AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Penyesalan


__ADS_3

Aura nampak gelisah saat bangun di pagi hari,bagaimana tidak? kepalanya kembali mengingat kejadian semalam bersama Kenzo.


"Arrghh... bodoh sekali, kenapa aku melakukan itu?" Ucapnya seraya menyentuh bibirnya sendiri.


"Aku tidak bisa bigini, bagaimana jika bertemu Kenzo lagi? apa yang harus aku lakukan?" Tanya Aura menutup kembali tubuhnya, bersembunyi di balik selimut.


Malam itu, suasan romantis memang menjadi tema di resto tersebut, banyak puluhan pasangan yang sedang menikmati waktu mereka, bahakan musik romantis mampu membius siapapun yang berada di tempat itu. Tak terkecuali Aura dan Kenzo yang berada di dalamnya, sepertinya memang itu waktu yang salah bagi mereka datang ke tempat yang di peruntukan bagi sepasang kekasih.


Aura dan Kenzo sama-sama sedang menikmati makan malamnya, awalnya mereka cuek dengan kondisi di sekelilingnya, namun tiba-tiba mereka ikut larut menikmati setiap musik yang perlahan membius mereka sampai pada suatu titik mereka saling pandang, dengan nafas yang kembang kempis lari dari tempo normalnya. Semakin dekat, semakin terasa setiap hembusan nafas menyentuh kesetiap kulit keduanya. mulai merasakan benda kenyal yang saling beradu, bertukar silva tanpa memperdulikan kenyataan yang ada.


Kenzo tersenyum saat kembali mengingat kejadian malam itu.


"Hai, apa terjadi hal baik?" Tanya Denis yang sedari tadi melihat sahabatnya tersenyum sendiri di pojokan restonya. Bahkan Hari masih pagi, Kenzo adalah pelanggan pertama Resto Denis yang belum buka itu.


"Entahlah, sulit untuk aku gambarkan. Tunggu dulu, kenapa kamu ada disini? bukankah hari ini kamu harus berangkat berbulan madu?"


"Jangan alihkan pembicaraan, saat ini aku tidak mood membahas itu. Sekarang jelas kan apa yang membuat kamu tersenyum bahagia di pagi hari? aku tahu ini bukan masalah pekerjaan. pasti wanita?"


"Come on, berbagilah sedikit kebahagianmu."


"Ini belum pasti, aku belum bisa menyimpulkannya. Tunggu saja, aku pasti memberitahumu." Ucap Kenzo yang kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan resto Denis.


Sebenarnya Kenzo sedang menghindar, dia tidak ingn Denis menanyainya lebih jauh lagi. Karena ini masih awal, kejadian itu mungkin hanya ketidak sengajaan, banyak faktor untuk bisa terjadinya hal itu. Namun apapun itu Kenzo sangat bahagia.


...****************...


Sudah hampir sore hari, Aura tak juga keluar dari kamarnya, Hani sudah sangat cemas, namun ia lega ketika masih mendengar jawaban dari dalam kamar.


Tok....tok....tok...


Suara pintu di ketuk Hani, dan Kemudian menerobos masuk kedalam kamar Aura, karena waktu sudah tidak memungkinkan untuk menunggu Aura membuka pintu.


"Bu, anda tida lupa kan dengan acra makan malam bersama Pak Reza?" Ucap Hani, sambil menghadap tubuh Aura yang masih berbaring tertutupi selimut tebal, sedangkan suhu AC sangat dingin.


Aura segera bangun dari tempat tidurnya ketika Hani mengingatkan akan janjinya, yang Aura sendiri memang lupa akan janji itu.


"Aku lupa, tolong pilihkan beberapa dress untuk aku kenakan." Ucap Aura panik, yang kemudian berlari ke kamar mandi. Aura sudah sangat terlambat, dia tidak ingin di pandang buruk oleh Reza, apa lagi dia adalah rekan bisnisnya.


Aurapun keluar dengan berbalut handuk kimono, lalu menghampiri Hani yang sudah membawakan beberapa dress dan pilihanya jatuh pada long dress berwarna putih yang memerkan leher jenjang dan bahu lebarnya.


Tak lupa ia juga menambahkan aksesoris berupa anting kecil yang akan menghiasi telinganya, juga kalung berlian yang menambahkan kesan sebagai wanita berkelas.

__ADS_1


Tujuannya makan malam bersama dengan Reza berubah, semula hanya untuk berterimakasih namun kini untuk urusan bisnisnya. Dia ingin membuat Reza lebih mempercayainya dan lepas dari sang kakek.


Karena menurut informasi yang baru saja ia dapat, yaitu maminya sendiri, Reza ternyata bukan orang sembarangan, dan dia harus lebih dekat jika ingin sepenuhnya mengambil perusahaan winston.


"Bu, spertinya pak Reza lebih muda dari usianya." Ucap Hani saat menata rambut Aura.


Memang Reza terlihat lebih muda, sedangkan usianya sudah hampir kepala empat.


Aurapun melirik asistennya dari pantulan cermin di depannya.


"Ya, mungkin dia menjalankan hidup sehat." Jawab Aura saat melihat Hani sepertinya tertarik kepada Reza.


"Apa dia sudah beristri?" Tanya Hani lagi.


"Mana saya tahu, kamu mau saya kenalkan?" Tanya Aura menggoda Hani. Kebetulan Hani adalah seorang singel parent beranak satu.


"Ah, bu Aura bisa saja, mana mau pa Reza sama orang seperti saya, jika dengan bu Aura, baru cocok." Ungkapnya kepada Aura.


"Huuss... jaga ucapan kamu, saya sama sekali tidak tertarik." Ucap Aura menegur asistennya yang sudah sembarangan berbicara.


"Maaf bu." Ucap Hani menunduk penuh sesal.


Aura sudah sangat nyaman dengan hani, meski usianya terpaut sangat jauh, Tapi Hani selalu bisa menghadapi mood Aura yang kadang naik turun, mungkin karena usianya yang sudah lebih dewasa menjadikan dia lebih sabar menghadapi Aura.


"Mana kunci mobil?" Pinta Aura kepada Hani.


"Saya antar saja" Jawab Hani, Karena terakhir kali Aura membawa mobil dia menabrak mobil di depannya.


"Saya sedang ingin sendiri." Ucap Aura lagi, Dengan tangan yang sudah terbuka menunggu Hani memberikan kunci mobilnya.


"Ini bu, hati-hati!" Dengan Ragu Hani memberikan kunci mobil kepada Aura, Ia terpaksa memberikannya karena Aura sudah menatapnya tajam.


...****************...


"Mau pergi kemana?" Tanya Diana saat mendapati Keanu sudah berpakian rapi.


Keanu menoleh sekejap kearah Diana, Nanun dia hanya diam, dan meneruskan bersiap tanpa memperdulikan pertanyaan dari istrinya.


"Kamu tidak bisa pergi, karena malam ini mama mengajak kita untuk makan malam di luar bersama." Ucap Diana meneruskan, dia tidak peduli jika suaminya mengabaikannya, tapi dia akan berusaha mencegahnya untuk pergi.


Lagi-lagi Keanu tidak merespon ucapan Diana, Dengan meneruskan langkahnya hendak keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Namun Keanu kalah cepat, karena saat ini Diana berdiri tepat membelakangi pintu mencegah Kenau agar tidak bisa pergi dari kamar.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Keanu kesal karena langkahnya harus terhenti.


"Aku mohon." Ucap Diana penuh harap "Kamu tidak bisa pergi sekarang."


Keanu mendengus kesal melihat tingkah istrinya. Keanu tahu bahwa malam ini mereka akan makan malam bersama, namun Keanu sudah malas untuk berpura-pura di depan orang tuanya.


"Minggir!" Bentak keanu meminta Diana untuk tidak menghalangi jalannya.


"Tidak mau, pokoknya malam ini kamu harus ikut makan malam bersama, apa kata mama dan papa jika kamu tidak ikut?"


"Buat saja alasan untuk mama dan papa, itu kan keahlian kamu."


"Cukup ya Nu, sampai kapan kamu akan seperti ini?"


"Selamanya. sampai kita benar-benar bercerai."


"Jika memang kamu ingin perceraian mengapa malam itu kamu mendatangiku?"


"Bukan aku, justru kamu yang menggodaku seperti wanita murahan."


"Tapi kamu menikmatinya malam itu."


"Malam itu...." Keanu mengusap wajahnya kasar, lalu menarik rambutnya. "Sebuah kesalahan dan aku menyesal telah melakukannya." Lanjut Keanu, jelas terlihat penyesalan di raut wajahnya. Dan Diana sudah bisa menebak itu semua, Karena malam itupun Diana memanfaatkan keadaan tanpa peduli apapun karena mang mereka masih sah sebagai suami istri.


Meskipun sudah terbiasa dengan ucapan sinis dari suaminya, tetap saja Diana merasa sakit hati mendengar ucapan suaminya.


"Di, mama dan papa sudah siap" Suara Teriakan siska dari bawah memanggil nama Diana.


Diana yang masih bersitegang dengan Keanu terpaksa harus mengakhiri perdebatannya yang tak juga selesai.


"Kamu dengar mama sudah memanggil, aku tunggu kamu di bawah, jika tidak buat alasan sendiri saja." Ucap Diana kemudian keluar untuk segera menghampiri kedua mertuanya.


"Iya mah aku juga sudah siap nih." Jawab Diana yang segera turun sambil menggendong anaknya yang kini sudah mulai membuatnya semakin repot.


"Keanu mana?" Tanya siska Kemudian, karena Diana turun tanpa suaminya.


"Mas Keanu masih di kamar mah, sebentar lagi juga turun." Jawab Diana kemudian. Diana benar-benar berharap bahwa Keanu akan segera turun seperti ucapannya.


"Ya sudah, kita tunggu saja di luar." Ajak Rian kepada istri dan menantunya itu.

__ADS_1


Baru saja beberapa langkah hendak keluar, Keanu muncul dan menuruni tangga.


"Aku juga sudah siap." Ucapnya ikut bergabung dan berjalan di samping Diana. Diana tak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum, jika mau berusaha pasti keanu akan luluh juga.


__ADS_2