
Hubungan Gea dan Keanu semakin dekat, bahkan mereka sudah membicarakan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, Keanu sudah merasa yakin bahwa Gea adalah wanita yang tepat menemaninya untuk berlayar di bahtera rumah tangganya.
Kadang Keanu merasa ini terlalu cepat setelah, menjalin hubungan setelah perceraiannya, namun Dia tidak bisa menunda untuk segera berumah tangga kembali.
"Aku ingin memperkenalkan kamu kepada kedua orang tuaku." Ucap Keanu di tengah percakapan makan siangnya.
Keanu sengaja mendatangi Gea saat makan siangnya agar bisa menikmati makan siang bersama.
"Aku gugup, Apa mereka akan menerimaku?" Tanya Gea yang sedikit minder dengan keadaannya, Gea merasa tidak di level yang sama dengan keluarga Keanu.
"Kamu jangan khawatir, Mama dan papa tidak seperti itu." Jawab Keanu menggengam erat tangan Gea.
Gea tersenyum lega, kekhawatirannya memang tak beralasan. Gea hanya takut mendaptkan penolakan.
"Nu, Kenzo sedang tidak baik-baik saja." Setelah kembali dari Inggris kenzo sering melamun dan tak fokus bekerja, Gea sebagai seorang pegawai merangkap teman merasa harus melakukan sesuatu, Apalagi mereka sebentar lagi akan menjadi ipar.
"Aku belum bertemu lagi dengannya." Jawab Keanu yang baru mendengar kabar kakaknya.
"Kamu temui dia, tidak biasanya dia seperti itu." Ucap Gea dengan wajah cemasnya.
"Baiklah, aku akan menemuinya. Terimakasih sayang, kamu begitu perhatian." Ucap Keanu mencium kening Gea.
Setelah selesai makan siang, mereka pun berpisah untuk kembali ke kantor masing-masing.
Sesampainya di kantor Gea melihat ruangan Kenzo kosong, seingatnya Kenzo tidak punya pekerjaan di luar kantornya.
"Pak Kenzo kemana?" Tanya Gea kepada sekretarisnya.
"Keluat. Pak Kenzo titip ini." Jawab Sekertaris itu memberikan beberpa lembar berkas untuk Gea.
Dengan masih berdiri di depan ruangan Kenzo, Gea membuka setiap halaman, yang ternyata berisikan pekerjaan Kenzo yang haru ia selesaikan.
"Sepertinya bu Gea harus lembur lagi." Ucap Sekretaris itu melanjutkan.
Gea hanya mendengus kesal, niat hati ingin menghabiskan waktu bersma Keanu, justru dia terjebak pekerjaan.
__ADS_1
Geapun beranjak menuju ruangannya kemudian meghempaskan tubuhnya terduduk bersandar di kursi,
Dia mengambil ponselnya, kemudian menghubungi Melly, untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi setelah kepulangannya dari Inggris.
"Mel, Kenzo ada disana?" Tanya Gea saat melly mengangkat panggilannya.
"Ya begitulah." Jawab Melly karena sudah sangat sering Kenzo datang kerestonya.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi? Apa ada kaitannya dengan Aura?" Tanya Gea. Gea belum sempat bertemu Melly karena pekerjaannya yang sangat banyak.
"Ceritanya panjang Ge, gak mungkin lewat telphon. Bagaimana jika besok, sekalian antar aku menemui dokter kandungan." Ajak Melly untuk mereka bertemu.
"Boleh, Aku jemput kamu di resto." Jawab Gea menyetujui ajakan Melly. Kemudian mengakhiri telphonnya.
...****************...
Sepulang kerja Keanu menghampiri Kenzo yang berada di resto Denis. Keanu terkejut begitu sampai dia melihat Kenzo yang sudah sangat berantakan, dan berbau alkohol.
"Kak, sudah, berhenti." Ucap Keanu merebut gelas dari tangan Kenzo.
"Kakak sudah terlalu banyak minum." Teriak Keanu mencoba menyadarkan Kenzo.
"Antar Kenzo pulang, temani dia." Ucap Denis yang kemudian membersihkan botol-botol minuman bekas Kenzo.
Denis terpaksa menutup Restonya lebih cepat karena Kenzo yang memintanya. dia ingin sendiri tak ada yang mengganggunya.
"Kenapa kakak Kenzo seperti ini?" Tanya Kenzo kepada Denis.
"Kamu tanyakan saja kepadanya jika dia sudah sadar." Jawab Denis menepuk sebelah bahu Keanu.
Denis tidak ingin menceritakan apapun tanpa persetujuan dari kenzo. apa lagi ini menyangkut soal Aura, yang sangat sensitif untuk kedua pria itu.
Keanu dan Denis memapah Kenzo sampai masuk kedalam mobil. tubuhnya kini tak seberat dulu, Kenzo kehilangan berat badannya. Karena akhir-akhir ini dia sering melewatkan jam makan.
"Terimakasih sudah menjaga kakakku." Ucap Keanu kepada Denis.
__ADS_1
"Hubungi aku jika terjadi sesuatu." Ucap Denis sebelum keanu pergi.
Keanu merasa sedikit iri karena kakanya memiliki sahabat seperi Denis, yang selalu ada dan mau mendengarkan semua keluh kesahnya. Berbeda dengan dirinya, yang tak punya satu orang sahabat pun di hidupnya.
Keanu membawa tubuh lemah Kenzo pulang kerumah orang tuanya,dia tidak tahu tempat tinggal Kenzo sedangkan tempat tinggalnya masih sangat jauh. Entah apa yang nanti orang tuanya tanyakan, yang jelas Keanu ingin Kenzo segera beristirahat.
Dengan kesusahan Keanu memapah kakanya untuk masuk kedalam rumah.
"Keanu, kakak kamu kenapa?" Tanya siska saat melihat anaknya.
Siska pun segera memanggil suaminya untuk memabntu memapah Kenzo sampai masuk kedalam kamarnya.
Kini Keanu duduk di hadapan kedua orang tuanya yang sedang menatap tajam kearahnya. Dia seperti seorang tersangka yang hendak di introgasi.
"Aku tidak tahu apa-apa." Ucapnya sebelum kedua orang tuanya melontarkan pertanyaan.
Siska dan Rian tetap menatap tajam kearah Keanu meskipun Kenau sudah mengatakan kebenarannya.
"Sumpah ma, pa, Aku tidak tahu. Aku hanya mengantarkan kakak pulang saja." Ucapnya lagi.
"Sudahlah pa, kenau memang tidak tahu appaun." Ucap siska yang menyudahi mencurigai anak keduanya.
"Kenzo tidak pernah seperti ini. Pasti ada yang membuatnya tersiksa." Ucap Rian menyimpulkan. dengan tatapan masih kearah Keanu menunggu persetujuan darinya.
"Iya, bisa jadi pah." Jawab Keanu tergagap.
"Jangan-jangan...." Ucap siska mengepalkan tangan saat terbesit kemungkinan besar yang menyebabkan anak sulungnya seperti itu.
"Mama tahu sesuatu?" Tanya Rian dan Keanu bebarengan.
Siska menjadi gugup, karena dia belum menceritakan tentang Aura kepada suaminya.
"Itu...," Ucap Siska masih mencari alasan di kepalanya.
"Sudahlah, kita bisa tanyakan besok jika Kenzo sudah sadar." Ucap siska yang kemudian pergi meninggalkan suami dan anaknya.
__ADS_1
Rian dan Keanu saling bertatapan,memicingkan sebelah matanya, merasa curiga dengan sikap siska yang sangat aneh tadi.