
"Silahkan duduk!" Ucap Aura kepada Reza, saat mereka sudah berada di dalam ruangan Aura.
"Saya tidak menyangka kecelakaan itu mengantarkan kita pada kerja sama yang begitu penting untuk saya." Lanjut Aura lebih santai, karena mereka hanya berdua.
Mendengar ucapan Aura membuat Reza tidak tega untuk melanjutkan rencananya, karena memang awalnya Reza tulus dengan Aura, namun di satu sisi dia juga ingin memenuhi syarat dari Diana.
"Ini adalah bagian dari takdir yang sudah di tentukan." Ucap Reza menanggapi ucapan Aura. "Bertemu denganku adalah takdir buruk kamu, maafkan aku Ra." Lanjut Reza dalam hatinya.
Reza sungguh tidak tega harus melakukan hal jahat terhadap wanita lugu seperti Aura, apa lagi setelah mengenalnya lebih jauh ternyata Aura memang sosok yang baik.
"Maaf, sepertinya saya harus kembali." Rezapun berpamitan kepada Aura, semakin lama bersama Aura membutanya semakin merasa bersalah.
"Maaf, menyita waktu anda terlalu lama." Ucap Aura sebelum Reza pergi keluar dari ruangannya.
Aura merasa ada yang berbeda dengan Reza, biasanya Reza lebih ceria, namun hari ini dia terlihat seperti sedang banyak pikiran, namun Aura masih berpraangka baik, dia berpikir Reza sama sepertinya, merasa gugup tentang hari esok.
Tiba-tiba ponselnya berdering, dan Aura segera mengambil ponsel yang terletak tak jauh darinya.
"Mama, Ada apa?" Tanya hati aura saat ponselnya bertuliskan nama mantan mertuanya.
"Hallo mah," Ucap Aura saat mengangkat telphonnya
"Mari kita bertemu." Ajak siska dari sebrang sana, terdengar sedikit sinis, namun segera Aura usir kekhawatirannya.
"Baik mah, Aura kesana sekarang." jawab Aura' sebelum menutup telphonnya.
Aura berpikir sejenak, menggaruk pelepisnya, memperkirakan apa yang akan mantan mertuanya katakan.
Aurapun mengambil tasnya, meninggalkan ruangannya, tak lupa sebelum pergi ia mendatangi Hani.
"Hani, saya keluar sebentar. Jika ada yang mendesak hubungi saya." Ucap Aura, yang kemudian pergi untuk menemui Siska.
...****************...
Orang kepercayaan Kenzo datang untuk melaporkan hasil penyelidikannya, terakhir dia mendapat perintah untuk menyelidiki hubungan Reza dengan Diana, dan saat ini dia sudah mengetahui dan akan memberi tahu semua yang ia ketahui kepada Kenza.
" Maaf lama menunggu." Ucap Kenzo begitu masuk dan segera duduk dikursinya.
__ADS_1
" Apa kamu menemukan sesuatu? Tanyanya sudah sangat penasaran.
Kenzo segera menyudahi rapatnya saat di beritahu orang suruhannya sudah menunggu di ruangannya.
"Ternyata mereka tinggal bersama, namun sepertinya belum ada status apapun diantara mereka."
Kenzo duduk sambil terus fokus mendengarkan,
"Apa ada yang terlihat janggal?" Tanya Kenzo masih mencerna setiap kata yang di dengarnya.
"Ada hal yang menurut saya agak aneh,"
"Apa itu?" Tanya Kenzo semakin menyimak. Diapun lebih mendekatkan diri untuk lebih jelas mendengar laporan dari orang suruhannya.
" Pria itu juga terlihat akrab dengan bu Aura, dan si wanita mengetahuinya, menurut apa yang anda ceritakan, bukankah terlihat janggal?" Kenzo sebelumnya pernah menceritakan hubungan antara Diana dan Aura, untun mempermudah penyelidikan.
"Iya. Pasti ada sesuatu yang mereka rencanakan di belakang Aura." Kesimpulan Kenzo. Aneh saja, seorang Diana yang pencemburu, membiarkan prianya untuk dekat dengan Aura, wanita yang juga pernah dekat dengan mantan suaminya, bahkan dia sangat membencinya.
"Terimakasih, terus awasi mereka berdua!"
Setelah orang suruhannya pergi, Kenzo duduk termenung, memperkirakan apa yang akan terjadi dengan Aura.
Kenzo pun segera mencari tahu alamat kantor Reza, sangat mudah untuk dicari, karena Reza merupakan salah satu penguaaha sukses. Bahkan terbilang sudah cukup lama dalam industri bisnis yang sama dengannya.
Dengan bermodalkan alamat yang ia temukan di internet, Kenzo segera membawa mobilnya untuk sampai di alamat tersebut.
Sebuah gedung perkantoran yang besar, wajar saja Aura sangat berharap pada kerja sama dengan perusahaan Reza.
"Maaf pak, sudah ada janji sebelumnya?" Tak mudah ingin bertemu pemilik perusahaan tanpa membuat janji terlebih dahulu, Dan pada akhirnya Kenzo tidak di perbolehkan masuk.
Namun, nasib baik memang sedang berpihak kepadanya, dia melihat seorang pria yang mirip dengan Reza melintas di depannya.
"Pak Reza...!" Teriaknya memanggil nama Reza.
Reza yang baru saja datang ke kantornya, segera menoleh begitu mendengar namanya di panggil.
Kenzo dengan berlari menghampiri Reza,
__ADS_1
"Maaf, bisa kita bicara sebentar." Ucapnya yang jelas membuat bingung Reza, di datangi orang asing yang tiba-tiba mengajaknya berbicara.
"Maaf saya sibuk." jawab Reza, mengabaikan Kenza, dan kembali melanjutlkan langkahnya.
Tak sampai disitu, Kenzo sama sekali tak kehabisan akal, bagaimanapun dia harus bisa berbicara empat mata dengan Reza.
"Ini soal Diana." Ucapnay yang membuat Reza terpaksa berbalik dan kembali berjalan mendekati dirinya.
"Baiklah, kita bicara di cafe depan." ajak Reza yang akhirnya terpancing dengan ucapan Kenzo.
Merekapun jalan berdampingan menuju cafe tepat di sebrang kantor Reza.
"Apa yang ingin anda biçarakan?" Tanya Reza, jika melihat dari segi penampilan Kenzo, tidak mungkin dia pria lain yang di miliki Diana.
"Aura." Ucap kenzo hanya menyebutkan satu kata dan itu nama Aura.
Reza di huat bingung dengan pria di depannya, tak hanya Diana dia juga mengenal Aura.
"Seharusnya saya memperkenalkan diri terlebih dahulu, Perkenalkan saya Kenzo Hartanto." Ucap Kenzo menyebutkan namanya.
Reza terkejut, saat mendengar nama dari pria di depannya, kini dia mengerti mengapa pria itu mengtahui Diana dan Aura.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reza yang masih tidak bisa menebak tujuan dari mantan suami Aura mendatanginya.
"Saya akan langsung kepada alasan saya menemui anda." Ucap Keanu menatap tajam pria didepannya. meskipun jarak umur mereka sangat jauh, juga sudah pasti Reza sangat berpengaruh, namun Kenzo tak takut dengan itu.
"Batalkan semua yang kalian rencanakan untuk menyakiti Aura." Ucap Kenzo hanya menebak acak rencana Reza. dia yaki jika bersangkutan dengan Diana pasti tujuannya adalah untuk menyakiri Aura.
"Rupanya kamu sudah mengetahuinya, tapi maaf saya menolak." Jawab Reza acuh.
Kenzo terkejut, ternyata dugaanya benar. Reza berniat untuk menyakiti Aura, tapi entah caranya bagaimana, namun yang terlihat jelas, project bersma mereka. itu yang saat ini masuk akal bagi Kenzo.
"Kenapa anda harus seperti ini, apa Aura salah Aura?" Tanya Kenzo kemudian.
"Saya tidak akan merubah rencana saya, jika anda peduli terhadap Aura, silahkan selamatkan Aura dengan cara anda."
Kenzo mengepalkan tangannya menahan amarah yang sudah memuncak, namun dia harus tahan, agar bisa membujuk Reza.
__ADS_1
"Saya yakin anda adalah orang baik, sangat disayangkan jika anda terpengaruh oleh ucapan Diana."
"Saya hanya akan melakukan bagian saya, silahkan anda juga melakukan bagian anda." Ucap Reza meninggalkan Kenzo. Reza merasa jika di teruskan dia akan goyah, dan sudah pasti dia akan kehilangan Diana.