
Diana sedang duduk di kursi taman menunggu Nina sahabtanya, yang memintanya untuk bertemu. Sudah hampir setengah jam dia menunggu, akhirnya Nina datang dengan sedikit berlari.
"Hai Di, maaf jalanan macet." Ucap Nina sambil mengambil nafas dalam kehabisan nafas karena berlari.
"Its oke, ada berita apa? Tumben sekali kamu minta aku datang buru-buru." Tanya Diana yang semula akan menuju tempat Reza namun di tengah jalan Nina menelphon meminta untuk bertemu.
"Oh ya... kamu perlu tahu hal ini." Nina mengambil ponsel dari tasnya untuk ia tunjukan kepada Diana. "Ini Keanu kan, suami kamu?" Tanya Nina memperbesar fhoto Keanu yang sedang bersama seorang wanita.
Diana merebut ponsel Nina, dan melihatnya lebih jelas lagi.
"Kapan kamu mendapatkan fhoto ini?" Tanya Diana masih fokus melihat fhoto di layar ponsel Nina.
"Kemarin malam. Kebetulan temanku tinggal di apartment sebelahnya." Jawab Nina penasaran menunggu reaksi sahabatnya.
Mata Diana memerah, Bagaimana bisa malam itu Keanu justru pergi menemui Aura di tengah pertengkaran dengan dirinya.
"Jadi Aura tinggal di apartmen itu." Ucap Diana mengepalkan tangannya. Amarahnya kini telah sampai ubun-ubunnya.
Nina terkejut karena Diana menyebutkan satu nama yang tak asing lagi di dengarnya.
"Siapa kamu bilang, Dia Aura? Aura teman SMA kita?" Tanya Nina kemudian.
"Ya." Jawab Diana singkat, karena Nina sangat tahu dulu dirinya sangat berambisi untuk merebut Keanu dari Aura.
"Jadi wanita itu Aura, kenapa aku tidak mengenalinya?" Tanya Nina merasa aneh kepada dirinya yang tak mengenal teman sekolahnya sendiri.
Diapun mengambil kembali ponselnya, kini dia beralih memperhatikan wanita yang bersama Keanu.
"Iya dia memang Aura, tapi aku merasa sering melihat wanita ini. Tapi Dimana ya?" Tanya Nina dalam hatinya, Pikirannya sangat terganggu, sampai ia berusaa keras berpikir.
"Aaa...." Teriaknya saat mengingat dimana ia pernah melihat Aura. Dan itu refleks membuatnya di pukul Diana karena terkejut.
"Dia salah satu client Om Reza." ucapnya kepada Diana. Nina pernah melihat Aura datang ke kantornya. Karena Nina adalah salah satu karyawan di kantor Reza.
"Ooh... aku mengerti, itu sebabnya mereka pernah makan malam bersama." Ucap diana tersenyum, dan munculah ide brilliant di kepalanya.
__ADS_1
"Thanks Na, info kali ini berarti banget buat aku." Ucap Diana yang kemudian mereka berpisah disana.
Diana mengendarai mobilnya menuju rumah Reza, karena hari semakin gelap dan Reza pasti sudah sampai di rumahnya.
Diana menyuruh satpam di rumah Reza untuk membantunya menurunkan beberapa koper dari dalam mobilnya. Sementara Diana mengetuk pintu dan menunggu Reza membukakan pintu untuknya.
Begitu pintu terbuka, Terlihat Diana sedang melipat kedua tangan di depan dadanya.
"Malam Om, Bukankah kamu sudah menunggu kedatanganku?" Tanya Diana yang melangkah mengitari Reza yang masih berdiri dengan melebarkan senyumnya.
"Jangan senang dulu, aku akan tinggal disini dengan dua syarat." Ucap Diana mendekat ke telinga kiri Reza.
Rezapun menoleh menghadap Diana, dan menanyakan syarat yang di maksud Diana.
"Apa itu?"
"Kamu bisa memilikiku, namun tidak dengan Lexa, Karena aku datang tanpa membawa anaku, Tapi jangan khawatir kamu akan sering menemuinya."
"Rupanya kamu enggan melepaskan nama Hartanto. lalu, yang kedua?" Tanya Reza lagi.
"Yang Kedua adalah, aku ingin melihat Aura hancur Dan kamu bisa melakukan itu." Lanjutnya tepat di belakang telinga Reza,
Sekujur tubuh Reza merinding, karena sentuhan bibir Diana yang tepat di tekuk kepalanya.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Reza berusaha menahan nafasnya.
"Pikirkan caranya sendiri, karena nampaknya kalian cukup dekat." Jawab Diana masih di posisi yang sama, namun kini dia sandarkan wajahnya di punggung Reza.
"Kedakatan kami hanya bisnis."
"Maka dari itu, akan mudah untuk memghancurkan aura dan bisnisnya."
Reza terdiam, dia tidak siap berlawanan dengan winston yang sudah menjalin kerja sama cukup lama, bahkan kerja samanya terjalin sangat baik.
"Tidak bisa sayang, ini terlalu berbahaya, perusahan winston tidak bisa di remehkan." Reza menolak syarat kedua dari Daian.
__ADS_1
Diana yang terkejut segera menarik tangannya, sehingga pelukannya terlepas.
Ini adalah jalan satu-satunya, dan Reza tidak boleh menolaknya. karena dia tidak berpikir cara lain lagi.
Kemudian Diana berjalan keluar pintu rumah Reza, Dan memegang kopernya hendak pergi dari rumah Reza. Lalu ia berbalik menoleh kearah Reza.
"Itu Terserah kamu saja om, jika ingin aku seutuhnya maka dua syarat itu harus kamu penuhi. yang terpenting Aku bisa melihat aura hancur dan menderita." Ucapnya dengan tatapan penuh kebencian.
...****************...
"Jadi mama mengusirku?" Tanya Keanu marah dengan keputusan mamanya.
Siska memberitahu Keanu untuk meninggalkan rumah yang sejak kecil ia tinggali, bahakan ini semua bukan keputusannya, melainkan suaminya yang merencanakannya. Dia ingi Keanu lebih memperdulikan keluraganya, memberikan kasih sayang kepada anaknya, karena selama ini jarang sekali Keanu meluangkan waktu untuk anak dan istrinya, wajar saja jika Diana ingin bercerai dari Keanu.
"Ini sudah keputusan papa." Jawab Sisika tegas. Dia kecewa kepada Keanu. Keanu yang dulu berhati lembut kini hatinya mengeras.
"Mama lebih membela Diana dari pada anak sendiri." Keluh Keanu menatap Kecewa kepada mamanya.
"Ini demi kenyaman Diana saat menemani Lexa. Lagi pula kamu sidah banyak berubah Ayah macam apa yang tidak peduli terhadap anaknya." Ucap Siska yang rupanya menyinggung Keanu.
"Aku sudha memberikan lebih dari cukup untuk Lexa." Ucap Keanu membela dirinya sendiri.
Siska kehilangan kata-katanya. Keanu sama sekali tidak menyadari kesalahannya.
"Dia juga butuh perhatian dan kasih sayang kamu." Ucap Siska, karena dua hal itu yang tidak terlihat dari Keanu untuk anaknya.
"Sudahlah ma, mama dan papa bisa memberikan itu untuknya." Jawab Keanu yang memang tidak peduli dengan Lexa, karena Keanu masih beranggapan bahwa Lexa bukan anak kandungnya.
Siska mengangkat telunjuknya, menunjuk-unjuk Keanu dengan kemarahannya.
"Kamu itu manusia atau bukan, hewan saja sangat mejaga anak-anaknya."
Keanu mulai merasa perdebatan ini tidak akan ada ujungnya, karena sebenarnya yang di inginkan kedua orangtuanya adalah membatalkan perceraian mereka dan merubah sikap untuk lebih perhatian kepada keluarganya.
"Baiklah aku pergi. Tapi jangan meminta lebih dariku." Ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan Siska.
__ADS_1
"Nu, Keanu..." Teriak siska memanggil anaknya, karena dia belum selesai dengan pembicaraannya.