
Keanu yang mendaptkan notif pengeluaran di ponselnya, Tercengang denga nominal yang tertera. Tidak biasanya pengeluaran Diana sebesar ini.
"Ya ampun Di, belanja apa kamu sampai habis puluhan juta?" Tanya Kenau begitu sampai di kamarnya.
"Aku hanya beli tas, ini lucukan sayang?" Jawab Diana menunjukan sebuah tas kecil berwarna hitam.
"Nggak biasanya kamu belanja semahal ini." Keluh Keanu. Bukan bermaksud pelit kepada Diana, tapi memang pengeluaranya tidak wajar.
"Kenapa sih, itu bukan jumlah yang besar juga. Bahkan belanjaan Aura tiga kali lipat dari belanjaanku." Jawabnya membandingkan dengan Aura.
"Aura, Aura selalu saja Aura. Istri aku itu kamu!" Bentak Keanu.
Keanu lelah, Diana selalu saja memasukan Aura kedalam rumah tangganya.
"Iya, istri kamu ini hanya mengahabiskan bagian sedikit dari uang suaminya, dan aku juga tidak selalu melakukan itu. Kenapa sih kamu kesal dengan hal spele seperti ini." Ucap Diana kesal. Diana melemparkan tas barunya ke atas kasur.
Keanu merasa bersalah, karena Diana tidak biasanya marah seperti itu.
"Maafkan aku Di, hari ini banyak yang mengganggu pikiranku." Ucap Keanu menarik tangan Diana dan memeluknya.
Mendengar kesedihan dari suara suaminya, rasa kesalnya pun hilang.
"Masalah dengan Kak Kenzo lagi?" Tanya Diana. Mengajak kenau duduk di tepi kasur.
"Bukan. Hanya masalah pekerjaan." Jawab Keanu.
"Apa papa mengatakan sesuatu?" Tanya Diana kemudian, dia khawatir Rian memarahi Keanu karena dirinya yang berani mempertanyakan keputusan Rian.
"Tidak ada." Ucap Keanu berbohong.
Hari ini Keanu baru mengetahui alasan mengapa posisi direktur di berikan kepada Kenzo. Ternyata posis Kenzo di perusahaan sangat kuat setelah menikah dengan Aura.
Ada satu rahasia yang baru ia ketahui. Bahwa Aura adalah pewaris perusahaan winston. pantas saja saat pernikahan ada beberapa tamu yang tidak asing. rupanya itu adalah pihak keluarga Aura.
Keanu tidak menyangka Aura menyembunyikan identitas aslinya kepada dirinya. Rupanya hubungan Aura dan Keanu memang tidak didasari dengan kejujuran. Seperti Aura, Keanu pun menyembunyikan identitas aslinya.
"Sayang, kok melamun?"
"Ah, meski sudah di rumah, aku masih saja memikirkan pekerjaan." Ucap Kenzo beralasan.
"Mau aku buatkan kopi?"
"Boleh, terim kasih."
__ADS_1
Diana pun pergi ke dapur, membuatkan kopi untuk Keanu.
Dengan membawa kopi untuk suaminya Diana kembali kekamar, namun saat dia kembali suaminya sudah tidak ada di dalam kamarnya.
Diana pun mencari suaminya ke beberapa tempat, Sampai dia mendengar suara-suara dari teras samping rumah. Diana mengepalkan tangannya, ternyata suara itu berasal dari Suaminya yang sedang mengobrol dengan Aura.
"Ternyata kamu pewaris winston. kenapa kamu harus menyembunyikannya?" Tanya Keanu dengan suara pelan, namun masih jelas terdengar Diana.
"Kamu juga menyembunyikan jati diri kamu." Jawab Aura yang juga dengan suara pelannya.
Tak tahan mendengar mereka saling berbisik, Diana pun menunjukan dirinya.
"Ternyata kamu disini sayang!" Ucap Diana menghampiri Keanu, Kemudian dibelainya kedua bahu Keanu. Menunjukan keromantisannya di depan Aura. Matanya melirik tajam, seolah mengatakan bahwa pria ini adalah miliknya.
"Duduk Di!" Ucap Aura mempersilahkan Diana duduk.
"Terima kasih, aku mau jemput suamiku." Ucap Diana, menyebutkan kata kepemilikannya.
Keanupun pamit kepada Aura dan mengikuti tarikan tangan Diana.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Diana, Saat ini Dia sedang menahan rasa kesalnya.
"Bukan hal penting!" Jawab Keanu. Sontak saja itu membuat Diana bertambah kesal, karena jelas tedengar di telinganya apa yang suaminya tanyakan.
Berbaring bersebelahan, dengan fokusnya masing-masing, mata yang tak bisa terpejam karena pikiran yang masih saja berlarian.
Kenau menoleh, dia pikir Diana sudah tertidur, ternyata matanya masih menatap langit-langit kamar.
"Apa maksud kamu Di?"
"Aku saja yang terlalu bodoh sudah percaya seratus persen terhadap kamu." Ucapnya lagi, yang membuat Keanu bangun dari posisi tidurnya.
"Aku tidak sengaja bertemu Aura disana,Aku tidak mungkin menghindar saat Aura sudah terlanjur melihatku." Keanu menjelaskan apa yang tadi terjadi di samping rumah.
"Sudahlah, kamu hanya membela diri saja." Ucap Diana, menarik selimut menutupi dirinya, dan tidur membelakangi Keanu.
"Maafkan aku Di, aku juga tidak tahu mengapa seperti ini, semenjak aku melihatnya lagi, perasaan ini goyah. aku tidak yakin dengan hatiku sendiri." Ucap keanu dalam hati, sambil menatap sayu punggung isitrinya.
Setelah mencoba berdamai dan melupakan masa lalu dengan Aura, perasaan itu muncul kembali, Melihat Aura yang selalu tersenyum bahagaia, yang ternyata menyimpan luka yang begitu dalam. Karena Keanu sudah lama mengenal Aura sehingga dia bisa merasakan ketidak bahagiaan di diri Aura.
Keanu menduga, itu adalah perbuatan Kenzo. Kenzo telah melakukan hal yang membuat aura sedih bahkan tersakiti. Dan berpura-pura bahagia, seakan tidak ada masalah di hadapan semua penghuni rumah.
...※※※※...
__ADS_1
Kenzo memarkirkan mobilnya di depan resto Denis, Entah apa yang membawanya sehingga dia bisa datang ketempat Denis. Dia Belum siap untuk bertemu Aura, setelah apa yang telah ia lakukan terhadap Aura.
"Saran Gw, loe pindah rumah aja kesini." Ucap Denis ketika melihat Kenzo selalu muncul di jam yang sama.
Seperti biasa Kenzo akan tetap masuk dan duduk termenung. Itu sudah menjadi kebiasaannya setelah menikah.
"Kali ini, apa lagi?" Tanya Denis kesal, karena Kenzo hanya Diam dan sesekali memegangi bibirnya.
"Gw kehilangan akal Den. Tadi pagi gw ngecup bibirnya." Ucap Kenzo. Ini adalah pengalaman pertama Bagi Kenzo. Sebelumnya dia tidak mernah melakukan itu kepada wanita manapun.
"Wah.... Hebat loe. ini kemajuan besar." Puji Denis. Dia tidak menyangka Kenzo akan melakukan secepat itu. Sangat jarang bagi Kenzo menyukai hal yang semula ia tidak Suka. Itu berarti Kenzo sudah menaruh hati untuk istrinya.
Namun Kenzo bingung, bagaimana bersikap setelah kejadian itu, tidak mungkin dia terus bersikap seperti tidak terjadi apapun diantara mereka. Pada kenyataannya, hati Kenzo selalu berdegup setiapkali dekat dengan Aura, dan memancing reaksi tubuh lainnya untuk melakukan lebih. Namun egonya selalu menahan itu semua.
Setelah menceritakan kepada Denis, dan menerima beberapa masukan dari sahabatnya itu, Kenzo pun pulang kerumah.
Perlahan dia melangkah menuju kamarnya, dan membuka handel pintu, berharap Aura sudah tertidur. Tapi ternyata dia di kejutkan dengan Aura yang masih duduk dan sedang membaca buku.
"Kenapa baru pulang?" Tanya Aura, masih dengan buku di tangannya, percuma jika membantu melepaskan pakaiannya pun pasti di tolaknya.
Kenzo hanya diam tidak menjawab pertanyaan Aura. Saat ini dirinya sedang terpesona dengan Aura. Jika biasanya dia tidak peduli dengan apa yang Aura kenakan, berbeda dengan malam ini, Kenzo terperangah melihat Aura berbalut gaun tidur berbahan stin hitam tanpa lengan.
"Sorry, tidak usah dijawab. Lagi-lagi aku turut campur." Aura menutup Bukunya, berjalan mendekat jendela, Dadanya sesak, kembali di acuhkan suaminya.
Kenzo melepas pakainnya dan melemparkannya sembarang.
"Aku dari tempat Denis, sahabatku." Jawab Kenzo, dengan mata menatap lekat mengikuti Aura.
Perlahan Kenzo berjalan mendekat. dia kini berada di belakang Aura. Tangannya perlahan membeli kedua lengan Aura, dari atas sampai bawah. terasa sangat lembut. Malam ini Kenzo melihat Aura begitu menggairahkan.
Aura menegang, merinding sekujur tubuhnya. hanya belaian saja sudah mampu membuatnya melenguh.
Kemudian Kenzo membenamkan wajahnya di ceruk leher Aura, memainkan bibir dan lidahnya. Aura terpenjam menikmati sensai yang menerjang tubuhnya. membalikan badan, saling menatap mata yang sudah termakan api gairah.
Diangkatnya perlahan pakaian yang melekat di tubuh Aura, dan dijatuhkannya begitu saja.
Betapa bodohnya dia,Selama ini hanya menyimpan keindahan yang telah tuhan berikan.
Kenzo membelai wajah Aura, membelai bibir yang tadi pagi di kecupnya. Kini benda kenyal itu telah sepenuhnya menyatu dengan miliknya. Saling mengecap sehingga menimbulkan suara khasnya.
Kemudian diangkatnya Aura, sehingga kakinya membelit tubuh Kenzo. Memambawanya perlahan menju tempat tidur, tanpa melepaskan ciumannya.
"Kamu siap untuk malam ini?" Tanya kenzo dengan deru nafasnya yang cepat.
__ADS_1
Dia butuh persetujuan Aura untuk melakukan lebih jauh lagi. Karena ini adalah yang pertama bagi Aura juga dirinya.
Aura hanya mengangguk, dirinya sudah tidak bisa mengeluarkan satu katapun. Aura sudah tenggelam dalam lautan kenikmatan. Mempersilahkan untuk Kenzo mengambil dirinya sepenuhnya.