AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
Kesengajaan


__ADS_3

Aura bergegas keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan suaminya. Akhirnya Kenzo datang juga, itu berarti rencana Aura harus segera di laksanakan, mengingat hanya dua hari Kenzo berada di Bali.


"Sayang...." Sapa Aura


Kenzo merentangkan tangan Agar Aura segera memeluknya.


"Aku kangen banget!" Ucap Kenzo memeluk sang istri. Memang hubungan keduanya mulai membaik setelah kepindahan mereka ke Bali. Meski Aura harus berusaha menutupi apa yang menjadi beban pikirannya selama ini.


Kenzo merangkul istrinya sepanjang jalannya masuk kedalam rumah.


"Sudah makan?" Tanya Aura


"Belum, aku kangen masakan kamu!" Jawab Kenzo, membuat aura tersipu. Memang Kenzo sangat menyukai masakan Aura. Maka aura akan menyempatkan sesekali memasak untuk Kenzo.


"Sayang, aku sudah reservasi untuk makan malam kita bersama Gea dan Melly!" Ucap Aura.


Merasa tidak melihat kedua wanita itu, Kenzopun bertanya keberadaan mereka.


"Oh ya... Kemana mereka berdua?"


"Mereka pergi ke pantai, Aku bilang akan menyusul bersama kamu." Jawab Aura kemudian.


"Tidak boleh membuat mereka menunggu. Ayo!" Ajak Kenzo setelah menyelasaikan makanannya.


Aurapun naik menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya, sementara Kenzo sudah siap menunggunya.


Sampailah mereka berdua ke pantai yang dimaksud, bertemu dengan kedua sahabatnya, saling melempar canda dan tawa.


Aura melihat Kenzo memang sudah enjoy dengan kedua sahabatnya, bahakan dengan Gea sudah tak lagi canggung seperti dulu, mungkin karena seringnya mereka bertemu, baik di kantor maupun di resto Densi.


"Sudah hampir malam, pulang yuk!" Ajak Melly, setelah cahaya matahari tak terlihat lagi.


Sengaja memang mereka duduk menikmati sunset dan akan pulang setelahnya.


"Kita makan malam dulu, aku sudah reservasi." Ajak Aura, kemudian memberikan alamat restorannya.


Mereka berangkat dengan mobil terpisah, Melly bersama Gea, sedangkan Aura bersama Kenzo.


Sampailah mereka di sebuah restoran cukup mewah, dan mereka diantarkan menuju meja yang telah di pesan.


Mereka semua membuka buku menu, hendak memilih makanan yang akan mereka makan kecuali Aura.


"Aku sudah memesankan makanan untuk kita semua." Ucapnya di barengi dengan menutup buku menu yang ada di tangan ketiga orang itu.


Hati Aura berdebar, mengingat sebentar lagi dia akan meninggalkan meja. Sementara dia masih menanggapi obrolan-obrolan dari suami dan sahabatnya.


"Mel, antar aku sebentar." Ajak Aura kepada Melly.


"Tunggu sebentar ya sayang." Ucapnya lagi kepada Kenzo.

__ADS_1


Dengan sedikit bingung, melly pun mengikuti langkah Aura yang menuju kearah luar restoran tapi melalui pintu belakang.


"Kunci mobil." Pinta Aura membuka telapak tangannya


Dengan masih bingung dan menyimpan banyak pertanyaan di kepala, Melly pun memberikan kunci mobil yang di pegangnya.


"Untuk Apa?" Tanyanya kemudian.


"Ayo masuk!" Tanpa memberi jawaban Aura meminta Melly untuk masuk kedalam mobilnya.


Aura menyalakan mobil dan menjauhi dari restoran itu, meninggalkan suaminya bersama wanita lain yang tak lain adalah sahabatnya.


"Kita mau kemana? Bagaimana dengan kenzo dan Gea?" Tanya Melly semakin tidak mengerti dengan sikap Aura.


Setelah berjalan cukup jauh, Aura menghentikan mobilnya di bahu jalan dan masih belum menjawab semua pertanyaan dari Melly.


Kemudian Aura mengeluarkan ponselnya untuk memberi tahu suaminya.


Sayang, nikmati makan malam berudua dengan Gea, aku dan Melly harus pulang.


Kemudian dia menyentuh icon untuk mengirim lalu mematikan ponselnya.


"Apa maksud semua ini?" Tanya Melly saat dia melihat isi dari pesan yang Aura kirimkan kepada suaminya.


"Mell, Aku ingin menjodohkan Kenzo dengan Gea." Ucap Aura yang membuat Melly sangat terkejut.


"Bagaimana bisa kamu menjodohkan suami kamu dengan wanita lain?" Tanyanya seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Kamu sudah gila Ra, kamu tidak boleh seperti itu. Sekarang kita putar balik, kembali ke restoran tadi." Ajak Melly dengan wajah marahnya.


"Aku gak bisa, biarkan mereka berdua menikmati makan malam." Jawab Aura sedikit berteriak.


"Kenzo tidak mungkin menerima ide kamu itu, apa lagi Gea, jelas dia akan menolak ide konyol itu."


"Gea masih menyimpan perasaan untuk Kenzo. Aku yakin itu."


Mulailah perdebatan diantara keduanya. Melly tetap meminta Aura untuk sadar akan ucapannya.


"Sadar Aura, Kalian saling mencintai, dan kamu tidak bisa berbuat seperti ini, setidaknya bicarakanlah berdua, bukan mencari wanita untuk menggantikan kamu. Apa kamu tidak memikirkan perasaan kamu sendiri."


"Aku cacat Mell, Kenzo tidak bisa terus bersama dengan wanita cacat sepertiku." ucap Aura mulai membuka apa yang menjadi alasan ini semua terjadi.


Melly yang mendengar kata cacat, mulai meredakan amarahnya dan mulai bertanya dengan pelan.


"Apa maksud kamu Ra?"


"Aku tidak bisa memberi keturunan untuk Kenzo. Apalagi keluarganya selalu meminta itu. Lebih baik aku mundur dan membiarkan Kenzo menikahi wanita sempurna, dan Gea pasti bisa memberikan itu semua untuk Kenzo." Ucap aura dengan beruraian air mata.


Melly membawa aura kedalam pelukannya, dia tidak tahu hawaahabatnya selama ini menyimpan beban masalah yang sangat besar, bahkan untuk mencari solusinya saja dia harus berjuang sendiri.

__ADS_1


"Aura, Kenapa kamu menyimpan ini semua sendiri, kamu anggap aku apa? aku tidak tahu itu semua, Tapi Ra, sebelum melakukan itu kamu harus menemui dokter hebat untuk memastikan semuanya, jika perlu pergi keluar negri cari dokter terhebat di dunia ini."


"Percuma Mell, aku sudah menemui banyak dokter, mereka semua mengatakan hal yang sama. aku lelah Mell, aku ingin lepas dari semua beban ini."


"Baiklah, kamu tenang dulu ya, sekarang kita pulang." Melly mengambil alih kemudi, dan membiarkan Aura untuk beristirahat.


...****************...


Cukup lama Kenzo dan juga Gea menunggu Aura dan melly, bahkan sekarang mereka terlihat sedikit canggung karena hanya berduaan saja, apa lagi di kelilingi


"Maaf, bu Aura memesan hanya untuk dua orang!" Jawab pelayan restoran tersebut.


Geapun menatap bingung kearah Kenzo.


"Kenapa Aura dan melly lama sekali?" Tanya Gea kemudian.


"Entahlah, aku coba hubungi Aura dulu." Jawab Kenzo, namun ketika hendak menelphon istrinya satu pesan masuk, dan ternyata pengirimnya adalah Aura.


Kenzo mengerenyit, dia bingung dengan pesan yang di maksud Aura.


"Dari Aura? apa katanya?" Tanya Gea saat Kenzo menatap lama kearah ponselnya.


"Mereka berdua pulang" Ucap Kenzo dengan wajah bingungnya.


"Pulang?" Tanya Gea yang juga sama kebingungannya.


"Sebentar aku telphon Aura dulu." Kenxopun mulai menelphon istirinya. Sementara Gea akan menelphon ponsel melly.


"Aku yang akan telphon melly."


Mereka berdua saling pandang, ternyata baik melly maupun Aura ponselnya tidak aktif.


"Kita harus susul mereka." Ucap Kenzo hendak meninggalkan makana malamnya, bahkan makanannyapun belum disentuhnya.


Namun Gea menahan tangan Kenzo untuk tidak meninggalkan makanan malamnya.


"Tunggu! Bagaimana dengan makanan ini, sayang sekali jika di buang begitu saja." Ucap Gea menunjuk kearah makanan yang sudah tersedia di meja mereka.


Kenzo termenung sesaat, Disini Kenzo masih berpikiran positif dengan menduga bahwa ada alasan yang mengahruskan Aura ataupun Melly pualng, Namun hatinya merasa tidak enak, dia sangat cemas, memikirkan Aura. Kenzo takut terjadi hal buruk dengan istrinya. Tapi, tidak menyentuh makanan sama sekali juga bukan hal baik, apalagi perutnya memang sudah sangat lapar. Begitupun Gea yang juga sudah kelaparan.


Kemudian kenzo duduk kembali, untuk menghormati makanan dan juga Gea.


Kenzo hanya memakan sedikit makananya, berbeda dengan Gea yang sangat menikmati makan malamnya, Gea juga banyak berbicara dan melontarkan beberpa pertanyaan. Namun Kenzo menjawab dengan seperlunya saja, karena dia ingin segera pulang dan melihat istrinya.


"Kamu sudah selesai? Kita pulang sekarang!" Ajak Kenzo ketika Gea selesai dengan makan malamnya.


Gea tahu bahwa Kenzo sudah ingin segera pulang sejak tadi, namun Gea berusaha mengambil kesempatan sebaik mungkin, Sejak berada di pantai dia merasa Aura membiarkan dirinya untuk berdekatan dengan Kenzo. Bahkan tidak ada guratan marah di wajah Aura, dia hanya tersenyum melihat kedektannya dengan Kenzo.


Semula Gea berpikir mungkin itu hanya perasaannya saja, namun semua itu dibuktikan dengan makan malam ini, Gea menjadi yakin ini semua memang sengaja di buat Aura. Namun maksud dan tujuan Aura, Gea masih bertanya-tanya dan akan menayakan secara langsung.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Kenzo hanya diam saja, wajahnya terlihat sangat khawatir, bahkan dia membawa mobilnya sangat kencang agar bisa cepat sampai di rumahnya.


Sesampai di rumah, Kenzo langsung naik menuju kamarnya dan juga Gea masuk kedalam kamar untuk menemui Melly dan menanyakan semuanya.


__ADS_2