AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Kartu Terakhir


__ADS_3

Setelah kepergian Diana, Kenzo duduk dengan mengetuk-ngetuk tangannya diatas meja. Kepalanya di penuhi bayang-bayang Aura saat bersam dengan lelaki asing yang dirinya sendiri tidak mengenalnya.


"Aarghh... sial, membuat aku kesal saja." Umpat Kezno kesal.


Kenzo terdiam termenung, memikirkan sejauh mana Diana mengetahui hubungan aura dengan pria asing yang terakhir kali ia lihat.


Bagaiman bisa Aura dekat dengan pria setua itu, meskipun masih terlihat muda, Tapi jarak mereka tetap terlihat jauh.


"Dcciihh... Mapan, semapan apa dibandingkan denganku?" Tanyanya lagi dengan masih dengan rasa kesalnya. Kenzo masih saja terganggu dengan ucapan Diana yang sengaja memuji pria itu di depannya.


"Aku harus mencari tahu pria itu. Tapi aku tidak mungkin mencari tahu seorang diri. Denis pasti tahu orang yang bisa membantuku." Ucap Kenzo, yang kemudian ia segera beranjak meninggalkan kantornya untuk menemui sahabatnya.


Namun baru saja beberapa langkah namanya sudah dipanggil dari arah belakangnya.


"Anda tidak bisa pergi, karena rapat lima menit lagi akan dimulai." Ucap Gea yang saat ini berdiri di belakangnya mencegahnya untuk pergi.


"Batalkan saja, saya ada kepentingan lain." Jawab Kenzo penuh penekanan,menahan rasa kesalnya. isi kepalanya sedang tidak memikirkan pekerjaan.


"Maaf pak, semuanya sudah berkumpul di ruang rapat." Ucap Gea tegas, karena memang ini bagian pelerjaannya,


Kenzopun menghebuskan nafasnya kasar, mencoba lebih bersabar, sedikit menunda hal pribadinya, dan lebih mendahulukan pekerjaannya.


"Baiklah, ayo kita rapat." Ucap Kenzo bebalik arah masuk kembali keruangannya, lalu dilanjutkan menuju ruang rapat.


Benar saja, sepanjang Rapat Kenzo memang tidak sepenuhnya memfokuskan dirinya untuk Rapat, isi rapat hanya keluar masuk di telinganya saja. bahkan Gea yang menyadari itu hanya menggelngkan kepalannya. Dan memang isi kepalanya hanyalah memikirkan cara untuk membuat Aura kembali dekat dengannya dan menjauhi pria asing itu.


...****************...


Sebuah mobil hitam berhenti di depan kantor Aura. Tak lama keluarlah seorang pria yang kemudian berjalan kearah pintu mobil sebelah kirinya untuk membukakan pintu, keluarlah Aura dari dalam mobil tersebut.


"Aura!" Ucap Keanu pelan, dia memincingkan matanya untuk melihat pria yang terlihat akrab dengan Aura. Bahkan saat ini mereka saling tertawa seolah sedang menceritakan sesuatu yang lucu.

__ADS_1


Tanpa disadari Keanu mengepalkan tangannya sendiri dengan erat begitu melihat wajah pria tersebut.


"Reza, kenapa dia bisa bersama Aura? Tanya Keanu penuh sesal. karena kini Keanu mengenal pria yang saat ini bersama dengan Aura.


Keanu yang sudah terbakar cemburu, turun meninggalkan mobilnya dan menghampiri kedua orang yang tak jauh dari tempatnya.


"Aura, ikut Aku." Keanu menarik tangan Aura untuk mengikutinya. Dia sama sekali tidak peduli dengan pria di depan Aura.


Aura hanya menoleh kearah Reza, dan kaki mengikuti kemana Keanu akan membawanya.


"Apa yang kamu lakukan Nu?" Tanya Auara berusaha melepaskan diri dari genggaman Keanu.


Keanu menghentikan langkahnya saat Reza sudah tak terlihat lagi, Kemudian melepaskan gengaman tangannya.


"Ada hubungan apa kalian berdua? dia bukan pria baik Ra!" Ucap Keanu berusaha memberi tahu Aura apa yang ia ketahui tentang Reza.


Aura menatap Heran dengan sikap Aneh Keanu,


"Aku tahu pria macam apa dia! dan kamu terlihat akrab seperti tadi, tapi kepadaku kamu masih menjaga jarak." Ucap Keanu lagi, kini dia membandingkan sikap Aira terhadap Reza juga dirinya.


Keanu masih tidak dapat mengontrol emosinya, mungkin karena orang itu Reza, sebab sebelumnya Dia tidak pernah semarah ini walaupun saat cemburu kepada kakaknya.


Nampaknya suara Keanu membuat orang-orang yang berlalu lalang di depan kantor Aura memperhatikan mereka berdua, apa lagi banyak diantaranya adalah pegawai Aura.


"Kita lanjutkan di ruanganku, aku tidak ingin jadi pusat perhatian." Ucap Aura dengan pelan namun penuh penekanan.


Keanu berjalan tepat di belakang Aura, mengabaikan beberpa pasang mata yang kini menatap mereka berdua. Bahkan diantaranya ada yang saling membisikan sesuatu. Dan itu membuat Keanu sadar bahwa tindakannya tadi sangat kekanak-kanakan.


"Sekarang jelaskan kepadaku, kenapa kamu sampai semarah ini?" Tanya Aura berdiri dengan tangan bertumpu diatas mejanya. saat mereka berdua telah memasuki ruangan Aura.


Keanu sempat terdiam sesaat, dia tahu yang di lakukannya tidak wajar, terlebih dia bukan siapa-siapa untuk Aura.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku sudah sangat kelewatan. Tapi, jangan terlalu akrab dengan dia, dia bukan pria yang baik." Ucapnya lagi. Keanu hanya ingin Aura mengingat ucapannya tentang reza.


Aura mengkerutkan keningnya, Merasa aneh dengan perubahan sikap Keanu, kini Keanu sudah tidak marah lagi.


"Kami hanya sebatas pekerjaan, hubungan propesional. Dan satu hal lagi aku tidak menjaga jarak dari kamu, hanya saja aku tidak ingin disalah pahami lagi." Ucap Aura menjelaskan tentang jarak yang di maksud oleh Keanu. Aura hanya tidak ingin membuat masalah baru dengan Diana, atau pun orang yang melihat kedekatannya dengan keanu yang berstatus suami orang, sedangkan dirinya seorang wanita yang pernah menikah.


Keanu paham dengan maksud Aura, Lagi-lagi hubungannya dengan Diana yang menyebabkan dirinya sulit mendekat kepada Aura.


"Aku mengerti," Jawab Keanu getir, "Sebenarnya tujuanku datang kesini, untuk mengembalikan kunci mobil kamu." Keanu kemudian merogoh kantung celananya dan menaruh kunci tersebut diatas meja.


"Aku pamit." Ucapnya yang kemudian beranjak keluar dari ruangan Aura.


Aura hanya menatap kepergian Keanu, dia merasa bersalah, sepertinya tanpa ia sadari ucapannya telah membuat Keanu terluka.


Setelah Keanu keluar dari kantor Aura, dia dikejutkan dengan keberadaan Reza yang masih menunggu di depan kantor milik Aura. Jelas sekali bahwa Reza menunggunya keluar.


"Akhirnya kita bertemu kembali!" Sapa Reza menghalangi jalan Keanu.


Namun Keanu sama sekali tidak menggubris ucapan Reza, dia melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan Reza yang kini mengikutinya.


"Selama ini kamu telah tertipu oleh Diana!" Ucapnya Lagi. Namun kali ini Reza berhasil menyita perhatian Keanu. sehingga Keanu menghentikan langkahnya lalu berbalik.


"Diana merubah isi surat yang Aura titipkan. Selama ini hubungan kalian atas dasar kebohongan Diana." Tutur Reza membuka kartu terakhir yang ia miliki.


Keanu mengepalkan tangannya, wajahnya memucat mendengar Kenyataan yang membuat dia menyesali hidupnya, karena selama ini dia telah tertipu oleh Diana. waktu yang telah di habiskan hanya untuk hidup dalam kebohongan seorang Diana. Merelakan cinta pertamanya, bahkan membiarkan Kakaknya menikahi cintanya.


Hal ini pun pernah dikatakan Aura, namun pada saat itu dia berpikir kejadian itu sudah lama berlalu. Namun saat mendengarnya langsung dari Reza dan seakan harga dirinya hancur karena kebohongan yang tidak ia ketahui.


Keanupun masuk kedalam mobil dengan membawa kemarahan atas kenyataan yang ia dengar.


Reza tertawa melihat Keanu pergi dengan wajah pucat pasi. Rencananya sedikit berubah, namun itu tidak merubah tujuannya.

__ADS_1


"Maafkan aku Di, terpaksa aku harus mengatakannya, lagi pula kini sudah saatnya Keanu tahu." Ucap Reza dalam hatinya. Karena kebenaran tentang anak tidak membuat Keanu meninggalkan Diana, terpaksa Reza membuka kartu yang lain. setelah Keanu mengetahui rahasia besar itu pasti dia akan segera meninggalkan Diana.


__ADS_2