AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Gea dan Pria Asingnya


__ADS_3

Gea melihat layar televisi yang menggantung di cafe tempatnya menikmati waktu istirahat kerja.


Merasa tidak yakin dengan apa yang baru saja di lihatnya, diapun datang lebih dekat kepada layar televisi tersebut.


"Aura!" Ucapnya membaca tulisan yang sama dengan nama sahabatnya. Tak hanya sama, memang yang sedang di beritakan adalah sahabatnya.


Tanpa pikir panjang ia pun berlari untuk memberitahukan bosanya berita tersebut, Gea yakin Kenzo belum mengetahui ini semua.


Namun saat sampai di depan ruangan Kenzo, Gea melihat pintu ruangan itu terbuka, dan di dalamnya tidak ada siapapun.


"Kemana perginya pak Kenzo?" Tanya Gea kepada sekretaris bosnya itu.


"Tadi pak Kenzo pergi terburu-buru, bahkan ponselnya saja tertinggal." Jawab Sekertaris itu menunjukan ponsel milik bosnya.


"Syukurlah dia sudah tahu." Ucap Gea dalam hatinya, dia sedikit lega, karena Ada Kenzo yang akan membantu Aura menghadapi masalah ini. Walaupun rasa yang di miliki Gea terhadap Kenzo sudah tidak ada lagi, melihat kenzo yang sangat mengkhawtirkan sahabtanya membuatnya merasa iri. Memiliki seseorang yang selalu ada meskipun tidak pernah diharapkan. Sedangkan dirinya, masih saja sendiri tidak ada seseorang yang mengkhawtirkan dirinya.


Meskipun para sahabat selalu ada mendukung dirinya, Gea lebih ingin sesosok pria yang lebih dia andalkan.


"Berikan posnel Pak Kenzo, biar saya antarkan. Kebetulan saya tahu tujuannya." Gea meminta ponsel Kenzo, dia yakin bahwa Kenzo menemui Aura dan dia berniat akan menemui Aura juga.


Karena mobilnya masih dalam perbaikan, Gea pun menyebrang untuk menunggu taksinya di sebrang jalan.


Namun satu mobil dari melaju dengan kecepatan tinggi hampir menabrak dirinya,


"Aaaa....."


Teriaknya, untung saja Gea masih bisa menghindar, meskipun dirinya harus jatuh dan berguling di jalanan.


Gea meringis kesakitan, memegangi kakinya yang sulit ia gerakan.


Kemudian seorang pria turun dari dalam mobil, dan segera membantu Gea dan meminta maaf atas ketidak hati-hatiannya.

__ADS_1


"Apa anda baik-baik saja?" Tanyanya dengan sedikit menggeser tubuh Gea agar lebih menepi


"Saya minta maaf, saya terburu-buru." Lanjutnya lagi.


Gea hanya meringis menahan sakitnya, Bahakan sulit sekali untuknya menjawab semua pertanyaan orang pria yang hampir menabraknya tadi.


"Saya akan membawa anada kerumah sakit." Ucap pria tersebut memindahka tubuh ringan Gea menuju mobilnya.


Sementara Pria itu fokus mengemudi agar segera sampai di rumah sakit, Gea terus mencuri pandang kearah spion tengah yang sedikit memeprlihatkan wajah si pria yang terlihat tidak asing baginya.


Gea seolah-olah sering melihat pria tersebut, tapi Gea lupa dimana pastinya dia pernah bertemu dengan pria itu.


Namun sekeras apapun dia memikirkannya, dia tak juga menemukan tepat diaman ia pernah melihat pria tersebut.


"Silahkan pak tandatangan di sebalah sini." Ucap suster yang meminta tanda tangan pria tersebut sebagai wali dari Gea.


"Baik." Ucap Pria teresbut mulai menuliskan nama jelas dan tandatangannya.


Gea sudah di perbolehkan pulang setelah ia menghabiskan sisa infusannya, sambil menunggu, ia kembali mengingat pria yang hampir menabraknya tadi, bahkan pria tersebut kini ada di dekatnya.


"Saya minta maaf karena saya anda seperti ini." Ucap pria itu tertunduk penuh penyesalan.


"Bagaimana lagi, pegerakan saya terbatas karena gips ini." Jawab Gea yang sebenarnya sedikit kesal harus terlibat insiden yang seperti ini. membuatnya susah bergerak, apa lagi dia ingin mensuport sahabatnya yang sedang dalam masalah. Dalam keadaan seperti akan sulit melakukan semua itu.


"Saya akan bertanggung jawab sampai anda sembuh." Ucap pria tersebut, begitulah seahrusnya, dia harus membantu wanita yang terbaring ini, sampai ia benar-benar bisa menggunakan kakinya kembali."


...****************...


Aura kembali kekantornya, setelah mendengar kemarahan kakeknya, tiba-tiba kepalanya menjadi sakit.


"Hani saya butuh obat untuk kepala saya." Ucap Aura yang terus memegangibkepalanya yang semakin sakit.

__ADS_1


Tak berapa lama datang Kenzo yang membawa air serta obat untuk Aura, Kenzo tiba saat Aura meminta obat kepada Hani dan dia dengan sigap membawakannya sebelum Hani.


"Kamu pasti belum makan, lebih baik makan dulu sebelum minum obat." Ucap Kenzo membuka bungkus makanan yang sengaja ia bawakan untuk Aura.


"Aku bisa sendiri." Ucap Aura saat Kenzo alan menyuapinya, Aurapun mengambil alih sendok dari tangan Kenzo.


"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Kenzo tak lepas dari menatap Aura.


"Kamu sudah tahu semua ini? sejak kapan?" Ucap Aura balik bertanya.


Kenzo merasa Aura mencurigainya, Dia sama sekali tidak tahu ini akan terjadi.


"Tidak, aku hanya tidak percaya dengan Pria itu. Aku yakin dia dibalik semua ini. bahkan dirinyapun belum muncul dan memberikan keterangan."


"Aku masih sulit memahami bahwa Pak Reza terlibat dalam masalah ini." Sekeras apapun dia masih saja tidak menemukan alasan reza melakukan ini semua. karena sudah pasti dia juga mendaptkan kerugian dalam masalah ini.


"Reza adalah selingkuhan Diana. Dan sudah jelas motif dia melakukan ini semua." Ucap Kenzo membingkar semuanya, bagaimanapun Aura harus tahu siapa Reza sebenarnya.


Aura terkejut, dia tidak menyangka bahwa Diana masih saja mengganggu hidupnya.


"Maksud kamu, ini ada huhungannya dengan Diana?" Tanyanya tak bisa berpikir apapun lagi.


"Mungkin saja, karena semua yang berkaitan dengan Diana selalu saja tidak baik." Jawab Kenzo yang belajar dari masalah-masalah sebelumnya.


Setelah melihat Aura menyelsaikan makannya, Kenzo dengan sigap membantu Aura untuk meminum obatnya. Bahkan Aura membiarkan Kenzo untuk memijat kepalanya.


"Kamu tenang saja, aku akan bantu kamu menyelidiki ini semua." Ucap Kenzo mencoba membuat Aura untuk tidak terlalu memikirkan masalah itu.


"Terimakasih, berkat kamu aku bisa melewati semua ini." Ucap Aura menggengam tangan Kenzo yang saat ini ada di kepalanya.


Aura sangat beruntung karena mendengarkan saran dari Kenzo, dengan begitu dia dapat membuktikan bahwa produknya tidak bermasalah. hanya saja masalah datang dengan produk yang di kirim ke supermarket milik Reza. dan sudah pasti itu menimbulkan kecurigaan.

__ADS_1


__ADS_2