
Sudah satu bulan sejak kepulangan Aura dari bulan madunya. Dan juga sudah satu bulan umur pernikahannya. Namun tidak ada yang berubah dari Kenzo, dia masih saja bersikap dingin dan tak banyak berbicara. Meski Aura sudah mencoba mengakrabkan diri, namun semuanya sia-sia, Kenzo hanya akan menjawab seperlunya saja.
Suasana meja makan selalu saja ramai di pagi hari, karena Rian membuat peraturan untuk selalu sarapan bersama selagi anak-anaknya masih tinggal bersamanya.
Karena, Kenzo dan Aura akan pindah jika rumah barunya sudah rampung. Sedangkan Keanu dan Diana akan tetap tinggal disana.
"Pagi semua...!" Sapa Aura saat tiba di ruang makan.
Aura melihat hanya ada Keanu yang sudah duduk disana, Dan mama mertuanya yang masih di depan kompor. Sedangkan yang lainnya masih berada di dalam kamar masing-masing.
"Aura bantu mah!" Ucap Aura mendekati siska, Karena Aura menghindar duduk berdua di meja makan bersama Keanu.
"Jangan sayang, kamu duduk saja. Kenzo mana?"
"Kenzo sebentar lagi turun kok." Ucap Aura menjauh dari dapur dan terpaksa duduk di kursinya.
Masih saja terasa canggung jika hanya ada dirinya dan Kenau. entah kapan dia bisa bersikap biasa saja, tanpa melibatkan perasaanya.
Aura mengambil dua helai Roti, untuk sarapannya. Kemudian dia melihat selai coklat ada di depan Keanu. Dia bingung untuk memintanya, karena sejak pertemuan malam itu, Aura tidak lagi berbicara kepada Keanu. dia memilih menghindar jika itu menyangkut Keanu.
Saat akan mengambil selai stroberi yang dekat dengannya, tiba-tiba Keanu menggeserkan selai coklat yang ada di dekatnya, untuk Aura.
Aurapun mengakat wajahnya menatap Keanu yang juga sedang menatap kearahnya.
"Terima kasih." Balas Aura.
Cukup Canggung, karena pada saat itu Kenau tak mengelurakan satu katapun dan hanya menatapnya saja.
Tak lama semua orang datang dan memulai sarapannya. Aura mulai memerankan peranan sebagi seorang istri yang berbakti, melayani suaminya, mengambilkan nasi goreng untuk sarapan Kenzo. karena Kenzo sangat menyukai nasi goreng buatan mamanya.
Sementara di sebrangnya, Diana sudah memulai sarapannya, tanpa mengurusi sarapan suaminya. karena memang Keanu lebih dulu datang. Namun sudah biasa mereka seperti itu.
Satu persatu para lelaki di rumah itu pergi berangkat untuk bekerja, tersisa para wanita yang masih duduk di kursi meja makan.
"Di, bantu mama bawakan piring kotor itu." Pinta Sisika kepada Diana.
Saat itu Diana masih belum selesai sarapannya. Kemudian Aura berinisiatf mengajukan dirinya.
"Biar aku saja mah."
"Kamu duduk saja, biarkan Diana yang bantu mamah." Ucap Siska, tidak mengizinkan Aura untuk membantunya. Dan itu membuat Diana mendengus kesal.
Siska selalu seperti itu, selalu membiarkan Diana terlibat di dapurnya, sementara Aura tidak di perbolehkan melakukan apapun. Sering kali Diana menatap tak suka kearahnya. Padahal bukan keinginannya, justru diapun ingin di libatkan.
Namun Sisika selalu mengatakan Agar Aura tidak mengerjakan pekerjaan berat, itu semua siska lakukan karena latar belakang Aura. Siska beranggapan Aura tidak pernah mengerjakan sesuatu yang berat dan kotor.
Sementara kepada Diana, Sisika selalu melibatkanya. Sikap itulah yang membuat hubungan Aura dan Diana menjadi semakin renggang.
__ADS_1
...※※※※...
Saat sampai kedalam kamarnya setelah bekerja, Kenau melihat Diana sedang murung, berbaring di tempat tidurnya.
"Ada apa? sepertinya kamu sedang kesal?" Tanya Keanu melepas jasnya.
"Bagaimana aku tidak kesal, mama selalu saja membedakan aku dan Aura!" Ucap Diana mengadukan yang terjadi kepadanya hari tadi.
"Mama melakukan itu lagi?" Tanya Keanu. Sudah sering Diana mengeluhkan kepada suaminya.
"Iya, ini nggak adil Nu." Diana Memeluk suaminya, dan menangis dalam pelukannya.
"Papa juga seperti itu." Ucap Keanu yang juga merasakan hal yang sama dengan Diana.
"Apa ada masalah di Kantor?" Diana melepas pelukannya,
"Kenzo yang mendaptkan posisi itu, dan Aku hanya diam saja menerima semua itu. Sedangkan posisi itu papa sudah janjikan untukku." Ucap Keanu menjelaskan. Posisi Direktur utama yang di janjikan Rian, Kini di posisi itu di tempati Kenzo.
"Tidak mungkin, kita pulang karena kamu di janjikan posisi itu. sementara perusahaan di Jerman jadi milik kak Kenzo." Diana semakin kesal dengan perlakuan tidak adil orang tuanya.
"Ya, harusnya seperti itu."
"Kamu gak bisa menerima begitu saja, tanya alasannya, kamu selalu saja menuruti papa." Diana kecewa kepada sikap Kenau yang selalu mengalah.
"Maffkan aku, aku tidak bisa menolaknya." Jawab Keanu tak berdaya.
"Untuk sekali ini saja, aku mau kamu memperjuakan hak kamu, Nu." Diana yang sedang kesal, lalu keluar dari kamarnya.
Tiba-tiba dia bertabrakan dengan Aura yang akan masuk kedalam kamarnya.
"Ini semua gara-gara kamu." Umpatnya kesal. dan berlalu melewatinya.
"Apa maksud kamu?" Tanya Aura yang seakan menjadi sasaran kemarahan diana.
Diana menoleh dan mengacungkan jarinya. Dengan kasarnya Diana menunjukan jarinya kepada Aura.
"Semenjak kamu datang di keluarga ini, aku selalu saja mendapatkan kesialan."
Aura mengepalkan tangannya, berusaha tidak membalas ucapan Diana, karena jika itu terjadi, maka akan terdengar semua penghuni rumah.
"Di, apa yang kamu katakan!" Sentak Keanu yang mendengar ucapan Diana. Kemudian Keanu menarik Diana, agar kembali masuk kedalam kamarnya.
Aura menggelangkan kepalanya melihat itu, ia tidak mengerti dengan maksud Diana. Dan apa yang sedang terjadi. Mengapa harus menyeretnya dalam Drama rumah tangga mereka.
"Diana kenapa?" tanya Kenzo yang baru datang dan hanya melihat Keanu menarik Diana secara paksa ke dalam kamar.
"Aku juga nggak paham!" Kemudian aura meneruskan langkahnya menuju kamar.
__ADS_1
Saat di dalam kamar, Sebagai istri Aura pun membantu Kenzo untuk melepaskan jasnya, namun niat baiknya kembali di tolak oleh Kenzo.
"lebih baik kamu urusi saja urusan kamu sendiri." ucapnya menghindar dari aura.
"Mau sampai kapan kamu akan terus begini? Apa kamu tidak akan pernah menerima aku?" Tanya Aura sambil menahan air matanya.
Hatinya terluka mendaptkan penolakan berkali-kali, mengemis ingin dicintai, mengemis ingin di sayangi selayaknya seorang istri. Namun tak pernah Kenzo peduli dengan perasaannya.
Cukup lama Aura menerima perlakuan dingin dari Kenzo, semakin lama semakin menumpuk dan dan membuat sesak dadanya.
"Kita menikah bukan untuk saling menerima satu sama lain, tapi untuk memenuhi keinginan dari orang tua masing-masing. aku sudah meminta kamu untuk tidak mengharapkan apapun dariku." Ucap Kenzo menyayat di hati Aura.
Lalu Aura mengambil tasnya dan juga kunci mobilnya.
"Aku sudah Sabar selama ini. Dan aku nggak bisa terus begini." Ucap Aura meninggalkan kamarnya.
Aura sudah tidak mau lagi menahan penghinaan dari Kenzo. meski dia adalah suaminya, namun ada batasan sebagai manusia untuk menahan apapun yang sudah tak sanggup ia tahan lagi.
Dengan langkah cepat Aura menuruni tangga, Namun langkahnya harus terhenti saat Aura bertemu dengan Siska.
"Sudah malam, kamu mau pergi kemana?" Tanya siska yang melihat Aura hendak pergi.
"Maaf mah, aku mau..." Ucap Aura terpotong. karena Kenzo sudah ada di belakangnya, dan merangkul dirinya.
"Kita akan menginap di hotel. Iya kan sayang?" Tanya Kenzo melototi Aura, memaksa Aura mengiyakan ucapanya.
"Ah... kalian. Apa bulan madu kemarin kurang lama?" Siska tersenyum geli melihat tingkah anak pertamanya.
"Tadi Aura tidak bisa tidur, mungkin dia butuh susana baru." Kenzo menjelaskan.
"Ya sudah, kalian cepat berangkat." Ucap siska, mengantarkan anaknya sampai depan pintu.
Dengan tangan masih merangkul Aura, mereka pergi keluar rumah.
Begitu sampai di luar Kenzo melepaskan tangannya dari tubuh Aura.
"Aku sudah berkali-kali bilang untuk jaga nama baikku, bagaimana bisa kamu kabur seperti tadi. Apa yang akan di katakan orang tuaku nanti." Saat ini Kenzo benar-benar marah.
Yang Kenzo khwatirkan ternyata nama baiknya. dia mengejar Aura hanya untuk menyelamatkan namanya di depan orang tuanya, bukan karena khawatir kepada Aura. Karena ucapannya yang telah melukai Aura.
"Aku nggak peduli, itu urusan kamu." Jawab Aura hendak pergi
"Apa yang kamu bilang?" Tanya Kenzo menahan lengan Aura.
"Sakit Ken." Ucap Aura merintih kesakitan, karena tangan Kenzo menggenggam keras lengannya.
"Jika kamu terus melawan, aku akan memperlakukan kamu seperti ini." Ancamnya, membuat Aura merinding. Sifat yang baru Aura Lihat dari Kenzo. Selama ini dia berusaha menyembunyikannya, Namun karena Aura berulah, Kenzo menujukan sifat aslinya.
__ADS_1