
Seperti biasa Aura hanya menyibukan dirinya dengan pekerjaan, sampai ia lupa kesedihannya sendiri.
"Maaf bu, Pak Winston ingin menemui anda, beliau sudah menunggu di rumah." Ucap Hani memberitahukan bosnya.
"Kakek ada di Bali?" Tanya Aura terkejut, kemudian ia menyudahi pekerjaanya.
"Iya bu." Jawab Hani.
"Kamu periksa semua berkas ini. nanti laporkan kesimpulannya. Saya harus pulang sekarang." Lanjut Aura menunjuk kearah berkas yang menumpuk di mejanya.
"Baik bu." Jawab Hani yang mengiyakan perintah atasannya itu.
Aurapun segera keluar dari ruangannya dan menuju parkiran. Membawa mobilnya kencang agar segera sampai di rumahnya. Dia sangat penasaran mengapa Kakeknya tiba-tiba ingin menemuinya dengan datang langsung kesini. Biasanya Aura yang akan datang ke jakarta jika kakeknya ingin bertemu.
Aura menarik nafas dalam, sebelum masuk dan menemui kakeknya.
"Apa kabar Kek? Maaf membuat kakek menunggu." Sapa Aura dan segera menyalami tangan kakeknya.
"Bagaimana kerjasama kamu dengan HS?" Tanya Kakeknya begitu Aura sudah duduk tak jauh dari kakeknya.
"Semuanya lancar kek. Hasilnya juga memuaskan." Jawab Aura dengan sangat sopan. Dia masih saja canggung jika berhadapan langsung dengan kakeknya.
"Selesaikan semua pekerjaan kamu disini. Setelah itu datangkah ke kantor pusat." Ucap Kakeknya dengan lugas. wajah datar tanpa eksprsi yang biasa kakeknya berikan kepada siapun lawan bicaranya.
"Maksud kakek?" Tanya Aura seolah tidak mengerti dengan ucapan kakeknya.
"Sudah waktunya untuk kamu mengusrus kantor pusat." Ucap Kekeknya kemudian. Aura berusaha menahan rasa bahagianya, menahan bibirnya untuk tersenyum. Tak sia-sia perjuangannya selama ini, Benar yang maminya pernah katakan, bahwa kakek winston hanya ingin bukti, tak cukup hanya dengan kata-kata.
"Jika itu keinginan kakek, aku siap." Jawab Auar menerima tawaran dari kakeknya. Tawaran yang tak disangka akan datang secepat ini.
"Sebelum itu selesaikan dulu perceraian kamu." Ucap Kakeknya kemudian.
"Bbaaik kek." Jawab Aura terbata, sebab dirinya terkejut bahwa kakek akan menyinggung tentang perceraiannya.
Kakek winstonpun langsung pergi dengan diikuti beberapa pengawal pribadinya, meninggalkan rumah Aura. Setelah kepergian kakeknya, Aura menelphon pengacaranya untuk menanyakan tentang perceraiannya, apakah ada perkembangan atau belum.
Pengecara memberitahukan bawa ada apket datang dan berisi surat gugatan yang suda tertandatangani oleh Kenzo.
"Kenzo sudah menandatanganinya?" Tanya Aura tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Iya bu. Satu tahap lagi anda dan pak Kenzo resmi bercerai." Ucap pengacaranya.
"Kapan waktu persidangannya?" Tanya Aura.
"Minggu depan, diharapkan untuk keduanya bisa menghadiri sidang nanti."
"Saya akan hadir." Aura memang sudah berniat untuk hadir di sidang, dan itu akan menjadi hari terkahirnya sebagai istri dari Kenzo.
Berat dan sedih pasti dirasakan Aura, namun ini jalan terbaik untuk mereka berdua. Setelah hari itu, mungkin kedepannya Kenzo akan menemukan pasangan yang akan memberikan kesempurnaan dihidupnya. Namun itu tak berlaku untuk Aura, Karena dia akan mendedikasikan hidupnya untuk pekerjaan. karena dia tidak yakin akan menemukan laki-laki yang bisa menerima kekurangannya.
__ADS_1
...****************...
Siska melihat menantunya sedang bermain bersama cucunya, diapun datang menghampiri setelah selesai dengan urusan dapurnya.
"Di, sesibuk apa Keanu sampai sudah berminggu-minggu tidak pulang?" Tanya Siska. Karena sudah beberapa minggu ini Keanu tak kunjung pulang.
"Keanu sedang mengurusi project besar mah, lagi pula kami masih bisa vidiocall." Jawab Diana, berusaha menyembunyikan permasalahan rumah tangganya.
"Ya beda dong. Cucu oma juga pasti rindu papanya." Ucap Siska mengambil cucunya untuk ia gendong.
Tiba-tiba suara mobil berhenti di depan rumahnya.
"Tuh... opa datang." Ucap Siska kepada cucunya yang masih bayi. kemudian siska menuju depan rumahnya menyambut kepulangan suaminya.
"Weekend ini Keanu tidak pulang lagi?" Tanya Rian saat tidak melihat anak bungsunya.
"Tidak pah." Jawab Diana dengan wajah sedihnya.
"Keterlaluan dia. Boleh sibuk bekerja tapi jangan sampai mengabaikan keluarganya. Kamu tenang saja, papa akan menasehatinya." Ucap Rian yang melihat kesedihan di wajah Diana.
"Iya pah."
"Karena papa sudah datang, ayo kita makan." Ajak Siska kemudian.
Seperti biasa mereka akan menyantap makanan buatan siska dengan lahap.
"Ada yang papa akan bicarakan, seharusnya bukan papa yang mengatakan ini, tapi sebagai keluarga mama juga Diana harus tahu." Ucap Rian mengawali pembicaraan setelah makananya selesai.
"Kenzo dan Aura bercerai." Ucap Rian membuat yang mendengarnya terbelak karena terkejut.
"Bukannya papa sangat menentang perceraian?" Tanya Diana yang mulai khawatir, jika Kenzo saja di perbolehkan maka akan ada waktunya bagi Keanu.
"Memang benar papa sangat menentang itu, Tapi ini adalah kesalahan papa karena menjodohkan mereka."
"Mama tidak tahu mereka akan memutuskan hal ini, apa sebabnya?" Tanya Siska kemudian.
"Papa tidak tahu pasti sebabnya, Kenzo tidak mengatakannya."
"Atau Jangan-jangan ada orang ketiga." Ucap Diana yang membuat siska menjadi geram.
"Apa maksud kamu Di?" Tanya Siska menatap tajam.
"Bisa saja kan Aura memiliki pria lain? kita kan tidak mengenal Aura secara dalam." Ucap Diana mulai menjelek-jelakan Aura lagi.
"Jika memang Aura seperti itu, mama tidak akan pernah memaafkannya." Jawab siska semakin marah setelah mendengar kemungkinan yang sangat masuk akal. karena tidak mungkin Kenzo seperti itu.
"Sudahlah, kita tidak tahu alasannya jangan membuat gosip yang belum tentu kebenarannya." Ucap Rian, karena dia tidak ingin karena kejadian ini akan ada permusuhan dan akan berdampak pada perusahaan.
"Maaf pah." Ucap Diana dan siska bersamaan.
__ADS_1
Rianpun pergi meninggalkan ruang makan, kini tersisa hanya Diana dan juga siska.
"Mah, aneh saja jika Kak kenzo bercerai. dugaanku pasti benar." Ucap Diana lagi, untuk lebih meyakinkan siska.
"Aura berselingkuh?" Tanya siska dengan mata merahnya.
"Iya sudah pasti, selain itu apa ada kemungkinan lain? mereka harus tinggal berjauhan, bisa saja disana Aura mempunyai pria lain."
"Kamu benar. Mama harus tanya Kenzo langsung." Ucap siska yang kemudian meninggalakn ruang makan untuk menelphon anak sulungnya.
Diana tersenyum licik, dia baru saja menanam kebencian pada mertuanya.
Naumn tiba-tiba terlintas di kepalanya tentang suaminya yang menyebabkan perceraian Aura dan kenzo terjadi.
"Tidak mungkin itu kamu kan Nu." Ucapnya menyangkal apa yang ada di kepalanya.
"Jelas tidak mungkin kamu berani merebut istri kakakmu sendiri." sangkalnya lagi, kini Diana menjadi gelisah, setelah menebar racun kepada mertuanya, kini racun itu justru mengenai dirinya juga.
"Arghh.... Kenapa ini sangat mengganggu sekali."
Diana yang sudah tak bisa mengontorl apa yang saat ini menggangu pikirannya, membawa mobilnya di tengah malam untuk menemui kenzo.
Tok...tok...tok...
Suara pintu di ketuk keras oleh Diana. Diana berjalan kesana kemari menunggu pintu rumah Kenzo terbuka.dirinya sangat cemas jika apa yang di pikirkannya terjadi.
"Diana, ini sudah malam, Kenapa kamu berkunjung selarut ini?" Tanya Kenzo saat membukakan pintu.
"Kenapa kakak bercerai dengan Aura?" Tanyanya tanpa basa-basi.
"Memangnya Kenapa?" Tanya Balik Kenzo.
"Apa semua ini karena Keanu? Keanu yang menyebabkan perceraian kalian terjadi. Kenapa kakak membiarkan semua ini terjadi?" Ucap Diana dengan nada marahnya.
"Perceraian ku tidak ada hubungannya dengan kalian. Bukankah kalian juga sudah bercerai?" Tanya Kenzo yang membuat Diana tercengang, sebab perceraiannya hanya dia dan suaminya saja yang tahu.
"Siapa yang mengatakannya? Aku tidak akan pernah bercerai dengan Keanu. Apa Keanu yang mengatakannya atau Aura?" memang benar bahwa diantara mereka belum ada perceraian hitam diatas putih.
Kenzo sudah dibuat pusing dengan masalahnya, kini datang Diana yang menambah pusing kepalanya.
"Sudahlah Di, masalahku sudah banyak. jangan kamu menambahkannya. Urusi saja rumah tanggamu sendiri. Jaga suami kamu agar tidak lari kewanita lain." Ucap Kenzo tak kalah marahnya dengan Diana.
"Jadi benar Keanu kembali bersmaa Aura dan kakak diam saja?"
"Terserah kamu mau bagimana menanggapinya, yang jelas aku dan Aura telah selesai." Ucap Kenzo yang terpaksa menuntup kembali pintunya dan meninggalkan Diana diluar rumahnya.
Tok...tok..tok...
Pintu kembali di ketuk kasar oleh Diana. Namun kenzo tak menghiraukannya.
__ADS_1
"Apa kakak akan menyerah begitu saja? Kak kenzo buka pintunya." Teriak Diana dari luar rumah Kenzo.