
Diana mendatangi rumah kedua orang tuanya, semenjak ia menikah sampai saat ini dia baru mendatangi rumah ibunya.
Semenjak menjadi bagian keluarga hartanto Diana memang menyembunyikan identitas asli keluarganya. Dia tidak ingin keluarga suaminya mengetahui keadaan yang sebenarnya.
"Kamu ingat pulang juga." Ucap mamanya yang sedang merokok di depan rumah.
Diana melirik tak suka, dari dulu sampai sekarang kerjaan mamanya tidak berubah.
"Tidak usah pedulikan aku." Jawab Diana yang segera masuk kedalam kamarnya, kamar saat dirinya masih tinggal bersama orang tuanya.
Tidak ada yang berubah sedikitpun dari kamarnya, bahkan seragam putih abunya masih tergantung rapi di paku dinding kamarnya.
Dia sengaja datang kerumah mamanya untuk mencari fhoto yang sempat ia simpan di kamarnya.
Diana segera membuka satu kotak yang berisi beberapa buku saat dirinya masih sekolah.
"Kenapa tidak ada?" Tanyanya bingung, sebab seingatnya, dia pernah menyelipkan di buku sekolahnya.
Diana pun terus mencari keseluruh sudut kamarnya. Sampai mamanya datang dan berdiri di pintu kamarnya.
"Kamu cari apa?" Tanya mamanya lagi.
Diana Lagi-lagi menjawab pertanyaan mamanya dengan sinis.
"Bukan urusan mama. sana pergi jangan ganggu aku." Usirnya kepada mamanya.
Mamanya hanya membuang nafas pelan, dengan sikap anaknya yang masih saja membenci dirinya.
"Barang-barang kamu sebagian mama simpan di kamar belakang." Ucap mamanya memberitahu, sebab ia melihat Diana seperti sedang mencari sesuatu.
Braaakkkk... satu kotak yang berisikan barang-barangnya di hempaskan begitu saja kelantai.
"Kenapa harus menyentuh barang-barangku." bentaknya yang kemudian pergi menuju kamar belakang.
Diana sangat membenci mamanya, karena hal terburuk baginya adalah lahir dari orang tua miskin seperti orang tuanya. Dan itu yang mendasari Diana menunggalkan Lexa bersma nenek dan kakek yang kaya raya, Agar tidak bernasib sama dengannya.
Uhuk....uhuk.... Diana terbatuk saat mencari fhoto dari tumpukan barang-barangnya yang sudah berdebu.
Sampai ia menemukan satu buku yang pernah ia selipkan fhoto di dalamnya.
__ADS_1
"Ini Dia!" Ucapnya mengulum senyum, Saat menemukan fhoto yang dicarinya.
...****************...
Karena ini adalah hari libur, Kenzo sengaja bangun siang, karena sudah seminggu ini dia selalu bekerja lembur. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam perutnya, Refleks tangannya segera memegang perutnya. ia baru ingat semalam ia meninggalkan makan malamnya.
Dengan langkah malas, Kenzopun keluar kamar, bahkan saat ini rambutnya masih berantakan, tak hanya rambut, ia pun turun dengan bertelanjang dada.
Seorang Kenzo yang semula sangat memperhatikan penampilan, kini berbanding terbalik.
"Kenapa mama masak sebanyak ini?" Tanya Kenzo saat sampai dapur dan melihat berbagai macam makanan sudah tersedia di meja.
"Ya ampun, kenapa kamu tidak berpakaian?" Omel siska saat melihat anak yang sudah bukan remaja lagi turun dengan penampilan berantakan.
"Aku lapar mah." Ucapnya menyomot makanan dari piring besar.
Siska yang melihat itu segera memukul tipis tangan anaknya itu.
"Jorok. Ini bukan buat kamu saja. mama masak sebanyak ini karena Diana akan datang berkunjung." Jelas mamanya.
"Diana akan datang, tepat sekali, ini saatnya aku untuk menanyakan niatannya." ucap suara hati Kenzo.
"Aku minta piring kosong." Pinta Kenzo kepada siska, tanpa memperdulikan ucapan mamanya tentang kedatangan Diana.
"Kalau mama sampai seperti ini kepada Diana, mengapa mama izinkan mereka berpisah." Celoteh Kenzo kepada mamanya.
"Sudahlah, pada dasarnya kalian sama saja." jawab telak siska.
Kenzo hanya bisa menelan ludahnya sendiri, ucapan mamanya memang benar, baik dirinya maupun adiknya sama-sama gagal dalam membina rumah tangga.
Setelah selesai makan Kenzopun segera kembali kedalam kamarnya, sebab sebentar lagi Diana pasti datang, dan dia tidak ingin terlihat buruk di depan Diana.
Benar saja, tak lama suara mobil berhenti di depan rumah keluarga hartanto, siapa lagi selain Diana, manatan menantu yang sedang di tunggu kedatangannya.
Siska segera berlari untuk membukakan pintu, dan menyapa menantunya itu. Meski status Diana berubah, namun baginya Diana tetap menantunya.
"Apa kabar sayang?" Tanya Siska sambil memeluk Diana.
"Kabar baik mah, Lexs mana?" Tanya Diana setelah menyalami mantan mertuanya itu.
__ADS_1
"Lexa sedang tidur, kamu pasti lapar, kita makan dulu yuk!" Ajak siska mengiring Diana menuju meja makan.
Jika dulu Diana yang sering menyiapkan semuanya, kini berbeda, Diana akhirnya merasakan bagaiaman dilayani sepenuhnya oleh siska.
Satu suapan lolos kedalam mulutnya.
"Hhmm... enak mah, aku kangen banget pasakan mama." Puji Diana kepada masakan siska.
"Kamu bisa bawa pulang, nanti mama bungkuskan. Dan juga kamu bisa datang kapan pun jika ingin masakan mama." Jawab siska antusias.
"Kamu makan saja dulu, mama lihat lexa, siapa tahu dis sudah bangun." Ucap siska yang kemudian pergi meninggalkan Diana seorang diri.
Setelah siska pergi, Diana yang sedari tadi membawa sebuah fhoto di tangannya, ia selipkan di antara majalah-majalh yang biasa siska baca, dan berharap siska segera menemukannya.
"Kamu sedang apa?" Diana terperanjat, saat seorang dari belakang bertanya kepadanya.
Diapun menoleh dan melihat Kenzo sudah ada di belakangnya, sebisa mungkin dia sembunyikan kegugupannya.
"Hai Kak, kamu ada disini juga? tanyanya dengan terbata-bata.
"Apa yang sedang kamu rencanakan?" Tanya Kenzo tanpa basa basi. kini Kenzo membuat Diana sangat terpojok.
"Apa maksud kakak?"
"Mengapa kamu setuju untuk bercerai dengan Keanu?" Lanjut kenzo.
Diana namapk Lega, karena Kenzo menanykan tentang perceraiannya, bukan hal lain atauoun rencananya bersama Reza. Diana khawatir jika Kenzo sudah mengetahui itu.
"Hahaha...." Diana pun tertawa, dan berjalan menjauh dari Kenzo.
"Rupanya kakak takut jika Aura kembali bersma keanu." Lanjutnya menertawakan Kenzo.
"Jangan berani menganggu Aura. dia tidak akan pernah mau kembali bersama keanu." Ucap Kenzo penuh penekanan.
"Tetap saja kaka masih memperdulikan wanita itu, setelah apa yang di perbuatnya."
"Diam kamu Di, kamu tidak tahu apapun tentang Aura. Aku peringatkan kamu sekali lagi, jangan pernah sentuh Aura atau kamu tanggung akibatnya sendiri." Ancam kenzo, menuju wajah Diana dengan telunjuknya.
Dianapun mendekat dan kemudian menurunkan tangan kenzo perlahan.
__ADS_1
"Aw... aku takut!" Jawabnya dengan dibarengi gelak tawanya.
Kenzo yang melihat tingkah laku Diana yang menyebalkan, segera pergi dari tempat itu, dia sadar berbicara dengan Diana hanya membuang waktunya saja.