
Jalanan ibu kota memang selalu ramai, apalagi hari ini adalah hari minggu, dimana kebanyakan orang keluar dari rumahnya, dan memadati jalanan.
Kenzo memperhatiakn kanan dan kirinya, kemudian dia melihat toko bunga yang menjajakan dagangannya, termasuk ada bunga kesukaan Aura. Kenzo tidak pernah menghadiahi istrinya bunga, Tapi dia tahu bunga apa yang di sukai Aura.
Kenzo pun menepikan mobilnya, lalu turun dan masuk kedalam toko tersebut.
Dia segera memesan satu buket bunga tulip putih untuk Aura. Sambil menunggu bunga di siapkan Kenzo duduk termenung, mengingat saat dia melihat Aura sedang berdiri terksima melihat bunga tulip, pada saat mereka berbulan madu. Dari sana Kenzo mengetahui bahwa istrinya menyukai jenis bunga itu.
"Pak, bunganya sudah siap."
Kenzopun segera menyudahi lamunannya dan membayar tagihannya. Di hirupnya bunga itu, kemudian Kenzo melebarkan senyumnya. Dia yakin Aura pasti sangat menyukainya.
Kenzo kembali masuk kedalam mobil, tak lupa bunganyapun ia simpan dengan hati-hati.
Dengan perasaan riang Kenzo masuk kedalam rumahnya, namun dia tidak melihat Aura dimanapun. Diapun teringat bahwa pagi tadi Aura mengatakan akan pergi bersama Keanu. Dan itu membuatnya marah.
"Arrrgghh... Ternyata kamu tidak mendengarkan ucapanku." Ucap Kenzo kesal, dia pun melemparkan bunga yang ia beli sehingga bunga itu berserakan di lantai kamarnya.
Tak lama datang sebuah mobil di depan rumahnya, Kenzo mendekati jendela kamarnya untuk melihat siapa yang baru saja datang.
Dia mengepalkan tangannya saat Melihat Adiknya yang datang bersama istrinya. Kenzopun segera berlari keluar dari kamarnya, Kenzo tidak bisa mengontrol emosinya, saat ini dia lebih marah kepada Adiknya, sebab Keanu seperti sedang mencari kesempatan untuk mendekati Aura di saat Aura sedang dalam keadaan tidak setabil seperti sekarang ini. Mengingat istrinya memiliki sejarah bersama adiknya dan itu membuat Kenzo cemburu.
"Ikut aku!" Ucap Kenzo kepada Keanu, saat Keanu hendak masuk kedalam rumah.
"Tunggu!" Cegah Aura
hartanto bersaudara pun menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Aura.
"Aku yang meminta Keanu untuk mengantarkaku. Jadi ini bukan salahnya." Ucap Aura, seolah tahu yang akan kenzo bicarakan bersama Keanu adalah tentang kepergiannya.
"Kamu masuk saja dulu." Ucap Keanu pelan. Kemudian berjalan mengikuti kakaknya.
"Apa yang akan kakak katakan?" Tanya Keanu saat sudah menjauh dari Aura.
"Apa kamu akan terang-terangan mendekati Aura seperti ini?"
__ADS_1
"Apa maksud kakak? Tolong bicara lebih jelas lagi." Tanya Keanu lagi, sebenarnya dia tahu maksud dari Kenzo.
"Aku tahu keadaan rumah tangga kalian. Tapi jangan samakan dengan rumah tanggaku, aku dan Aura sedang baik-baik saja." Kenzo tidak bisa menanyakan perasaan Keanu kepada istrinya secara langsung, sebab dia tidak sanggup mendengar kata cinta keluar dari mulut adiknya untuk Aura, istrinya.
"Aku pikir kalian pun sama. Hanya saja kakak tidak merasakannya. kakak tahu apa saja yang telah Aura katakan tentang kakak?"
"Apa yang Aura katakan?" Teriak Kenzo menunggu Keanu meneruskan ucapannya.
"Heeh....lebih baik kakak Tanya saja kepada Aura, dan tanyalah, apa yang selama ini dia inginkan tapi tidak kakak berikan."
"Apa maksud kamu? apa yang tidak aku berikan?" Tanya Kenzo semakin kesal, karena Keanu terus mengulur-ulur waktu.
"Ingat kak, jika sampai Aura merasakan hal ini kembali jangan salahkan aku jika aku yang akan menggantikan posisi kakak." Ancam Keanu.
Keanu tidak bisa menahan lidahnya untuk tidak mengatakan hal itu.
Bbuuughhh....
Kenzo melayangkan tinjunya di wajah Keanu. Kata-kata Adiknya sudah tidak bisa di toleransi lagi. Bahkan tidak pantas keluar dari mulut orang yang paling dekat dengannya.
"Ingat ucapanku!" Seru Keanu dengan mengangkat sebelah sudut bibirnya. Kemudian ia pergi dari depan rumah Aura minggalkan Kenzo dengan sisa kemarahannya.
...※※※※...
Aura terkejut ketika memasuki kamarnya, dia melihat bunga yang sudah berceceran di lantai kamar, sedangkan aromanya jelas tercium di hidung Aura.
"Ada apa ini?" tanyanya sambil memunguti kelopak demi kelopak yang memenuhi lantai.
Siapa lagi yang berbuat seperti ini selain suaminya, Aura tidak habis pikir Kenzo berbuat seperti ini. Kemudian Aura melihat keluar jendela, untuk melihat apa yang di lakukan Kenzo bersama Keanu.
Aura melihat mereka berdua berdiri saling berhadapan, entah apa yang mereka bicarakan, karena terlihat dari keduanya sudah mulai mengeluarkan emosinya.
Aura menunggu dengan perasaan tegang, tidak ada yang bisa ia lakukan selain hanya melihat kakak beradik itu sedang berdebat di luar rumahnya.
Aura memekik saat tinju suaminya mendarat di wajah Keanu. Segera Aura berlari keluar kamar untuk mengahmpiri Kenzo, karena dia takut Kenzo akan memukuli Keanu.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Aura begitu berpapasan denagn kenzo.
Aura sedikit lega karena mereka tidak saling baku hantam. karena saat ini Keanu sudah pergi.
"Duduk kamu!" Ucap Kenzo dengan muka dingin dan nada suara yang menusuk.
Aurapun duduk mengikuti perintah dari suaminya.
"Dari mana saja kalian berdua?"
"Apa peduli kamu? bukankah kamu sendiri yang tidak ingin mengantarku."
"Oke, untuk masalah itu aku minta maaf, tapi aku sudah minta kamu mengundurkan waktunya."
"Kenapa aku harus melakukan itu? kenapa bukan kamu saja yang merbuah jadwal kamu hari ini? Aku tahu aku tidak lebih penting dari semua pekerjaan kamu." Ucap Aura berdiri meninggalkan Kenzo.
"Tidak seperti itu. Ra, dengarkan aku dulu." Teriak Kenzo mengejar Aura yang berlari menuju ke kamarnya.
Kenzo melihat Aura berdiri membelakangi pintu, Kenzo pun melangkah perlahan mendekatinya
"Kamu memang tidak memperdulikan Aku, kamu selalu saja menganggap aku gila. aku butuh pertolongan. Aku tahu kamu malu, aku juga tahu kamu kecewa dengan kekuranganku. tapi coba kamu pikir, aku saat ini membutuhkan kamu, tapi kamu selalu menghindariku, dengan alasan pekerjaan, janji clien, dan masih banyak lagi." Aura menumpahkan semua emosinya, semua yang terpendam di dirinya selama ini.
Kenzo terdiam, lidahnya kelu, mendengar istrinya mengeluarkan seluruh isi hatinya. ternyata selama ini Aura hanya membutuhkan kehadirannya saja. sedangkan Kenzo selalu sibuk dengan pekerjaannya dan justru kesalah terbesarnya adalah tidak menyadari bahwa Aura membutuhkan pertolongan dirinya sedangkan dia justru sibuk untuk menolong orang lain.
"Maafkan aku Ra, Selama ini aku tidak tahu, Aku bodoh karena tidak memahamimu." Ucap Kenzo memeluk Aura dari belakang, menenangkan istrinya yang saat ini sedang menangis tersedu.
Kenzo merasa dirinya tidak menjadi suami yang baik untuk Aura. Menyadari bahwa Adiknya yang lebih memahami Aura membuat Kenzo semakin tidak suka dengan Keanu. Kenzo menjadi lebih waspada terhadap Adiknya, dia takut Keanu akan merebut Aura dari sisinya.
Kenzo membalik tubuh Aura menghadapnya, mengahpus air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Mulai sekarang, aku akan selalu ada untuk kamu, kamu prioritasku sayang." Ucap Kenzo memegangi wajah Aura yang nampak sembab karena tangisannya.
"Sekarang, lebih baik kamu istirahat, besok aku antar kamu menemui psikiater."
Aura pikir Kenzo akan membatalkan untuknya menemui psikiater, karena kondisinya saat ini sudah jauh membaik. Ternya Aura salah, Kenzo akan tetap dengan rencananya.
__ADS_1
"Aku sangat peduli kamu Ra, jadi aku ingin kamu di tangani seorang Ahli, untuk lebih meringankan beban di pikiran dan hati kamu. Aku harap kamu mengerti niat tulusku." Sepertinya Kenzo menangkap sinyal ketidak sukaan Aura menyangkut masalah menemui psikiater, namun dia lebih memberi pengertian kepada Aura. Dan Aurapun mengerti, dia mengaanggukan kepalanya, tanda setuju dengan Rencana suaminya.