
Kondisi Aura masih lemah,Sehingga dokter memberikannya cairan infus.
"Aura kenapa dok?" Tanya Keanu setelah dokter memeriksa kesehatan Aura.
"Kamu tidak usah khawatir. Aura hanya kelelahan, untuk lebih lanjut bawa Aura ke rumah sakit. Apa Kenzo belum bisa di hubungi?"
"Iya Dok. Ponselnya tidak aktif. Tapi dok, jika hanya kelelahan, mengapa harus kerumah sakit?" Tanya Keanu.
"Sepertinya kamu akan menjadi seorang paman." Ucap Dokter berbisik.
Keanu terkejut, karena pernikahan mereka yang terbilang baru dan akan segera memiliki seorang anak.
"Maksud Dokter Aura hamil?"
"Kemungkinan besar seperti itu. Sampaikan kepada Kenzo untuk segera membawa Aura ke rumah sakit." Pesan dokter sebelum pamit.
"Baik dok. mari saya antar." Keanu pun mengantar Dokter sampai luar rumah, kemudian dia kembali masuk menemani Aura.
Keanu duduk di samping Tempat Tidur Aura, Dia melihat wajah Aura yang pucat. Dia berpikir bahwa dirinya yang membuat Aura kelelahan. Pasti masalah dengan kakaknya belum selesai, dan lagi kakanya menghilang entah kemana.
"Kemana sih loe kak, kenapa loe susah sekali dihubungi?" Keanu mencoba berulang kali menghubungi kakanya, namun ponsel Kenzo tetap tidak aktif.
Dia masih merahasikan pingsannya Aura kepada orang tuanya, dia ingin Kenzo yang tahu terlebih dahulu tentang yang terjadi dengan Aura.
"Ra, kamu sudah sadar?" Tanya Kenzo, sambil membantu Aura untuk bangun dan bersandar.
"Nu, aku haus." Ucap Aura memegangi tenggorokannya.
"Tunggu sebentar, aku ambilkan minum dulu."
Keanu bergegas turun untuk mengambil minum.
Tak butuh waktu lama, Keanu sudah datang dengan membawa air putih untuk Aura. Keanu pun dengan sigap membantu Aura.
"Ra, Sebebarnya kemana kak Kenzo pergi? karena kamu harus segera kerumah sakit."
"Aku akan kerumah sakit besok." Ucap Aura, tanpa menjawab pertanyaan Keanu.
"Ra, ada yang kamu sembunyikan?" Keanu merasa ada sesuatu yang aura tahan dan sembunyikan.
Aura ragu untuk mengatakan apa yang seharian ini memenuhi pikirannya. Namun dia sudah tidak bisa lagi memendamnya sendiri.
"Kenzo Nu, dia pergi. Dan aku tidak tahu keberadaannya." Ucap Aura meneteskan Airmatanya.
Keanu memberikan dadanya untuk menjadi sandaran bagi Aura.
"Maaf Ra, ini semua salahku, jika saja aku bisa menyimpan jurnal itu dengan benar, pasti Kenzo tidak akan tahu."
"Tidak Nu, ini bukan salah siapa-siapa. Memang sudah waktunya Kenzo mengetahui semuanya. Lebih cepat lebih baik."
"Aku antar kamu ke rumah sakit besok." Ucap Keanu,
"Tidak usah Nu, aku bisa sendiri." balas Aura, melepaskan sandarannya dan mengusap pipinya yang basah.
"Aku tetap akan datang menjemput kamu. sekarang kamu makan dulu." Keanu meraih mangkuk bubur yang sudah di siapkan bi ningsih sebelum pulang.
__ADS_1
"Aku tidak ingin Nu." Aura mengelngkan tangan dan menutup mulutnya.
Keanu mengingat momen sperti ini pernah terjadi diantara mereka berdua.
"Kamu harus mengisi perut kamu Ra." Bujuk Keanu.
Akhirnya Aura pun membuka mulutnya menerima suapan dari Keanu. Namun baru saja beberapa suap, Aura kembali menutup mulutnya.
"Aku mual Nu." Ucap Aura.
Segera keanu mengambil air dan ia berikan untuk Aura.
"Ini, minum dulu."
"Terima kasih Nu. Lebih baik kamu pulang, sudah malam."
Aura tidak mau merepotkan Keanu lagi, diapun meminta Kenau untuk pulang. apalagi hari sudah malam, pasti Diana sedang mencarinya. meskipun Aura sangat membutuhkan seseorang berada di sampingnya, namun dia harus sadar bahwa Keanu bukan orang yang tepat.
"Kamu istirahat, aku akan pulang." Ucap Keanu, menyelimuti Aura.
Keanu ingin lebih lama lagi menemani Aura, apa lagi Aura saat ini hanya sendirian di rumah. Namun Keanu sudah keluar rumah terlalu lama, Diana pun sudah menelphonnya berkali-kaki, setidaknya dia harus pulang untuk menenangkan istrinya.
...※※※※...
Kenzo menunggu kedatangan Gea, ini hari keduanya ia berada di Inggris, rencananya hari ini, Kenzo akanmengajaj Gea kembali ketempat saat mereka bertabrakan dulu.
"Maaf menunggu lama." Ucap Gea ketika sampai.
Mereka pun jalan bersama menyusuri jalanan yang menuju temapt mereka bertabrakan.
"Jelas aku ingat, kamu begitu saja menabrakku. hari itu pertama kalinya aku datang ke tempat ini. dan di hari pertamaku itu, aku harus kehilangan sebelah antingku." Ucapnya menyentub telinganya sendiri.
" Saat itu aku datang untuk Reuni, karena harus mengejar pesawat, aku berlari dan menabrak kamu." Ucap Kenzo.
Merekapun duduk sambil mendengarkan live musik di tempat itu.
"Kamu kerja di bidang apa?" Tanya Gea, dia penasaran dengan Kenzo, karena Kenzo terlihat seperi lelaki mapan.
"Aku direktur di perusahaan fashion." Jawab Kenzo. dan membuat Gea terperangah.
"Cari kerja disini cukup sulit, meskipun berpendidikan tinggi. Jadi sampai sekarang aku masih berusaha mencari pekerjaan yang cocok dengan bidangku." Keluh Gea, dia ingin terlihat sebagai wanita lemah, yang akan di tolong oleh seorang pangeran.
"Kamu bisa bekerja di indonesia. dengan keahlian kamu pasti banyak perusahaan yang minat untuk merekrutmu." Usul Kenzo kemudian. Namu nampaknya itu bukan jawaban yang Gea inginkan.
"Jika di perusahaan kamu bagaimana?" Tanya gea memancing, berharap Kenzo akan mengiyakan dan membawanya terbang ke indonesia.
"Kami sudah mempunyai seseorang yang secara profile sama dengan kamu." Jawab Kenzo, sangat mengecewakan.
Kenzo mempunyai Aura yang sama dengan Gea dari segi alademik. hanya saja Kenzo belum siap melibatkan Aura dalam perusahannya.
"Apa dia lulusan kampus ini juga?" Tanya Gea, penasaran.
"Iya." Jawab Kenzo singkat.
"Hhmm... rupanya di indonesia pun akan susah bersaing."
__ADS_1
"Jika kamu berminat, aku bisa bantu kamu. hubungi saja aku ketika kamu datang ke indonesia."
Gea senang mendengarnya, karena kenzo sudah menunjukan simpati untuk dirinya.
"Terima kasih. aku senang, bisa mempunyai teman baru seperti kamu." Ucapnya merangkul lengan Kenzo.
"Aku juga senang bisa mengenal kamu." Jawab Kenzo.
"Kamu kapan pulang?" Tanya Gea kemudian.
"Besok, karena aku sudah terlalu lama meninggalkan kantorku." Jawab Kenzo dan memang jika terlalh lama meninggalkan pekerjaannya pasti akan dipertanyakan Rian.
"Bukan meninggalkan pacar kamu?" Tanya Gea menelisk wajah Kenzo.
"Aku tidak punya pacar." Jawab Kenzo yang membuat Gea memgembangkan senyumnya.
"Aku sudah menikah." Ucap Kenzo meneruskan. Kemudian Gea langsung melepaskan lengan Kenzo.
"Menikah? Aku pikir kamu masih single. Tapi kenapa kamu bisa menemui wanita lain seorang diri?" Tanya Gea yang sangat terkejut, diapun segera berdiri. Dia sangat syok karena dia pikir Kenzo masih single.
"Aku hanya mengantarkan anting itu. Karena selama ini aku sangat terbebani." Ucap Kenzo yang juga ikit berdiri.
"Beban katamu? Br*ng*ek!" Jawab Gea mendorong tubuh Kenzo.
Kenzo sama sekali tidak terkejut dengan siikap Gea, justru dia membuka telapk tangannya meminta sesuatu di kembalikan.
"Kembalikan Anting itu, itu bukan punyamu." Ucap Kezno.
Gea bertambah terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Kaammu, sejak kapan?" Tanya Gea
"Sejak hari ini, Alex memberitahuku." Tiba-tiba sntang alex dari arah belakang mereka.
"Gea...Gea, kamu belum berubah." Cibir Alex. Geapun menoleh dan melihat Alex sudah berada di dekatnya.
"Alex, jadi kalian merencanakan ini bersma. kalian berdua benar-benar Ber*ng*ek." Ucap Gea yang lagi mengumpati Kenzo dan Alex.
"Kamu yang memenfatkan Kenzo demi keuntungan kamu, kamu pikir aku tidak tahu pemilik aslinya." Ucao Alex. Gea sempaf bingung, karena yang mengetahui tentang anting Aura hanya dirinya dan melly, jadi bagaimana Alex bisa tahu.
"Dia sudah mengizinkannya, lagi pula dia sudah tidak peduli dengan antingnya itu. apa salah aku mengambil kesempatan ini?" Gea bukannya menyesal dan meminta maaf, dia justru membela dirinya.
"Kamu salah, karena kamu sudah berpura-pura menjadi Dia."
"Arrghh...."
Merasa di permalukan Geapun oergi dari hadapan Kenzo dan juga Alex.
"Thanks ya Lex, kamu sudah memberitahu semua kebenarannya." Ucap Kenzo. kemarin Alex membalas pesan Kenzo dan dia langsung bergegas menemui Kenzo, dan mengatakan bahwa yang ia temui itu adalah Gea, sahabat pemilik anting itu. Karena pemilim anting itu sudah lama pulang ke negara asalnya. Dan juga Alex mengenalnya.
"Iya. kamu masih penasaran dengan pemiliknya? Karena aku masih mencari alamatnya di indoneaia. Karena dia sudah lama tidak di sini."
"Entahlah Lex, sepertinya hanya Aku yang masih penasaran dengan dia, sedangkan dia Tidak."
"Jangan dengarkan ucaoan Gea. mungkin saja dia juga sedang mencari kamu. pokoknya aku akan memberitahu jika sudah menemukannya."Alex tetap ingin sesuai pendiriannya. tidak alan ada perubahan apapun
__ADS_1
... ...