
Suara bel apartemen Aura berbunyi, Aura yang baru saja keluar dari kamar mandi segera melirk jam di dinding kamarnya,
"siapa yang datang malam-malam begini." Keluh Aura. Karena saat ini sudah sangat larut malam untuk seseorang bertamu ke rumah orang lain.
Aura yang semula akan bersiap tidur, terpaksa harus keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu.
Aura pun membuka pintu dan terkejut karena sudah berdiri mantan suaminya di luar Apartmentnya.
"Kenzo? Kamu tahu ini jam berapa?" Tanyanya kesal, namun Aura tetap mempersilahkan kenzo untuk masuk.
"Ada yang harus aku sampaikan, ini sangat penting sekali." Ucap Kenzo menarik Aura untuk duduk.
Kenzo sempat terdiam sesaat, tidak mungkin dia mengatakan apa yang Reza ucapkan kepadanya, jelas sekali Aura tidak akan mempercayainya.
"Hubungi GC Market sekarang, minta mereka mengeluarkan produk baru kamu saat ini juga." ucap kenzo, kenzo harus bisa meyakinkan Aura untuk meluncurkan produknya lebih dulu sebelum perusahaan Reza.
"Kamu kesini tengah malam hanya untuk ini?" Tanya Aura menggelengkan kepalanya, dia tidak mengerti Kenzo bersikap seperti ini.
"Please, percaya padaku, lakukan sesuai apa yang aku katakan tadi." ucap Kenzo lagi.
Aura menghela nafasnya, "Ini menyalahi kontrak Ken." Aura mulai kesal karena Kenzo mulai mendesaknya.
"Tidak Ra, di kontraknya tidak seperti itu." Ucap Kenzo, karena memang di dalam kontrak tidak ada ketentuan siapa yang berhak lebih dulu mengeluarkan produk milik perusahaan twins.
"Memang tidak ada, tapi etika bisnis tetap ada." Aura tetap menolak saran dari Kenzo.
__ADS_1
Kenzo tidak tahu lagi harus bagaimana, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, berusaha mencari alasan agar Aura mengikuti sarannya.
"Aku tidak percaya dengan pria itu." Ucap kenzo pada akhirnya, mengutarakan keraguannya terhadap Reza.
"Maksud kamu Pak Reza?"
"Iya. Ini hanya saran saja, kamu sendiri baru mengenalnya, dan kamu sudah sangat mempercayainya. Setidaknya kamu dapat membuat antisipasi. setidaknya dalam berbisnis kamu harus memiliki banyak rencana cadangan. Aku tahu kamu pasti sudah mengerti akan hal ini, namun aku tetap khawatir, karena kamu seorang wanita yang mudah percaya orang lain, kamu terlalu baik Ra." Ucap kenzo panjang dan lebar. Kenzo hanya ingin mata dan pikiran Aura terbuka.
Aura mendengarkan semua ucapan Kenzo, dia menyadari bahwa kenzo masih peduli terhadapnya, sekan mereka memang masih saling terikat. Aura harus mengakhiri seutuhnya hubungan dengan Kenzo.
"Baiklah, aku mengerti kamu peduli, kamu khawatir, itu semua karena kamu belum mengenl Reza dengan baik. dan aku berterimakasih atas atas kepedulian kamu Ken, dan aku akan mengikuti saran yang kamu berikan. Tapi ini kali terakhir kamu mengkhawatirkan aku. Aku tidak ingin kedepannya kamu terus begini." Ucap Aura menyetujui saran Kenzo dengan syarat. Kemudian Aura membukakan pintu dan meminta Kenzo untuk keluar dari apartemennya.
Kenzo tahu saat ini Aura sangat kesal terhadapnya, namun semua yang ingin disampaikan telah tersampaikan, selebihnya adalah keputusan Aura, Kenzo pun keluar apartmen Aura dengan harapan Aura benar-benar melakukan saran darinya.
Aura bersandar di balik pintu setelah kepergian Kenzo. Aura tidak bermaksud membiarkan kenzo pergi begitu saja, namun itu hal benar yang harus ia lakukan. Dia telah berjanji kepada mantan mertuanya.
Pertemuan tadi siang, Aura meyakinkan Siska bahwa Aura tidak akan dekat dengan keuda anaknya, dan siska membuat Aura bersumpah akan itu semua.
Pikiran Aura saat ini tidak fokus untuk pekerjaan, bahkan kedatangan Kenzo yang didasari pekerjaan pun di anggap lain olehnya.
...****************...
Reza mengeluarkan mobilnya dari parkiran rumahnya, terlihat suasana masih sangat gelap, karena saat ini waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari.
Mobil yang di kendarai Reza berhenti di sebuah pabrik yang diketahui merupakan tempat produk milik perusahaan Aura di buat.
__ADS_1
Terlihat beberapa pegawai pabrik masih bekerja shift malam, Reza pun masuk dan menemui mandor pabrik untuk mengambil sampel produk untuk ia di gunakan pada acara peluncuran siang nanti.
"Bukankah seharusnya nanti pagi pengambilannya?" tanya mandor pabrik, karena kemarin ia menerima perintah dari atasannya untuk mengirim produk pagi hari.
"Memang betul, tapi kami harus membawanya sekarang karena nanti pagi akan ada sesi wawancara dan produk ini harus terlihat di kamera."
Meski bingung, mandor tersebut tetap mengizinkan Reza mengambil sampel produk beberapa dus.
"terimakasih, nanti pagi hari akan salah satu tim saya datang lagi mengambil produknya."
Setelah mendapatkan beberapa dus produk milik perusahaan Aura, Reza pun segera meninggalkan pabrik itu untuk menemui seseorang yang akan membantu melancarkan misinya.
Tak terasa matahari sudah mulai terlihat, Kini Reza bersama tim bentukannya sedang bersiap di salah satu supermarket miliknya, karena disana adalah tempat peluncuran produk baru milik perusahaan Aura.
"Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Reza kepada ketua di tim tersebut.
"Kami masih menunggu produknya tiba." Jawab ketua tim, sambil terus melihat jam di pergelangan tangannya.
"Baiklah, lanjutkan." Ucap Reza meninggalkan tim yang masih bersiap itu,
Rezapun mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
"Bagaimana, Apa sudah selesai?" Tanyanya sedikit berbisik.
"Baiklah, sebentar lagi produknya tiba, kamu tunggu di gudang 3." Ucapnya lagi.
__ADS_1
Gudang tiga adalah gudang yang akan menyimpan produk milik Perusahaan twins. Dan disana sudah ada seseorang yang akan membantu Reza.