sudah memikirkan sesuatu yang negatif.


"Jangan-jangan Aura...." Seteven segera membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci itu, dia hanya takut terjadi hal yang tidak di inginkan kepada Aura di dalam kamar mandi.


Namun yang di lihat Seteven saat ini hanyalah sebuah kamar mandi yang kosong tidak ada siapapun di dalamnya.


"Laura.... Laura...." Teriak Seteven segera meninggalkan kamar itu dan mencari di ruangan sekitar.


"Laura tidak ada di kamarnya, Cari Dia!" Titahnya kepada para pengawal.


"Kalian juga cari di semua ruangan." perintahnya kepada para pekayan.

__ADS_1


Seteven terus meneriaki nama Laura, bahakan ia menriaki sampai luar rumah. Kemudian dia menuju ruang cctv, untuk mencari keberadaan Aura.


Seteven melihat keseluruh monitor di ruangan cctv, namun dia tak melihat keberadaan Aura. Diapun menghebuskan nafasnya kasar.


"Terakhir saya melihat Aura tadi pagi, coba kamu lihat di sekitar pagi hari." Pinta Seteven untuk memundurkan rekamannya.


Tak ada pegerakan dari Aura sejak pagi sampai siang hari. Namun kemudian terlihat Aura keluar kamar dengan mengendap-enadap.


"Sudah hentikan." Pinta Seteven untuk menyudahi mengulang rekaman tentang Aura. Kini dia sudah tahu. Bahwa Aura kini pergi dari rumah ini, pergi meninggalkannya. itu semua karena kebodohannya.


Setevenpun meninggalkan ruang cctv dengan kaki lemas, tak berdaya.


"Kalian semua boleh beristirahat." Ucapnya dengan suara lemah, sementara Seteven terus berjalan lunglai menuju kamarnya.


Semua pelayan yang melihat keadaan Tuannya saling bertanya dengan keanehan itu, sementara Tuannya berlalu, menghentikan pencarian juga meninggalkan makan malam yang sudah tersaji.


...****************...


Pesawat mendarat selamat di bandara soekarnohata, di pagi hari dengan guyuran hujan yang cukup lebat.


Aura dan Keanu sudah menginjakan lagi kakinya di jakarta kota kelahirannya.


Aura menoleh dan kemudian tersenyum tanda ia berterimakasih. karena dia terbang jauh hanya membawa dirinya saja.


Kota ini bukan tujuan Keanu, karena jakarta bukan kota yang tepat untuk Aura bersembunyi.


"Kamu tunggu disini, pesankan saja untuk sarapan kita." Ucap Keanu yang kemudian pergi lagi.


Aura hanya mengaguk, dia tak tahu Keanu akan kemana lagi, karena dia sudah mempercayakan dirinya kepada Keanu.


Tak lama Aura melihat Keanu sudah datang lagi, dengan membawa kertas di tangannya.


Dengan tergopoh-gopoh, Keanu pun duduk dan segera mengahabiskan satu gelas minumannya.


"Kita sarapan dulu, lalu kita akan terbang lagi kesurabaya." Ucap Keanu setelah mengambil nafas dalam.


Aura tak menjawab, dia hanya mengedipkan matanya tanda setuju, juga segaris senyum lagi di bibirnya.


Aura segera mengahbiskan sarapannya, karena dari yang ia lihat Keanu juga sangat terburu-buru, dan sepertinya penerbangan mereka tak butuh menunggu lama.


"Kamu sudah selesai? kita harus cek in." Ajak Keanu, setelah ia menghabiskan makananya.

__ADS_1


"Tunggu." Ucap Aura yang kemudian mengambil selembar tisue, lalu ia membersihkan sisa makanan yang menempel di sudut bibir Keanu.


Keanu terhenyak, dan kemudian merebut tisue itu lalubia bersihkan sendiri.


"Terimakasih." Ucap Keanu yang kemudian mengengam tangan Aura untuk segera melanjutkan langkahnya.


Satu tindakan dari Aura saja sudah membuat jantungnya berdebar. Namun segera Keanu usir pikiran-pikiran yang akan membuat dia mergukan dirinya lagi, meragukan hatinya lagi.


"Kamu ingat apartment aku di surabaya, kamu akan tinggal di sana." Ucap Keanu di sepanjang perjalanannya.


"Kamu juga jangan khawatir, aku akan sering-sering berkunjung." Lanjutnya lagi.


"Terimakasih Nu, kamu selalu baik kepadaku, sementara aku selalu menyakitimu." Ucap Aura mengusap airmatanya. Aura merasa sangat sedih harus menyeret Keanu kedalam hidupnya lagi, kedalam permasalahannya, sementara dia sedang di masa-masa bahagianya bersama Gea.


"Kamu jangan bicara seperti itu, aku akan selalu ada untuk kamu Ra." Keanu segera memeluk Aura, dan membiarkan Aura menangis di pelukannya.


...****************...


Seteven merasa ia tak boleh menyerah begitu saja, dia harus berusaha mencari Aura sampai ketemu.


"Pria itu, aku yakin Aura menemuinya, dan meminta bantuannya." Terlintas sebuah kemungkinan yang terpikir di kepalanya.


Seteven kemudian berlari meninggalkan kamarnya. "Kunci mobil." Pintanya kepada supir pribadinya.


Setelah mendapatkan kunci mobilnya, Seteven segera membawa mobil itu meninggalkan pekarangan rumah dan menuju hotelnya, hotel tempat pria itu menginap.


Seteven segera mengahmpiri resepsionis dan menanyakan kamar tempat pria itu menginap.


"Saya ingin tahu em...." Seteven berusaha mengingat nama pria yang tadi pagi menemuinya.


"Kenzo. dia menginap di kamar berapa?" Tanyanya saat mengingat nama pria tersebut. Meskipun setiap hotel dilarang untuk memberitahu tentang identitas atau apapun tentang pengunjung. Namun karena Seteven adalah pemilik hotel itu maka dengan mudah ia mendaptkan identitas lengkap dari Kenzo. Bahakan alamat kantor Kenzopun ia mengetahuinya.


"Maaf Tuan, pak Kenzo sudah meninggalkan hotel ini tadi sore." Ucap resepsionis memberitahu.


"Apa kalian melihat dia dengan seorang wanita?" Tanya nya lagi, karena jika benar, sudah pasti wanita itu adalah Aura.


"Dia hanya seorang diri."


"Aaargghhhh..... sial. Cari tahu pria itu." Ucapnya kepada pengawal yang baru saja tiba di hotel.


"Baik Tuan." Jawab pengawalnya yang sama sekali tidak mengerti ucapan Tuannya,karena mereka baru saja tiba setelah membuntuti Tuannya yang melajukan mobil dengan sangat kencang, sampai resepsionis memberitahukan maksud dari ucapan Seteven itu.

__ADS_1


__ADS_2