AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Melewati Batas


__ADS_3

Kenzo melemparkan jasnya sembarang, kemudian merebahkan dirinya di sofa hotel tempatnya menginap. dengan lengan yang menutup sebagian wajahnya. Kenzo merasa kecewa dengan dirinya sendiri, kecewa dengan ketidak mampuannya untuk membawa Aura menjauh dari Seteven. Serta Kenzo menyayangkan Aura yang menghindari dirinya.


"Aku harus menemui Seteven." Ucapnya segera bangun dari tidurnya.


"Apa yang akan kakak lakukan? sepertinya Seteven bukan pria sembarangan, terlihat bagaimana semalam dia menjadi bintangnya pesta." Ucap Keanu yang berada di sebalah kakaknya.


"Setidaknya aku harus melakukan sesuatu, tidak bisa aku hanya diam saja menunggu Aura, sementara aku tahu Aura sangat dekat sekali."


Keanu sangat paham apa yang sedang kakaknya rasakan, namun ada kekhawatiran tersendiri karena Seteven sepertinya pria berbahaya.


"Aku akan selalu dukung kakak. Tapi, kakak harus tetap berhati-hati." Ucap sang adik. dia ingin kakanya terus berjuang untuk mencari Aura, tidak patah semangat yang berujung kehilangan wanita yang di cintainya.


...****************...


Aura yang masih berbalut gaun pesta yang ia kenakan tadi, hanya duduk termenung di pinggiran ranjang. Dia masih memikirkan saat pertemuannya tadi dengan Kenzo, dia tidak menyangka Kenzo akan hadir di acara yang sama dengannya, jika ia tahu sebelumnya, mungkin ia akan beralasan untuk tidak menghadiri pesta tadi.


Setelah pertemuan tadi, Aura yakin kenzo tidak akan melepaskannya semudah itu, dia pasti akan mencari Aura, bahakan akan mendatangi Seteven.


Aurapun berdiri dan hendak menemui Seteven untuk menecerotaka semuanya, dan agar Seteven lebih berhati-hati jika bertemu dengan Kenzo.


Aura berdiri di depan rak yangvmenghubungkan kamar keduanya, cukup lama ia berdiri sambil merenungkan kembali keputusannya.

__ADS_1


Aura kembali berpikir, jika Seteven tahu bahwa Kenzo adalah kekasihnya pasti Seteven akan mengatakan semuanya, bahkan kehamilannya. dan itu pasti melukai Kenzo.


Kemudian Aura pun mengurungkan niatnya dan hendak kembali, namun tiba-tiba pintu itu terbuka, dan Seteven sudah berdiri persisi di hadapannya. Dan itu membuat Seteven dan Aura sama-sama terkejut.


"Aku hanya, butuh bantuan mu" Ucap Aura cepat. tanpa Seteven bertannya,sambil memutar otaknya mencari bantuan apa yang ia hutuhkan.


Kemudian dia Seteven menaikan sebelah alisnya, "Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Seteven yang tentu saja membuat Aura semakin gugup.


Ada satu ide di kepalanya, karena hanya itu yang terpikir. Lalu Aura berbalik menunjukan punggungnya.


"Bantu aku membua reseting gaun ini." Sungguh konyol, namun otaknya sudah mentok tak bisa mencari ide lain.


Dengan memejamkan mata, Aura merasa tangan Seteven sudah menyentuh bagian punggungnya, ada rasa geli bercampur rasa deg-degan di hatinya.


Seteven perlahan menurunkannya, terlihat punggung putih milik Aura, semakin bawah, semakin terlihat lekukan tubuh yang begitu indah, Seteven sampai menelan ludah menikmati pemandangan itu.


Aura yang merasa tak ada pergerakan lagi dari Seteven, langusng berbalik sambil menahan bagian depan gaunnya agar tidak terjatuh.


"Terimakasih" Ucapnya yang kemudian berbalik hendak menuju kamar mandi. Namun Aura kalah cepat, Kini Seteven menghalangi jalannya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Aura menatap tajam.

__ADS_1


Aura tanpa sadar membangunkan macan yang sedang lapar, karena Seteven saat ini telah di penuhi dengan b***hinya.


Seteven kemudian meraup wajah Auar, dan dia mulai mendekatkan wajahnya perlahan, sampai kedua bibirnya bermain di benda kenyal milik Aura, terus menekan, sampai Aura benar-benar kehabisan nafasnya. Aura terus meronta, mencoba melepaskan diri dari Seteven, sampai kemudian ia dorong Seteven dengan sisa kekuatan.


Nafas Aura tersngal-sengal, begitu bibirnya terlepas, wajahnyapun sudah basah dengan keringat dan airmata yang ia jatuhkan, karena Seteven melakukannya dengan paksaan.


Plaak.....


Dengan tatapan marah Aura menampar pipi Seteven, lalu mengunci diri dalam kamar mandi.


Seteven terperangah dengan memegangi sebelah pipinya yang cukup perih, kemudian barulah dia tersadar dengan apa yang sudah dilakukannya kepada Aura. Dia telah melakukan hal itu tanpa persetujuan Aura. Dan Seteven sangat menyesalinya.


Tok...tok...tok...


"Ra, Aura. Buka pintunya." Pinta Seteven terus mengetuk pintu kamar mandi, Seteven ingin mengucapkan kata maaf dan menyesali perbuatannya, namun Aura tak juga keluar dari kamar mandi.


Aura bersandar di balik pintu, sambil menangis tersedu-sedu, ia terus saja mengusap bibirnya, untuk menghilangkan sisa-sisa dari ciuman yang Seteven berikan tadi. Ia merasa terhinakan.


panggilan Seteven sepenuhnya ia abaikan, bahakan setiap kali Seteven menyebut namanya seketika air matanya semakin deras. Dia tidak terima di perlakukan seperti wanita murahan, seperti para pelayan yang bekerja di bawahnya. menjadi teman tidurnya, pemuas nafsunya di saat dia butuh.


Cukup lama Aura berada di dalam kamar mandi, sampai ia tak lagi mendengar suara Seteven. Lalu ia keluar dari kamar mandi dengan sudah mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Dia melirik kanan dan kirinya memastikan Seteven sudah tak ada lagi di dalam kamarnya. Kemduian segera berlari menuju tempat tidur dan berbaring menyelimuti keseluruh tubuhnya.


__ADS_2