AKU MEMILIH SETIA

AKU MEMILIH SETIA
MENGHINDAR


__ADS_3

Aura mempercepat langkahnya, setelah berkali-kali Kenzo mencoba menahannya. Cukup cepat Aura berjalan karena ia takut Kenzo masih berada di belakangnya,kemudian menoleh untuk memastikan bahwa ia tak lagi di ikuti, namun ternyata Kenzo sangat gigih, dia masih berjalan di belakangnya.


Namun di saat yang tepat ia bertemu Seteven sontak saja Kenzo segera bersembunyi.


"Ada apa?" Tanya Seteven saat Aura menoleh lagi kearah belakangnya.


"Bukan apa-apa." Jawab Aura kemudian menarik Seteven untuk segera beranjak dari tepat mereka berdiri.


Aura tahu Kenzo masih memperhatikannya, karena tadi dirinya melihat Kenzo yabg segera bersembunyi saat Seteven muncul.


Kenzo dari jarak yang cukup jauh masih memperhatikan gerak gerik Aura juga Seteven. Bahakan ia kerap berbaur demi mendekat kearah mereka.


Tak dapat di pungkiri kedua mata Kenzo memanas melihat kemesraan yang di tunjukan Seteven, lengannya telah berani memeluk pinggang wanita miliknya, bahakan berkali-kali menyentuh perut besar Aura saat beberapa kenalanya menanyakan tentang kehamilan Aura.


Kenzo mengepalkan tangan menahan rasa cemburunya, ingin rasanya untuk menarik paksa Aura hingga terbebas dari Seteven yang sudah pasti mengancam dan membuat Aura terpaksa tak mengenalinya.


Mungkin orang yang tak mengenal Aura akan terkecoh dengan kemiripan mereka, namun Kenzo yang pernah hidup bersama dengan Aura tak mungkin salah mengenali wanita yang di cintainya.


Kenzo melihat ada sedikit celah, saat ini Aura sedang berdiri sendiri, karena Seteven yang tiba-tiba pergi dengan kenalannya, Kenzo gunakan kesempatan itu dengan perlahan mulai berjalan mendekati Aura.


Kemudian Kenzo menarik tangan Aura sampai Aura terkejut dibuatnya. Menarik paksa sampai keluar dari pesta tersebut.


Aura mencoba menarik tangannya paksa, namun cengkraman Kenzo sangat kuat, bahakan dirinya pun harus mencoba mengimbangi langkah Kenzo agar tidak terjatuh.


"Sudah saya katakan, saya sama sekali tidak mengenal anda." Ucap Aura dengan nada tinggi, setelah mereka berdua sampai di luar.


"Berhentilah berpura-pura, aku sangat yakin bahwa kamu Aura."


"Anda gila." Ucap Aura memalingkan dirinya.

__ADS_1


Kenzo dengan berani meraih kedua pundak Aura, hingga Aura tak bisa menghindari dari menatap kearah Kenzo, bahakan wajahnya kini sangat jelas terlihat, sorot mata kerinduan dan keputusan asaan bercampur membuat Aura tak tega untuk menambahkan penderitaannya.


"Lepaskan, anda salah orang, saya bukan wanita yang anda cari, saya telah memiliki suami bahkan sebentar lagi seorang anak akan terlahir." Jelasa Aura menatap mata Kenzo tajam, dia tidak boleh goyah,dan harus membuat Kenzo percaya dengan ucapannya.


Kenzo yang sedari tadi tak melepaskan tatapannya dari Aura, beralih menatap perut besar Aura.


"Apa ini anak ku?" Tanya Kenzo dengan meneteskan air mata. Ini kali pertama Aura melihat Kenzo menangis. bahkan dulu saat kehilangan anak mereka, tak ada satu tetespun airmata dari Kenzo.


Aura terkejut, nafasanya seakan berhenti seketika, Bagaimana mungkin Kenzo dengan mudahnya mengakui anak yang sedabg ia kandung. Apa memang ada ikatan batin aantara keduanya?


"Jaga mulut Anda." Aura mendorong Kenzo hingga Kenzo mundur beberapa langkah.


Ia tak bisa berlama-lama berada di dekat Kenzo, karena pertahannya mulai roboh, dia tak tega melihat kondisi lemah nan putus asa yang kini Kenzo alami.


"Sayang, aku cari kamu. Kenapa kamu ada diluar?" Tanya Seteven yang datang menghampiri Aura, bahakan wajahnya terlihat bingung, karena Aura tengah dengan pria asing, yang dirinya lun tak mengenalinya.


"Sayang, lebih baik kita kembali." Ucap Aura mencegah Seteven untuk bertanya lebih jauh lagi kepada Kenzo.


Namun Seteven menahan kakinya untuk tak melangkah mengikuti Aura. karena dia menyadari ada sesuatu yang tidak ia ketahui. Terlihat dari tatapan yang Kenzo berikan.


Ingin sekali Kenzo memukul pria angkuh di depannya, pria yang telah membuat Aura menjadi seperti itu.Namun melihat situasi keberadaannya yang tak memungkinkan untuk membuat keributan, apa lagi dirinya hanya seorang tamu undangan yang pertama kali menghadiri acara seperti ini, juga pasti tak akan ada orang yang mengenalinya.


Kenzo pergi begitu saja, tanpa menanggapi pertanyaan dari Seteven. Setidaknya itu keputusan yang menurutnya benar.


"Siapa dia, sombong sekali." Kesal Seteven yang baru saja diabaikan Kenzo.


"Aku sudah bilang kita masuk saja, dari pada menanggapi pria tadi." Sela Aura.


"Apa kamu mengenalinya?" Tanya Seteven membuat bergetar, karena Aura tahu Seteven paling tidak suka jika di bohongi. bahakan Seteven akan tahu siapa saja yang sedang jujur atau berbohong.

__ADS_1


"Sudahlah itu tidak penting." Jawab Aura yang kemudian berjalan meninggalkan Seteven.


Setidaknya menghindar dan tak menjawab dari pertanyaan Seteven adalah langkah yang baik.


...****************...


Keanu yang sedari tadi mencari kakaknya, tiba-tiba di kejutkan dengan seorang wanita yang lewat di depannya, Keanu pun menoleh.


"Aura." satu nama keluar dari mulut Keanu.


Sama halnya dengan yang di lakukan Kenzo, Keanupun penasaran dan mencoba mengejar wanita itu, Namun sangat di sayangkan dia kehilangannya.


"Aku yakin dia Aura." Keanu seperti orang kebingungan di tengah-tengah banyaknya insan yang berlalu lalang.


"Ternyata kamu disini Nu." Ucap Kenzo yang menyentuh pundak Keanu.


"Kak, sepertinya aku melihat Aura." di tengah kebingungannya dia masih bisa memberitahu kakaknya.


"Kamu juga melihatnya? kamu yakin kan itu Aura?" Tanya Kenzo untuk lebih meyakinkan dirinya bahwa wanita tadi adalah Aura kekasihnya.


"Kakak juga sudah melihatnya?"


Dengan tatapan penuh kesedihan Kenzo mengsuap wajahnya. "Dia tidak mengenali kakak,Nu."


Keanu menepuk-nepuk bahu kakanya mencoba memberikan Kenzo semangat untuk tidak menyerah mencari Aura.


"Aku tidak mungkin salah lihat, aku sangat yakin dia Aura, mungkin saja dia punya alasan, atau bisa saja dia hilang ingatan, atau banyak alasan masuk akal lainnya."


Keanu sangat tahu bagaimana perjuangan kakaknya untuk mencari Aura, bahakn dia juga tahu sebesar apa cintanya untuk Aura, itu juga salah satu alasan Keanu lebih memilih mundur dan membiarkan Aura berbahagia bersama kakaknya. Dia hanya ingin kenzo lebih bersabar dan tetap menunggu Aura. dan berharap Kenzo tak mengulang kesalahannya dulu.

__ADS_1


__ADS_2