AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Situasi Canggung


__ADS_3

Aura melirik jam di dindingnya, waktu sudah menunjukan pukul 07.00. Dia harus bergegas bangun, karena hari ini dia harus mengunjungi pabrik pembuat produknya, yang pastinya Aura akan di temani Kenzo, juga dia akan mendatangi rekan Kenzo yang siap untuk bekerja sama dengannya.


Baru saja dirinya selesai mandi, suara bel apartmentnya berbunyi.


"Itu pasti Kenzo." Ucapnya panik, karena saat ini dirinya belum berpakaian dan masih berbalut handuk kimononya. Sementara Bel terus saja berbunyi, diapun terpaksa keluar dari kamarnya untuk membukakan pintu.


Rupanya dia salah, ternyata yang datang adalah Keanu dengan tangan yang memegang nampan, pantas saja dia terus memijit bel.


"Aku bawa sarapan buat kamu." Ucapnya yang kemudian menerobos masuk. sementara Aura menutup pintu dan mengikutinya dari belakang, dengan tangan masih membenarkan kimono yang menampakan bagian atasnya.


"Kamu tunggu dulu, aku akan berpakian terlebih dahulu." Ucap Aura segera meninggalkan Keanu.


sementara Aura yang kembali ke dalam kamarnya Keanu membuat kopi sebagai teman sarapannya, karena dia hanya membawa makananya saja.


Dan untuk kedua kalinya Bel berbunyi lagi, namun kali ini bukan Aura yang keluar untuk membuka, melainkan Keanu.


"Kak Kenzo...!" Keanu terkejut, ternyata tak hanya dirinya, rupanya kakaknya pun sudah tahu kediaman Aura.


Matanya memerah, memendam rasa cemburunya, bagaimana bisa di pagi hari ada adiknya di tempat tinggal Aura. Semua pikiran tentang apa yang di lakukan adiknya di tempat Aura cukup membuat sesak hatinya.


"Sedang apa kamu disini? Aura mana?" Tanyanya gusar.


"Ada, di sedang berpakaian." Jawab Keanu kembali menyiapkan sarapannya tanpa memperdulikan tanda tanya besar di kepala kakaknya.


"Kalian...?" Tanyanya terpotong. karena kini Keanu menatap balik sang kakak.


"Seperti yang kakak lihat." Jawabnya ambigu.


Di tengah saling menatap tajam, Aurapun keluar dengan pakaian kantornya.


"Ayo kita sarap...an" Ucapnya tergagap karena begitu keluar melihat dua pria yang sedang menatap kearahnya.


Kejadian ini sangat canggung baginya, Aura bingung harus mengatakan atau menjelaskan apa. Dia seperti tengah di pergoki selingkuh oleh suaminya.

__ADS_1


Aura mencoba menyembunyikan kecanggungannya lewat senyuman yang dibuat-buatnya.


"Keanu hanya datang untuk sarapan, lagi pula kita bertetangga." Jelas Aura tanpa ada yang bertanya, hanya saja dia tidak ingin disalah pahami. Apalagi dia dan kenzo sedang dalam suatu project.


Aura menatap Keanu, menunggu keanu mengiyakan apa yang di ucapkannya.


Keanu melirik dan menganggukan kepalanya tipis, tanda apa yang di ucapkan Aura adalah kebenaran, namun dalam hatinya merasa kesal karena penjelasan Aura.


Sementara otot-otot Kenzo mulai melemas, ketegangannya hilang setelah mendengar penjelasan Auar. Diapun kembali dapat tersenyum, dengan senyuman mengejek kepada Adiknya.


"Kita sarapan Ken." Ajak Aura kemudian.


Keanu melirik tak suka, dan dia segera menyanggah.


"Tapi sayang, ini hanya ada dua porsi." Ucap Keanu sinis.


"Sepertinya punyaku terlalu banyak." Aura menimpal saat melihat sarapan yang menurutnya tidak akan muat di perutnya.


"Kebetulan aku juga belum sarapan." Jawab Kenzo yang kemudian menuju dapur, seolah tahu letak semua perabotan di apartment Aura.


"Tunggu, biar yang aku saja, kalau kamu tidak kenyang bagaimana?" Tanya Keanu, yang menahan Aura untun membagi makananya. dan menarik piring kosong ke sisinya.


"Ini terlalu banyak Nu, yang ada aku ngantuk saat rapat nanti." Jawab Aura kembali mengambil piring kosong dari Keanu.


Lalu Aura membagi makananya dengan Kenzo.


"Justru kamu yang seharusnya sarapan banyak, karena kakak lihat kamu semakin kurus saja." Ejek Kenzo sambil memasukan suapan pertama makananya.


Keanu sangat kesal melihat itu semua, dia merasa Aura masih saja peduli kepada Kenzo sedangkan kini mereka tidak memiliki hubungan apapun.


...****************...


Reza turun dari mobilnya tepat di sebuah mall besar di ibukota, tak lupa diapun membuka sisi pintu mobil sebelahnya. Karena dia tak seorang diri ada Diana yang juga turut bersamanya.

__ADS_1


"Kenapa kita kesini?" Tanya Diana bingung, karena sebelumnya Reza mengatakan akan membawanya ke suatu tempat, dan ternyata tempat yang di maksud adalah mall.


"Ikut aku, aku ingin menunjukan sesuatu." Ajak Reza melingkarkan tangannya di pinggang Diana.


Kemudian merekapun masuk dan berjalan menuju sebuah toko perhiasan.


"Saya akan mengambil pesanan kemarin." Ucap Reza kepada salah satu pelayan toko tersebut.


Tak lama pelayan itu membawa satu kotak perhiasan, dan di dalamnya terdapat sebuah kalung bertahtakan berlian.


"Ini untuk ku?" Tanya Diana terpesona. baru kali ini dia mendapatkan barang semewah ini. Dulu saat menjadi istri Keanu dia tidak pernah mendaptkan barang semahal ini, kalaupun ia beli, pasti keluarlah omelan Keanu.


"Apa kamu suka?" Tanya Reza saat memakaikan di leher Diana.


"Aku suka sekali." Jawabnya saat melihat dirinya terpantul di cermin, dia merasa bertambah kecantikannya memakai kalung itu.


Diapun mengalungkan tangannya di leher Reza kemudian mengecupnya.


"Terimakasih om." lanjutnya, kembali menatap dirinya di cermin.


Saat sedang menatap bangga dirinya di cermin, Diana tiba-tiba berbalik saat melihat seorang wanita tengah menatapnya sambi tersenyum.


Diapun berbalik dan menghampir wanita tersebut.


"Dokter Tia, Apa kabar?" Tanyanya segera memeluk wanita yang diketahui seorang dokter itu.


"Wah.... kamu semakin cantik saja." Puji Tia yang melihat terpancar aura kebahagiaan dari wajah Diana.


"Kamu sedang apa di sini? Apa kita bisa mengobrol sebentar? Tanya Diana kepada Tia. Sudah lama Diana tidak melihat Tia. Karena mereka tinggal di tempat berbeda.


Tia adalah salah satu sahabat Diana setelah Nina. Tia sangat berhutang budi kepada Diana karena ia pernah dibantu saat pertama kali datang ke jakarta. bisa di bilang orang pertama yang mengenalkanya pada ibu kota yaitu Diana.


"Ayo, kita minum teh di sebelah sana."

__ADS_1


"Oke, tapi tunggu dulu." Ucap Aura yang kemudian menarik Reza. " Sayang, apa kamu masih mengingatnya?" Tanya Aura kepada Reza.


Tia pun terkekeh melihat wajah Reza yang kebingungan. "Ternyata kalian masih bersama." Lanjutnya kemudian.


__ADS_2