
Aura tengah bermanja-manja dengan ibunya, menjadikan kedua paha ratmi sebagai bantal kepalanya, begitupun Ratmi dengan senang hati memainkan rambut Aura yang kini tak panjang lagi seperti dulu, jika ingat saat-saat dulu dimana Aura selalu menolak untuk memotong rambutnya namun kini dia sudah tidak serewel dulu lagi.
"Kapan kamu melahirkan nak?" Tanya Ratmi yang sama sekali tidak tahu berita apapun tentang Aura, kehamilannya kali ini pun ia dengar dari Keanu. Bahkan siapa ayah dari bayi yang di kandungannya pun ia tak tahu, apa lagi status Aura yang tidak membolehkan untuknya bisa hamil.
"Harusnya masih 3 bulan lagi. Tapi aku harus secepatnya mengeluarkan bayiku ini, aku tidak mau terjadi hal buruk bu." Aura sadar dia tidak seperti para ibu lainnya, yang bisa mengandung seorang anak sampai sembilan bulan. dia adalahwanita yang memiliki kandungan lemah. Bisa hamil saja sudah suatu berkah yang selalu Aura syukuri.
Aura menoleh menatap wajah ibunya.
"Ibu tidak bertanya, mengapa aku bisa hamil disaat aku tidak memiliki suami?" Aura tahu ibunya pasti penasaran tentang hal itu, dan memilih untuk tidak bertanya untuk menjaga persaan Aura.
Ratmi tersenyum, dia mengusap perut Aura lembut.
"Ibu tidak terpikirkan sampai kesana, karena ketika mendengar kamu tengah mengandung, ibu sangat bersyukur karena ibu tahu usaha kamu yang sangat berat untuk bisa memilikinya. Dan ibu yakin kamu pasti memberitahukannya nanti, disaat kamu sudah siap." Jawab Ratmi membuat Aura tak bisa menahan air matanya.
"Terimakasih bu, aku juga sangat bersyukur ada ibu menemani di kehamilanku kali ini." Aura pun memeluk Ratmi dan menangis di pelukannya.
...****************...
Dengan langkah cepat Kenzo memasuki kantor Keanu, dan sampailah ia tepat di depan ruangan adiknya.
"Apa yang sebenarnya sedang kamu sembunyikan?" Tanya Kenzo begitu masuk keruang Keanu, bahakan dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.
Keanu yang terkejut segera pindah ke sofa untuk lebih dekat dengan kakaknya. Mencoba bersikap normal, sementara jantungnya sudah dagdigdug tak beraturan.
__ADS_1
"Apa makasud kakak?" Tanya Keanu, dia sudah sangat khawatir jika yang di maksud Kenzo adalah rahasia yang tengah di sembunyikannya.
"Kamu main gila lagi kan? kamu tahu Gea sedang mencari informasi tentang kamu."
Keanu semakin bingung karena ternyata bukan tentang Aura, melainkan Gea, sedangkan hubungannya dan Gea sedang baik-baik saja.
"Informasi? Gea? apa yang kakak maksud?"
"Begini adikku yang tak pandai berbohong. Gea tadi menanyakan tentang pekerjaan apa yang membuat kamu sering pergi ke Surabaya, dan setahu kakak kamu sudah tidak ada sangkut pautnya dengan kantor di sana."
"Jadi kakak bilang aku ada urusan lain di Surabaya?"
"Ya." Jawab Kenzo cepat, wajah Kenau pun berubah menjadi tegang. "Apa kakak salah menjawab?" Tanya Kenzo dengan memicingkan matanya merasa curiga dengan adiknya.
"Sebenarnya apa kamu lakukan disana? Atau jangan-jangan kamu punya wanita lain? seperti dulu kamu berusaha mendekati Aura disaat kamu masih memiliki istri." Kenzo beranggapan jika dulu saja adiknya bisa melakukan hal seperti itu, tidak menutup kemungkinan ia melakukannya lagi.
"Jadi maksud kamu jika kali ini ada Aura kamu mungkin melakukan hal yang sama." Kenzo menyalah artikan ucapan adiknya.
"Tidak seperti itu kak. aku sudah yakin dengan Gea, aku tidak mungkin memiliki wanita lain sekalipun itu Aura." Ucap Tegas Keanu. dia tidak ingin kakaknya kembali mencurigai dirinya yang masih mencintai Aura.
"Baiklah kakak percaya. Sekarang kamu selesaikan urusan kamu dengan Gea. jangan sembunyikan apapun dari seorang wanita. perasaan wanita itu dangat kuat." Kenzo memberikan sedikit nasihatnya.
Kenzopun berdiri hendak meninggalkan ruang kerja Keanu karena sudah tidak ada yang ia bicarakan lagi.
__ADS_1
Namun ketika memegang handel pintu Kenzo sedikit berbalik.
"Kakak memberitahu Gea kalau tujuan kamu ke Surabaya untuk penjualan apartment kamu disana." Ucap Kenzo sebelum keluar dari ruangan Keanu.
Keanu bisa bernafas lega mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Keanu sebelum pergi. Namun dia tidak bisa membiarkan ini, dia harus menemui Gea dan menjelaskan semuanya. Jika dibiarkan maka Gea akan semakin tidak mempercayainya.
...****************...
Seorang pria sedang bersimpuh memohon maaf atas pekerjaan yang tidak membuahkan hasil. Orang yang selama ini di utus Seteven untuk memata-matai kenzo tak memberikan kabar baik satupun menyangkut keberadaan Aura.
"Bodoh. apa yang selama ini kalian lakukan sampai tidak menemukan sedikit informasipun." Teriak Seteven menendang pria tersebut sampai tersungkur.
"Maaf Tuan..." Hanya kalimat itu yang berani ia ucapkan.
"Bawakan saya profile pria itu." Ucap Seteven kepada Abigail. Abigail pun segera berlari kearah mejanya dan segera membawakan yang Seteven inginkan.
Seteven mengambil alih kertas yang abigai berikan, kemudian membacanya, disana tertulis lengkap data tentang Keanu.
"Apa kamu sudah menyelidiki adiknya?" Tanya Seteven kepada orang suruhannya.
"Maaf Tuan, saya baru memata-matai Kenzo saja."
"Selidiki adiknya, kali ini kanu harus membuahkan hasil. Pergi!" Ucap Seteven meminta orang suruhannya untuk menyelidiki Keanu.
__ADS_1
Pria itu bergegas pergi, masih untung dirinya hanya di tendang Tuannya, karena banyak orang sepertinya harus berakhir dengan patah tulang dan babak belur jika tak memenuhi keinginan Tuannya itu.
Kali ini Seteven yakin akan menemkan Aura. "Tunggu aku Ra. Ini memang kesalahanku, tapi di hari kita bertemu nanti, jangan pernah berpikir untuk lari lagi." Ucapnya sambil memandangi photo pengantin mereka berdua yang terpanjang di meja kerja Seteven.