AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Sebuah Nama


__ADS_3

Hari ini dokter sudah memperbolehkan Aura untuk pulang, setelah satu minggu berada di rumah sakit setelah berjuang antara hidup dan mati. Bisa berdiri kembali sehat seperti sebelumnya adalah sautu anugrah yang harus Aura syukuri. Karena akhirnya dia bisa bertahan menjaga bayinya tetap hidup, dan dia memiliki waktu lebih lama dengan sang bayi, menemaninya, merawatnya sampai nanti ia dewasa.


"Ayo sayang, aku sudah selesai." Ucap Kenzo mencoba membantu Aura untuk berdiri.


Semua persiapan perpulangan sudah di urus Kenzo, bahakan barang bawaan Aura pun sudah rapi di kemasnya.


Aura merasa senang akhirnya bisa pulang, sesungguhnya dia sudah sangat bosan dengan bau aroma rumah sakit. Namun garis wajahnya tak menyiratkan kesenangan itu, karena dia harus rela berjarak semakin jauh dengan bayi yang belum sempat ia peluk.


Bayi Aura masih membutuhkan pantauan dokter untuk beberpa hari kedepan, jika perkembangannya terus meningkat maka semakin cepat sang bayi untuk pulang.


Sebelum meninggalkan rumah sakit, Aura dan Kenzo berpamitan terlebih dahulu kepada bayi mereka. berdiri di depan kaca yang sangat besar juga tebal, menatap penuh kesedihan karena harus membiarkan sang bayi untuk jauh darinya. Namun tidak ada yang dapat Aura lakukan, karena ini untuk kebaikan sang bayinya.


"Ibu pulang dulu nak, tapi kamu jangan takut besok ibu dan ayah akan menjenguk kamu lagi." Ucap Aura melambaikan tangannya, tak terasa air matanya pun ikut menetes.


Kenzo merangkul erat pundak Aura,dia tahu Aura sangat berat untuk meninggalkan bayi mereka, Tak hanya Aura Kenzo pun merasakan yang sama namun Kenzo tetap harus menjadi sandaran paling kuat untuk Aura.


Mereka berduapun perlahan menjauh, namun Aura selelu menoleh menatap kearah ruangan NICU yang semakin menjauh.


...****************...


Pintu kamar Keanu di ketuk, Siska sedang menunggu anaknya untuk membiarkannya masuk.


"Sebenarnya kakak kamu kemana?, sudah lebih dari satu minggu dia tidak pulang." Tanya Siska begitu masuk ke dalam kamar Keanu.


"Mungkin kakak sedang banyak pekerjaan." Jawab Keanu masih sibuk memainkan ponselnya.


"Pekerjaan apa yang menghabiskan waktu satu minggu penuh sampai tidak pulang kerumah?"


"Ya, mungkin saja kakak kekuar kota. Keanu tidak tahu, karena kita beda kantor."


"Percuma ya mama tanya kamu." Kesal Siska yang kemudian keluar dari kamar Keanu.

__ADS_1


Namun sesaat kemudian siska membuka kembali pintu kamar anak bungsunya itu.


"Oh, satu lagi Nu. hampir saja mama lupa." Ucap Siska yang melupakan tujuan awalnya bertemu dengan Keanu.


"Mama sudah menentukan tanggal kalian menikah." Keanu sangat terkejut, bahkan ponselnya sampai jatuh mendengar ucapan siska.


Keanu kemudian mnegakan duduknya dan menatap mamanya yang masih saja membahas pernikahnya yang jelas sudah pernah ia sampaikan sebelumnya.


"Mama, aku akan menikah setelah kakak Kenzo menikah." Jawab tegas Keanu.


"Mama pernah mendengar kalimat itu sebelumnya. Tapi mama ingin segera mengadakan pesta. sudah lama sekali mama tidak kedatangan banyak tamu."


"Lagi pula pernikahanku akan sederhana." Sela Keanu yang tak setuju dengan pesta mewah yang ada di kepala mamanya.


"Tidak bisa. Mama akan mengadakan pesta besar-besaran." Ucap Siska yang tak mau kalah.


"Begini saja, undang Gea makan malam bersama kita besok. Mama akan tanya pendapatnya." Siska pun pergi tanpa mendengar jawaban dari anaknya lagi.


Kenau bingung dengan perubahan sikap Siska yang mendadak, yang mana sebelumnya ia sangat menentang hubungannya dengan Gea, kini berbalik 180 derajat mendukung hubungannya. Tidak di pungkiri Keanu merasa bahagia karena pada akhirnya mamanya merestui Gea sebagai menantunya kelak. menerima Gea sepenuhnya. Bahkan sangat antusias untuk mengurus pernikahan nanti.


...****************...


"Kenapa belum tidur?" Tanya Aura mendekat.


"Sini!" Kenzo menepuk sofa meminta Aura untuk duduk di sebelahnya.


Kenzo melebarkan tangannya agar Aura bisa bersandar di pundaknya.


"Kenapa terbangun?" Tanya Kenzo yang tidak biasanya Aura terbangun dari tidurnya.


"Aku tiba-tiba saja haus." Jawab Aura, yang kemudian membuat kenzo bangun hendak membawakan minum.

__ADS_1


"Mau teh manis atau air putih?" Tanya Kenzo dari arah dapur.


"Teh manis boleh." Jawab Aura tersenyum.


Aura merasa hidupnya seakan sempurna, ada sosok pria dengan penuh kasih sayang, juga ada anak mereka yang menambah lengkap kehidupannya.


"Membayangkan apa?" Kenzo datang memberikan satu gelas teh manis, dan melihat Aura sedang tersenyum membayangkan sesuatu.


"Aku membayangkan kita bertiga berkumpul, seperti keluarga sesungguhnya."


"Aku pasti mewujudkan semua itu. Aku janji kita bertiga bisa menjadi keluarga yang utuh."


Memang sangat indah jika di bayangkan, bisa kembali bersama di tambah satu pelengkap hidup, namun Aura ragu dirinya bisa kembali masuk ke dalam kekuarga hartanto, apa lagi setelah mantan mertuanya yang terang-terangan membenci dirinya.


"Ada apa?" Tanya Keanzo mendapati Aura kembali melamun dengan wajah sedihnya.


"Aku tidak yakin orang tuamu akan menerimaku kembali."


"Kamu tenang saja, aku akan meyakini mereka, apa lagi ada anak kita, sudah pasti mereka tidak akan menolak." Ucap Kenzo yang kemudian tersadar bahwa mereka belum menamai anak mereka.


"Ra, kita belum menamai anak kita."


"Kamu benar, sudah satu minggu anak kita belum punya nama."


Tiba-tiba Kenzo dan Aura terdiam memikirkan sebuah nama yang akan cocok di sandang putrinya.


"Bagaimana kalau kita namai Kezara, singkatan dari gabungan nama kita. Kenzo dan Aura?" Usulan dari Aura.


Kenzo memicingkan mata, menimbang-nimbang nama yang di berikan Aura.


"Aku setuju, Kezara."Ulang Kenzo menyebutkan namanya.

__ADS_1


"Kezara hartanto"


"Terdengar manis!" Kenzo tersenyum senang, kemudian ia terus mengulang menyebutkan nama putrinya.


__ADS_2