
Semua persiapan pernikahan sudah hampir selesai, undangan sudah selesai di cetak, bahkan baju pengantin pun sudah selesai di jahit. Kerja sama Aura dan Kenzo dalam mempersiapkan perniakahan keduanya sangatbkompak, karena mereka ingin mewujudkan pernikahan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Mami tidak menyangka kamu masih berjodoh dengan Kenzo." Jasmin meraih kedua pundak Aura dari arah belakang, menatap secara bersama kearah jendela yang menujukan kesibukan orang-orang yang sedang mendekor untuk acara pernikahan Aura esok hari.
"Dulu mungkin kami belum sama-sama dewasa dalam berumah tangga. Jadi hanya perceraian yang menjadi jalan keluarnya, sementara banyak jalan yang lain jika kami benar-benar bisa mengerti arti dari pernikahan. Sedangkan hati kecil kami masih saling mencintai." Jika di katakan menyesal, ia memang sangat menyesal karena dulu sangat keras kepala ingin berpisah dari Kenzo.
"Kamu sudah banyak belajar dari perceraian itu. Mami hanya ingin kamu bahagia. sama dengan mami saat ini, kesendirian ini sudah membuat mami bahagia."
Aura menoleh, dan melihat jasmin sudah menitikan air matanya. "Mami pasti sangat merindukan papi."
"Melihat kamu seperti ini, mengingatkan mami kepada papi. Papi juga pasti bahagia melihat kamu bahagia." Kini Aura ikut menangis di dala pelukan jasmin, merindukan papinya yang sudah lama mendahuli mereka.
Suara tangisan Kezara, menyudahi tangis dari kerinduan mereka. Aura da jasmin segera berlari mengahmpiri Keyzara yang terbangun dari tidurnya.
"Cucu oma sudah bangun." Jasmin segera menggendong sang cucu yang baru ia temui sejak kelahirannya.
"Kenapa tidurnya sebentar sih sayang." Keluh Aura, karena baru saja ia berhasil menidurkan anaknya, dan sekarang sudah terbangun lagi.
"Mungkin dia merasa asing tidur di kamar, selain kamarnya." Jawab Jasmin mewakili perasaan Keyzara. Karena memang ini kali pertama Keyzara tidur bukan di boxnya.
"Mama akan bawa Keyzara main dulu, ingat kamu tidak boleh bertemu Kenzo sampai acar pernikahan kalian besok." Ucap Jasmin memperingati anaknya.
"Mami sudah berkali-kali mengatakan itu, jadi tidak mungkin aku lupa." Jawab Aura mengedipkan sebelah matanya.
Jasmin pum kemudian membawa Keyzara meninggalkan kamar hotel.
__ADS_1
Tak lama ponsel Aura berdering dan ternyata itu panggilan telphon dari calon suaminya.
"Kamu tahu kita tidak boleh bertemu dulu." Ucap Aura menjawab permintaan Kenzo untuk mereka bertemu walaupun hanya sebentar.
"Sebentar saja, hanya sebatas di depan pintu. pokoknya aku kesan sekarang." Ucap Kenzo memaksa dan kemudian mematikan panggilannya.
Aura menjadi gelisah, dia tahu mitos tentang tidak bertemu sebelum pernikahan itu tidak baik, dan dia tidak ingin sesuatu yang tidak baik itu terjadi.
Aura melangkah mendekati pintu, kemudian ia kembali lagi kedalam, dan itu ia ulang berkali-kali.
...****************...
Melly dan Gea berjalan mencari nomor kamar hotel tempat Aura menginap, karena mereka akan menemani calon pengantin wanita dan besok mengantarnya sampai kepelaminan.
Melly membelak, dan segera lari untuk menghampiri Kenzo dengan cepat.
Kenzo sangat terkejut di datangi Melly dan Gea yang kini menatap tajam kearahnya.
"Kamu sedang apa disini, bukan kah ini kamr Aura?" Tanyanya yang kemudian melihat nomor yang menempel di pintu ternyata sama dengan nomor yang sedang ia cari.
Dengan tergagap Kenzo menjawab." Aaakuu hanya lewat saja kok." Alasannya dengat terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ya sudah, aku lanjut lagi." Tuturnya yang kemudian melanjutkan langkahnya, berbalik menghindar tatapan tajam kedua sahabat Aura itu.
Setelah Kenzo tak terlihat lagi, barulah kedua orang itu tertawa karena sedari tadi sudah mereka tahan merasa lucu dengan tingkah kenzo yang seperti anak kecil itu.
__ADS_1
"Ada-ada saja." Ucap Gea yang kemudian mengetuk pintu kamar Aura.
Aura dari dalam segera membuka saat mendengar pintu kamarnya di ketuk, karena sedari tadi ia sudah menunggu di balik pintu.
"Kenapa, kecewa, karena bukan orang yang di harapkan?" Tanya Melly melihat keterkejutan Aura begitu membuka pintu.
"Eemm... apa sih, aku memang menunggu kalian. Ayo masuk." Jawab Aura menyembunyikan kebenarannya. Aura kemudian membiarkan kedua sahabatnya untuk masuk, sementara ia menetup pintu, namun sebelum pintu sepenuhnya tertutup Aura menoleh kiri dan kanannya mencari keberadaan Kenzo. Seperti Kenzo, meskipun dilarang, ia sangat ingin menemuinya."
"Besok juga kalian bertemu." Ucap Melly mengejek.
Aura pun segera menutup pintu rapat-rapat. dan kemudian masuk.
"Kalian pasti bertemu Kenzo di depan!" Mendengar kedua sahabatnya yang terus menerus melontarkan gurauannya, Aura sadar bahwa Melly dan Gea pasti mengetahui Kenzo dan dirinya akan diam-diam akan bertemu.
"Untung kita cepat datang, kamu tuh harus mendengarkan ucapan para orang tua." Omel Melly Sambil merapikan pakaian untuk ia gunakan besok.
"Iya, maaf." Ucap Aura pelan.
"Keyzara mana?" Tanya Gea yang tak melihat Keyzara ada di dalam kamar bersama Aura.
"Dia bersama mami. sepertinya Keyzara tidak nyaman tidur di kamar hotel ini. dia merasa asing."
"Tenang saja, biasa untuk bayi beradaptasi di tempat baru, nanti malam aku yakin dia bisa tidur pulas." Ucap Melly, sebagai tutor Aura mengurua bayinya.
Aura sering bertanya kepada Melly tentang mengurus bayi sampai hal terkecil.
__ADS_1