AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Titik Balik


__ADS_3

Kenzo merasa dirinya salah sengan datang ke tempat Denis, dia tidak mengetahui jika disana ada Gea.


"Den, gw cabut dulu." Ucap Kenzo pamit.


Denis hanya mengangkat tangan memberi simbol oke dengan jarinya.


Ternyata di luar dugaan Gea mengikuti Kenzo dan dia memanggilnya.


"Ken, kamu lupa sudah berjanji kepadaku."


Kenzopun menghentikan langkahbya dan berbalik.


"Aku tidak pernah menjanjikan apapun." Ucapnya.


"Kamu janji akan mencarikan pekerjaan untukku!"


Benar kenzo pernah berjanji seperti itu.


"Tapi di perusahaanku tidak ada posisi kosong untuk kamu."


"Baiklah. Tapi setidaknya kita masih bisa berteman. Aku minta maaf tentang masalah anting itu. Itu milik sahabatku. Tanya saja Melly. Aku akan mempertemukan kalian!" Ucap Gea, yanf membuat Kenzo tertarik. Meski dia pernah berkata ingin melupakannya saja, namu jauh dalam hatinya dia ingin sekali bertemu dengan wanita itu.


"Tidak ada salahnya kita berteman." Ucao Kenzo melanjutkan langkahnya.


Gea tersenyum, karena akhirnya dia bisa lebih dekat lagi dengan Kenzo. Walauoun harus kembali menarik sahabatnya, menjadikan anting Aura sebagai alasan untuk dekat kembali dengan Kenzo.


Gea kembali masuk kedalam rumah Denis, Terlihat Melly sudah berdiri bertolak pinggang.


"Sampai kapan kamu akan membawa Aura dalam misi kamu mengejar lelaki itu, Aura sendiri sudah melupakan tentang anting itu."


"Mel, Kamu lihat lelaki tadi masih penasaran dengan si pemilik anting itu. Dan ini akan menjadi kesempatan untuk aku.


"lagi pula Aura pasti tidak mau menemui lelaki itu."


"Ya, aku tahu, tapi aku akan meminta bantuan Aura untuk masalah ini."


"Kamu lupa apa yang di katakan Denis, Pria tadi sudah beristri."


"Lantas kenapa? menurutku pernikahannya tidak bahagia."


"Mengapa kamu bisa berpikir demikian?"


"Jika dia bahagaia dengan pernikahannya, dia tidak akan terobsesi dengan wanita antingnya."


"Sayang, kamu kenal istri dari sahabat kamu itu?" Tanya Melly.


"Aku pernah sekali bertemu."

__ADS_1


"Sperti apa dia? Tanya Gea menimpal.


"Dia wanita yang cantik."


"Hhheemm...."


"Bukan begitu maksudku sayang, Gea tadi bertanya."


"Cantikan mana dia denganku?" Tanya Gea dengan percaya dirinya.


"Hhhmmm entah lah, yang jelas masih canti kekasihku ini." Ucap Denis mencubi kedua pipi Melly.


"Iiish.... menyebalkan!" Ucap Gea menghentakan kakinya.


...※※※※...


Diana baru saja masuk kedalam rumahnya, sudah beberpa hari ini Diana sering keluar rumah, Dan siska merasa ada yang aneh yang telah terjadi dengan menantunya itu.


"Kamu baru pulang?" Tanya Siska berpapasan dengan Diana.


"Iya mah, aku keatas dulu." Jawab Diana segera berlarai menaiki tangga.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu selalu keluar rumah, bahkan pernah sampai tidak pulang." Ucap Siska yang menghentikan Diana.


"Mah, itu sudah menyangkut hal pribadi aku. mama tidak perlu tahu." Ucap Diana meneruskan berlalri meninggalkan Siska.


Baru kali ini Siska di perlakukan seperti itu oleh Diana. Dia kira Diana selama ini baio, ternyata itu hanya kedok saja.


Bukan hanya Diana yang berubah, anaknyapun Keanu memiliki perubahan yang sama.


"Apa mereka sedang bertengkar?" Tanyanya dalam hati.


"Ada apa mah?" Tanya Rian yang melihatvistrinya cemberut.


"Gini loh pah, mama rasa Keanu dan Diana bertengkar. mama yakin itu."


"Sudahlah mah, biar itu menjadi urusan mereka." Ucap Rian.


Tak hanya siska, ternyata Rianpun merasakan hal yang sama. Namun dia hanya akan memantau saja, sesuai dengan prinsionya tidak ada kata perceraian dikeluarga hartanto. Jadi apapun masalah yang menimpa keanu maupun Kenzo yang terpenting untuknya adalah mereka tidak merusak nama baik keluaragnya.


...※※※※...


Kenzo pulang kerumahnya, namun dia tidak melihat ada Aura disana, Kenzo mencari keseluruh ruangan, dia sudah panik, sebab dia sudah memikirkan hal berbahaya yang akan di lakukan Aura.


"Bi, lihat Aura? Kenapa dia tidak ada di manapun? Tanya Kenzo kepada asisten rumah tangga yang sedang berbenah.


"Maaf tuan, tadi ada tuan keanu datang dan membawa nona keluar rumah."

__ADS_1


"Apa Keanu? Apa lagi yang dia lakukan?" Kesal Kenzo dalam hati.


"Baiklah, terimkasih Bi." Ucap Kenzo meninggalkan dapur.


Kenzo segera mengambil ponselnya untuk menelphon adiknya.


"Kamu bawa Aura kemana?" Tanya Kenzo tanpa basa-basi terlebih dahulu.


"Kamu tenang saja kak, kak Aura sedang bersamaku." Ucao Keanu.


"Kamu tahu kondisi akal Aura sedang tidak sehat."


"Dia tidak gila kak, jangan memperlakukan Aura seperti itu." Ucap Keanu kesal. Kakaknya selalu saja menganggap Aura gila. badahal menuritnya Aura hanya butuh sosok yang kuat yang mengerti dirinya.


"Aku suaminya. kamu tidak berhak memerintahku."


"Maka lakukanlah sebagaimana seorang suami kepada istrinya." Ucap Keanu mematikan ponselnya.


Kenau menyembunyikan dari Aura bahwa kenzo sedang mencarinya, sebab Keanu ingi Aura setidaknya menikmati dunia luar dari pada hanya terus di dalam rumah.


Saat ini Aura dan Keanu sedang berada di rumah sakit, Aura mengikuti korban kecelakaan itu sampai kerumah sakit. Keanu hanya mengikuti keinginan Aura saja, sebab Keanu melihat Aura kembali bersemqngqt tentang suatu hal, dan itu menurutnya hal baik untuk Aura.


"Apa kamu tidak lapar?" Tanya Keanu.


"Aku tidak mau makan." Jawab Aura acuh.


"Aku yang lapar." ucap Keanu kembali dengan memegangi perutnya.


Kemudian Aura mengalihkan pandangannya, memperhatikan Keanu.


"Maaf, Kamu pasti belum makan sejak siang." ucap Aura mengingat keanu selalu bersamannya sejak siang.


"Kita pergi cari makan dulu, di kantin rumah sakit, sepertinya makanannya enak." Ajak Keanu. yang disetujui dengan anggukan kepala dari Aura.


Merekapun pergi ke lantai bawah, untuk mencari makanan, sebenarnya Keanu hanya memancing Agar Aura makan. Karena tadi siang Aura hanya makan sedikit dan tidak sebanding dengan aktivitasnya hari ini.


Hari semakin larut, koeban tadipun sudah di pulangkan, dan semua biaya di bayar oleh Aura, meskipun bukan Aura pelakunya.


Mendaptakan ucapan terimkasih dari ibu muda korban kecelakaan tadi, membuat Aura menyadari bahwa hidupnya masih bisa berarti untuk orang lain. maaih bisa membuat orang tersenyum bahagia. Itu membuat Aura sadar, bahwa selama ini dia belum banyak melakuka hal untuk lingkungan sekitarnya.


"Ini sudah malam, Ayo kita pulang. Kenzo pasti mencari kamu." Ajak Keanu membujuk secara pelan.


Tanpa berusara, tanpa menjawab, aura melangkah mendekat ke arah mobilnya. Kemudian ia masuk kedalamnya.


Keanu segera mengikuti dan masuk kedalam sisi pengemudi. Dia perlahan mulai menjalankan mobilnya, sesekali dia menolahnkearah Aura, yang sedikit demi sedikit mulai memejamkan matanya. Mungkin dia lelah karena seharian harus memperhatikan orang yang baru ia temui.


Keanu membelai rambutnya, membiarkan Aura tertidur di bahunya. sambil menjalankan mobil menuju rumah Aura.

__ADS_1


Paati di sana dia akan di sambut dengan amukan dari kakanya bahkan mungkinpukulan namun dia tidak takut dengan kenzo, apapun itu akan di terimanya. Dia hanya ingin membantu Aura sembuh dengan apa yang menurutnya benar untuk di lakukan.


__ADS_2