
Gelak tawa terdengar dari meja yang di tempati Diana dan juga sahabatnya, Sudah lama tidak bertemu,membuat mereka saling menceritakan semuanya.
"Terim kasih atas bantuannya kemarin." Ucap Diana
"Ah..., Itu hal biasa, aku sebagai dokter hanya membantu sebisaku saja, Sekarang bagaimana kabarnya?" Tanya Tia, menanyakan kabar Aura.
"Dia baik-baik saja." Ucap Diana, seolah dia menjalin hubungan dekat dengan Aura.
"Syukurlah, Aku hanya menambahkan seperti yang kamu minta." Lanjut Tia, Diana pernah meminta bantuan kepadanya, untuk mengatakan kepada Aura bahwa Aura tidak akan pernah memiliki anak. Namun setelah melihat hasil pemeriksaan, ternyata Aura masih memiliki peluang itu, dan Tia sebagai dokter tidak ingin melaggar sumpah dokternya, Namun di sisi lain dia sudah berjanji kepada Diana.
Pada akhirnya Tia mengatakan kepada Aura agar tidak terlalu berharap, lebih baik menyibukan diri dan menyenangkan fisik dan pikiran, dengan maksud supaya Rahim Aura siap di buahi, namun maksudnya sendiri tidak pernah tersampaikan oleh Tia.
"Iya, dia sekarang tidak lagi bertanya kepada dokter manapun. Sekarang dia lebih menikmati hidupnya." Jawab Diana masih berbohong, dia tidak memberitahu Tia kebenarnya, yang sebenarnya Aura sudah bercerai dari suaminya.
"Awalnya aku kepikiran setelah mengatakan apa yang kamu suruh, tapi mendengar kabar Aura baik-baik saja, kini aku lega sekali." Ungkap kersahan Tia ketika Diana meminta sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang di percayainya.
...****************...
Kenzo melihat Aura keluar dari kantor temannya, dia pun segera turun dari mobil dan menghampiri Aura untuk menanyakan pertemuannya dengan temannya yang merupakan pemilik kantor itu.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Kenzo penasaran.
Aura hanya diam dengan wajah ditekuknya.
"Tidak berhasil?" Tanya Kenzo yang juga terlihat sedih.
Namun seketika Aura tertawa, dan mengenggam kedua tangan Kenzo.
"Aku berhasil, jangan sedih dong." Ucap Aura yang sedikit menjahili kenzo.
__ADS_1
"Serius...aku senang sekali." Jawab kenzo refleks membawa Aura kedalam pelukannya.
Tubuh Aura seketika menegang, jantungnya berpacu lebih cepat.
Kenzo tersadar, bahwa dia sedang memeluk erat Aura, dia segera menarik diri melepaskan Aura dari pelukannya.
"Maaf, aku kelewat senang." Ucap Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, situasi kini berubah menjadi canggung antara mereka berdua.
"Hhmm... aku lapar." Ucap Kenzo memamerkan gigi putih dan rapinya. Dia berusaha untuk mencairkan suasan. "Bagaimana kalau kita makan di tempat Denis?" Tanyanya kemudian.
"Ayo! Kamu pasti lapar, sedari tadi menungguku."Ucap Aura mengiyakan ajakan Kenzo. lagibpula sudah lama ia tak makan di tempat Denis dan Melly.
Dan merekapun akhirnya pergi ke tempat Denis yang tak jauh dari kantor itu.
Sampai di tempat Denis, Mereka melihat tulisan di pintu masuk resto resebut.
"Diskon untuk pasanga." Ucap Aura membaca ulang tulisan di pintu tersebut.
"Ya kamu benar." Ucap Kenzo yang membenarkan perkataan Aura.
"Silahkan di pesan!" Ucap Melly yang datang menghampiri meja tempat Aura dan Kenzo. lalu memberikan buku menunya.
"Tidak ada diskon lain untuk kami berdua?" Tanya Kenzo kepada Melly.
"Ada, nanti aku buat diskon untuk pelanggan yang datang bersama mantan." Jawab Melly sambil tertawa, tentu saja itu mengundang kesal dari Aura yang mendengarnya.
Aura kemudian memukul bokong melly kesal.
"Aww..." Jerit melly, di iringi tawanya yang tak juga berhenti.
__ADS_1
"Aku pesan ini saja." Ucap Aura menujuk menu makanan yang ada di buku menu.
"Aku juga sama." Ucap Kenzo menambahkan.
"Oke, di tunggu ya..." Ucap Melly mengedipkan sebelah mata sebelum pergi.
Melly segera memberikan pesanan kepada koki, sementara menunggu, rupanya Melly mendekati Densi dan membicarakan Aura dan Kenzo dari jauh.
"Lihat mereka!" unjuk Melly kepada pasangan mantan suami istri di pojok restonya.
"Hubungan mereka sepertinya mulai membaik." Ucap Denis menanggapi kedekatan keduanya.
"Gemes deh lihat mereka, kamu tahu sayang di mata keduanya terlihat jelas ada rasa saling merindukan." Ucap Melly gemas karena mereka masih menahan perasaan masing-masing.
"Kita lihat saja kedepannya, tak lama lagi mereka pasti kembali."
"Aku juga berpikir begitu, kamu ingat tidak, saat mereka masih sangat canggung untuk duduk berdua, bahakan saat ada kita juga, tapi sekarang apa yang kita lihat berbanding terbalik. Mereka sudah sangat akrab." Ucap Melly yang tiba-tiba terdiam.
Melly dan Denis kini terdiam, karena Kenzo sedang berjalan mendekati mereka.
"Kupingku gatal, kalian pasti membicarakan kami." Ucap Kenzo yang melintas saat akan menuju toilet.
Denis dan Melly saling tatap dan kemudian tertawa, apa sampai sesensitiv itu orang saat di bicarakan.
"Tunggu Ken!" Cegah Denis saat setelah Kenzo keluar dari toilet dan akan kembali ke mejanya.
"Kalian kembali bersama?" Tanya Denis menduga-duga.
"Semoga saja." Jawab Kenzo menepuk bahu sahabatnya, yang kemudian berlalu.
__ADS_1
Kenzo berharap waktunya aakan segera datang, waktu dimana dia dan Aura bisa kembali lagi, merajut tali kasih dalam ikatan rumah tangga.