
"Aku harap kamu bisa mengatan semua ini kepada kak Kenzo, Aku yakin dia pasti bahagia mendengar kehamilan kamu ini, karena apa yang kamu yakini saat ini hanya kekhawatiran kamu saja." Ucap Keanu yang kemudian menepuk bahu Aura.
"Aku harus pulang, Gea mencariku. Jaga diri kamu baik-baik selama aku pergi, semua yang kamu butuhkan sudah ada di dapur." Keanu menujuk area dapur yang kini terlihat banyak sekali stok makanan.
"Juga pakai ini untuk kami membeli sesuatu, kunci mobil tergantung disana." Lanjut Keanu memberikan credit cardnya juga menjelaskan tata letak semua benda yang mungkin Aura butuhkan selama di apartmentnya.
"Terimakasih Nu, dan jangan katakan apapun kepada Kenzo." Ucap Aura menatap Keanh menunggu jawaban darinya.
Kenau menghebuskan nafasnya berat, dan mengalah mengikuti apa yang Aura inginkan.
"Baiklah, jika keputusan kamu seperti itu." Keanupun segera meninggalkan Apartmentnya agar tidak tertinggal pesawat.
Keanu segera menuju rumah Gea begitu dia turun dari pesawat, dia sangat menyesal telah mengatakan kebohongan kepada Gea dan membawa satu buket bunga untuk menebus rasa bersalahnya.
Tok...tok...tok...
Keanu mengetuk pintu rumah Gea, cukup lama Keanu menhnggu, karena mengingat hari sudah malam, dan mungkin Gea sudah tertidur. Namun karena ia sudah berjanji maka harus ia tepati.
Keanu menunggu pintu di buka Gea sambil duduk di kursi depan. Selang beberapa lama terdengarvsuara pintu dibuka, dan Keanu segera bangkt dan menutupi wajahnya dengan buket bunga yang ia bawa.
"Keanu, aku pikir kamu tidak jadi datang." Ucap Gea dengan senyum di bibirnya menyambut kedatangan kekasihnya.
"Aku kangen sekali!" Keanu segera memeluk Gea. "Maaf, aku baru datang!" Lanjutnya mengusap lembut kepala kekasihnya.
"Ini sudah malam, mestinya kamu langsung pulang saja." Gea menautkan tangannya di lengan Keanu lalu ia mengajak Keanu untuk masuk.
"Itu semua karena aku kengen sama kamu sayang." Kenau mencubit pelan pipi Gea.
Sementara Keanu menunggu di kursi, gea menuju dapur untuk membuatkan Keanu secangkir kopi.
Gea menoleh kearah Keanu, merasa bingun apa dia harus menanyakan prihal tujuan lain kepergiannya ke Inggris.
"Apa mereka sudah bertemu? Atau jangan-jangan mereka..." Gea gelisah karena pemikiran semacam itu selalu mengganggunya.
__ADS_1
"Bagaimana acara disana?" Tanya Gea detang dengan secangkir kopi buatannya.
"Karena aku dan kakak tidak pernah datang keacara sebesar itu, kami merasa asing saja, apa lagi tak ada satu orang pun yang mengenali kami."
" Tapi aku bangga, kamu mendapatkan kesempatan itu."
Gea masih saja bingung untuk menanyakan hal yang membuatnya penasaran justru ia tutupi denga pertanyaan lainnya.
"Kenapa kok bengong?" Tanya Keanu melihat Gea seperti sedang banyak pikiran.
"Nggak kok sayang, aku hanya lelah saja."
"Ouh... itu semua karena aku ganggu tidur kamu. pasti tadi kami sudah tertidur pulas."
Gea segera menggelengkan kepalanya, "Aku tidak merasa terganggu sama sekali, aku justru senang melihat kamu disini."
"Aku akan menginap disini. Boleh?" Tanya Keanu, menunggu persetujuan Gea, seakan dirinya tak pernah menginap di rumah Gea.
"Ini sudah malam, kamu tidur sana." Keanu mencubit kedua pipi Gea gemas. Dan Gea balas mencubit hidung Keanu dengan manja, kemudian mereka saling melemparkan senyuman manjanya dan kemudian tertawa bersama.
...****************...
Kenzo turun dari kamarnya untuk memulai pagi harinya bersarapan bersama keluarganya sebelum berangkat untuk bekerja.
"Adik kamu belum juga pulang?" Tanya siska begitu Kenzo bergabung.
"Mungkin Keanu ada di apartmentnya." Jawab Kenzo singkat.
"Anak itu benar-benar membuat kesal saja, dia belum menemui mama sejak pulang dari acara kemarin."
"Mungkin keanu masih sibuk karena pekerjaan selama ia pergi." Sela Rian yang tak mempersoalkan Keanu.
"Apa papa tau putri dari pemilik perusahaan DFG baru saja menyelesaikan kuliahnya, mama dengar dia sedang mencari calon suami yang setara dengan mereka."
__ADS_1
"Mama dengar dari mana?"
"Teman-teman arisan mama membicarkannya. Sepertinya akan cocok dengan Kenzo."
Kenzo tersedak saat siska menyebutkan namanya.
"Perjodohan tidak akan berjalan baik mah." Sanggah Kenzo cepat.
"Betul, bukankah kita sudah sepakat tidak akan ada perjodohan." Timpal Rian setuju dengan anaknya.
"Mama tidak akan menjodohkan kalian, mama hanya ingin kamu coba untuk mendekatinya. sampai kapan kamu sendiri seperti ini, sementara adik kamu sudah akan bertunangan."
"Jika Keanu akan menikah lagi mendahuli ku pun aku tak masalah."
"Mama tidak akan setuju. Keanu boleh menikah setelah kamu juga menikah. mama tidak mau kamu di dahului adik kamu untuk yang kedua kalinya." Siska dengan keras menentangnya
"Papa setuju dengan mama." Ucap Rian terkait urutan menikah diantara kedua anaknya.
"Jangan gitu lah mah, pah. kasihan Gea dan Keanu."
"Makanya coba kamu dekati anak pemilik Perusahaan DFG." Ucap siska tak terbantahkan.
"Iya Ken, tak ada salahnya kalian berkenalan, kalaupun pada akhirnya kalian tidak cocok mama dan papa tidak akan memaksakan." Kini orang tuanya bersekongkol mendukung satu sama lain.
"Aku tidak mau, karena aku sudah mempunyai wanita pilihanku sendiri." Ucap Kenzo yang kini mendaptkan tatapn tajam dari mamanya. Siska sangat tahu siapa wanita yang di maksud.
"Baguslah, kamu bisa Perkenalkan kepada kami." Rian menoleh kearah anaknya. kemudian meletakan sendok dan garpu di atas piringnya.
"Papa sudah selesai sarapan." Ucap Rian meninggalkan Siska juga Kenzo di meja makan.
Kenzo mentatap kepergian Rian dengan heran, karena wajah Rian yang menatap deakan sudah mengetahui tentang wanita yang Kenzo maksud.
Siska pun merasa demikian, dia sudah menatap kesal kearah anaknya. "Jangan berani-berani menyebut wanita itu lagi." Ucap Siska yang juga pergi meninggalkan meja makan, untuk segera menyusul suaminya. Siska sudah sangat khawatir jika memang Rian sudah tahu tentang hubungan Kenzo dengan Aura yang belum selesai.
__ADS_1